All posts by BBG Al Ilmu

Dua Hal Yang Mendatangkan Keberkahan Yang Sempurna Di Rumah Rumah Kaum Muslimin

๐Ÿ“Œ Syaikh Prof Dr Abdurrozzaq Al Badr, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan :

“Dua hal yang jika keduanya berkumpul pada diri manusia di rumah-rumah mereka, niscaya keberkahan akan makin sempurna di dalam rumah tersebut dan setan-setan akan pergi keluar dari rumah (yaitu) :

1. Membaca At-Tasmiyah saat hendak masuk : ketika dia membuka pintu untuk masuk, dia mengucapkan BISMILLAH

2. Mengucapkan salam saat bertemu penghuni rumah : Dan jika dia telah sampai/bertemu dengan penghuni rumah, dia mengucapkan ASSALAAMU ‘ALAYKUM

======
DALILNYA

1. MENGUCAPKAN BISMILLAH

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah (mengucapkan BISMILLAH) ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata (kepada kawan-kawannya), ‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam..’

Namun jika dia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika masuk, setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap..’ Dan jika dia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam..’

(HR. Muslim no. 2018)

2. MENGUCAPKAN SALAM
– Assalaamu ‘alaykum, atau
– Assalaamu ‘alaykum warohmatullah, atau
– Assalaamu ‘alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda kepada Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu,

“Wahai anakku, jika engkau masuk menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam. Niscaya salam itu akan menjadi keberkahan bagimu dan bagi penghuni rumahmu..”

(HR. At Tirmidzi no. 2698)

Senantiasa Berbaik Sangka Kepada Allah

Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq Al Badr ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan,

“Jika engkau adalah seorang yang berbuat dosa dan lalai, maka berbaik sangkalah (husnu-zhon) kepada Allah.

Jangan biarkan dosa-dosa, kemaksiatan, dan kesalahan-kesalahan menguasai dirimu, lalu engkau berkata, ‘Dosa-dosaku terlalu banyak..’ serta membiarkan rasa putus asa menguasaimu.

Janganlah seperti itu..!

Berbaik sangkalah kepada Allah. Ketahuilah bahwa Dia (Maha Suci Dia) mengampuni dosa-dosa betapapun besarnya dan betapapun banyaknya.

Dan Dialah (Maha Suci dan Maha Tinggi Dia) yang berfirman,

‘Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri..! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang..’ (Qs. Az-Zumar: 53)

Demikian pula, jika rezekimu sedikit/sempit dan engkau sedang dalam kekurangan, maka berbaik sangkalah kepada Allah. Ketahuilah bahwa karunia-Nya Maha Luas, perbendaharaan-Nya penuh, dan Dia Maha Agung Karunia-Nya.

Katakanlah (pada dirimu), ‘Ini mungkin karena kekurangan yang ada pada diriku, atau bentuk kasih sayang-Nya kepadaku, atau kelembutan-Nya kepadaku..’

Maka berbaik sangkalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika seseorang berada dalam kemiskinan dan kekurangan rezeki, hendaklah ia berbaik sangka kepada Allah. Berbaik sangka kepada Allah bahwa karunia-Nya sangat luas, jalan keluar/pertolongan dari-Nya sudah dekat, kemudahan dari-Nya akan datang, dan bahwa rezeki ada di tangan-Nya.

Sesuai Sikapnya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ู…ูŽู†ู’ ุนุงู…ู„ ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ ุจุตูุฉ ุนุงู…ู„ู‡ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุจุชู„ูƒ ุงู„ุตู‘ูุฉ ุจุนูŠู†ู‡ุง ููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ ูุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู„ุนุจุฏู‡ ุนู„ู‰ ุญุณุจ ู…ุง ูŠูƒูˆู† ุงู„ุนุจุฏ ู„ุฎู„ู‚ู‡

“Siapa yang bermu’amalah dengan makhuk Allah dengan suatu sifat, maka Allah pun memperlakukannya dengan sifat tersebut di dunia dan akherat. Allah memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba kepada makhluk-Nya..”

(Al Wabil Ash Shoyyib hal 35)

Orang yang menyayangi makhluk Allah maka Allah pun sayang kepada-Nya..

Orang yang menutupi aib saudaranya maka Allah tutupi aibnya di dunia dan akherat..

Orang yang selalu membantu orang lain maka Allah pun selalu membantunya..

Orang yang suka memaafkan kesalahan saudaranya maka Allah pun memaafkan kesalahannya..

Demikianlah Allah memperlakukan hamba hamba-Nya..

โœ
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Kapankah Kalimat Mulia Ini Diucapkan..?

Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan tentang kalimat mulia “Hasbunallaah wa Niโ€™mal Wakiil”

Kapankah kalimat ini diucapkan..? Hasbunallaah wa ni’mal wakiil (cukuplah Allah bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung)

Kebanyakan orang mengira bahwa kalimat ini hanya diucapkan saat menghadapi kesulitan, musibah, atau kesusahan. Memang benar, ini adalah salah satu kondisi di mana kalimat tersebut diucapkan.

