Makruh Kok Dilarang ??

Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله )

(Perihal Makruhnya Sholat di kuburan dan Ritual Tahlilan)

“Makruh kok dilarang!!??”, inilah dalih yang dianggap dalil oleh sebagian orang yang mengaku bermadzhab syafi’i untuk melegalisasi perkara-perkara yang dimakruhkan/dibenci oleh para ulama madzhab syafi’iyah.

Tatkala disampaikan kepada sebagian mereka bahwa ulama madzhab syafi’iyah membenci sholat di kuburan dan membangun masjid di atas kuburan dalam rangka mencari keberkahan, demikian juga para ulama syafi’iyah membenci acara kumpul-kumpul di rumah mayat setelah lebih dari tiga hari, maka  dengan mudah mereka akan menjawab, “Kan hukumnya hanya dibenci alias makruh, tidak sampai haram. Maka janganlah kalian melarang!, sungguh aneh kalian  kaum wahabi!”

Lantas dengan dalih ini maka merekapun menjadi semakin semangat untuk sholat di kuburan atau mencari keberkahan di kuburan!!!

Kita katakan, justru mereka inilah yang ANEH bin AJAIB, kok perkara-perkara yang makruh/dibenci malah semakin dilestarikan dan dihidupkan?! Perkara-perkara yang dibenci Allah kok malah dicintai mereka?

Perkara-perkara yang dibenci Allah kok malah seperti perkara yang sunnah atau bahkan wajib!
Bukankah Makruh Tanzih artinya jika ditinggalkan mendapat pahala? Kok malah semangat dikerjakan?

Terlebih lagi ternyata tidak semua yang divonis “MAKRUH” oleh para ulama syaifi’iyah maka artinya jika dikerjakan tidak mengapa dan jika ditinggalkan dapat pahala.

Bahkan banyak dari perkara yang divonis oleh Imam As-Syafi’i dengan makruh ternyata maksud beliau adalah HARAM!

Berikut perkara-perkara yang penting diperhatikan dalam memahami makna “MAKRUH” dalam perkataan para ulama madzhab Syafi’iyah.

PERTAMA: Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitabnya al-Umm telah mengisyaratkan tentang sebab para ulama terdahulu sering mengucapkan lafal makruh untuk perkara-perkara yang haram.

Baca selengkapnya di :
http://www.firanda.com/index.php/artikel/fiqh/427-makruh-kok-dilarang

Anak Adalah Fotokopi Orangtua

Renungan untuk orang tua..

mengapa anak kita malas baca qur’an? mungkin ortunya dirumah jarang baca qur’an..

seringkali kita dapati orang tua hanya bisa menyuruh dan memberi nasehat.. namun dalam prakteknya sangat minim..

ketahuilah wahai orang tua… anakmu adalah fotocopymu… seringkali fotocopy tidak lebih bagus dari aslinya… namun terkadang Allah memberikan anugrahnya, sehingga anak lebih baik dari ortunya..
saya kira semua orang tua mengharapkan agar anaknya lebih baik dari dirinya…
walaupun preman pun ingin memiliki anak yg lebih baik…
kenapa demikian???
karena setiap diri kita mengharapkan agar kelak jika kita mati ada pahala yg dapat menerangi kubur kita… atau minimal memperingan adzab yg diderita…
sungguh secara tidak langsung banyak manusia yg meyakini terhadap sesuatu yg sangat besar dihari setelah kematian… inilah fitroh manusia

www.abu-riyadl.blogspot.com
Dibagikan via fb cari akunnya di ilmu_faroidh@yahoo.com

Sukoharjo, jawatengah

Semangat Tinggi Dalam Menuntut Ilmu

» Ada seseorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarok (ulama tabi’in) rahimahullah: “Sampai kapan engkau menulis (mempelajari) hadits?” Beliau jawab: “Selagi masih ada kalimat bermanfaat yg belum aku catat.” (Lihat Al-Jaami’ Li Akhlaaqi Ar-Roowi, karya Al-Khothib Al-Baghdadi IV/419).

Demikianlah tekad kuat n semangat tinggi para ulama salafus sholih tanpa mengalami futur (kemalasan) dalam menuntut ilmu syar’i. Dan ini tidaklah terwujud pada diri seorang hamba kecuali dengan niat yg ikhlas karena Allah ta’ala saja.

