Kisah Hijrah Ummul Mu’minin Ummu Salamah

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc حفظه الله

Dari Ummu Salamah  radhiallahu
‘anha mengisahkan,

“Lalu mereka merebut tali kekang unta dari tangan Abu Salamah radhiallahu ‘anhu dan merebutku darinya”

Seketika itu juga, Bani ‘Abdil-Asad, keluarga dekat Abu Salamah marah.

Mereka berkata, “Demi Allah, kami tidak akan membiarkan anak kami ini ( Salamah) bersama Ummu Salamah, karena kalian telah merebut Ummu Salamah dari tangan keluarga kami ini (Abu Salamah)”.

Akhirnya mereka pun memperebutkan anakku Salamah. Sampai akhirnya, Bani al-Mughirah menyerah. Bani ‘Abdil-Asad pergi membawa anakku. Sedangkan aku ditahan oleh Bani al- Mughirah.

Ummu Salamah berkata, “Aku terpisah dengan suami dan anakku”

Sejak itulah Ummu Salamah sangat merasa sedih. Setelah terpisah dari sang anak dan sang suami yang sudah berangkat hijrah.

Ummu Salamah pergi pagi dan duduk di al-Abthah. Disana ia menumpahkan kesedihannya, menangis sampai sore hari. Ini dilakukan setiap hari.

Hingga setelah satu tahun berlalu, ada salah seorang anak pamannya yang merasa iba kepadanya, lalu ia pun berkata kepada Bani al-Mughirah, “Tidakkah kalian melepaskan wanita malang ini? Kalian telah memisahkannya dengan anak dan suaminya”

Subhanallah….
Baca lengkap kisahnya KLIK :

http://m.klikuk.com/ummu-salamah/

Sebarkan..
Jazaakumullah khairan

KEMULIAAN DAN KEWIBAWAAN SEORANG HAMBA YANG HAKIKI ITU HANYA BERDASARKAN AGAMA DAN AKHLAKNYA YANG BAIK

Oleh: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz حفظه الله

Ibnu Al-Muqoffa’ rahimahullah berkata: “Jika manusia menghormatimu (dan memuliakanmu) karena harta dan kekuasaanmu (atau kedudukanmu, pent), maka janganlah engkau kagum dengannya. Karena penghormatan n kemuliaan seperti itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya keduanya. Akan tetapi, hendaknya engkau merasa kagum (n bersyukur pada Allah, pent) manakala mereka memuliakan n menghormatimu karena (baiknya) agama dan akhlak (perilaku n sopan santun)mu.” (Lihat ‘Uyuunu Al-Akbaar, karya Ibnu Qutaibah II/121).

Hal ini sebagaimana Allah memuji Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam n memberikan kepada beliau kedudukan yg tinggi disebabkan keimanan n ketakwaan beliau yg sangat kuat, dan akhlak beliau yg sangat agung.

(*) Allah Ta’ala berfirman:
“Wa innaka La’alaa Khuluqin ‘Azhiim”

Artinya: “Sesungguhnya engkau (hai Muhammad) benar-benar di atas akhlak yg sangat agung.”. (QS. Al-Qolam: 3).

(*) Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan harta dunia kpd siapa saja yg Dia cintai n siapa sj yg Dia benci. Akan tetapi Allah Ta’ala tidaklah memberikan iman (dan baiknya kwalitas agama, pent) kecuali hanya kepada orang-orang yg Dia cintai.”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dlm Al-Mushonnaf secara Mauquf).

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 8 April 2013)

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Faedah & Mau’izhoh Hasanah.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

Ritual Sesat Menjelang Ujian Akhir Nasional

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Ujian Akhir Nasional (UAN) kali ini memang terasa sulit dibanding dimasa silam.

Semakin sulitnya pun, hal-hal tidak logis dan berbau mistik yang dilakukan.

Entah kenapa bukan hanya Allah yang jadi tempat mengadu.

Apa karena lemahnya iman yang membuat mereka malah semakin
jauh dari Allah.

