Bahayanya Maksiat Tatkala Sendirian…

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan.”

Tsauban bertanya, “Wahai Rosulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskanlah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari.”

Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka sholat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersendirian mereka menerjang hal yang diharamkan Allah.”

(Shahih. HR. Ibnu Majah).

Ustadz Fachruddin Nu’man MA, حفظه الله تعالى 

Menceritakan Semua Yang Dilihat…

Kholid bin Ma’dan rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang menceritakan kepada orang-orang semua yang dia lihat dengan kedua pasang matanya, atau apapun yang dia dengar dengan kedua pasang telinganya, atau apa saja yang dipungut oleh kedua tangannya, maka dia termasuk orang-orang yang menyukai   tersebarnya kekejian di tengah-tengah kaum  yang beriman.”

“Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, me­reka akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Allahlah yang Maha Tahu dan kamu semua tidaklah menge­tahui” (QS. an-Nuur: 19).”

[Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim, Hal. 71)]

Kholid bin Ma’dan rohimahullah adalah seorang Ulama yang wafat pada tahun 104 Hijriyah.

Semoga Tiga Hal Ini Ada Pada Diri Kita…

Yahya bin Mu’adz ar-Razi rohimahullah berkata,

“Hendaknya seorang mukmin mendapati tiga hal ini
dari Anda :
⚉  jika Anda tidak bisa memberi manfaat kepadanya,
janganlah memberinya mudhorot;

⚉  jika Anda tidak mampu membuatnya gembira,
janganlah membuatnya sedih; dan

⚉  jika Anda tidak memberi pujian kepadanya,
janganlah mencelanya.”

[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rojab al-Hanbali,
hlm. 456]

Benarkah Seorang Sahabat Masuk Agama Nasrani Saat Hijrah ke Habasyah..?

Yang masyhur, Ubaidullah bin Jahsy suami ummu Habibah ketika hijrah ke Habasyah bersama ummu Habibah, ia masuk agama nashrani.

Namun Sanadnya tidak shahih. Semua jalannya lemah.

Justru lahiriyah riwayat-riwayat yang shahih menunjukkan bahwa ia meninggal dalam keadaan muslim. Maka Nabi shollallahu ‘alayhi  wasallam ingin menghibur kesedihan ummu Habibah yang berhijrah karena Allah dengan memperistrinya dan menjadi salah satu ummahatul mukminin.

(Maa Syaa’a walam yatsbut fissiroh hal 37)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

==============

ARTIKEL TERKAIT
Benarkah Ubaidullah bin Jahsy Pindah Ke Agama Nasrani..?

Umur Khadijah Rodhiyallahu ‘Anha…

Yang masyhur, umur Khadijah ketika menikah dengan Rosulullah shollallahu ‘alayhi  wasallam adalah 40 tahun. Tapi dalam sanadnya terdapat Al Waqidiy. Ia matruk.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa umur Khadijah saat itu adalah 28 tahun. Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq. Pendapat ini lebih kuat. Terlebih Khadijah mempunyai anak dari Rosulullah shollallahu ‘alayhi  wasallam 2 laki laki dan 4 wanita.

(Siroh Nabawiyah Shahih karya DR Akrom Al Umari 1/113)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

 

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Berikut ini adalah kumpulan artikel terkait masalh Riba yang pernah di posting di portal ini. Semoga bermanfaat.

  1. Seuntai Nasehat : RIBA !!!
  2. Paham Riba Tapi Kenapa Masih Kerja Di Bank..?
  3. Dana Riba… Mengapa Dikumpulkan dan Dimanfa’atkan..?
  4. Dapat Hadiah Dari Orang Yang Bisnisnya RIBA, Ditolak..?
  5. Kerja Di Tempat RIBA Tapi Kenapa Do’a Di Kabulkan..?!
  6. Bagi Yang Masih Menikmati Atau Berkecimpung Di Dunia RIBA…
  7. Riba Fadhl… Meluruskan Pesan Berantai… (RALAT)
  8. Tentang Menerima Makanan Dari Orang Yang Bekerja Di Bisnis RIBA…
  9. Lebih Besar Dari Riba…
  10. Riba, Zinah, Penyebar Issue, Penceramah Yang Tidak Mengamalkan Ilmunya, dll… Diantara Penyebab Adzab Kubur #3
  11. Hasil Akhir Pemakan RIBA…
  12. Laknat Bagi Para Pendukung Riba…
  13. Pekerjaan Haram Dan Tidak Mampu Beribadah Dengan Semestinya…
  14. Transaksi Riba (Giro Diuangkan Dimuka)…
  15. Penyaluran Harta Riba Untuk Cat Tembok Rumah…
  16. Bolehkah Beribadah Di Masjid Yang Dibangun Dengan Uang Haram..?
  17. Membayar Hutang Ribawi Dengan Hutang Ribawi Juga…
  18. Apakah Dana Pensiun PNS Riba..?
  19. Ikut Pergi Dengan Teman Yang Bekerja Di Bank Ribawi…
  20. Terlilit Hutang Riba…
  21. Membuat Aplikasi Yang Dipakai Bank Ribawi…
  22. Bonus Dari Keuntungan Riba…
  23. Bekerja Di Toko Yang Melakukan Transaksi Riba Dengan Bank…
  24. ….