(*) Beberapa Contoh Para Ulama Hadits yg Bersemangat Tinggi Dalam Menuntut Ilmu Syar’i:

1. Inilah imam Al-Bukhari rahimahullah, imam para ulama hadits, beliau tidak patah semangat dlm mempelajari hadits n ilmu-ilmu syar’i lainnya meskipun bekal (harta) beliau sangat sedikit, sampai-sampai beliau pernah makan rerumputan. (Lihat Siyar A’laam An-Nubala’, karya imam Adz-Dzahabi XII/217).

2. Umar bin Abdul Karim Ar-Rowasi rahimahullah pernah patah beberapa jari jemari tangannya dlm perjalanannya menuntut ilmu syar’i dikarenakan cuaca yg sangat dingin. (Lihat Siyar A’laam An-Nubala’, karya imam Adz-Dzahabi XIX/318).

3. Imam Malik rahimahullah pernah membongkar atap rumahnya, lalu ia menjual kayunya (sebagai bekal) untuk menuntut ilmu. (Diriwayatkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi di dalam Tarikh Baghdad II/13).

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. Dan smg Allah memberikan taufiq n pertolongan-Nya kpd kita utk istiqomah n semangat dlm mempelajari n memahami ilmu syar’i hingga akhir hayat. (Klaten, 30 April 2013).

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Faedah & Mau’izhoh Hasanah.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.co

RENUNGAN UNTUK PENUNTUT ILMU SYAR’I

Wahai saudara-saudariku para penuntut ilmu…
Sungguh kalian adalah orang yang terhormat,kalian adalah para pejuang pembela serta pemelihara agama yang mulia ini…
Kalian adalah sebagai seorang dokter bagi manusia yang terkena penyakit syahwat dan syubhat!…

Untuk itu wahai saudara-saudariku…
Hindarilah sejauh mungkin perbuatan dosa dan maksiyat,fokuskanlah.. Sibukanlah dirimu untuk senantiasa mempelajari ilmu agama yang mulia ini serta mengamalkannya…

Ikhwan dan akhwat sekalian…
Hiasilah dirimu.. dengan akhlak yang mulia nan terpuji…
Dan janganlah engkau mencemari dirimuu dengan akhlak-akhlak yang buruk…
Akhlak-akhlak yang akan menurunkan martabatmu menuju kepada kehinaan serta kerendahan dirimu dengan sebab akhlakmu yang buruk!…

Wahai para penuntut ilmu, bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang mulia, mereka sangat menanti belaian tanganmu!…
Nasehatilah mereka dengan ilmu yang benar! Serta da’wahkan kepadanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan padanya…
Karena penuntut ilmu pada hakekatnya adalah manusia yang paling faham tentang kebenaran dan yang paling sayang kepada makhluk (diambil dari perkataan syaikhul islam ibnu taymiyah, ketika menjelaskan tentang ahlus sunnah)
Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memajukan da’wah yang haq ini..

Akhirnya, kami memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’aa agar memberikan kepadaku dan kepada antum serta antunna semua amal-amal yang shaleh…
Amal-amal yang akan memberikan manfaat untuk kita semua baik ketika kita hidup di dunia yang fana ini maupun ketika kita berada didalam kubur kita masing-masing ketika tidak ada sesuatu yang dapat membahagiakan kita didalam kubur kita!

Dan kamipun memohon kepada ALLAH agar diberikan kemudahan untukku dan untuk antum semua untuk melaksanakan amal shaleh yang sesuai dengan yang diridhai-Nya.

Saudaramu
Ahmad Ferry Nasution.

PESAN2 Imam Asy-Syafi’i

Ar-Rabii’ menceritakan pernyataan imam asy-Syafi’I kepada beliau:
Aku telah berikan kepadamu pesan yang insya Allah mencukupkanmu: Jangan tinggalkan satu hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun kecuali ada yang menyelisihinya (dari nash syariat). Amalkanlah hadits-hadits tersebut sesuai ilmumu apabila berselisih. (Tawalli at-ta’sis hlm 63)

Sedangkan murid dekat beliau imam al-Muzani berkata: Imam asy-Syaafi’I berkata: Apabila kamu dapati satu sunnah (hadits) yang shahih maka ikutilah dan jangan berpaling kepada pendapat seorangpun (yg menyelisihinya) (Tawalli at-Ta’sis hlm 63).

