Category Archives: Mutiara Salaf

Memikirkan Aib Dan Kekurangan Diri Sendiri

Muhammad bin Nadhr Al Haritsi rohimahullah berkata:

ذُكِرَ رجل عند الربيع بن خيثم فقال : “ما أنا عن نفسي براض فأتفرغ منها إلى ذم غيرها ، إن العباد خافوا الله على ذنوب غيرهم وأمنوه على ذنوب أنفسهم

“Disebutkan tentang seseorang di sisi Rabie’ bin Al Khutsaim.

Maka beliau berkata,

“Aku sendiri belum ridho kepada diriku. Lalu apakah aku akan sibuk mencela orang lain..?

Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada adzab Allah atas dosa-dosa orang lain, tetapi mereka merasa aman dari dosa-dosa dirinya sendiri..”

(Syu’abul Iman 16/100)

Maka sibukkanlah memikirkan aib dan kekurangan diri sendiri..

Jangan sibuk mengingat kelebihan diri..
Karena hal itu hanya akan menimbulkan sifat ujub dan sombong..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Mendo’akan Ampunan Bagi Kaum Mukminin

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam,

وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Dan mohonkanlah ampunan untuk dosamu dan dosa kaum mukminin dan mukminat..” (Muhammad: 19)

Allah memuji orang yang memohonkan ampunan untuk kaum mukminin,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Robb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Robb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang..” (Al-Hashr – 10)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rohimahullah, beliau berkata,

الاستغفار للمؤمنين والمؤمنات؛ لأنهم بسبب إيمانهم، لهم حق على كل مسلم ومسلمة، ومن جملة حقوقهم أن يدعو لهم، ويستغفر لذنوبهم

“Memohonkan ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat karena keimanan mereka, maka (mereka) menjadi memiliki hak atas kaum muslimin lainnya. Diantara hak mereka adalah di do’akan dan dimohonkan ampunan untuk dosa-dosa mereka..”

(Tafsir As Sa’diy)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Bagaikan Satu Badan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

من دلائل رقة قلب المؤمن،
أن يتوجع لعثرة أخيه المؤمن
إذا عثر،
حتى كأنه هو الذي عثر بها، ولا يشمت به.

“Diantara tanda kelembutan hati mukmin adalah merasa sedih ketika saudaranya tergelincir seakan ia sendiri yang tergelincir. Dan ia tidak bergembira dengan ketergelincirannya..”

(Madarijussalikin 1/436)

Karena kaum mukminin satu sama lainnya bagaikan satu badan..
Mukmin ingin agar ia dan saudara saudaranya seiman dapat bersama masuk jannah dan selamat dari jahannam..

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Orang Yang Paling Merugi Amalannya

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Katakan, maukah kami memberitahu kamu tentang orang yang paling merugi amalnya..?

Yaitu orang-orang yang tersesat usaha mereka dalam kehidupan dunia, sementara mereka mengira telah berbuat sebaik baiknya..” (Al Kahfi: 103-104)

Ibnu ‘Arobiy rohimahullah berkata:

“Para ulama dari kalangan para shahabat dan setelahnya menyatakan bahwa maksud ayat ini adalah orang orang kafir dan selain mereka yang semakna dengan mereka.

Ayat ini mencakup tiga golongan:

1. Orang-orang yang kafir kepada Allah dan hari akherat.

2. Ahli takwil yang rusak seperti kaum khowarij dan yang semakna dengan mereka (dari ahlil bid’ah).

3. Orang-orang yang merusak amalan mereka dengan riya dan merasa ujub dengannya.”

(Ahkaamul Qur’an 3/244)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Zuhud Di Dunia

Ibnu Syihab Az Zuhri rohimahullah berkata,

“Zuhud di dunia adalah agar yang haram tidak mengalahkan kesabaranmu dan yang halal tidak mengalahkan syukurmu..”

(Shahih Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi hal. 262).

Pernahkah anda berfikir..
Mengapa banyak keharaman di dunia ini..

Riba haram..
Bunga bank haram..
tabarruj haram..
Ketika hendak berbisnis..
Di hadapkan kepada banyak transaksi yang haram..

Kening menjadi mengkerut..
Lalu berujar, “Semua haram.. Ini haram.. Itu haram..
Tak akan maju dunia ini..”

Akhirnya..
kesabaran mulai sirna..
Ia memandang syari’at ini hanya beban dan batu sandungan..

Kalau Allah tidak memberinya rahmat..
ia akan hanyut dan binasa..
Karena yang haram itu kini telah mengalahkan kesabarannya..
Ya Robb..
Beri kami kesabaran..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Keutamaan Membaca Alqur’an Dan Memahaminya

Manakah yang lebih utama saat membaca Alqur’an, apakah memahami maknanya namun sedikit membaca ayat, ataukah banyak membaca ayat tanpa memahaminya..

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan,

• – والصواب في المسألة أن يقال : إن ثواب قراءة الترتيل والتدبر أجل وأرفع قدراً ، وثواب كثرة القراءة أكثر عدداً ،
فالأول : كمن تصدق بجوهرة عظيمة ، أو أعتق عبدا قيمته نفيسة جداً ،
والثاني : كمن تصدق بعدد كثير من الدراهم ، أو أعتق عددا من العبيد قيمتهم رخيصة .

【 زاد المعاد (٣٢٨/١) 】

“Yang benar dalam masalah ini, dikatakan :

● Pahala tilawah dengan tartil dan tadabur, lebih mulia dan lebih tinggi kualitasnya

● Sedangkan pahala membaca banyak ayat, lebih banyak dari sisi jumlah (kuantitas)

Maka yang pertama, seperti orang yang bersedekah dengan batu permata yang mulia atau membebaskan budak yang sangat mahal..

