Lihatlah Keatas…

Jika Anda tidak mampu menatap
ke depan karena masa depan yang
kelam, tidak pula mampu memandang
ke belakang karena masa lalu yang
menyakitkan, maka lihatlah ke atas,
niscaya akan Anda temukan Allah
di hadapanmu, dan tersenyumlah !”

Yusuf Al Syubailiy, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Karena Wanita Kami Sangat ISTIMEWA…

Sebagian orang, menganggap bahwa Islam sangat membelenggu kaum wanita, buktinya: dalam berpakaian di luar rumah mereka harus mengenakan JILBAB dan pakaian yang menutup hampir 100% tubuhnya!

Terlihat logis… Namun, sebenarnya ada sisi lain yang tidak mereka lihat atau sengaja mereka sembunyikan… coba Anda renungkan beberapa hal berikut ini:

1. Yang memerintahkan wanita kami berjilbab adalah Allah ta’ala [lihat: Surat Al-Ahzab: 59]…  Dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang… Maha Bijaksana dan Maha Tahu maslahat hambaNya… Pantaskah Tuhan yang demikian, menginginkan keburukan dari kebijaksanaannya untuk hamba-Nya.

Bahkan Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah meyabdakan, bahwa kasih sayang Allah kepada hambaNya jauh lebih dahsyat, daripada kasih sayang seorang ibu kepada anak kecil yang disusuinya. [HR. Bukhori: 5999, Muslim: 2754].

Anda tentu YAKIN semua perintah ibu, pasti untuk kebaikan Anda, tidak mungkin bertujuan buruk… Begitu pula Allah, bahkan Dia jauh melebihi ibu Anda. Ketika Dia memerintahkan jilbab, tentu yang Dia inginkan kebaikan, bukan keburukan.

2. Lihatlah alam sekitar Anda, semua benda yang ditutupi pasti akan terjaga dan terlindungi dengan baik… dan ini adalah salah satu sisi kebaikan yang Allah inginkan dari syariat jilbab.

– Lihatlah bagaimana permen harus selalu terbungkus dengan sempurna, agar terjaga baik dan bersih. Bahkan saat terjatuh ke tanah, dia akan tetap terjaga baik.. Coba bayangkan bila dia terbuka tanpa penutup, tentunya tidak lama akan lusuh, kotor, pudar, dan rusak, bahkan walaupun belum jatuh ke tanah.

– Lihatlah buah-buahan… tanpa kulitnya, isinya akan rusak… dengan penutup itulah isinya akan terjaga dengan baik, bersih, dan segar… bahkan seringkali para petani memberi bungkusan tambahan saat masih kecil, agar ketika buah-buah itu besar dan matang, dia dalam keadaan bersih, indah, dan terjaga dari gangguan alam.

– Dan lihatlah bumi, bagaimana Allah menjaganya dengan lapisan tebal, agar terjaga dari gempuran gangguan dari luar angkasa, coba bayangkan kerusakan yang bumi alami tanpa penutup itu.

3. Memang dengan penutup jilbab/hijab, seorang muslimah tidak akan bebas bergerak di luar rumah… Namun, bila dipikir lebih dalam, bukankah dengan itu, seorang muslimah akan diposisikan sebagai seorang yang terhormat?!

– Muslimah tidak akan mencari pekerjaan yang tidak sesuai dengan fitrahnya yang halus dan jilbabnya yang mulia… ia akan kreatif mencari dan memilih pekerjaan yang menjaga tubuh dan agamanya, toh jatah rejeki dia sudah Allah jamin sampai kepadanya.

Bahkan sebenarnya dia tidak boleh bekerja, kecuali bila diizinkan oleh suaminya, atau ayahnya (bagi yang belum menikah), itulah Islam yang memuliakan dan memanjakan seorang muslimah.

– Muslimah tidak memerlukan banyak produk kecantikan… karena jilbabnya sudah sangat melindungi kulitnya dan menjaga dengan baik keindahannya.

Sungguh KASIHAN orang yang diperbudak setan, setelah dia buka jilbabnya, dia harus menjaga kulitnya yang terpapar sinar matahari dan polusi, dia harus menjaga rambutnya agar terus terlihat wah, model pakaiannya menjadi berlusin-lusin agar tampak istimewa… dst.

Lalu apa yang dia dapatkan setelahnya, tidak lain hanya sanjungan dari makhluk yang serba lemah dan terbatas, atau kebencian dari orang yang iri dan dengki dengan kecantikannya… Dan setelah itu semua, dia harus menanggung siksa Allah karena maksiat buka aurat dan menarik pandangan haram orang lain kepadanya, na’udzubillah.

