All posts by BBG Al Ilmu

Tak Perlu Takut Jika Benar

Umar bin al-Khattab melewati sekumpulan anak laki-laki, yang di antaranya terdapat Abdullah bin al-Zubair, rodhiyallahu ‘anhumaa (semoga Allah meridhoi keduanya),

Ketika mereka melihat beliau, anak-anak itu lari kocar-kacir, namun Abdullah tetap berdiri di tempatnya.

Umar bertanya kepadanya: “Ada apa denganmu..? Mengapa engkau tidak ikut lari bersama teman-temanmu..?”

Abdullah menjawab: “Wahai Amirul Mukminiin, aku tidak melakukan kesalahan apa pun yang membuatku harus takut kepadamu, dan jalan ini pun tidak sempit sampai aku harus meluaskannya untukmu..”

(‘Uyuun al-Akhbaar – 2/215 – Ibnu Qutaybah)

Sebaik Baik Wanita

Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sebaik-baik wanita di antara kalian adalah yang :
– harum aromanya,
– pandai memasaknya,
– ketika ia berinfak, ia melakukannya dengan sewajarnya, dan
– ketika ia menahan (harta), ia menahannya dengan sewajarnya.

Wanita yang demikian termasuk di antara para pekerja (penolong agama) Allah, dan pekerja Allah tidak akan pernah kecewa (gagal)..”

(Bahjatul Majaalis, 33–34)

Obat Bagi Hati Yang Sakit

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Sebanyak apa pun engkau meminta bantuan kepada para dokter untuk menghilangkan apa yang ada di dalam hatimu (penyakit hati), engkau tidak akan pernah menemukan sesuatu yang semisal Alqur’an.

📌 Namun bagi siapa..?!

Jawabannya, bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Katakanlah, Alquran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin..” (Fushshilat: 44)

Adapun bagi orang yang tidak beriman, ia tidak akan mengambil manfaat darinya .. bacalah firman Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Agung (yang artinya),

“Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, ‘Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini..?” (At-Taubah: 124)

Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Agung berfirman, (yang artinya),

“Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah iman mereka, dan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surah itu menambah kekafiran mereka di samping kekafiran mereka (yang telah ada)..” (At-Taubah: 124-125)

(Syarh al-Kafiyah al-Shofiyah fii al-Intishar lil-Firqot al-Najiyah, hal. 197)

Apabila Allah Mencintai Hamba-Nya

Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi (yang artinya),

“Apabila Aku mencintainya (seorang Muslim), maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan..”

{Shohih Al Bukhari no. 6502}

📌 Penjelasan Syaikh Ibn Baz rohimahullah

“Ini tidak berarti bahwa Allah adalah pendengaran dan penglihatannya .. Melainkan maknanya adalah bahwa Allah membimbingnya dalam hal pendengaran, penglihatan, berjalan, dan tindakannya..”

(Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam – 2/347)

Orang Yang Menanam Kebaikan

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sesungguhnya kalian sedang melewati siang dan malam dengan usia yang terus berkurang, sementara amal perbuatan kalian tetap dicatat, dan kematian datang secara tiba-tiba.

Barangsiapa yang menanam kebaikan, maka ia akan segera menuai kebahagiaan .. dan barangsiapa yang menanam keburukan, maka ia akan segera menuai penyesalan. Setiap penanam akan memanen apa yang telah ia tanam.

Orang yang lambat tidak akan kehilangan bagian (rezeki) yang telah ditetapkan untuknya, dan orang yang ambisius tidak akan mendapatkan apa yang tidak ditetapkan baginya.

Barangsiapa yang diberikan kebaikan, maka Allah-lah yang telah memberikannya .. dan barangsiapa yang dilindungi dari keburukan, maka Allah-lah yang telah melindunginya.

Orang-orang yang bertakwa adalah pemimpin, para ulama adalah penunjuk jalan, dan duduk bersama mereka akan mendatangkan tambahan (ilmu dan iman)..”

(Siyar A’laam al-Nubalaa’ – 1/497)

Ridholah Atas Segala Ketetapan Allah Bagimu

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Ridholah (terimalah dengan lapang dada) atas segala sesuatu yang Allah tetapkan bagimu.