Mari tegakkan dan cintai sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam!

 Ditulis oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Pahala Berkunjung Kepada Saudara/Kawan Karena Allah Ta’ala

Kunjungan yang bukan untuk urusan dunia..

Apalagi kita berkunjungnya kepada para ulama’ krn mencintai mereka krn Allah Ta’ala dan untuk bertanya tentang ilmu kpd mereka..

Simak hadits berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِى قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ: أُرِيدُ أَخًا لِى فِى هَذِهِ الْقَرْيَةِ. قَالَ: هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا؟ قَالَ: لاَ غَيْرَ أَنِّى أَحْبَبْتُهُ فِى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ: فَإِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ ».

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bahwa seorang lelaki berkunjung saudaranya/kawannya di kota lain. Maka Allah mengutus malaikat mengintai perjalanannya. Ketika ketemu, malaikat bertanya kepadanya: “Kemana kamu hendak pergi?”
Ia menjawab, “Aku hendak menemui saudaraku di kota ini.” Maliakat bertanya, “Apakah karena engkau menginginkan suatu kenikmatan dunia yg kamu incar?” Ia menjawab, “Tidak, hanya saja
aku mencintainya karena Allah.” Malaikat tadi berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, dan bahwasanya Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintainya karena Allah.”
Shahih Muslim (2567).

Saudaraku..
Berkawan dg orang baik akan menjadikan anda ikut bersama mereka didunia maupun akhirat.

Semoga Allah memberikan kita teman teman yg sholeh..
Krn terkadang berteman dg orang sholeh itu ada saja ujiannya..

Tentunya syaithon tidak mau
tinggal diam ketika ada perkawanan dg orang orang baik yg karena Allah ta’ala. Mereka pastinya berusaha untuk mengacaukan atau memecahbelah persahabatan orang orang baik ini.
Walau terkadang masalah timbulnya dari hal-hal yg kecil.

Semoga menjadi bahan renungan..

Obatnya adalah saling mengunjungi..

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadL

Berdzikir

Hati sangat membutuhkan siraman dzikir,berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,” Berdzikir untuk hati manusia, ibarat air tawar bagi ikan yang hidup diperairan, bagaimanakah keberadaan ikan tersebut jika sekiranya air nya mengering atau loncat kedaratan? “.
Berdzikir adalah makanan bagi hati dan ruh manusia, jika tanpa nya ibarat jasad tanpa arwah, atau jasad tanpa makan. Faidah dari berdzikir diantaranya mampu menjaga diri dari tipudaya syaithon, bahkan mampu mengusirnya, dan sebaliknya berdzikir akan mendatangkan ridho Ar-Rahman Yang Maha Perkasa, dan mampu menghilangkan keresahan hati, dan mendatangkan ketentraman dan ketenangan jiwa, mendatangkan cahaya hati dan wajah, dan memperolih manisnya iman dan kecintaan Allah azza wajalla.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa mengucap kalimat ” Lha ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahua a’la kulli syai’in qodir ” sehari seratus kali , maka baginya mengimbangi pahala membebaskan sepuluh budak, dan ditulis baginya seratus kebajikan, dan dihapus baginya seratus keburukan, dan ia mendapat penjagaan dari godaan syaithon dari pagi nya hingga sore, dan tiada yg mampu menandinginya kecuali seseorang yang beramal lebih banyak dari nya”. HR Bukhary dan Muslim.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa mengucapkan kalimat ” Subhanallahu wabihamdihi “, ia akan ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga”. HR Tirmidzy.
Berkata Ibnu Mas’ud ,” Aku lebih suka bertasbih kepada Allah سبحانه وتعالى dari pada berinfak sejumlah beberapa dinar dijalan Allah Azza WaJalla “.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Tabiat Babi

قال العلامة ابن القيم _رحمه الله تعالى_:”ومن الناس: من طبعه طبع خنزير يمر بالطيبات فلا يلوى عليها فإذا قام الإنسان عن رجيعه قمه وهكذا كثير من الناس يسمع منك ويرى من المحاسن أضعاف أضعاف المساوئ فلا يحفظها ولا ينقلها ولا تناسبه فإذا رأى سقطة أو كلمة عوراء وجد بغيته وما يناسبها فجعلها فاكهته ونقله”. المدارج : ( ج1_ص695).