Namun, petunjuk dan dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan bahwa kalimat ini diucapkan (pada 2 kondisi) :

1. saat memohon/mendapatkan kenikmatan, dan
2. saat menolak keburukan/bencana

๐Ÿ“Œ Kalimat ini diucapkan dalam kondisi mendatangkan kenikmatan, dan juga diucapkan dalam kondisi menolak keburukan serta bencana.

Contohnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฑูŽุถููˆุง ู…ูŽุง ุขุชูŽุงู‡ูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุญูŽุณู’ุจูู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุณูŽูŠูุคู’ุชููŠู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู† ููŽุถู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุงุบูุจููˆู†ูŽ

‘Jika mereka sungguh-sungguh ridho dengan apa yang diberikan Allah dan Rosul-Nya kepada mereka, dan berkata, ‘Cukuplah Allah bagi kami’, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian pula Rosul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah..’ (Qs. At-Taubah: 59)

Ini dalam kondisi apa..? Ini adalah kondisi memohon/mendapatkan kenikmatan

Sebagaimana kalimat ini juga diucapkan dalam kondisi menolak bencana/keburukan, yaitu pada firman Allah :

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽู…ูŽุนููˆุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ููŽุงุฎู’ุดูŽูˆู’ู‡ูู…ู’ ููŽุฒูŽุงุฏูŽู‡ูู…ู’ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุญูŽุณู’ุจูู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽูƒููŠู„ู

‘(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rosul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepada mereka, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka’ maka perkataan itu justru menambah iman mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung..’ (Qs. Aali ‘Imran: 173)

========

KESIMPULAN

Kalimat “Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil” tidak hanya dibaca ketika tertimpa musibah atau kezholiman, tetapi juga sangat dianjurkan dibaca saat mengharapkan karunia, rezeki, dan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Do’a Yang Paling Singkat Dan Padat Maknanya

Syaikh Muhammad Sholeh Al Utsaimin rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya do’a ini merupakan DO’A yang paling singkat dan padat maknanya.

Bacaan do’a:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia ini..”

Maknanya telah mencakup segala KEBAIKAN di DUNIA, yaitu berupa:
– Istri Sholihah
– Kendaraan yang nyaman
– Tempat tinggal yang menentramkan
– Dan kebaikan selainnya.

Demikian pula bacaan do’a berikut :

“dan berilah kami kebaikan di akhirat (kelak)..”

Maknanya telah mencakup segala KEBAIKAN di dalam kehidupan AKHIRAT, yaitu berupa:
– Hisab yang mudah
– Menerima kitab catatan amalan dengan tangan kanan
– Menyeberangi Ash-Shirot (Jembatan yang terbentang di atas neraka Jahanam menuju Surga) dengan mudah
– Minum air telaga Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam
– Masuk Surga
– Dan selainnya dari segala kebaikan di negeri akhirat.

Oleh karenanya, do’a (sapu jagad) ini merupakan DO’A yang paling singkat dan padat maknanya, karena mengandung makna yang lengkap dan komprehensif..”

(Syarah Riyadhus Sholihin Juz VI hal.16)

Meraih Keberkahan Hidup

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan,

“Demi Allah, keberkahan hidup tidak dapat diraih dengan perkara yang melebihi dua hal ini :

– membaca Alqur’an sebanyak-banyaknya, dan
– bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada kedua orangtua

Barangsiapa yang senantiasa menjaga untuk membaca Alqur’an setiap hari dan berbakti kepada kedua orangtuanya, maka ia akan senantiasa mendatangkan keberkahan, dan Allah ‘Azza wa Jalla akan mengaruniakan keberkahan kepadanya.

Banyak diantara kita hari ini mengeluhkan kurangnya keberkahan dalam waktu, mereka berkata, ‘Aku tidak bisa menyelesaikan apa pun..’

Jika engkau menginginkannya (keberkahan hidup), solusinya sudah ada :
– bacalah Alqur’an setiap hari, dan
– berupayalah keras untuk berbakti kepada kedua orangtuamu..”

Ketika Duduk Bersama Ayahmu Dan Ibumu

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan,

“Di antara bentuk bakti dan adab (kepada orangtua) adalah apabila engkau sedang duduk bersama ayahmu, engkau memandangnya dengan pandangan seseorang yang beradab.

Dan hendaknya engkau tidak memalingkan pandanganmu darinya, baik ke arah kanan maupun ke arah kiri.

Namun hari ini, sebagian dari buruknya adab kita adalah salah seorang dari kita pergi menemui ayahnya atau ibunya, kemudian setelah mengucapkan salam kepada mereka, ia langsung memegang telepon genggamnya (HP).

