All posts by BBG Al Ilmu

Tidak Akan Bisa Diam

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فإن الإنسان لا يسكت البتة : فإما لسان ذاكر وإما لسان لاغ ولا بد من أحدهما فهي النفس إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل وهو القلب إن لم تسكنه محبة الله عز و جل سكنه محبة المخلوقين

Manusia itu tidak akan bisa diam.

– Jika lisan tidak berdzikir, maka ia akan melakukan (berbicara) hal yang sia sia,

– Jika jiwa tidak disibukkan dengan kebenaran, maka ia akan disibukkan dengan kebatilan,

– Jika hati tidak merasa tenang dengan cinta kepada Allah, maka ia akan tenang dengan mencintai makhluk.

(Al Waabilush Shoyyib – Ibnul Qoyyim)

SELESAI : Wakaf Pembangunan Masjid & Pendingin Ruangan Masjid

AHAD PAGI – 13 SEPTEMBER  / 1 ROBII’UL AAKHIR

Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah, kemudian partisipasi para muhsinin dan muhsinah, kami sudahi program wakaf kali ini.

Rekening khusus wakaf tetap terbuka dan dana yang masuk setelah ini akan dialokasikan untuk program wakaf berikutnya insyaa Allah, yaitu :
– wakaf fasilitas air bersih (sumur)
– wakaf pembangunan masjid (tahap 2)

kami ucapkan jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin dan muhsinah, semoga Allah memberikan balasan pahala jariyah yang melimpah.

Dengan izin Allah, alhamdulillah terbuka kembali program wakaf yaitu :

  • wakaf pembangunan lantai 2 masjid Assunnah Dasan Beruk
  • wakaf 3 unit pendingin ruang sholat (AC) untuk masjid Assunnah Dasan Beruk

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 7480009996
a/n : AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
https://wa.me/6283806624622

———————————-
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
● Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang mengajarkan suatu ilmu
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf, atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

📌 dalam program wakaf kali ini, terkumpul padanya 2 amal jariyah yaitu :
– pembangunan masjid, dan
– mengajarkan ilmu agama

dimana nantinya insyaa Allah lantai 2 yang akan dibangun akan dimanfaatkan untuk ruang sholat, pelajaran Alqur’an bagi para santri TPA dan juga pengajian ummahaat .. jangan lupa untuk menghadiahkan pahala amal jariyah kepada kedua orangtua, istri/suami, anak  dan tentunya diri anda sendiri .. semoga Allah mudahkan.

———————————-
Pembangunan Lantai 2 Masjid Assunnah Dasan Beruk (TAHAP 1) & Pengadaan 3 unit pendingin ruang sholat (AC) masing masing 2 Pk.

Alhamdulillah, keberadaan masjid sangat memberikan pengaruh terhadap kehidupan beragama warga sekitar, yang tadinya jarang sholat berjama’ah sekarang sudah rajin sholat berjama’ah, dan yang tadinya tidak mengikuti kajian alhamdulillah sekarang sudah aktif di kajian. Warga setempat sangat menyambut keberadaan masjid ini.

Alhamdulillah, di masjid ini cukup padat kegiatan kajian oleh beberapa asaatidz sunnah diantaranya Ustadz Mizan Qudsiyah MA, Ustadz Sufyan Bafin Zein MA, dan yang lainnya -hafizhohumullah-.

Namun ketika banyak jumlah jama’ah saat kajian dan sholat berjama’ah (termasuk sholat tarawih dll) terasa udara di dalam masjid pengap dan diperkirakan penyebabnya adalah posisi masjid yang berada di tengah kampung sehingga menyebabkan sirkulasi udara yang tidak lancar. Pengurus masjid berharap bisa melengkapi kekurangan fasilitas pendingin ruangan (AC) sebanyak 3 unit di masjid.

Dan rencananya pengurus masjid juga berharap bisa membangun lantai 2 masjid, yang mana insyaa Allah juga akan berfungsi untuk menampung banyaknya santri TPQ yang mengaji di masjid dan kajian ummahaat insyaa Allah.

