Pakaian Terbaik, Pakaian Putih

Ust. M Abduh Tuasikal

Pakaian putih adalah pakaian yang terbaik, sampai-sampai dikatakan dalam sabda Nabi bahwa pakaian tersebut yang lebih baik dan lebih bersih. Karena memang seseorang yang mengenakan pakaian ini terlihat lebih indah dan bersih, juga si pengguna akan senantiasa menjaga bajunya agar tidak terkena kotoran.

Perintah Memakai Pakaian Putih

Dalil yang menunjukkan hal ini adalah beberapa hadits berikut,

الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا خَيْرُ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

“Pakailah pakaian putih karena pakaian seperti itu adalah sebaik-baik pakaian kalian dan kafanilah mayit dengan kain putih pula” (HR. Abu Daud no. 4061, Ibnu Majah no. 3566 dan An Nasai no. 5325. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dalam lafazh An Nasai disebutkan pula,

الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

“Pakailah pakaian putih karena pakaian seperti itu lebih bersih dan lebih baik. Dan kafanilah pula mayit dengan kain putih.” (HR. An Nasai no. 5324, hadits shahih).

Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan memakai pakaian putih. Dalam hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu disebutkan,

أَتَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَعَلَيْهِ ثَوْبٌ أَبْيَضُ

“Aku pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan memakai pakaian putih” (HR. Bukhari no. 5827).

Dalam riwayat Muslim disebutkan, Abu Dzar berkata,

أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ نَائِمٌ عَلَيْهِ ثَوْبٌ أَبْيَضُ

“Aku pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau dalam keadaan tidur dan ketika itu mengenakan baju putih.” (HR. Muslim no. 94).

Perintah memakai pakaian putih di sini dihukumi sunnah, bukan wajib. Demikian dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Syarh Bulughul Marom.

Read more :
http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/4311-pakaian-terbaik-pakaian-putih.html

Bersegeralah Membayar Hutang

Mumpung tanggal enom (muda) Bersegera membayar hutang.

Hutang hukumnya mubah tapi konsekuensinya harus dibayar…
Apabila kita mampu untuk segera melunasinya, maka bergegaslah melunasinya..,
dan wajib dibayar jika hutang tersebut telah jatuh tempo. Dan apa bila telah jatuh tempo sedangkan anda mampu membayarnya namun anda tunda tunda maka anda akan berDOSA..

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “مَطْل الغنيِّ ظلم. وإذا أُتْبع أحدكم على مَلِئٍ فليَتْبع” متفق عليه.

Dari abi hurairoh rodhiallhu ‘anhu berkata: Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
Menunda pembayaran hutang dalam kondisi mampu adalah suatu kezhaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan(hutangnya) kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya” [Al-Bukhari III/55, 85 Muslim III/1197 nomor 1564,]

Akhirnya kita selalu berdoa’:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku
berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” HR. Al-Bukhari 7/158.

Ingatlah wahai saudaraku jika salah seorang diantara kita meninggal dunia dalam kondisi berhutang, sangat dikhawatirkan jika hutang tersebut disepelekan oleh anak anak kita, dan natinya ia akan menjadi beban dihari akhirat.

Saudaraku.. Hutang adalah kehinaan disiang hari dan fikiran dimalam hari..

Prinsip hidup: tidak berhutang kecuali darurat tuk menyelamatkan jiwa..
Jika tak mampu belanja atau beli sesuatu penting maka sabarlah..selama tak mempertaruhkan nyawa atau martabat…

Sambil berusaha dan berdoa..
Jangan jadikan kebiasaan jiwa kita mudah tuk berhutang.!!

Keinginan yang konsumtif jangan dituruti.. Karena ia hanyalah dunia sementara.

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Bapakne RiyadL

Kejarlah Shof Pertama

Seandainya shof pertama di sholat fardhu harus berundi maka lakukanlah..

Berebut akhirat merupakan suatu hal yg seharusnya dilakukan setiap hamba..

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Seandainya manusia mengetahui (keutamaan) adzan dan shaf
pertama, kemudian mereka tidak menemukan cara mendapatkannya selain dengan berundi, niscaya mereka mau melakukannya.”