Ia membaca dan mengetik di HP-nya. Ia duduk selama satu jam, namun ia sibuk dengan HP-nya, bukan sibuk dengan ayahnya. Kemudian ia mengklaim dan berkata, ‘Demi Allah, aku tadi sudah mengunjungi ayahku selama satu jam..’

Engkau sebenarnya hanya mengunjungi ayahmu sesaat, lalu setelah itu engkau sibuk memikirkan hal lain (selain ayahnya). Hal ini sama sekali tidak termasuk ke dalam adab..”

====
ARTIKEL TERKAIT
1. Bagi Anda Yang Masih Memiliki Ayah

2. Salah Satu Bentuk Bakti Kepada Ayah Meskipun Ia Sudah Tiada

3. Ambillah Pelajaran Dari Perjalanan Hidup Ini

Nasihat Bagi Para Wanita Muslimah

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ menjelaskan,

“Dan di antara perkara yang benar-benar aku peringatkan dengan PERINGATAN YANG KERAS yaitu :

๐Ÿ“Œ SIKAP BERMUDAH-MUDAHAN (MEREMEHKAN) ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM SALING BERKOMUNIKASI (MENGOBROL) MELALUI MEDIA-MEDIA (SOSIAL) INI.

Karena sesungguhnya, hal tersebut termasuk di antara jerat jerat syetan yang paling besar pada hari ini, dan bagian dari langkah-langkah syetan.

Dan aku memandang bahwa realita yang ada memaksa kita untuk mengatakan: sesungguhnya tidak boleh bagi seorang laki-laki berbicara dengan seorang perempuan di media media ini .. tidak boleh pula bagi perempuan berbicara dengan laki laki di media media tersebut, kecuali dalam kondisi darurat.

๐Ÿ“Œ BAHKAN, JIKA SEORANG PEREMPUAN MEMILIKI PERTANYAAN UNTUK DIAJUKAN KEPADA SEORANG SYAIKH (GURU/ULAMA),ย aku memandang seyogianya ia memberitahu suaminya atau memberitahu saudara laki-lakinya agar dialah yang berbicara dengan Syaikh tersebut.

Kecuali jika memang dalam kondisi darurat dan pertanyaannya adalah jenis perkara yang tidak bisa ia perlihatkan kepada orang lain (laki-laki kerabatnya) atau yang semisalnya, itu pun harus dengan sikap kehati-hatian yang sangat tinggi.

Karena realitanya, wahai saudara-saudaraku, hal ini telah menjadi jerat perangkap, bahkan bagi sebagian orang-orang yang sholeh.

Percakapan dimulai dengan saling menasihati, mengingatkan kepada Allah,
– wahai ukhti (saudariku) bertakwalah kepada Allah
– wahai ukhti bertaubatlah kepada Allah

namun setelah itu si perempuan mengirimkan emotikon bunga mawar.

Lalu setelah beberapa waktu, barangkali si laki-laki berganti mengirimkan emotikon bunga mawar. Akhirnya syetan pun berhasil menjerat keduanya.

๐Ÿ“Œ MAKA JANGANLAH SESEORANG TERPEDAYA DENGAN KEBAIKAN YANG ADA PADA DIRINYA (MERASA AMAN DARI FITNAH), melainkan sudah sepantasnya ia menjauhkan diri dari segala sarana dan pintu-pintu (yang dapat mengantarkan pada keburukan).”

Bersegera Untuk Hadir Awal Pada Sholat Jum’at

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

โ€œApabila hari Jum’at tiba maka akan ada para malaikat di setiap pintu-pintu masjid. Mereka akan mencatat setiap orang yang datang dari yang pertama, lalu berikutnya dan berikutnya. Hingga ketika Imam telah naik di mimbarnya para malaikat pun menutup catatan-catatannya, lalu mereka ikut mendengarkan khutbah..โ€

(HR. Al Bukhari 3211)

๐Ÿ“Œ Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah menjelaskan maksud hadis di atas,

“Yang dimaksud malaikat menutup catatan ketika khotib naik mimbar adalah catatan berkaitan dengan keutamaan bersegera menuju Jum’atan, dan bukan catatan amal lainnya.

Sementara amal mendengarkan khutbah, melaksanakan sholat, dzikir, berdo’a, khusyu ketika ibadah atau semacamnya, semuanya dicatat oleh dua malaikat pencatat amal..”

(Fathul Bari, 2/367)

โžก๏ธ Maka pada sholat Jum’at, ada 3 malaikat yang mencatat amal manusia.

1/ Dua malaikat pencatat amal baik dan buruk, yang selalu menyertai manusia

2/ Malaikat yang berjaga di pintu masjid, mencatat setiap mereka yang datang sebelum khotib naik mimbar, sesuai urutannya.

Ketika seseorang datang terlambat dan khotib sudah naik mimbar, maka orang yang terlambat tsb tidak mendapatkan catatan jenis yang kedua, yaitu catatan dari malaikat yang berjaga di depan pintu masjid. Namun setiap amalnya tetap dicatat malaikat pencatat amal, wallaahu a’lam.