=====

Syaikh ‘Abdurrozaq al-Badr hafizhohullah, dalam kitabnya Al-Fawaaid Al Mantsuurah  berkata,

“Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan :
– dilaksanakan sholat (berjama’ah),
– dibaca ayat-ayat Alqur’an,
– nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla akan disebut,
– ilmu-ilmu (syar’i) akan diajarkan,
– serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, dan masih banyak faedah-faedah yang lain.

Dan masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala..”

———————————
➡️ Total anggaran TAHAP 1 mencapai Rp. 133 juta .. semoga Allah mudahkan.
———————————
SALDO
● 12 Sep – pkl. 05.00 wib :  Rp. 126 Juta
—————————–
● tambahan INFAQ        :      Rp.       8 Juta
————————————————–
● 13 Sep – pkl. 05.00 wib. : Rp. 134 Juta
————————————————–

📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
● santunan sembako janda dan dhu’afa di bulan SEPTEMBER 2026 : https://bbg-alilmu.com/archives/59605

● buka puasa SENIN KAMIS bersama santri ma’had  : https://bbg-alilmu.com/archives/67400

———————————-

Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” (HR. Muslim no. 1893)

FAQ :
● Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
● Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Jangan Lakukan

Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

كل عبادة لا يتعبدها أصحاب محمد فلا تتعبدواها؛ فإن الأول لم يدع للآخر مقالاً، فاتقوا الله يا معشر القراء، وخذوا طريق من كان قبلكم

“Semua ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh para shahabat Muhammad shollallaahu ‘alayhi wasallam jangan kalian lakukan. Karena generasi pertama tidak meninggalkan maqol untuk generasi setelahnya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan ambillah jalan orang orang sebelum kalian.”

(Dikeluarkan oleh Ibnul Wadhoh dalam kitab Al Bida’, Ibnul Mubarok dalam kitab Az Zuhd)

Ini lah kaidah penting untuk kita perhatikan..
Karena para sahabat tidak pernah bertabarruk dengan kuburan..

Tidak juga menganggap bahwa berdo’a dikuburan itu mustajab..
Mereka tidak pernah tawassul dengan mayat..
Dan semua riwayat dari mereka yang menyebutkan itu adalah riwayat riwayat yang lemah dan palsu..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tidak Sama Nilai Sholawatnya

Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr, hafizhohullahu Ta’ala menjelaskan,

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya..” (QS. Al-Ahzab: 56)

Sholawat yang diperintahkan kepada para hamba untuk diucapkan kepada Nabi yang mulia shollallaahu ‘alayhi wa sallam ini :

Pertama : Merupakan bentuk peneladanan dari seorang hamba kepada Robb semesta alam serta para malaikat-Nya yang mulia.

Kedua : Merupakan bentuk pembalasan jasa bagi Nabi yang mulia shollallaahu ‘alayhi wa sallam atas hak-hak beliau terhadap umatnya ‘alayhis sholaatu was salaam.

Ketiga : Setiap orang akan mendapatkan bagian dan kebaikan dari sholawatnya kepada Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam sesuai dengan kadar peneladanannya terhadap beliau ‘alaihis sholaatu was salaam, (serta) pengetahuannya tentang petunjuk, akhlak, serta sifat-sifat beliau.

Oleh karena itu, Imam Ibnul Qoyyim rohimahullaahu ta’ala memberikan peringatan berharga mengenai hal ini.

📌 Beliau menjelaskan bahwa sholawat seseorang kepada Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam akan semakin sempurna (bila diucapkan) oleh orang yang dikaruniai bashiiroh (pandangan mata hati) oleh Allah terhadap :
– petunjuk,
– akhlak, dan
– sifat-sifat Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam.

(Sholawat yang mereka ucapkan) jauh lebih agung nilainya daripada sholawat orang yang tidak memiliki pengetahuan (yang mendalam) tentang hal tersebut..”

Tiga Kelompok Orang Yang Meninggalkan Kejahatan

Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

Ketahuilah bahwa orang yang meninggalkan kejahatan terbagi menjadi tiga kelompok :

1. Ada yang meninggalkannya karena Allah, maka akan ditulis baginya kebaikan atas tindakannya meninggalkan kejahatan itu karena Allah. Ini adalah merupakan amalan sekaligus niat. Oleh sebab itu ditetapkan baginya kebaikan, sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa lafazh shahih: “Sesungguhnya dia meninggalkannya karena diri-Ku..”