HR. Bukhari (615) dan Muslim (337).

Wahai kaum pria, jangan engkau turuti tiupan syaitan di kedua telingamu ataupun kencing syaitan yang menempel erat dikelopak matamu.. Segeralah berwudhu jika adzan akan dikumandangkan..

Kebahagian yang anda dapat adalah kebahagiaan dalam meraih no 1 pada urusan akhirat.

Untuk para istri.. Berikan dukungan agar suamimu meninggalkan pelukanmu diranjang menuju masjid masjid yang disediakan untuk mencari keridhoan Allah Ta’ala..
Semoga Allah merahmatimu..

www.abu-riyadl.blogspot.com
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُ

Harta Di Akhirat (bag-2)

Ust. Kholid bin Syamhudi Al-Bantani

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikAt-malaikat masuk ke tempAt-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum.” Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d : 22-24)

Selengkapnya Klik :
http://klikuk.com/harta-di-akhirat/

Shirotol Mustaqiim

Ibnul Qayyim:
Jika Allah berkehendak, kalian pun bisa sesat seperti mereka yang sesat.

Karena hati manusia di antara jari-jemari Allah.

-Al Qosidah An Nuniyah-

Jadi mintalah pada Allah agar terus diteguhkan di jalan shirothol mustaqim, bukan jalan orang yang sesat dan bukan jalan yang dimurkai.

Sombong

Ketika seseorang lahir keluar dari perut ibunya, ia tak tahu apa2. Allah-lah yang memberikan ilmu.

Namun demikianlah manusia kadang merasa angkuh dan sombong, padahal semua ilmu yang diberi hanyalah karunia Allah.

Pelajaran dari QS An Nahl: 78

3 Tanda Orang Bodoh

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata: “Tanda orang bodoh itu ada 3 (tiga), yaitu:

1. Bangga diri.

2. Banyak bicara dalam hal yg tidak bermanfaat.

3. Melarang orang lain dari suatu perbuatan, namun ia sendiri melakukannya.” (Lihat ‘Uyuunu Al-Akhbaar, karya Ibnu Qutaibah II/39).

Jadi, Orang Pintar itu selalu berupaya membebaskan diri dari 3 Tanda Orang Bodoh di atas, dan juga dari tanda-tanda yg lainnya, seperti bermalas-malasan dalam beramal ibadah dan tidak peduli dengan menuntut ilmu agama, mengharapkan keselamatan n kebahagian di dunia n akhirat tetapi ia berjalan di atas jalan kesesatan, kesengsaraan.

» Di dlm sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (yg artinya): “Orang yg pintar ialah siapa saja yg menundukkan jiwanya (utk melakukan ketaatan kpd Allah, dan ia selalu beramal (sebagai bekal) untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yg bodoh (lemah) itu ialah siapa saja yg selalu mengikuti bisikan (buruk) jiwanya, dan ia berangan-angan tinggi kepada Allah (namun tanpa disertai iman n amal, pent).”

» Seorang ahli hikmah berkata: “Engkau berharap keselamatan (di dunia n akhirat), tetapi engkau tidak mengikuti jalan-jalan keselamatan. Sesungguhnya kapal itu tidaklah berlayar di tempat yg kering.”

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua.

Harta Di Akhirat

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani.

Kesempatan kepada semua orang untuk menggunakan dunia sebagai ladang khusus baginya. Menanam dan menabur benih-benih yang disukainya kemudian memanennya didunia dan akherat semua yang telah ditaburnya tersebut. Apabila menanam benih keburukan maka pohon dan buahnyapun buruk. Dan bila menabur benih kebaikan maka akan tumbuh pohon dan hasil yang baik.

Demikianlah balasan sesuai dengan jenis amalannya dan buah pun dari jenis pohonnya. Sebagai permisalan rasulullah pernah bersabda,

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang mengucapkan Subhanallah Al-‘Azhim wa bihamdihi maka ditanamkan uintuknya satu pohon kurma disyurga.” (H.r. At-tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani dalm shahih sunan At-Tirmidzi no. 2757)

Menebar Cahaya Sunnah