Category Archives: Sufyan Baswedan

Jangan Tertipu…

Jangan tertipu dengan kepandaian orang dalam berbicara

Umar bin Khoththob rodhiyallahu ‘anhu berkata:

لا يعجبنكم من الرجل طَنْطَنَتُه، ولكن من أدى الأمانة وكف عن أعراض الناس فهو الرجل.

“Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika), tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah orang yang benar-benar mulia.”

[As-Sunan al-Kubra, karya al-Baihaqy, jilid 6 hlm. 288]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

Kesombongan Merupakan Tanda Kurangnya Akal…

Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Husain rohimahullah berkata,

ما دخل قلب امرئ شيء من الكبر إلا نقص من عقله مثل ما دخله من ذلك، قل أو كثر

“Tidaklah hati seorang hamba dimasuki oleh kesombongan kecuali akalnya akan berkurang sesuai dengan kadar kesombongannya, sedikit atau pun banyak”

[Shifatush Shofwah, II/108]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Pentingnya Hati Yang Selamat…

Yahya bin Mu’adz ar Rozi rohimahullah berkata,

مفاوز الدنيا تقطع بالأقدام، ومفاوز الآخرة تقطع بالقلوب

“Perjalanan dunia bisa ditempuh dengan telapak kaki, sedangkan perjalanan akhirat ditempuh dengan hati”

[ Shifatush Shofwah – IV/93 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

 

 

Nikmat Yang Membinasakan…

Abu Hazim Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

إذا رأيت الله عز وجل يتابع نعمه عليك وأنت تعصيه فاحذره

“Apabila kamu mendapati berbagai nikmat Allah terus-menerus dicurahkan kepadamu di saat kamu tengah bermaksiat kepadaNya, maka berhati-hatilah terhadap adzab-Nya.”

[Shifatush Shofwah, II/157]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Hari Yang Dipilih…

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

ما رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يتحرى صيام يوم فضَّلة على غيره إلا هذا اليوم يوم عاشوراء ، وهذا الشهر – يعني شهر رمضان

“Saya tidak pernah melihat Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam memilih satu hari untuk puasa yang lebih beliau unggulkan dari pada yang lainnya kecuali puasa hari Asyuro, dan puasa bulan Ramadhan.”

(HR. Al Bukhari 2006 dan Muslim 1132)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

Jangan Bermaksiat Di Bulan Haram…

Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhumaa berkata,

فَجَعَلَهُنَّ حُرُماً وَعَظَّمَ حُرُمَاتِهِنَّ وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ، وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ وَاْلأَجْرُ أَعْظَمُ.

“Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan soleh dan pahala juga lebih besar.”

[Tafsir Ibnu Abi Hatim VI/1791]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Jangan Tertipu Dengan Kepandaian Orang Dalam Berbicara…

Umar bin Khoththob rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لا يعجبنكم من الرجل طَنْطَنَتُه، ولكن من أدى الأمانة وكف عن أعراض الناس فهو الرجل.

“Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika), tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah orang yang benar-benar mulia.”

[As-Sunan al-Kubra, karya al-Baihaqy, jilid 6 hlm. 288]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Diantara Manfaat Segera Bertaubat…

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata :

الذنب بمنزلة شرب السم، والتوبة ترياقه ودواؤه، والطاعة هي الصحة والعافية

“Perbuatan dosa itu ibarat seseorang yang meminum racun. Maka taubat yang akan menawarkan dan mengobati racun tersebut. Dan keta’atan kepada Allah yang akan menyebabkan dia sehat wal afiat.”

[ Madarijus Salikin 1/222 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Harta Bukanlah Lambang Dari Kemuliaan…

Ibnu Katsir rohimahullah berkata :

الله تعالى يعطي المال من يحب ومن لا يحب ويضيق على من يحب ومن لا يحب وإنما المدار في ذلك على طاعة الله في كل من الحالين إذا كان غنيا بأن يشكر الله على ذلك وإذا كان فقيرا بأن يصبر

“Sesungguhnya Allah ta’ala memberikan harta kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai. Dia pun menyempitkan rejeki kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai.

Barometer dalam permasalahan ini tiada lain adalah “KETA’ATAN” kepada Allah ta’ala dalam dua kondisi tersebut. Apabila seseorang diberi kekayaan, maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas hal tersebut. Namun jika ia berada dalam kemiskinan, maka hendaknya ia bersabar.”

[ Tafsir ibnu Katsir 8/388 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/