2. Ada yang meninggalkan kejahatan karena lalai dan lupa. Dalam keadaan ini dia tidak mendapatkan kebaikan dan tidak juga berdosa, karena dia tidak berniat baik dan tidak pula mengerjakan kejahatan.

3. Ada juga yang meninggalkan kejahatan karena lemah dan malas setelah berusaha melakukan unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya kejahatan dan membiasakan diri dalam hal-hal yang mendekatkan dirinya pada kejahatan. Maka orang ini posisinya sama sebagaimana orang yang melakukan perbuatan tersebut.

Demikian sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih, dari Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bahwasanya beliau bersabda,

(( إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِي النَّارِ )). قَالُوْا: هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلِ؟ قَالَ: (( إِنَّهُ كَانَ حَرِيْصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ. ))

“Jika dua orang muslim saling berhadapan dengan pedang mereka, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh masuk Neraka..”

Para Sahabat bertanya, “Yaa Rosulullah, yang demikian itu adalah bagi si pembunuh, lalu mengapa si terbunuh (mendapatkan hal yang sama)..?”

Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Karena sesungguhnya dia pun berkeinginan keras untuk membunuh kawannya..” (HR. Al Bukhari No. 31, 6875)

(Tafsir Ibnu Katsir – 3/461)

Jangan Tertipu Oleh Pujian Manusia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

«واعلم أنَّ الناسَ إذا أُعجِبوا بك، فإنَّما أُعجِبوا بجميلِ سترِ اللهِ عليك.»

“Ketahuilah, ketika manusia mengagumimu, sesungguhnya mereka hanya mengagumi indahnya Allah menutupi aib-aibmu..”

(Madaarijus Saalikiin 2/293)

Jangan tertipu oleh pujian manusia.
Mereka hanya melihat apa yang Allah tampakkan, bukan seluruh kekurangan yang Allah sembunyikan.

Jika hari ini mereka memandangmu baik, itu semata karena indahnya Allah menutupi aibmu.

Maka, setiap pujian semestinya melahirkan syukur dan tawadhu‘, bukan ujub.

====
DO’A KETIKA DIPUJI ORANG LAIN

– ALLAAHUMMA LAA TU-AAKHIDZ-NII BIMAA YAQUULUUN
– WAGH-FIR-LII MAA LAA YA’LAMUUN
– WAJ ‘AL-NII KHOYRON MIMMAA YAZHUN-NUUN

,📌 jangan lupa adab adab sebelum berdo’a

Larangan Menyisir Rambut Setiap Hari Bagi Pria

Simak penjelasan ringkas haditsnya oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

LARANGAN MENYISIR RAMBUT SETIAP HARI BAGI PRIA

● Asy-Syaukani rohimahullah menjelaskan bahwa hadits ini merupakan larangan bagi laki-laki menyisir sepanjang hari (seharian dan terlalu sering).

Beliau berkata,

ﻭﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﺍﻻﺷﺘﻐﺎﻝ ﺑﺎﻟﺘﺮﺟﻴﻞ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ؛ ﻷﻧﻪ ﻧﻮﻉ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺮفه…
ﻭﺍﻹﺭﻓﺎﻩ : ﺍﻻﺳﺘﻜﺜﺎﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻳﻨﺔ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺰﺍﻝ ﻳﻬﻴﺊ ﻧﻔﺴﻪ

“Hadits ini menunjukkan makruhnya menyibukkan diri dengan menyisir sepanjang hari, karena ini termasuk bermegah-megah. Al-Irfah maksudnya adalah terlalu banyak berhias dan selalu mempersiapkan dirinya untuk berhias..”

(Nailul Author 1/159)

Memang ada perintah dan sunnah agar kita menyisir, meminyaki dan menjaga rambut, akan tetapi tidak bertentangan dengan hadits ini.

● Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan,

ﻭﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺗﻌﺎﺭﺽ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ – ﺃﻱ ﺑﻴﻦ ﺣﺪﻳﺚ ‏( ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺷﻌﺮ ﻓﻠﻴﻜﺮﻣﻪ ‏) ، ﻭﺑﻴﻦ ﺣﺪﻳﺚ ‏( ﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﺮﺟﻞ ﺇﻻ ﻏﺒﺎً ‏) – ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻣﺄﻣﻮﺭ ﺑﺈﻛﺮﺍﻡ ﺷﻌﺮﻩ ﻭﻣﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺒﺎﻟﻐﺔ ﻭﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻓﺎﻫﻴﺔ ﻭﺍﻟﺘﻨﻌم

“Yang benar adalah tidak ada pertentangan dari kedua hadits tersebut, yaitu hadits “barangsiapa yang memiliki rambut maka muliakanlah..” dengan hadits “larangan terlalu sering menyisir rambut kecuali jarang-jarang..”.

Seorang hamba diperintahkan untuk memuliakan rambutnya dan dilarang untuk berlebihan dalam bermegah-megahan..”

(Hasyiatus Sunan 11/147)

Ahlul Qur’an

Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah berkata,

Jangan biarkan fokus utama Anda saat membaca Al-Qur’an adalah, “Kapan saya akan menyelesaikan surah ini..?”

Sebaliknya, hendaknya fokus Anda saat membaca Al-Qur’an adalah :

● Kapan saya akan mendapat petunjuk dari Al-Qur’an..?

● Kapan saya akan mengambil manfaat dari Al-Qur’an..?

● Kapan saya akan menjadi bagian dari Ahlul Qur’an (orang-orang Al-Qur’an)—yaitu orang-orang pilihan Allah dan hamba-hamba istimewa-Nya..?

Dan Ahlul Qur’an itu bukanlah sekadar orang-orang yang menghafalnya tanpa pemahaman, atau yang sekadar membacanya tanpa perenungan.

📌 Melainkan, Ahlul Qur’an adalah mereka yang memahami firman Allah dan mengamalkan firman-Nya.

“Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka, mereka membacanya sebagaimana mestinya (sebenarnya membaca), mereka itulah yang beriman kepadanya..” (QS. Al-Baqarah: 121)

Mengenai kalimat “membacanya sebagaimana mestinya..”, Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa dan banyak mufasir lainnya menjelaskan bahwa maknanya adalah, mereka mengikutinya dengan sebenar-benarnya pengikutan.

Inilah arti dari “membacanya sebagaimana mestinya..”, yaitu mengikutinya dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Dengan inilah seseorang menjadi bagian dari Ahlul Qur’an melalui kitab yang agung ini.

Oleh karena itu, tilawah Al-Qur’an —Subhanallah— apabila disertai dengan perenungan, maka akan mendatangkan petunjuk (hidayah).

“Dan aku diperintahkan untuk membaca Al-Qur’an. Maka barang siapa mendapat petunjuk, sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk kebaikan dirinya sendiri..” (QS. An-Naml: 92)

Membaca Al-Qur’an adalah pintu gerbang yang sangat besar menuju petunjuk, namun syaratnya harus disertai dengan :
– perenungan (taramul),
– penghayatan (tadabur),
– serta pemahaman yang mendalam atas firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Diantara Akhlak Mulia : Melupakan Kesalahan Saudara Kita Seiman

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

ﻣﺎ ﻳﺰﺍﻝ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺃﺭﻗﻰ ﺷﻴﻢ ﺍﻟﻜﺮﺍﻡ
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺠﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻻﻥ ﻭﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻫﺘﻢ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺑﻜﻞ ﺯﻟﺔ ﻭﺧﻄﻴﺌﺔ ﺗﻌﺐ ﻭﺃﺗﻌﺐ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺍﻟﺬﻛﻲ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺪﻗﻖ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻊ ﺃﻫﻠﻪ
ﻭﺃﺣﺒﺎﺑﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺟﺮﺍﻧﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﺗﺴﻌﺔ
ﺃﻋﺸﺎﺭ ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ.

“Melupakan kesalahan orang lain adalah sifat orang-orang mulia. Karena manusia tak ada yang lepas dari kesalahan dan dosa.