Ibnu qayyim rahimahullah berkata:
Diantara manusia..
Ada yang tabiatnya seperti tabiat babi..
Ia mendapat makanan yang baik..
Tapi ditinggalkan dan tidak memperdulikannya..
Bila manusia telah meninggalkan kotorannya..
Babi itu segera menyapunya bersih..
Demikian banyak tabiat manusia..
Bila ia mendengar banyak kebaikanmu..
Ia tidak memperdulikan dan mengingatnya..
Tapi..
Bila ia melihat aibmu..
Seakan ia telah menemukan barang cariannya..
Lalu ia menjadikannya bagai buah yang segar..
Dan menebarkannya..
(Madarijussalikiin 1/695).

Hemat Air Dalam Ber-wudhu

Ust. Badrusalam LC

Dari Abdullah bin Zaid radliyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah dibawakan 2/3 mud, maka beliau menggosok dua hastanya dengan tangannya”. HR Ahmmad dan dishahihkan oleh ibnu Khuzaimah.

Fawaid hadits:
1. Diwajibkan hemat dalam menggunakan air wudlu.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya berwudlu dengan satu mudd. Dan terkadang kurang dari itu.

3. Disunnahkan menggosok anggota wudlu. Karena ini adalah perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu a’lam

UNTUKMU WAHAI PARA PENUNTUT ILMU

Nasihat ini saya ambil dari perkataan emas al-imam ibnu qoyyim

و من العحب أن الإنسان يهون عليه التحفظ و الاحتراز من أكل الحرام و الظلم و الزنى و السرقة و شرب الخمر, و من النظر المحرم و غير ذلك, و يصعب عليه التحفظ من حركت لسانه, حتى ترى الرجل يشار إليه بالدين و الزهد, و العباد, و هو يتكلم بالكلمات من سخط الله لا يلقي لها بالاً ينزل بالكلمات الواحدة منها أبعد مما بين المشرق و المغرب
و كم ترى من رجل متورع الفواحش و الظلم, و لسانه يفرى في أعراض الأحياء و الأموات و لا يبالي ما يقول.

Dan diantara perkara yang mengherankan bahwa umumnya manusia bisa menjaga diri-diri mereka dari memakan makanan yang haram, berbuat dzholim, berzina, mencuri, minum khomr, dari memandang suatu yang diharamkan ataupun selainnya.
AKAN TETAPI sangat disayangkan mereka sangat susah untuk menjaga gerakan-gerakan lisannya. Sampai ada seseorang yang dikenal dia sebagai ahli ibadah, orang yang zuhud, dan gemar beribadah, akan tetapi mereka sering berbicara dgn ucapan yang dapat membuat
ALLAH murka (tanpa mereka pedulikan lagi), yang dengan sebab ucapannya ia dilempar keneraka jahannam yg jaraknya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat. Betapa banyak
orang yang demikian, engkau melihat dia sebagai org yg wara’, meninggalkan kekejian, kedzoiman, AKAN Tetapi lisannya dibiarkan olehnya kesana-kemari utk MENJATUHKAN KEHORMTAN SESEORANG baik orang tersebut masih hidup ataupun yg telah wafat, tanpa mempedulikan lagi kata-kata yg mereka ucapkan.

Semoga pelajaran kita hari ini memberikan manfaat terutama utk diri saya pribadi & kepada ikhwah sekalian.
Semoga ALLAH سبحانه وتعالى menyatukan hati-hati kita diatas islam dan sunnah.

(Kitab Ad-Daa’ wad Dawaa’, hal: 226-227 yang ditahqiq dan ditakhrij oleh syaikh ali bin hasan bin ali al-halaby al-atsary)

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Menebar Cahaya Sunnah