Category Archives: Sufyan Baswedan

Jangan Tertipu Dengan Kepandaian Orang Dalam Berbicara…

Umar bin Khaththab rodhiyallahu anhu berkata,

لا يعجبنكم من الرجل طَنْطَنَتُه، ولكن من أدى الأمانة وكف عن أعراض الناس فهو الرجل.

“Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika), tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah orang yang benar-benar mulia.”

[As-Sunan al-Kubra, karya al-Baihaqy, jilid 6 hlm. 288]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Diantara Manfaat Segera Bertaubat…

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata :

الذنب بمنزلة شرب السم، والتوبة ترياقه ودواؤه، والطاعة هي الصحة والعافية

“Perbuatan dosa itu ibarat seseorang yang meminum racun. Maka taubat yang akan menawarkan dan mengobati racun tersebut. Dan keta’atan kepada Allah yang akan menyebabkan dia sehat wal afiat.”

[ Madarijus Salikin 1/222 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Harta Bukanlah Lambang Dari Kemuliaan…

Ibnu Katsir rohimahullah berkata :

الله تعالى يعطي المال من يحب ومن لا يحب ويضيق على من يحب ومن لا يحب وإنما المدار في ذلك على طاعة الله في كل من الحالين إذا كان غنيا بأن يشكر الله على ذلك وإذا كان فقيرا بأن يصبر

“Sesungguhnya Allah ta’ala memberikan harta kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai. Dia pun menyempitkan rejeki kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai.

Barometer dalam permasalahan ini tiada lain adalah “KETA’ATAN” kepada Allah ta’ala dalam dua kondisi tersebut. Apabila seseorang diberi kekayaan, maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas hal tersebut. Namun jika ia berada dalam kemiskinan, maka hendaknya ia bersabar.”

[ Tafsir ibnu Katsir 8/388 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Hukuman Dosa Yang Tidak Disadari Mayoritas Manusia…

Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,

‏والله سبحانه جعل مما يعاقب به الناس على الذنوب سلب الهدى والعلم النافع.

“Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan diantara hukuman yang Dia timpakan kepada manusia akibat dosa-dosa, adalah dicabutnya petunjuk dan ilmu yang bermanfaat.”

[Majmu’ul Fatawa, jilid 14 hlm. 152]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

FITNAH Yang Sangat Dahsyat…

Hudzaifah Ibnul Yaman pernah ditanya,

ﺃﻱ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﺃﺷﺪ؟

“Fitnah, apa yang paling dahsyat ?”

Beliau pun menjawab,

ﺃﻥ ﻳﻌﺮﺽ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﺸﺮ ﻓﻼ ﺗﺪﺭﻱ ﺃﻳﻬﻤﺎ ﺗﺮﻛﺐ.

“Dihadapkan kepadamu antara kebaikan dan keburukan. Akan tetapi engkau tidak mengetahui mana yang akan engkau ikuti.”

[ Hilyatul Auliya 7-271 ]

Diterjemahkan oleh
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA,  حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Ingin Panjang Umur..?

Ingin panjang umur ? jauhi sifat hasad !

‘Abdul Malik bin Kuraib Al-Ashma’iy rohimahullah berkata :

رأيتُ أعرابيا قد بلغ عُمره مئةً وعشرين سنة، فقلتُ له: ما أطولَ عُمرك؟ فقال: تركتُ الحسدَ فبقيتُ.

“Aku berjumpa dengan seorang badui yang telah berusia 120 tahun, maka aku bertanya kepadanya, “Apa resep panjangnya usiamu?” Dia menjawab : “Aku tinggalkan sifat hasad, maka akupun masih hidup.”

[Al-Mustathraf, hlm. 279]

Diterjemahkan oleh
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Amalan Yang Lebih Baik Dari Jihad..?

Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma ditanya tentang jihad. Beliau menjawab :

ألا أدلك على خير من الجهاد؟ تبني مسجدا وتعلم فيه الفرائض والسنة والفقه في الدين.

“Maukah engkau aku tunjukkan amalan yang lebih baik daripada jihad..?
Engkau membangun masjid, lalu di dalamnya engkau ajarkan hal-hal yang wajib, yang sunnah, dan fikih (mendalami) agama.”

Jami’ Bayani al-‘Ilmi wa Fadhlihi 1/38 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

Ya Allah… Ridhoilah Aku…

Ya Allah, ridhoilah aku. Bila engkau belum meridhoiku, maka maafkanlah aku

Ibnu Rojab rohimahullah berkata:

“Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Aisyah rodhiyallaahu ‘anha agar minta maaf kepada Allah pada malam lailatul qadar. Beliau memerintahkan agar minta maaf tsb setelah seseorang berusaha memperbanyak amal shalih pada malam tersebut dan pada sepuluh malam terakhir.

Sebab, orang yang faham akan bersungguh-sungguh dalam beramal kemudian menganggap bahwa diri mereka belum memiliki amal shalih dan belum menjadi orang shalih, sehingga mereka balik minta maaf, seperti orang yang habis berbuat dosa.

Yahya bin Mu’adz mengatakan, “Orang yang cita-cita akhirnya bukan dimaafkan oleh Allah, berarti ia tidak mengenal Allah.” Salah seorang salaf mengatakan, “Ya Allah, ridhoilah aku. Bila engkau belum meridhoiku, maka maafkanlah aku.”

Siapa yang menganggap dosanya besar, dia tidak berambisi untuk diridhoi. Dia hanya berambisi untuk dimaafkan. Siapa yang benar-benar mengenal Robb-nya dengan sempurna, dia hanya memandang dirinya pada kedudukan ini (banyak dosa).

Sesungguhnya, seorang mukmin akan berijtihad selama bulan ramadhan dengan puasa dan qiyamullail, sehingga menjelang selesai dan berpapasan dengan lailatul qadar, ia hanya minta maaf kepada Allah, seperti orang yang berbuat jelek dan tidak maksimal dalam beribadah.”

(Lathoiful ma’arif hal 206)

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

Agar Amalan Bertahan Lama…

Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata:

فَمَا لَا يَكُونُ بِاَللَّهِ لَا يَكُونُ، وَمَا لَا يَكُونُ لِلَّهِ لَا يَنْفَعُ وَلَا يَدُومُ

“Apa saja yang diusahakan tanpa pertolongan Allah maka tidak akan bisa terwujud, dan apa saja yang dilakukan bukan untuk mencari ridha Allah maka tidak akan bermanfaat dan tidak akan berlangsung lama.”

[ Majmu’ul Fatawa, jilid 8 halaman. 329 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى 

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/