All posts by BBG Al Ilmu

Menentang Kebenaran Karena…

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

فإن الإنسان قد يعرف أن الحق مع غيره، ومع هذا يجحد ذلك: لحسده إياه، أو لطلب علوه عليه، أو لهوى النفس. ويحمله ذلك الهوى على: أن يعتدي عليه، ويرد ما يقول بكل طريق وهو في قلبه يعلم أن الحق معه.

“Sungguh terkadang seseorang mengetahui bahwa kebenaran ada pada orang lain, bersamaan dengan itu ia menentang kebenaran itu karena ia hasad kepada orang tersebut, atau ingin lebih tinggi darinya, atau karena hawa nafsunya.

Sehingga, hawa nafsu tersebut menyebabkannya berbuat zalim kepada orang tersebut dan menolak semua ucapannya dengan segala cara. Padahal di dalam hatinya, ia mengetahui bahwa kebenaran bersama orang tersebut.”

[Majmu’ Fatawaa, juz 7, hlm. 191]

Hakekat Kehidupan Kita

Jibril ‘alaihis salam berkata kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam:

‏يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئتَ فإنَّكَ مَيِّتٌ، وأحْبِبْ مَنْ شِئتَ فإنَّكَ مُفارِقُهُ،
واعْمَلْ مَا شِئتَ فإنَّكَ ﻣَﺠْﺰِﻱٌّ ﺑِﻪِ.

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, namun sungguh engkau pasti akan mati,
cintailah siapa saja yang engkau inginkan, namun sungguh engkau pasti akan berpisah dengannya, dan
berbuatlah semaumu, namun sungguh engkau pasti akan diberi balasan yang setimpal dengannya.”

[Silsilah ash-Shohihah, no. 831]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Mengenal Hizbi…

Mengenal Hizbi, agar tidak gagal paham.

Syeikh Rabi’ Al Madkhaly berkata: 
“Setiap orang yang menyelisihi metodologi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan keteladanannya makania dianggap sebagai kelompok sesat.

Status hizbiyah itu bisa terjadi tanpa ada kriteria / persyaratan tertentu. Buktinya Allah menyebut ummat ummat terdahulu dengan sebutan ahzab (jama’ dari kata hizeb).

Sebagaimana Allah juga menyebut Quraisy sebagai ahzab, yaitu ketika mereka berkumpul dan kemudian ada kelompok/kabilah lain yang bergabung dengan mereka.

Mereka tidak memiliki organisasi atau unsur suatu organisasi lainnya.

Pendek kata, tidak dipersyaratkan berorganisasi untuk bisa dianggap sebagai hizbi . Namun bila hizeb itu terorganisir maka tentu itu semakin buruk.

FANATISME KEPADA SATU PEMIKIRAN/pendapat yang terbukti menyimpang dari Al Kitab dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Membangun loyalitas dan permusuhan di atas pemikiran tersebut, INILAH YANG DISEBUT TAHAZZUB / hizbiyah ( fanatisme ).

Hizbiyah seperti ini, walaupun tidak terorganisir , menetapi pemikiran yang menyimpang, memobilisasi masa untuk mengikuti pemikiran tersebut, maka inilah yang disebut hizby. Baik terorganisir atau tidak terorganisir.

Selama bersatu di atas pemikiran seseorang yang terbukti menyelisihi al Kitab dan As Sunnah.”

http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=662

Jadi hizbi itu tidak sekedar berkelompok atau berorganisasi, sendirianpun bisa jadi hizby, bila fanatisme itu dipelihara.

Semoga mencerahkan.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Larangan Menerima Perkataan Orang Yang Mengadu Domba

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

Kalimat Yang Membungkam..!

Zubaid bin al-Harits rohimahullah berkata:

‏أسكتتني كلمة ابن مسعود رضي الله عنه عشرين سنة “من كان كلامه لا يوافق فعله فإنما يوبخ نفسه”

“Ada sebuah kalimat Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu yang membuat saya terbungkam selama 20 tahun, yaitu: ‘siapa yang ucapannya tidak sesuai dengan perbuatannya, maka sesungguhnya dia hanya mengecam dirinya sendiri.’

[Uyunul Akhbar, jilid 1 hlm. 204]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Musibah Yang Hakiki…

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata :

“Dan bila engkau melihat seorang hamba
yang mencela manusia kerena telah
mengganggunya namun dia tidak mau melihat
dirinya sendiri yang lebih pantas untuk
dicela dan meminta ampunan.
Ketahuilah bahwa musibah yang menimpanya
adalah musibah yang hakiki.”

[Jami’ul Masaail Ibnu Taimiyah, 1 : 168-174]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/