All posts by BBG Al Ilmu

Jangan Biasakan Diri Untuk Mengeluhkan Ulah Jahat Teman Anda…

Saudaraku !

Seberapa sering anda berdo’a kepada Allah Ta’ala untuk dihapuskan rasa kedengkian kepada sesama muslim ?

Jangan biasakan diri untuk mengeluhkan ulah jahat teman anda, namun keluhkanlah betapa beratnya hati anda untuk memaafkan dan betapa beratnya lisan anda untuk melantunkan doak teruntuk saudaramu, apalagi yang pernah meyakiti anda.

Semoga mencerahkan.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Program Ifthar dan I’tikaf…

PROGRAM IFTHAR DAN I’TIKAF (BUKA PUASA DAN SAHUR)
.
Silahkan yang hendak berpartisipasi dalam program ini.
.
Program ini dilakukan bekerja sama dengan beberapa pihak seperti yayasan As Sunnah Lombok Timur, Pdk Tahfizh Marantale, dll
.
Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin
.
#puasa
#ramadhan
#bukber
#sahur
.
.

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Tercelanya Bid’ah # 3…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Tercelanya Bid’ah # 2…) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Tercelanya Bid’ah # 3 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan kitab Haqiiqotul Bid’ah (Hakikat Bid’ah)

Kemudian beliau setelah membawakan dalil-dalil dari Alqur’an dan Hadits tentang tercelanya bid’ah,

Beliau membawakan…

⚉  atsar-atsar dari para sahabat dan para tabi’in dan para Ulama Salaf terdahulu tentang tercelanya bid’ah.

Diantaranya yaitu yang dikeluarkan Abu Dawud dengan sanadnya kepada Mu’adz bin Jabal, bahwa beliau berkata:

‎إن من ورائكم فتناً يكثر فيها المال ويفتح فيها القرآن

‘Sesungguhnya dibelakang kalian nanti akan banyak fitnah, dizaman itu harta akan melimpah, Al Qur’an akan dipelajari oleh mukmin maupun munafik, laki-laki maupun wanita, anak kecil maupun orang tua, hamba sahaya maupun merdeka.’

‎فيو شك أن يقول قائل : ما للناس لا يتبعوني؟

‘Hampir-hampir akan ada orang berkata begini: “Mengapa orang-orang tidak mau mengikutiku, sementara aku sudah hafal Qur’an, mereka tidak akan mengikutiku sampai aku membuat bid’ah..?”‘

Maka kata Mu’adz, ‘hati-hatilah kalian apa yang ia ada-adakan berupa bid’ah tersebut’

‎فإن ما ابتد ع ضلالة واحذروا زيفة الحكيم

‘Karena yang ia buat-buat berupa bid’ah itu adalah kesesatan, dan hati-hati juga terhadap kesalahan orang yang bijak karena setan terkadang mengucapkan kata-kata yang sesat melalui lisan orang yang bijak dan terkadang orang munafik mengucapkan kata-kata kebenaran’ [dikeluarkan Darimiy dan Ibnu Waddlhoh]

Disini beliau (Mu’adz bin Jabal) mengabarkan bahwa kelak nanti akan banyak fitnah diantaranya juga akan orang semua akan mempelajari Al Qur’an, betul-betul menghafal Alqur’an bahkan mempelajari tajwidnya dengan sungguh-sungguh. Sampai-sampai orang munafik dan orang berimanpun semuanya mempelajarinya. Namun ternyata ada orang yang mempelajarinya karena ingin mendapat pengikut, ternyata ia tidak mendapatkan pengikut, lalu ia berbuat bid’ah agar diikuti oleh orang.

Maka Beliau mengingatkan agar menjauhi orang seperti ini. Beliau juga mengingatkan, terkadang orang yang bijaksana atau orang alim mengucapkan kata-kata yang ternyata tidak sesuai kebenaran. Maka hati-hati juga jangan sampai menipu kita. Terkadang juga orang munafik mengucapkan kata-kata kebenaran, maka jangan juga kita, gara-gara satu kebenaran yang ia ucapkan, menyebabkan kita tertipu oleh kemunafikannya.

