Gerhana Panumbra… Apakah Disyari’atkan Untuk Sholat Gerhana…?

Di beberapa media diinformasikan akan terjadi gerhana bulan, gerhana panumbra.

Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan jelas namun cahayanya nampak sedikit suram.

Bagi umat Islam, terjadinya gerhana adalah satu peringatan yang sepatutnya disikapi dengan arif, yaitu dengan mendirikan sholat gerhana, memperbanyak istighfar dan sedekah. Gerhana bukanlah momentum indah yang perlu dibanggakan.

Dengan gerhana, Allah mengancam dan memberi peringatan bahwa Allah kuasa menjadikan matahari tidak lagi berputar, tidak lagi bersinar. Allah kuasa menjadikan matahari berhenti di tempat atau bisa pula menjadikan perjalanan matahari dan bulan terus beriringan sehingga gelap gulita .

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
الشمس والقمر أيتان من ايات الله يخوف الله بهما عباده لا تنكسفان لموت أحد ولا لحياته فأذا رايتم شيئا من ذلك فازعوا الى الصلاة
Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda keesaan Allah. Dengan keduanya Allah memberi peringatan kepada hamba-hamba-Nya. Keduanya tidak akan mengalami gerhana hanya karena kematian seseorang atau terlahirnya seseorang. Jika kalian mendapatkan gerhana maka segera tegakkanlah sholat

Menurut informasi yang beredar, pada hari ini Rabu 23 maret 2016 akan terjadi gerhana bulan panumbra.

Sebagai orang Islam, hal pertama yang anda pertanyakan ialah : apakah disyari’atkan untuk sholat gerhana bila benar benar terjadi gerhana panumbra?

Jawabannya:
Bila bulan benar benar tetap bercahaya tanpa ada yang menutupinya, dan hanya berwarna sedikit suram, maka tidak disyari’atkan untuk sholat gerhana, serupa dengan kondisi bila bulan tertutup oleh awan. Wallahu Ta’ala a’alam bisshawab.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Kurangi Santaimu…

“Setiap kali hawa nafsumu mendorongmu
untuk tidak beramal, katakan padanya:
boleh jadi dengan amal ini aku masuk
ke dalam surga.” (Ibnul Qoyyim)

Kurangi santai-santaimu untuk alam
kuburmu, sedikitkan main-main dan
tidurmu. Karena nanti kau akan tidur,
pagi harinya kemudian terjadi di hari
kiamat.”

Syaikh Muhammad Shalih
Al Munajjid, حفظه الله تعالى

Courtesy of Twit Ulama

image

Rukun Syukur…

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله تعالى menjelaskan bahwa syukur itu dibangun di atas tiga rukun;

1. Mengakui nikmat tersebut dari Allah secara batin,

2. Mengutarakannya secara lahir yaitu dengan memuji Allah,

3. Dan menggunakannya demi menggapai keridhaan Allah Dzat yang telah menganugerahkan nikmat tersebut kepadanya.

(Al-Wabil ash-Shayyib, hal. 3)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Bagi para penikmat hidangan panas…

image

“Rasulullah melarang meniup makanan dan minuman.” HR. Ahmad

1. Hadits ini jelas melarang kita meniup makanan/minuman untuk mendinginkannya. Larangan ini meski hanya makruh (dibenci), tidak sampai berdosa bila dilanggar, namun seorang muslim yang baik tidak akan mengabaikannya karena ia akan mendapat pahala dengan meninggalkannya sekaligus memetik hikmah lainnya.

2. Tahu atau tidak, seorang muslim yakin bahwa semua yang dilarang dalam Islam pasti mengandung bahaya yang lebih besar dari manfaatnya.
Bila ia tahu hikmah tersebut, imannya bertambah.
Jika ia tidak tahu, ia tetap mengimaninya.

3. Di antara hikmahnya adalah karena udara yang kita tiupkan mengandung CO2 (karbon dioksida).
Bila bereaksi dengan H2O (air) dalam minuman atau sebagian makanan, akan berubah menjadi H2CO3 (asam karbonat) yang meningkatkan resiko penyakit jantung.
Ini yang baru diketahui, tentu Allah Al-‘Alim Al-Hakim memiliki rahasia lain yang kita belum ketahui.

4. Al-Hafidzh Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa meniup makanan/minuman panas merupakan perangai ketergesaan yang tercela dalam Islam.

5. Solusinya ialah dengan sabar menunggu hingga dingin sembari berzikir, mengipasi/dengan kipas angin, dan lain-lain asal tidak kita tiup.

Wallahu a’lam.

✒ Ustadz Fajri hafidzahullah

@Program JODOH

Jangan tunda lagi…

Betapa merugi Iblis yang telah menggoda
seseorang bertahun-tahun sehingga
terjerumus dalam berbagai kemaksiatan,
namun di akhir hayat orang tersebut
bertaubat kepada Allah. Usaha Iblis
selama ini akhirnya sia sia.

Maka perbanyaklah taubat dan istighfar,
jangan menunda-nunda untuk bertaubat,
karena kita tidak tahu kapankah akhir
hayat kita… Iblis sangat ingin kita
meninggal dalam kondisi belum sempat
bertaubat…, diantara godaannya adalah
agar kita menunda-nunda taubat sehingga
kita dikagetkan dengan KEMATIAN YANG
DATANG TIBA-TIBA…

DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

image

Menebar Cahaya Sunnah