Padahal orang-orang musyrik di masa silam saja ketika
sulit, yang mereka jadikan tempat harapan adalah Allah semata.
Makanya ketika sempit, mereka meminta hanya pada Allah.
Namun ketika lapang, Allah diduakan dalam ibadah.

Berbagai Ritual Sesat

Coba kita lihat ada berbagi ritual sesat yang ditampilkan oleh
berbagai media menjelang UAN saat ini.

1- Minta wangsit dari dukun

2- Memakai jimat dan rajah berupa pensil dan lainnya

3- Berdo’a melalui perantaraan kubur wali

4- Mandi kembang

5- Doakan keampuhan pada pensil yang digunakan untuk UAN

Baca kesesatan selengkapnya di :
http://muslim.or.id/aqidah/ritual-sesat-menghadapi-ujian-akhir-nasional.html.

Sumber-sumber Maksiat

Seluruh maksiat & perbuatan dosanya baik yg besar maupun yg kecil berasal dari 3 sumber maksiat:

1. Bergantung kpd selain Allah, puncaknya adalah syirik

2. Emosional, puncaknya adalah pembunuhan

3. Terlalu mengumbar nafsu, puncaknya adalah zina

Allah Jalla wa’ala telah menyebutkan semua itu dalam ayat-Nya yg mulia “Dan yg tdk pernah beibadah kpd selain Allah, tdk membunuh jiwa yg Allah haramkan kecuali dgn alasan yg benar & tdk berzina” Al-Furqon:68

Untuk mengatasi semua itu adalah dengan:

1.iman kpd Allah (ilmu yg benar, pemahaman yg benar & amal saleh)

2. Banyak berserah diri kpd Allah

3. Senantiasa menjauhi segala hal yg memancing syahwat

4. Berusaha untuk selalu meredam emosi & tdk pernah menyimpan dendam

Dalam hal ini Allah berfirman,
” Apa yg telah kalian raih sekecil apapun adalah perhiasan kehidupan Dunia sedangkan apa yg ada disisi Allah adalah lebih baik & lebih abadi bagi orang-orang yg beriman, senantiasa berserah diri kpd Rabb mereka, selalu menghindari setiap perbuatan keji sekecil apapun & selalu berupaya meredam emosi” As-Syura: 36-37.

Semoga bermanfaat!

Lihat Al-Fawaid karya Ibnul Qoyyim Hal. 132-133

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc

Jilbab Gaul…

Pemutarb­alikan Tujuan Syari’at…

Sungguh aneh…
Jilbab yang disyari’atkan dengan tujuan agar seorang wanita terjaga, terlindungi, tidak menjadi pusat tebar pesona, agar menutupi perhiasannya, agar tidak diganggu dan menjadi mangsa lirikan-lirikan­ mata yang jelalatan….

SEBALIKNYA…
Ol­eh sebagian wanita muslimah malah dijadikan sarana untuk berhias…, mempercantik panorama wanita…, sarana menebar pesona….

Semoga Allah mengembalikan mereka ke jalan yang lurus….
Aamiii­n

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Sudahkah Kita Siap Dengan Amal Kita Saat Ini ?

“Yang mengikuti mayit hingga ke kubur ada tiga: keluarga, harta dan amalnya. Dua akan kembali, yangg satu tinggal bersamanya. Yang akan kembali adalah keluarga dan hartanya. Yang akan tetap adalah amalnya” (HR Bukhari & Muslim)

Sudahkah kita siap dengan amal kita saat ini?

Rumaysho.com

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

CIRI-CIRI WANITA AHLUL JANNAH

Nabi yang mulia shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda dalam satu haditsnya yang diriwayatkan oleh imam nasa’I.

Beliau bersabda;
“Maukah aku beritahukan kepada kalian, tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penghuni syurga ?? mereka ini ialah istri yang memiliki rasa belas kasih sayang, kemudian yang bakal memberikan banyak keturunan, dan mereka (para istri) yang segera kembali/mendatangi suaminya. Dia (seorang istri) dimana jika terjadi suaminya marah dengannya, maka istrinya segera mendatanginya (mendatangi suaminya) serta meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya seorang istri berkata padanya: “Aku tidak mampu memejamkan mataku ini (aku tidak bisa tidur) sebelum engkau ridha kepadaku”.

Subhaanallah….
Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran yang sangat berharga sekali untuk kita semua, diantara pelajaran yang dapat kita ambil:

1. Memberikan pelajaran yang berharga kepada kita tentang ciri-ciri wanita ahlul jannah.

2. Keutamaan memiliki seorang istri yang memiliki rasa belas kasih dan sayang, yang kelak sangat memberikan manfaat untuk suami dan anak-anaknya, yang dia berkhidmat untuk mereka (suami dan anaknya) dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, dan tidak keras dan kasar kpd suami dan anaknya.

3. Keutamaan menikahi seorang wanita yang kelak akan mendapatkan keturunan yang banyak darinya, yang dengan sebabnya memiliki banyak anak akan menambah jumlah kaum muslimin yang beribadah kepada ALLAH dan menghidupi sunnah Nabi-NYA.

4. Tingginya hak suami yang wajib dipenuhi oleh seorang istri, dan wajib bagi seorang istri untuk taat kepadanya dalam perkara baik (bukan ma’siyat).
Bahkan Nabi yang mulia pernah bersabda: “tidaklah seorang istri dapat memenuhi hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya.

Semoga bermanfaat

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Nifaq Ada Dua Macam: Nifaq I’tiqadi Dan Nifaq ‘Amali.

Jenis ke 1.
Nifaq i’tiqadi(keyakinan):
yaitu sesorang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman. Padahal hakikatnya tidak beriman.

Nifaq ini telah disebutkan di dalam Al Qur’an di beberapa tempat. Dan Allah Ta’ala akan memasukkan pelakunya krn nifaq ini ke dasar neraka yang paling bawah.
Krn hakikatnya ia adalah orang yg tidak percaya ajaran islam

Jenis ke 2.
Nifaq ‘amali(perbuatan):
sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam:

(( أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا , وَمَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ , وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ )) (رواه البخاري ومسلم)

“Empat hal apabila terdapat pada diri seseorang maka dia menjadi seorang munafiq tulen, dan jika terdapat padanya satu di antara empat hal tersebut, maka pada dirinya terdapat satu tanda kemunafikan hingga dia meninggalkannya: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji
mengingkari, jika berselisih dia berbuat curang, dan jika dipercaya
berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sebagaimana sabda beliau:
(( آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ )) (رواه البخاري)

“Tanda seorang munafik ada tiga: jika berbicara maka dia berdusta, jika berjanji maka dia mengingkari, dan jika dipercaya maka dia berkhianat.” (HR Bukhari.

Adapun nifaq amal ini merupakan dosa besar yg dapat mempengaruhi naik turunnya iman dalam diri seorang mu’min.

Maka berhati hatilah dan selalu introspeksi diri.. Jangan sampai ada tanda tanda kemunafikan pada diri kita baik keyakinan ataupun perbuatan.

Akhir kata, kita memohon kepada Robbul alamin Allah azza wa jalla untuk menjaukan nifaq tsb dari hati maupun amalan kita.

آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl.

‎Jangan Mengorek-ngorek Kesalahan Orang Lain


D¡ antara adab islam, Kita diperintahkan untuk menutupi aib orang lain. Karena barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya ketika ‎di¡ dunia maupun ‎​di akherat nanti.

Seperti disebutkan dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Huraiarah رضي الله عنه

Dari Nabi صلى الله عليه و سلم

من ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة

“Barangsiapa yang menutupi aib
saudaranya yang muslim, maka Allah tutup aibnya ‎​di dunia dan ‎​di akhirat”.

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –
by Ust. Fuad Hamzah Baraba’

Menebar Cahaya Sunnah