All posts by BBG Al Ilmu

Do’a Dahsyat Yang Kita Butuhkan

DO’A DAHSYAT YANG KITA BUTUHKAN
( BAGIAN – 1 )

Dalam hadits (no. 770) yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rohimahullah, Ummul Mu’minin, ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa ketika bangun di malam hari, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam akan memulai sholatnya (do’a istiftah) dengan kalimat kalimat ini :

ALLAAHUMMA ROBBA JIBROO-IILA
WA MIIKAA-IILA WA ISROO-FIILA,

FAATHIROS-SAMAAWAATI WAL-ARDHI
‘AALIMAL-GHOYBI WASY-SYAHAADAH,

ANTA TAHKUMU BAYNA ‘IBAADI-KA
FII-MAA KAANUU FII-HI YAKHTALIFUUN

IIHDINII LIMAKH-TULIFA FII-HI
MINAL-HAQQI BI-IDZNI-KA,

INNA-KA TAHDII MAN TASYAA-U
ILAA SHIROOTHIM-MUSTAQIIM

(HR. Muslim no. 770)
====================

DO’A DAHSYAT YANG KITA BUTUHKAN
( BAGIAN – 2 )

(berikut adalah rangkuman terjemahan penjelasan Syaikh ‘Abdurrozzaq al-Badr حفظه الله تعالى mengenai do’a istiftah d poster)

Syaikh menjelaskan bahwa kita semua sangat membutuhkan do’a ini dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau menyebutkan bahwa Ibnu Taimiyyah rohimahullah selalu berwasiat dan sangat menganjurkan untuk terus memohon kepada Allah menggunakan do’a penuh berkah ini, yang diajarkan langsung oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam.

Jika seseorang terus-menerus mendesak (memohon) kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan merendahkan diri di hadapan-Nya agar diberi petunjuk menuju kebenaran di tengah perselisihan, maka Allah akan memudahkan urusannya.

Pintu-pintu kebaikan akan dibukakan, dan tanda-tanda sunnah akan tampak jelas baginya.

Seseorang yang mungkin terjerumus dalam bid’ah, khurafat, atau amalan yang jauh dari tuntunan sunnah, akan mendapati Allah memberikan kemudahan baginya untuk menjauhi hal-hal tersebut setelah ia berdo’a memohon petunjuk.

Setiap dari kita perlu bersungguh-sungguh dan tulus bersandar kepada Allah dengan mengulang-ulang do’a ini

📌 Waktu yang paling utama untuk membacanya adalah sebagai do’a istiftah ketika membuka atau memulai sholat malam (tahajud)

Di akhir video, Syaikh mengajak untuk berserah diri kepada Allah dan menutupnya dengan mengulang-ulang potongan do’a tersebut :

ALLAAHUMMAH-DINII
LIMAKH-TULIFA FII-HI
MINAL-HAQQI BI-IDZNI-KA,

INNA-KA TAHDII MAN TASYAA-U
ILAA SHIROOTHIM-MUSTAQIIM

“Yaa Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dalam apa yang diperselisihkan itu dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjuki siapa pun yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus..”

📌📌 NB : potongan do’a di atas ini bisa dibaca kapan saja, namun ketika kita mau membacanya sebagai do’a istiftah saat mulai sholat malam, maka bacalah do’a istiftah versi panjangnya sebagaimana yang ada di poster (HR. Muslim no 770)

Idul Adha Berlangsung Selama 4 Hari Dan Batas Waktu Takbiran

● Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Hari-hari Tasyrik adalah hari hari Eid (hari raya) juga, dan karena inilah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mengutus orang yang menyerukan bahwa sesungguhnya hari-hari tersebut adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka tidak boleh seorang pun berpuasa pada hari-hari itu..”

(Lathoif al-Ma’aarif – 614)

● Ibnu Qudamah rohimahullah berkata,

“Dan hal itu (takbir hingga Ashar hari ke-13) diriwayatkan dari Umar, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhum. Pendapat ini juga diambil oleh Ats-Tsauri, Asy-Syafi’i, Abu Yusuf, dan Muhammad.

Karena hari itu adalah hari terakhir dari hari hari Tasyrik, maka takbiran diakhiri pada waktu Ashar-nya, sebagaimana hari Arofah adalah hari pertamanya, maka takbiran dimulai pada waktu Shubuh-nya..”

(Al Mughni – 2/245)

Perbanyak Do’a Di Hari Arofah

Jangan biarkan hari Arofah berlalu begitu saja seperti hari-hari biasa. Bisa jadi, satu do’a yang tulus akan mengubah arah hidupmu untuk selamanya.

Dan bisa jadi, satu tetes air mata yang jatuh karena Allah akan membukakan pintu-pintu rahmat-Nya untukmu.