Sedang yang kedua, seperti orang yang bersedekah dengan dirham yang banyak atau membebaskan banyak budak dengan harga murah..”

[ Zaadul Ma’ad 1/328 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Akibatnya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

قِلَّةُ التَّوْفِيقِ، وَفَسَادُ الرَّأْيِ، وَخَفَاءُ الحَقِّ، وَفَسَادُ القَلْبِ، وَخُمُولُ الذِّكْرِ، وَإِضَاعَةُ الوَقْتِ وَنُفْرَةُ الخَلْْقِ، وَالوَحْشَةُ بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ رَبِّهِ، وَمَنْعُ إِجَابَةِ الدُّعَاءِ، وَقَسْوَةُ القَلْبِ، وَمَحْقُ البَرَكَةِ فِي الرِّزْقِ وَالعُمُرِ، وَحِرْمَانُ العِلْمِ، وَلِبَاسُ الذُّلِّ، وَإِهَانَةُ العَدُوِّ، وَضِيقُ الصَّدْرِ، وَالاِبْتِلاَءُ بِقُرَنَاءِ السُّوءِ الَّذِين يُفْسِدُونَ القُلُوبَ وَيُضَيِّعُونَ الوَقْتَ، وَطُولُ الهَمِّ وَالغَمِّ، وَضَنْكُ المَعِيشَةِ، وَكَسْفُ البَالِ، تَتَوَلَّدُ مِنَ المَعْصِيَةِ وَالغَفْلَةِ عَنْ ذِكْرِ اللهِ

“Sedikitnya taufik, rusaknya pikiran, tersembunyinya kebenaran, rusaknya hati, buruknya sebutan, sia-sianya waktu, kesenjangan antara hamba dengan Robbnya, tidak diijabahnya do’a, kerasnya hati, dicabutnya keberkahan dalam rezeki dan umur, terhalang dari ilmu, terhina, dikuasai musuh, sempitnya dada, diberikan teman yang buruk, banyak gundah dan gelisah, sempitnya kehidupan, pikiran yang kacau, semua itu muncul akibat maksiat dan lalai dari mengingat Allah..”

(Al Fawaid hal 46)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Islam Adalah Agama Yang Mudah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

Allah berfirman:

قال الله تعالى: وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ، فقد أخبَرَ أنَّه ما جَعَلَ علينا في الدِّينِ مِن حَرَجٍ، ونفاه نفيًا عامًّا مؤكَّدًا، فمَنِ اعتقدَ أنَّ فيما أمَرَ اللهُ به مِثقالَ ذرَّةٍ مِن حَرَجٍ، فقد كَذَّبَ اللهَ ورَسولَه، فكيف بمَن اعتقدَ أنَّ المأمورَ به قد يكونُ فَسادًا وضَررًا لا مَنفعةَ فيه ولا مَصلحةَ لنا؟! ولهذا لَمَّا لم يكُنْ فيما أمَرَ اللهُ ورَسولُه حَرَجٌ علينا، لم يكُنِ الحَرَجُ من ذلك إلَّا مِن النَّفاقِ

“Dan Dia tidak menjadikan dalam agama ini sesuatu yang susah..” (Al Hajj: 78)

Allah mengabarkan bahwa Dia tidak menjadikan dalam agama ini sesuatu yang menyusahkan kita. Allah meniadakan itu dengan peniadaan yang bersifat umum dan tegas.

Maka barang siapa yang meyakini bahwa perintah Allah itu susah walaupun sebesar biji dzarroh, maka ia telah mendustakan Allah dan Rosul-Nya. Bagaimana jadinya jika ia meyakini bahwa perintah Allah itu bermudhorot atau tidak ada manfaat dan mashlahat sama sekali..??

Oleh karena itu jika tidak ada dalam perintah Allah dan Rosul-Nya sesuatu yang susah, berarti menganggap susah (perintah Allah) itu akibat adanya kemunafikan.

(Jami Rosail 2/370)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Lihatlah Dirimu Kawan

Ibnu Hibban rohimahullah berkata,

والعاقل لا يخفى عليه عيب نفسه، لأن من يخفى عليه عيب نفسه خفيت عليه محاسن غيره، وإن من أشد العقوبة للمرء أن يخفى عليه عيبه.

“Orang yang berakal tidaklah tersamarkan baginya aibnya sendiri.. siapa yang tidak mengetahui aib dirinya, dia tidak akan mengetahui kebaikan orang lain..

Sungguh, termasuk hukuman terberat bagi seseorang ialah dia tidak mengetahui aib yang dia miliki..”

[ Roudhotul ‘Uqola, hlm. 22 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Hisab Yang Ringan

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Adapun orang yang diberikan catatan amalnya dengan tangan kanannya maka kelak ia akan dihisab dengan hisab yang ringan dan akan kembali kepada keluarganya dengan penuh kegembiraan..”

(Qs. Al Insyiqoq : 7-8)

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Yang dimaksud ‘hisab yang ringan’ itu adalah Allah ‘Azza wa Jalla akan berdua bersama dengan seorang hamba-Nya yang beriman dan tidak ada orang lain yang ikut menyaksikan dosa-dosanya. Ia (hamba tsb) mengatakan, “di dunia aku telah melakukan demikian dan demikian..”

sampai-sampai ketika ia telah merasa bahwa ia pasti akan binasa maka Allah Ta’ala berfirman, “sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosa itu untukmu selama di dunia, dan pada hari ini Aku pun mengampuninya untukmu..”

(Syarah Aqidah Ahlis Sunnah – hal. 298)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL