Jangan Siakan Waktumu…

Ahmad Isa al Mu’sharawi, حفظه الله تعالى

Tiga hal yang bisa menyia-nyiakan waktumu :

(1) Menyesal tentang sesuatu yang
sudah engkau lewatkan, karena hal itu
tak bisa kembali.

(2) Membandingkan dirimu dengan orang
lain, karena itu tak bermanfaat.

(3) Mencoba membuat semua manusia ridha,
karena itu tak bisa terjadi.

image

Kerinduan Orangtua

Kita -sebagai orang tua-sering rindu kepada anak kita, ingin melihatnya, ingin memeluknya, ingin ngobrol dengannya. Betapa bahagianya kita tatkala melihat tawa anak kita.

Begitu pula ibu dan ayah kita, bisa jadi di masa tua mereka rindu kepada kita, maka janganlah kita baru menjenguk mereka atau menelpon mereka jika kita yang rindu. Kerinduan mereka kepada kita tidak harus menunggu kerinduan kita kepada mereka. Apalagi kita sering sibuk sehingga kerinduan terhadap mereka
terlupakan dan terabaikan.

Terlebih lagi orang tua malu untuk menyatakan kerinduannya kepada kita.

Kapan lagi..? Mumpung mereka masih bisa melihat tawa kita.

Waktu untuk kesibukan kita belum tentu sepanjang umur orang tua kita.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Jika Ingin Tahu KECINTAAN Kepada ALLAH Yang Ada Pada Dirimu

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan:

“Jika kamu ingin tahu KECINTAAN kepada ALLAH yang ada pada dirimu maupun orang lain, maka lihatlah kecintaan hatimu kepada ALQUR’AN, dan (apakah) kelezatanmu dalam mendengarkannya melebihi kelezatan para penyanyi dan penari mendengarkan musik.

Karena sudah dimaklumi bahwa orang yang mencintai idolanya, maka perkataan dan ucapannya akan menjadi sesuatu yang paling dia cintai, sebagaimana dikatakan (dalam sebuah syair):

‘Jika kamu mengaku mencintai-Ku, lalu mengapa kamu menjauhi kitab-Ku..?!

Tidakkah kamu merenungkan (dan merasakan) kelezatan perkataanku yang ada di dalam kitab-Ku..?!’

Sahabat Utsman bin Affan juga mengatakan: ‘Seandainya hati kita bersih, tentunya dia tidak akan kenyang dengan kalamullah’

Bagaimana pecinta akan kenyang dengan ucapan orang yang dicintainya, yang dia adalah tujuan akhir yang dicarinya..?!”

[Kitab: Adda’ wad Dawa’, Ibnul Qoyyim, hal: 258]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

George Bin Todzira, Hidayah Datang Saat Di Medan Perang…

Memang hidayah itu istimewa. Ia mahal dan berharga. Kedudukan dan status sosial bukanlah ukuran mendapatkannya. Gelimang harta bukanlah sarana bisa mendapatkannya. Terkadang, ia pun datang di saat yang tak disangka. Ia datang di saat yang menyerunya mungkin sudah putus asa. Ia datang, kadang di saat musibah. Dan ia datang ketika permusuhan sudah mencapai puncaknya.

Seperti kisah George Todzira. Hidayah datang padanya justru saat ia tengah siap berperang.

Siapakah George bin Todzira ? Silahkan baca kelanjutan kisahnya :

https://kisahmuslim.com/5385-george-bin-todzira-hidayah-datang-saat-di-medan-perang.html

Nasihat Syaikh Asy Syinqithy Kepada Para Editor Video/Audio Ceramah…

Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy, حفظه الله تعالى

Bismillahirrahmairrahim,

Berikut ini ringkasan nasihat Fadhilatusy Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy hafizdahullah tentang fenomena yang meluas dan menyebar terlebih di internet adanya cuplikan-cuplikan video/audio ceramah ilmiyyah, didalamnya disebutkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadist Nabi shallallahu’alaihi wasallam namun diringi backsound musik,  suara rintihan agar terasa sedih, suara acapella dan yang lainnya.

Diantara nasehat beliau hafidzahullah :

1. Hukumnya haram memadukan cuplikan ceramah ilmiyyah dengan efek-efek suara baik musik,  suara rintihan atau suara gumaman karena kebenaran itu sendiri memiliki daya tarik dan pengaruh kuat. Tidak memerlukan efek-efek suara seperti diatas. Dan barangsiapa yang berbuat demikian dia berdosa secara syariat karena telah mencampur adukkan kebenaran dan kebatilan. Kelak di hari kiamat Allah akan menanyakan perbuatannya maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.

2. Syaikh hafidzahullahberlepas diri dari orang yang berbuat demikian terhadap cuplika-cuplikan ceramah beliau. Beliau mempersaksikan kepada Allah dan malaikat-malaikatNya. Beliau menghimbau orang tersebut untuk takut kepada Allah.

3. Mengiringi ceramah agama dengan nasyid, bentuk penyelisihan terhadap syariat Allah. Allah Ta’alaberfirman,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (Al Ahqaf: 29)

Tatkala seorang duduk dimajlis ilmu,  majlis dzikir majlis yang disebutkan ancaman dan janji Allah maka dia akan mendapat siraman nasehat yang berpengaruh dalam hatinya. Tak butuh lagi efek-efek suara yang menghiasi agar lebih khusyu, syahdu dan tujuan lainnya. Karena Al Qur’an adalah Al Haq jika diturunkan kepada gunung akan hancur berkeping-keping karena rasa takutnya kepada Allah Ta’ala. Hal ini tentu sangat jauh berbeda dengan efek-efek suara diatas.