Karena sesungguhnya :
– tidaklah Dia menahan sesuatu darimu melainkan untuk memberimu,
– tidaklah Dia mengujimu melainkan untuk menjaga dan menyelamatkanmu,
– idaklah Dia memberimu rasa sakit melainkan untuk menyembuhkanmu, dan
– tidaklah Dia mewafatkanmu melainkan untuk memberimu kehidupan (yang sesungguhnya).

Maka waspadalah, jangan sampai engkau tidak ridho kepada-Nya meski hanya sekejap mata, sehingga engkau jatuh (kehilangan kedudukan) di mata-Nya..”

(Madaarijus Saalikiin – 2/208)

Manfaatkanlah Waktu Anda Sebaik Baiknya

Al Muzani rohimahullah berkata,

– Setiap hari yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata,

‘Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Boleh jadi engkau tidak akan menemui hari yang lain..’

– Setiap malam yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata,

‘Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Boleh jadi engkau tidak akan menemui malam yang lain..’

(Hilyatul Auliyaa’ -7/330)

📌 Nasihat ini merupakan pengingat yang sangat dalam mengenai urgensi waktu dan bagaimana setiap detik dalam kehidupan kita adalah kesempatan yang tidak akan terulang kembali.

Maafkanlah

Al Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullah berkata,

“Maafkanlah saudaramu. Apa keuntungan yang engkau dapatkan jika Allah menghukum saudaramu sesama Muslim hanya karena (urusan dengan) dirimu..?”

(Siyar A’laam al-Nubalaa’ – 11/262)

Nasehat Al Imam Ahmad rohimahullah tersebut di atas berakar kuat pada prinsip-prinsip utama dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

📌 Balasan Sesuai Jenis Amal

Alqur’an mengajarkan bahwa jika kita menginginkan ampunan dari Allah, maka kita harus memulai dengan mengampuni hamba-Nya.

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu..? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..” (Qs. An-Nuur: 22)

📌 Pahala Yang Menjadi Urusan Allah Secara Langsung

Biasanya, pahala amal ibadah sudah disebutkan ukurannya. Namun, untuk orang yang memaafkan dan memperbaiki hubungan, Allah menjanjikan pahala yang langsung menjadi dari Allah.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zholim .” (Qs. Ash-Shuraa: 40)

📌 Sifat Penghuni Surga

Dalam Alqur’an, Allah menyebutkan ciri-ciri orang bertaqwa yang dipersiapkan untuk masuk surga, salah satunya adalah :

“…orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan..” (Qs. Aali ‘Imran: 134)

📌 Memaafkan Meningkatkan Kemuliaan, Bukan Kehinaan

Banyak orang merasa bahwa memaafkan adalah tanda kelemahan. Namun Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam menegaskan hal yang sebaliknya dalam sebuah hadis :

“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan, serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan derajatnya..” (HR. Muslim)

Orang Yang Paling Bijaksana

Salman al-Farisī menulis surat kepada Abu Ad Darda’ rodhiyallahu ‘anhumaa,

“Sesungguhnya engkau tidak akan pernah mendapatkan apa yang engkau inginkan kecuali dengan meninggalkan apa yang engkau dambakan (dengan nafsu), dan engkau tidak akan pernah mencapai apa yang engkau harapkan kecuali dengan bersabar terhadap apa yang engkau benci.

Maka, jadikanlah :
– bicaramu sebagai dzikir,
– diammu sebagai tafakur (renungan), dan
– pandanganmu sebagai ibrah (pelajaran).

Ketahuilah, bahwa selemah-lemahnya manusia adalah ia yang memperturutkan hawa nafsunya namun tetap mengharapkan Allah mengabulkan angan-angan kosongnya.

Dan orang yang paling bijaksana di antara mereka adalah ia yang menundukkan nafsunya (dalam ketaatan) dan beramal untuk kehidupan setelah kematian..”

(Bahjat al-Majaalis wa Uns al-Majaalis karya Ibnu ‘Abdil Barr)