– Dengan memakai jilbab, seorang muslimah akan banyak mendapatkan pahala… selama dia memakaikan jilbabnya, maka selama itu pula dia mendapatkan pahala… semakin tertutup rapat, pahala akan semakin besar… semakin berat cobaan dari lingkungan sekitar, semakin berat juga timbangan pahalanya.

Jilbab adalah keistimewaan bagi wanita kami… mereka menjadi terhormat di mata manusia, dan semakin mulia di sisi Allah ta’ala.

Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى

Cara Pacaran Islami…

Pak, bagaimana caranya pacaran islami? Seperti mahasiswa – mahasiswi kampus gitu?

Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sejalan dengan maraknya dakwah di berbagai media, masyarakat muslim Indonesia mulai sadar pentingnya syariah. Semangat ini ditandai dengan maraknya label islam dan syariah. Hingga label ini diobral untuk semua properti yang ada di lingkungannya. Terlepas apakah yang dia lakukan diizinkan oleh syariat, atau sebaliknya, justru bertentangan dengan syariat.

Di sekitar kita ada bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, hotel syariah, dst. demikian pula kata islami, banyak orang menggunakannya untuk menyebut melabeli kegiatannya. Kita dengar ada musik islami, joget islami, sampai pacaran islami.

Ada 2 kemungkinan latar belakang orang menggunakan label ini,

1. Dalam rangka mencari pembenar. Karena dengan label islami, akan lebih mudah diterima masyarakat.

2. Keinginan untuk menyesuaikan diri dengan aturan islam. Sehingga semua kegiatan di atas dibersihkan dari unsur yang dilarang dalam syariat islam.

Apapun itu, melihat latar belakang ini, sebenarnya mereka memahami bahwa semua properti dan aktivitas di atas, mulai dari bank, asuransi, pegadaian, hotel, musik, joget, sampai pacaran, semua itu bermasalah secara syariat. Jika tidak, mereka tidak akan menggunakan label itu sebagai langkah pembenaran.

Yang menarik, mereka yang suka menggunakan label islam dan syariah itu, sangat semangat untuk menjadi islam syamil, kamil, islam kaffah.

Mengikuti firman Allah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam islam secara keseluruhan.” (QS. al-Baqarah: 208)

Tentu saja untuk menjadi muslim yang kaffah, bukan dengan memberi label islami untuk semua aktivitas kita. Karena label semata tidak ada artinya, sementara hekakatnya bertentangan dengan islam. Akan tetapi, muslim kaffah adalah muslim yang menjalankan setiap aktivitasnya sesuai aturan syariat. Meskipun tidak dilabeli dengan nama syariat.

Adakah Pacaran Islami?

Jika memang itu halal, mengapa harus diberi label islami?

Adanya label islam, tentu saja karena dia bermasalah. Bagaimana mungkin pacaran bisa diberi label islami?? Sementara semua hubungan lawan jenis yang bukan mahram, berpotensi untuk menjadi sumber dosa. Mulai yang tangan sampai hati.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

“Sesungguhnya Allah menetapkan jatah dosa zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari 6243)

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata dengan melihat (yang diharamkan), zina hati dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad 8578)

Kalaupun pacaran islami itu fisik tidak bersentuhan, tapi saling menatap dan menikmati. Kalaupun pacaran islami dilakukan dibalik hijab, mata tidak saling menatap, tapi telinga saling mendengar. Mendengar kalimat demi kalimat dari orang yang dia cintai. Kalaupun dalam pacaran islami itu hanya dengan berkomunikasi lewat hp, chat layaknya suami istri, tapi bukankah hati menikmati dan bahkan membayangkannya?

Karena hakikat zina hati adalah dia membayangkan melakukan sesuatu yang haram, yang membangkitkan syahwat, baik dengan lawan jenis maupun dengan sejenis. Sehingga tidak ada peluang untuk melakukan pacaran islami, selain pacaran setelah pernikahan. Hanya dengan menikah, anda bisa pacaran.

Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

“Kami tidak mengetahui adanya solusi bagi orang yang saling mencintai selain nikah.” (HR. Ibnu Majah 1847 dan dishahihkan al-Albani)

Makna hadis, seperti dijelaskan al-Munawi,

المراد أن أعظم الأدوية التي يعالج بها العشق النكاح، فهو علاجه الذي لا يعدل عنه لغيره ما وجد إليه سبيلا

“Makna hadis bahwa cara paling mujarab yang bisa mengobati orang yang dirundung cinta adalah nikah. Tidak ada yang bisa menandingi solusi ini selama masih memungkinkan.” (Faidhul Qadir, 5/376)

Allahu a’lam.

Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

Ref : https://konsultasisyariah.com/26465-cara-pacaran-islami.html

Mencuci Hati Yang Kotor…

Saat pakaian kita kotor, kita pasti akan segera mencucinya. Namun apakah demikian juga yang kita
lakukan dengan hati kita ?