Al-Auza’i rohimahullah berkata,

“Aku menyadari bahwa orang orang menyimpan perkara perkara mereka (do’a, kebutuhan, dan keinginan mereka) khusus untuk hari Arofah agar bisa mereka mintakan kepada Allah..”

Dan sebagian dari mereka ada yang berkata, “Selama lima puluh tahun aku selalu berdo’a pada hari Arofah, dan tidaklah tahun tersebut berlalu melainkan aku melihat jawaban dari do’aku terwujud nyata seperti terangnya cahaya shubuh (sejelas fajar menyingsing)..”

(Lathoiful Ma’aarif – 494)

Ibnul Mubarak rohimahullah berkata,

“Aku mendatangi Sufyan ats-Tsauri pada sore hari Arofah ketika beliau sedang bersimpuh sementara air matanya mengalir deras.

Lalu aku bertanya kepadanya: ‘Siapakah di antara perkumpulan orang di sini yang keadaannya paling buruk..?’

Beliau menjawab, ‘Orang yang mengira bahwa Allah tidak mengampuni mereka..’

(Lathoiful Ma’aarif – 287)

 

Bagi Anda Yang Masih Memiliki Ayah

Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullah berkata,

“Jika seorang anak melihat ayahnya melakukan sesuatu yang tidak disukainya, hendaknya ia berbicara kepadanya tanpa kekerasan dan tanpa bersikap buruk, serta tidak menggunakan kata-kata yang kasar.

Jika tidak (bisa demikian), maka hendaknya ia meninggalkannya (tidak menegurnya) .. karena seorang ayah tidaklah sama dengan orang lain..”

(Zaadul Musaafir Fii Fiqh ‘Alaa Madzhab al-Imam Ahmad- 4/566)

=======

📌 Diantara poin dari kalimat terakhir, ‘karena seorang ayah tidaklah sama dengan orang lain..’

● Dalam Islam, ada kewajiban amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran). Jika kita melihat orang asing atau teman melakukan kesalahan, kita bisa saja langsung menegurnya. Namun, aturan ini berubah total ketika menghadapi orangtua (dalam hal ini ayah). Hubungan darah dan jasa orang tua membuat mereka memiliki hak penghormatan yang sangat tinggi.

● Seorang anak tidak boleh menempatkan dirinya lebih tinggi atau bertindak sebagai “hakim” di depan ayahnya. Cara menegur ayah tidak boleh sama dengan cara kita menegur teman atau orang lain di jalanan.

● Jika situasi tidak memungkinkan untuk menasihati ayah dengan cara yang sangat lembut, santun, dan penuh penghormatan atau jika dikawatirkan nasihat tersebut justru akan menyulut kemarahan sang ayah yang memicu anak menjadi durhaka, maka Imam Ahmad menekankan lebih baik anak tersebut diam dan meninggalkannya, lalu mendo’akan ampunan serta kebaikan bagi sang ayah dalam senyap.

Tak Perlu Galau

Abu Hazm Salamah bin Dinar rohimahullah pernah ditanya,

‘Wahai Abu Hazm, tidakkah engkau melihat bagaimana harga harga barang telah melonjak naik..?’

Beliau menjawab, ‘Lantas apa yang perlu dikawatirkan..?

Sesungguhnya, Ia (Allah) yang memberikan rezeki kepada kita di masa masa harga murah adalah Dzat yang sama yang akan memberikan rezeki kepada kita di masa masa harga mahal..’

(Hilyatul Auliyaa’ 3:239)

Karakteristik Istri Sholehah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

‘Maukah kalian aku beritahukan tentang wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni surga..?’

‘Yaitu wanita yang :
– penyayang (kepada suaminya),
– subur (banyak keturunan), dan
– selalu kembali (kepada suaminya) yaitu wanita yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti olehnya (dalam riwayat lain disebutkan, ‘jika suaminya marah kepadanya’) maka ia mendatangi suaminya, memegang tangannya, dan berkata,

‘Demi Allah, aku tidak akan merasakan tidur sampai engkau ridho..’

(HR. An-Nasa’i no. 257, dan Ath-Thabrani dalam Al Ausath no. 201, Syaikh Al-Albani menghasankan hadits ini dalam Silsilah al-Ahaadits ash-Shohiihah no. 287)

📌 Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli hafizhohullah menjelaskan,

“Di antara hak suami atas istrinya adalah sang istri bersungguh sungguh untuk tidak membuat suaminya marah dan tidak menjadi marah kepadanya .. dan jika sang istri marah kepada suaminya atau ia membuat suaminya marah, maka ia segera kembali kepada suaminya untuk berusaha membuatnya ridho..”