Ucapan beliau ini sangat mengena untuk di zaman sekarang terutama.

⚉  Kemudian Beliau membawakan Atsar Hudzaifah Ibnul Yaman, bahwa beliau berkata:

‎يا معشر القراء استقيموا فقد سبقتم سبقا بعيداً، ولئن أخذ تم يميناً أو شمالاً لقد ضللتم ضلالاً بعيداً

‘Wahai para qori, wahai ma’syarol Qura’ (maksudnya disini orang-orang yang senantiasa mempelajari Al Qur’an, senantiasa berusaha untuk mempelajari ilmu)

Kata beliau : ‘istiqomahlah… kalian telah mendahului manusia dengan pahala, dengan mendahului yang jauh sekali.
Kalau kalian tidak istiqomah dan mengambil jalan kanan atau kiri kalian akan sesat sesesat-sesatnya’ artinya kalau kalian tidak mengikuti sunnah Rosul, tidak mengikuti jalan mustaqiim yang lurus yang dipegang oleh Rosul dan para sahabatnya, kalian akan tersesat.

⚉  Kemudian beliau menyebutkan juga Atsar Abul ‘Aliyah yang dikeluarkan oleh Imam Al Ajurri.

Abul ‘Aliyah seorang tabi’in berkata : ‘Pelajarilah Islam, apabila kalian telah mempelajarinya jangan kalian setelah itu malah membencinya.’ Artinya jangan berubah setelah belajar Islam, akibat mengikuti hawa nafsu dan yang lainnya.

Lalu beliau berkata lagi

‎وعليكم بالصراط المستقيم

‘Hendaklah kalian berpegang kepada jalan yang lurus.
Karena jalan yang lurus itu ada pada Islam, jangan bengkok dari jalan yang lurus itu kekanan atau kekiri’

‎وعليكم بسنة نبيكم
‎والذي عليه أصحابه

‘Dan hendaklah kalian berpegang kepada sunnah Nabi kalian
dan yang di pegang oleh para sahabatnya’

‎فإ نا قد قر أنا القرآن من قبل أن يفعلوا الذي فعلوه خمس عشرة سنة

‘Karena kita sudah membaca Al Qur’an sebelum mereka melakukan yang mereka lakukan, lima belas tahun lamanya. Dan jauhi oleh kalian hawa nafsu-hawa nafsu ini yang bisa menyebabkan permusuhan antara manusia dan menyebabkan kebencian.’

Disini beliau memberikan nasehat agar kita berpegang kepada sunnah Nabi dan apa yang dipegang oleh para sahabat.

⚉  Ibnu ‘Abbas berkata:

‎عليكم بالاستقامة والأثر وإياكم والتبدع

‘Hendaklah kalian istiqomah, berpegang kepada Atsar para sahabat, jauhi oleh kalian perbuatan bid’ah’ [dikeluarkan oleh Ibnu Waddlhoh]
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

3 Ciri Orang Memiliki Sifat Ikhlas…

Dzun Nuun Al-Misri yang menyebutkan tiga ciri tanda seorang manusia memiliki sifat ikhlas :

1. Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain, 
2. Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat
3. Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).

[ At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, An Nawawi, hal. 50-51, Maktabah Ibnu ‘Abbas, cetakan pertama, tahun 1426 H ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

KITAB FIQIH – Ma’mum Sholat Dibelakang Imam Tapi Ada Penghalang…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Apabila Tempatnya Imam Lebih Tinggi Daripada Tempat Makmum…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya…

⚉  MA’MUM SHOLAT DIBELAKANG IMAM TAPI ADA PENGHALANG KARENA ADANYA UDZUR.

Berkata Imam Al Bukhari dalam kitab Al Adzan, bab apabila antara imam dan ma’mum ada penghalang berupa tembok dan lainnya.

⚉  Berkata Al Hasan Al Basri,
“tidak mengapa kamu sholat sementara antara kamu dan imam itu ada sungai.”

