Ust. Kholid Syamhudi LC
Apa manfaat banyak harta jika senantiasa dalam kondisi sakit lahir maupun batin?Sempurnanya kebaikan agama seseorang terletak pada sempurnanya kesehatan badannya, dan kebutuhan kita terhadap kesehatan badan lebih besar daripada kebutuhan kita terhadap makanan dan minuman.Maksiat menyebabkan kebinasaan dan mempercepat anggota badan menuju kematian, sedangkan ketaatan mencegah bala’, penyakit, dan kematian yang buruk.
Mencari kesehatan merupakan tuntutan syar’i dan kehidupan. Diriwayatkan At-Tirmidzi dengan sanad shahih dari Amr bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مُعَافًى فِي بَدَنِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حَيَزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا
“Barangsiapa pada pagi hari sehat badannya, aman jiwanya, memiliki makanan pokok pada hari itu, seakan telah terkumpul padanya segala (kenikmatan) dunia.” (HR. at-tirmidzi dan dihasankan al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 833).
Hal tersebut karena sempurnanya kebaikan agama terletak pada sempurnanya kesehatan badan. Barangsiapa badannya sehat maka akan benar ibadahnya. Ia melaksanakan ketaatan kepada Rabbnya dalam kondisi sempurna sesuai perintah Allah Ta;ala dalam kitab-Nya dan yang melalui lisan Rasul-Nya. Dalam hadits shahih dinyatakan:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ
“Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yamg lemah, dan pada masing-masing ada kebaikan”.
Apa manfaat banyak harta jika badannya senantiasa dalam kondisi sakit lahir maupun batin? Apakah orang sakit dapat menikmati tidur atau merasakan lezatnya berbagai makanan dan minuman padahal sudah rusak lidah dan alat perasanya?
lihat lebih lanjut di http://klikuk.com/prinsip-prinsip-dasar-ruqyah/
– – – – – •(*)•- – – – –