Dapat Hadiah Dari Orang Yang Bisnisnya RIBA, Ditolak..?

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- pernah ditanya: “bolehkah mengambil hadiah dari orang yang berbisnis dengan sistem riba ?”

Jawaban beliau:

“Kita memiliki kaidah, bahwa harta yang diharamkan karena cara mendapatkannya, maka harta itu diharamkan untuk orang yang menghasilkan saja, tidak (haram) untuk orang yang mengambilnya dengan cara yang mubah.

(Oleh karena itu) Nabi -shollallohu alaihi wasallam- pernah menerima hadiah dari orang yahudi, yaitu ketika menghadiahkan kepada beliau seorang perempuan (yahudi) seekor kambing di daerah Khoibar, beliau juga berbisnis dengan mereka, dan beliau wafat dalam keadaan baju perangnya digadaikan kepada seorang yahudi.

Padahal Allah ta’ala telah mengabarkan tentang mereka:

فَبِظُلْمٍ مِنْ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا * وَأَخْذِهِمْ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang yahudi itu, Kami haramkan atas mereka makanan-makanan yang baik yang dahulunya dihalalkan bagi mereka, juga karena mereka banyak menghalangi manusia dari jalan Allah, dan disebabkan mereka mengambil (harta) riba, padahal mereka telah dilarang darinya, juga karena mereka memakan harta manusia dengan cara yang batil”. [An-Nisa’: 160-161].

Oleh karena itu, dibolehkan menerima hadiah dari orang yang berbisnis dengan riba, dibolehkan pula untuk melakukan transaksi jual beli dengannya, kecuali jika ada maslahat dalam memboikotnya, maka tidak mengapa kita menghindarkan diri dari hal ini karena maslahat tersebut.

Adapun harta yang diharamkan karena dzatnya, maka harta itu diharamkan, baik atas orang yang menghasilkannya maupun orang lain.

Misalnya: khomr (sesuatu yang memabukkan), jika ada seorang yahudi atau nasrani menghadiahkannya kepadaku, dan dia termasuk orang yang memandang halalnya khomr, maka tidak boleh diterima, karena itu diharamkan secara dzatnya.

Begitu pula jika ada seorang yang mencuri harta, dan dia memberikan sebagiannya kepada orang lain, maka tidak boleh diterima, karena harta itu diharamkan secara dzatnya”.

[Sumber: Liqo’ Babil Maftuh 2/59, dengan penyesuaian redaksi].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى 

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

 

da2507160559

Akibat Selalu Di Shof Belakang…

Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

“Tidaklah suatu kaum mengakhirkan (yaitu menuju masjid) hingga Allah akan mengakhirkan mereka”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rohimahullah menjelaskan :

إن الإنسان كلما تأخر عن الصف الأول والثاني أو الثالث (أي في الصلاة)
ألقى الله في قلبه محبة التأخر في كل عمل صالح والعياذ بالله.

“Tatkala manusia terlambat mendatangi shalat dari menempati shaf pertama, kemudian (shalat berikutnya) terlambat lagi shaf kedua, kemudian shaf ketiga (apalagi sengaja terlambat/ ketinggalan shalat berjamaah), maka Allah buat hatinya suka mengakhirkan semua amal shalih.”

(Syarah Riyadhus Shalihin 5/111)

Ustadz Fachruddin Nu’man MA, حفظه الله تعالى 

Hukum Menjawab Salam Seseorang Sebelum Ia Melakukan Kemaksiatan…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Menebar Cahaya Sunnah