Apabila seseorang selalu memperhatikan tiap kesalahan orang lain, ia akan lelah dan membuat orang lain lelah.

Orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang tidak menghitung-hitung kesalahan saudaranya, tetangganya, temannya dan keluarganya.

Oleh karena itu Imam Ahmad berkata, “Sembilan persepuluh akhlak yang baik ada pada taghoful (*)..”

(Tahdzibul Kamal 19/230)

====
(*) Taghoful : melupakan kesalahan saudara kita seiman dan tidak mengingat-ingatnya

Tanda Tanda Orang Yang Banyak Mengingat Allah

Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah mengatakan,

“Kapankah seorang hamba termasuk orang orang yang banyak mengingat Allah (banyak berdzikir)..?

Para ulama menyebutkan dalam hal ini bahwa STANDAR MINIMAL untuk mencapai hal tersebut adalah seorang Muslim senantiasa merutinkan dzikir dzikir yang terikat waktu dan kondisi (dzikir muqoyyad) :
● Pada awal siang (pagi hari) dan akhir siang (sore hari)
● Ketika akan tidur
● Di dalam dan setelah sholat
● Saat masuk dan keluar rumah
● Saat hendak makan
● Dan dzikir dzikir lainnya yang telah dijelaskan oleh para ulama serta dikumpulkan dalam kitab-kitab dzikir atau yang dikenal dengan amalan sehari semalam.

Disertai pula perhatian pada waktu waktu lainnya dengan menggerakkan lidah untuk berdzikir kepada Allah Tabaaroka wa Ta’ala, sehingga lidahmu senantiasa basah dengan mengingat Allah.

📌 Jika seorang hamba :
– memiliki sifat ini,
– senantiasa merutinkannya, dan
– menghadirkan hatinya sebisa dan semampunya,

maka dengan ini ia termasuk orang orang yang banyak mengingat Allah Jalla wa ‘Alaa.

Perhatikanlah perintah dalam ayat yang penuh berkah dari Surah Al-Ahzab ini, Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, DZIKIR YANG SEBANYAK-BANYAKNYA..”

Perhatikan di sini, perintahnya bukan sekadar berdzikir, melainkan :
● perintah untuk banyak berdzikir kepada Allah Tabaaroka wa Ta’ala.

Allah berfirman selanjutnya, “Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang..”

Di dalam (ayat ini) terdapat penegasan dan ajakan untuk memperhatikan dzikir pada dua ujung :
– setelah sholat shubuh dan
– di sore hari sebelum matahari terbenam.

Ini adalah dua waktu yang sangat utama.

Kemudian setelah itu, Allah menyebutkan balasan/pahala yang akan diperoleh bagi orang yang banyak berdzikir kepada Allah Tabaaroka wa Ta’ala. Dia berfirman, “Dialah yang memberi sholawat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya..”

Sholawat Allah kepada hamba-Nya adalah pujian-Nya bagi mereka di hadapan para malaikat-Nya di tempat yang tinggi. Ini adalah salah satu buah dari perhatian seorang Muslim terhadap dzikir kepada Allah.

Jika seorang Muslim banyak mengingat Robbnya, maka Allah Ta’ala akan mengingatnya di tempat yang tinggi. Hal ini sejalan dengan firman Allah Ta’ala, “Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu..”

Dan dalam Hadis Qudsi, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Barangsiapa mengingat-Ku dalam dirinya, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Dan barangsiapa mengingat-Ku di tengah keramaian/majelis, Aku akan mengingatnya di tengah majelis yang lebih baik dari mereka..”

Ini adalah buah yang sangat agung dari berdzikir, yaitu Allah Jalla wa ‘Alaa bersholawat kepadamu (mengingatmu di tempat yang tinggi) dan para malaikat bersholawat kepadamu. Sholawat para malaikat kepada orang orang beriman adalah do’a mereka untuk kebaikan, ampunan, dan rahmat bagi hamba tersebut.

Allah berfirman, “Dialah yang memberi sholawat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang orang yang beriman..”

======

KUMPULAN DO’A & DZIKIR yang bisa diamalkan setiap saat .. terutama di waktu waktu mustajab

https://bbg-alilmu.com/archives/73456