Cara mencuci hati adalah dengan tangisan air mata penyesalan dan ucapan istighfar serta senantiasa
berdzikir mengingat Allah Ta’ala.

Khalid Al Mushlih, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Jilbab = Budaya Arab, Bukan Syariat Islam…?

Jilbab = budaya Arab, bukan syariat Islam…?

Pertanyaan di atas bisa benar bila jawaban yang tepat untuk pertanyaan berikut ini “TIDAK”

Apakah Allah ta’ala memerintahkan untuk memakai jilbab ?

Jika Anda menjawab “tidak”, maka silahkan mengatakan bahwa Jilbab bukan Syariat Islam… Tapi bila jawaban Anda “ya”, maka konsekuensinya, Anda harus katakan bahwa itu Syariat Islam.

Karena, termasuk diantara CIRI yang membedakan antara syariat dengan adat adalah adanya perintah yang memberatkan seorang hamba, sehingga dia pantas mendapatkan pahala dengan mentaatinya.

Dan jelas, jilbab merupakan sesuatu yang memberatkan seorang muslimah, baik di zaman dahulu maupun di zaman sekarang.

Lalu adakah Allah ta’ala memerintahkannya ?

Simaklah firman Allah ta’ala berikut ini:

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ

“Wahai Nabi (Muhammad), perintahkanlah kepada para isterimu, kepada putri-putrimu, dan kepada wanita-wanita kaum mukminin, agar mereka menjulurkan ke seluruh tubuh mereka jilbab-jilbab mereka”. [Al-Ahzab: 59].

Cobalah direnungkan, bila jilbab itu adat Arab, untuk apa Allah memerintahkannya ?

Pantaskah memerintahkan sesuatu yang sudah dilakukan, bahkan menjadi adat kebiasaan masyarakat ?

Jika jilbab itu benar adat Arab dan bukan Syariat Islam, harusnya redaksi ayatnya berupa KABAR tentang adat jilbab di zaman beliau, bukan berupa PERINTAH untuk mengenakan jilbab, wallohu a’lam.

Semoga uraian di atas bermanfaat dan bisa dipahami dengan baik.

Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى

Lagi Rame Wali Songo…

lagi rame soal wali songo..
saya disuruh tobat dan minta maaf..
saya alhamdulillah selalu tobat dan minta maaf kepada Allah..
atas segala dosa dan kesalahan..
soal wali songo..
di rodja saya menyatakan..
bahwa tidak ada bukti otentik tentang wali songo..
masih terjadi perselisihan tentang asal usul wali songo..
ada yang mengatakan berasal dari turki..
dan ada yang mengatakan dari yang lain..
saya alhamdulillah diberi kemudahan untuk kuliah di fakultas hadits..
bila kita praktekan ilmu sanad..
ternyata sanad sanadnya terputus..
itu semua sejauh keilmuan saya yang terbatas..
bila wali songo memang ada..
dan mereka orang orang shalih dan bertaqwa..
sudah kewajiban kita untuk menghormati dan mencintai mereka..
namun bukan untuk dikultuskan..
karena Rasulullah lebih agung dari mereka..
para shahabat jauh lebih utama dari mereka..
para imam madzhab jauh lebih alim dari mereka..
tentu yang menjadi rujukan kita adalah kitabullah dan sunnah rosul yang shahih serta ijma para ulama..
inilah keyakinanku..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Tidak Sibuk Mengurusi Orang Lain…

Maukah Anda diberitahu bagaimana mencapai
derajat yang sangat tinggi dengan amalan
yang ringan ?!

Jauhkan diri dari sibuk mengurusi orang lain !!

Seorang muslim yang sempurna adalah seorang
muslim yang muslim lain selamat dari gangguan
lisan dan tangannya. Di antara tanda baiknya
Islam seseorang, ketika dia meninggalkan
sesuatu yang tidak bermanfaat untuknya.

Yusuf Al Syubailiy, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Tanda Kelembutan Kepada Orang Tua…

Di antara tanda kelembutan, kebaikan dan
kasih sayang kepada kedua orang tua apalagi
kepada ibu ketika sudah tua, jangan
melibatkan mereka terlalu dalam kepedihanmu
dan masalah-masalah yang menimpamu
kecuali benar-benar terpaksa, karena keduanya
akan sangat sedih, bahkan bisa jadi lebih sedih
dari apa yang engkau bayangkan.

Sulaiman ar Rajihi, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Amal Shalih Yang Akan Kekal…

Harta dan segala perhiasan dunia, akan sirna. Tak kan tersisa sesuatupun milik manusia, kecuali amal shalihnya.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi: 46)

Sa’ad Al Khathlan, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Menebar Cahaya Sunnah