⚉  Abu Mijlas berkata, “boleh berma’mum kepada imam walaupun antara keduanya ada jalan atau tembok selama ia masih mendengar takbirnya imam.”

⚉  Lalu penulis buku ini Syaikh Hussain ia berkata,
“…dan ini dibawa kepada apabila keadaannya itu dibutuhkan, seperti misalnya karena shof sudah penuh sehingga kita sholat ditempat yang berbeda bangunan seperti yang ada di Mekah misalnya, ketika sudah penuh kita sholat dimasjid yang ada dihotel, maka itu diperbolehkan.”

⚉  HUKUM BERMA’MUM KEPADA IMAM YANG MENINGGALKAN SYARAT ATAU RUKUN SHOLAT

Apabila imam meninggalkan syarat atau rukun secara sengaja, batallah sholat dia dan ma’mum, adapun apabila ma’mum tidak mengetahui maka sholat mereka sah dan dosanya ditanggung oleh imam.

‘Jika imam tidak tahu bahwa ia meninggalkan syarat dan rukun sholat, maka sholatnya imam dan makmum sah— sedangkan dosanya bagi imam ‘dan imam wajib mengulangi sholatnya setelah tahu, dan ma’mum tidak mengulangi.’ (tambahan setelah rekaman).

Berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasalam bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يُصَلُّونَ لَكُمْ ، فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ ، وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ

“Mereka sholat mengimami kami apabila mereka benar (imam itu benar sholatnya) kalian dapat pahala dan apabila mereka salah sholatnya kalian dapat sholat dan dosa atas mereka (atas imam itu).”

⚉  Imam Al Hafidz Ibnu Hajar mengambil faidah dari hadits tersebut berkata, ‘didalam hadits ini terdapat faidah, bolehnya sholat dibelakang imam, baik imam tersebut baik dan sholih ataupun imam yang fajir apabila takut darinya.’

⚉  Dan juga Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata dalam haditsnya terdapat dalil,
“apabila imam sholat dalam keadaan berhadas maka sholat ma’mum itu sah adapun kewajiban imam adalah dia mengulanginya jika dia (misalnya imam tersebut) baru ingat setelah sholat bahwa ia belum mandi junub kemudian dia menjadi imam, maka sholat ma’mum sah.
Setelah itu imam wajib mandi dan mengulangi sholatnya, sebagaimana yang diriwayatkan dari Umar bahwa ia sholat mengimami manusia sa’at sholat shubuh kemudian keluar menuju sebuah tempat yang bernama Juruf dan ternyata beliau ingat beliau belum mandi junub maka beliau segera mengulang sholat dan ma’mum tidak mengulangi.”

Demikian juga Al Atsram meriwayatkan seperti itu demikian pula Utsman dan Ali pernah terjadi pada mereka hal tersebut.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…

Beginilah Kondisi Alam Kubur…

Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzahullahu ta’ala berkata :

عذاب القبر على نوعين : النوع الأول : عذاب دائم وهو عذاب الكفار؛ كما قال تعالى : النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا . النوع الثاني :يكون إلى مدة ثم ينقطع، وهو عذاب بعض العصاة من المؤمنين، فيعذب بحسب جرمه ثم يخفف عنه. وقد ينقطع عنه العذاب بسبب دعاء أو صدقة أو استغفار.

ADZAB KUBUR ADA DUA :

1⃣  PERTAMA adalah : Adzab kubur yang sifatnya terus menerus dan ini adalah adzab yang akan menimpa orang kafir sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
“Neraka akan diperlihatkan kepada mereka di pagi dan petang hari.” (Qs. Ghafir 46)

2⃣  KEDUA : Adzab kubur yang sifatnya sementara dan untuk selanjutnya akan sirna dan ini merupakan adzab yang akan menimpa sebagian pelaku maksiat dari kalangan kaum mukminin. Dia akan diadzab sesuai dosanya untuk kemudian diringankan kadar siksaanya dan terkadang dihilangkan darinya adzab kubur karena : Do’a, Sedekah atau Permohonan ampun dari orang orang yang masih hidup.