(Huquuq az-Zawjain – hal. 36)

📌 Seorang istri yang sholehah tidak bersaing dengan suaminya, ia menjaga kedamaian rumah tangga, dan mencari ridho Allah melalui hal tersebut.

Menghidupkan Sunnah Berpahala Surga Di 10 Hari Awal Dzulhijjah

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa ilaaha illallaah,
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar wa lillaahil-ḥamd.
========
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

‘Tidaklah seorang yang bertahlil (mengucapkan Laa ilaaha illallah) melainkan akan diberi kabar gembira, dan tidaklah seorang yang bertakbir melainkan akan diberi kabar gembira..’

Ditanyakan kepada beliau shollallahu ‘alayhi wasallam, ‘Wahai Rosulullah, apakah kabar gembira itu dengan surga..?’

Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, ‘Ya..’

(HR. Ath Thabrani – Al Ausath no. 7943)
Dihasankan oleh Al Albani
Shohiih al Jaami’ no. 5569,
Al Silsilah Ash Shoḥiiḥah no. 1621
Shohiih At Targhiib no. 1137

=======
● Syaikh Abdurrozzaq Al Badr hafizhohullah, saat menafsirkan ayat-ayat haji atau momen sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, menjelaskan bahwa:

Janji kabar gembira berupa surga ini adalah bentuk motivasi agung bagi :

* Jamaah haji dan umroh yang letih di tanah suci agar lisan mereka tidak berhenti bertalbiyah dan bertakbir, dan

* Kaum muslimin secara umum (yang tidak berhaji) agar ikut memanen pahala surga tersebut dengan cara memaksimalkan takbir dan tahlil di rumah mereka pada waktu-waktu utama, seperti di (hari hari) awal bulan Dzulhijjah dan hari raya.

Syaikh Abdurrozzaq Al Badr hafizhohullah juga menguraikan bahwa orang yang lisannya basah dengan tahlil dan takbir akan mendapatkan ketenangan hati di dunia, serta jaminan keselamatan dari ketakutan besar (al-faza’ al-akbar) saat malaikat menyambut mereka dengan kabar gembira surga di akhirat kelak.

– Syarh Shohiih Al-Jaami’ Ash-Shoghiir – audio ceramah
– Fiqhul Ad’iyah wal Adzkar hal. 20-35

====
perbanyak tahlil dan takbir ⬇️

https://t.me/bbg_alilmu/29253

Merasa Sedih Tanpa Alasan Yang Jelas

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Sufyan bin ‘Uyainah pernah ditanya tentang seseorang yang merasakan kesedihan tanpa alasan yang jelas.

Beliau menjawab, ‘Itu adalah dosa yang sempat engkau inginkan secara rahasia namun engkau tidak melakukannya, maka engkau dibalas dengan kesedihan karenanya..’

Oleh karena itu, dosa memiliki hukuman.

Dosa yang dilakukan secara rahasia akan dihukum secara rahasia, dan dosa yang dilakukan secara terang-terangan akan dihukum secara terang-terangan pula..”

(Majmu’ Al Fatawaa – 14/111)

Kehidupan Di Surga

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu mengatakan,

Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Aku menyiapkan untuk hamba hamba-Ku yang sholeh sesuatu yang :
– tidak pernah dilihat mata,
– tidak pernah didengar telinga, dan
– tidak pernah terlintas dalam hati manusia..’

Kebenaran hal itu dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ [السجدة : ١٧]

“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan..” (As-Sajdah/32: 17)

(HR. Al Bukhari – 3244, Muslim – 2824)

📌 Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata,

“Tidak ada sesuatu pun di surga yang menyerupai apa pun dari kehidupan dunia, kecuali sekedar nama saja (yang serupa)..!”

(Tafsir Ibn Abi Hatim: 260)

Nasehat Luqman Kepada Putranya Dalam Mencari Istri

Imam Malik rohimahullah berkata,

Telah sampai kepadaku bahwa Luqman berkata kepada putranya,

‘Wahai putraku, hal pertama yang harus engkau dapatkan dari dunia ini, setelah teman yang sholeh, adalah istri yang sholehah..’

(Al Bayaan wal Tahshiil – 323/4)

======

Al Hafizh Ibnu Katsîr rohimahullah menjelaskan,

Sebagian besar ulama Salaf menyatakan, Luqman rohimahullah bukanlah nabi dan tidak pula mendapatkan wahyu.

Melainkan ia seorang wali Allah Subhanahu wa Ta’ala yang taat, sholeh dan bijaksana, yang telah dikaruniai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berbagai keutamaan, berupa :
– kecerdasan akal,
– kedalaman pemahaman terhadap Islam,
– sifat pendiam dan tenang,
– serta hikmah dalam berkata-kata.

(Al Jaami’ Li Ahkaamil Qur`an – 14/56)