[ Syarh aqidah wasitiyyah 132 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Larangan Menghina Dengan Nama Binatang…

Sa’id bin Al Musayyab rohimahullah berkata :

لَا تَقُلْ لِصَاحِبِكَ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ. فَيَقُولَ لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتُرَانِي خُلِقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟

“Jangan engkau berkata kepada temanmu ‘wahai keledai‘, ‘wahai anjing‘, ‘wahai babi‘. Sehingga kelak di hari kiamat engkan akan ditanya: ’apakah engkau melihat aku diciptakan sebagai anjing atau keledai atau babi ?’”

[ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5/282 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Yuuk Baca Malam Ini dan Setiap Malam Sesudahnya…

REMINDER : YUUK BACA 2 AYAT TERAKHIR DARI QS. AL BAQARAH…
.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN “..cukup baginya..” ?
.
➡️ Dr. Dib al-Bugha [ dalam Ta’liq Shahih Bukhari, 5/84 ] mengatakan :
.
“Dua ayat ini akan menjaganya dari segala keburukan, dan melindunginya dari segala yang dibenci. Ada sebagian ulama yang mengatakan; dua ayat ini menjadi sebab baginya untuk bangun malam. Sehingga dia bisa mudah melakukan tahajud.”
.
➡️ Al Qadhi ‘Iyadh rohimahullah [ dalam Ikmal Al-Mu’allim, 3: 176 ] mengatakan,
.
“Bahwa makna hadits bisa jadi :
▪️ dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam.
.
▪️ atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Qur’an.
.
▪️ atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut.
.
▪️ atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula do’a kebaikan dunia dan akhirat..
.
➡️ Imam Nawawi rohimahullah [ dalam Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.] mengatakan,
.
“Bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya,
▪️ menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti sholat malam.
.
▪️ ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit.”
.
Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits.
.
Wallahu a’lam…
.
Yuuk baca malam ini dan setiap malam sesudahnya hingga ajal tiba.
.
#sunnahnabi
#sunnah
#sholat
.
.
https://www.instagram.com/p/Bv_vmT-A_4u/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=h2fcpf0xvpxi

Peluang Amal Jariyah – EDISI Musholla Al Hidayah Sembalun…

UPDATE [ AHAD 02 SYA’BAN 1440 H/07 APRIL 2019 M – PUKUL 10.30 PM ]

ALHAMDULILLAH ALLADZII BI-NI’MATIHI TATIMMUSH-SHOOLIHAAT… SEGALA PUJI BAGI ALLAH YANG DENGAN NIKMAT-NYA SEMUA URUSAN MENJADI BAIK…
.
Dengan ini kami resmi tutup donasi perbaikan Musholla Al Hidayah, yang mengalami kerusakan cukup parah saat terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5.8 SR di Lombok Timur pada tanggal 17 Maret 2019.
.
Semoga Allah menerima infaq antum semua dan menjadikannya sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun ajal sudah menjemput… Aamiiiin
.
Jazaakumullahu khoyron atas partisipasinya, dan nantikan program amal jariyah berikutnya, in-syaa Allah…
.
.
#gempa
#lomboktimur
#musholla
#amaljariyah

==============================

Mari kita bantu semampunya untuk mewujudkan keinginan saudara-saudara kita di Sembalun Bumbung, Lombok Timur, untuk bisa kembali beribadah di Musholla Al Hidayah saat bulan Romadhon.
.
Bekerja sama dengan Posko Bersama As Sunnah, Lombok Timur.
.
Allah ‘azza wa Jalla berfirman (yang artinya) :
.
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” [ QS Al Baqarah – 261 ]
.
Jazaakumullahu khoyron atas partisipasinya.


.
.
#masjid
#musholla
#gempa
#lomboktimur
.

Risih Melanggar Adat Atau Risih Melanggar Syariat..?

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata :

“Saya melihat banyak adat istiadat dan tradisi suatu kelompok masyarakat dapat mengalahkan syari’at dalam prakteknya. Mereka merasa tidak enak jika melanggar adat, namun tidak merasa risih saat melanggar syari’at.” 

[ Shaidul Khathir ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/