4. Pernahkah didapati Nabi shallallahu’alaihi wasallam bernasyid dihadapan para sahabatnya? Pernahkan Anda dapati dalam sunnah yang shahih beliau melakukan hal ini?
Orang yang berbuat demikian telah membuat jalan buruk. Dia berdosa tanpa ragu lagi.

5. Tidak ada ijtihad untuk permasalahan yang sama sekali tidak memiliki landasan dalil baik Al Qur’an dan Assunnah. Karena sebagian orang menganggap perbuatan ini adalah hasil ijtihad. Wallahuta’alaa’lam

Untuk selengkapnya silakan simak nasihat beliau:

Berdasarkan fatwa ini tidak diperbolehkan menyebarluaskan cuplikan ceramah ilmiyyah yang terdapat efek suara nasyid terlebih musik. Allahua’lam.

***
Sumber: Durarusy Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy
Diringkas dan diterjemahkan oleh Tim Penerjemah wanitasalihah.com

Ref : http://www.situssunnah.com/?utm_source=feedburner&utm_medium=twitter&utm_campaign=Feed%3A+ArtikelSitusSunnah+%28Artikel+Situs+Sunnah%29#!/articles/nasihat-syaikh-asy-syinqithy-kepada-para-editor-video-audio-ceramah

Nasihat Syaikh Asy Syinqithy Kepada Para Editor Video/Audio Ceramah…

Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy, حفظه الله تعالى

Bismillahirrahmairrahim,

Berikut ini ringkasan nasihat Fadhilatusy Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy hafizdahullah tentang fenomena yang meluas dan menyebar terlebih di internet adanya cuplikan-cuplikan video/audio ceramah ilmiyyah, didalamnya disebutkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadist Nabi shallallahu’alaihi wasallam namun diringi backsound musik,  suara rintihan agar terasa sedih, suara acapella dan yang lainnya.

Diantara nasehat beliau hafidzahullah :

1. Hukumnya haram memadukan cuplikan ceramah ilmiyyah dengan efek-efek suara baik musik,  suara rintihan atau suara gumaman karena kebenaran itu sendiri memiliki daya tarik dan pengaruh kuat. Tidak memerlukan efek-efek suara seperti diatas. Dan barangsiapa yang berbuat demikian dia berdosa secara syariat karena telah mencampur adukkan kebenaran dan kebatilan. Kelak di hari kiamat Allah akan menanyakan perbuatannya maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.

2. Syaikh hafidzahullahberlepas diri dari orang yang berbuat demikian terhadap cuplika-cuplikan ceramah beliau. Beliau mempersaksikan kepada Allah dan malaikat-malaikatNya. Beliau menghimbau orang tersebut untuk takut kepada Allah.

3. Mengiringi ceramah agama dengan nasyid, bentuk penyelisihan terhadap syariat Allah. Allah Ta’alaberfirman,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (Al Ahqaf: 29)

Tatkala seorang duduk dimajlis ilmu,  majlis dzikir majlis yang disebutkan ancaman dan janji Allah maka dia akan mendapat siraman nasehat yang berpengaruh dalam hatinya. Tak butuh lagi efek-efek suara yang menghiasi agar lebih khusyu, syahdu dan tujuan lainnya. Karena Al Qur’an adalah Al Haq jika diturunkan kepada gunung akan hancur berkeping-keping karena rasa takutnya kepada Allah Ta’ala. Hal ini tentu sangat jauh berbeda dengan efek-efek suara diatas.

4. Pernahkah didapati Nabi shallallahu’alaihi wasallam bernasyid dihadapan para sahabatnya? Pernahkan Anda dapati dalam sunnah yang shahih beliau melakukan hal ini?
Orang yang berbuat demikian telah membuat jalan buruk. Dia berdosa tanpa ragu lagi.

5. Tidak ada ijtihad untuk permasalahan yang sama sekali tidak memiliki landasan dalil baik Al Qur’an dan Assunnah. Karena sebagian orang menganggap perbuatan ini adalah hasil ijtihad. Wallahuta’alaa’lam

Untuk selengkapnya silakan simak nasihat beliau:

Berdasarkan fatwa ini tidak diperbolehkan menyebarluaskan cuplikan ceramah ilmiyyah yang terdapat efek suara nasyid terlebih musik. Allahua’lam.

***
Sumber: Durarusy Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy
Diringkas dan diterjemahkan oleh Tim Penerjemah wanitasalihah.com

Allah Maha Mengetahui Segala Isi Hati…

Khalid Al Muslih, حفظه الله تعالى

Tak ada yang mengetahui apa yang jadi
isi hatimu kecuali Allah. Jika Allah tahu
bahwa isinya adalah kebaikan, Dia kan
menolongmu, meneguhkanmu dan
memudahkanmu menuju kebaikan.

Jika Allah tahu bahwa di dalamnya
adalah keburukan. Dia kan mengacuhkanmu
dan membiarkanmu dengan dirimu saja.
(Maka perhatikan niat segala amalan kita)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Cinta Pertama…

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Seorang penyair yang mabuk cinta berkata :

وما في الأرض أشقى من محب … وإن وجد الهـــوى حلو المذاق

Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara dari orang yang sedang jatuh cinta…
Meskipun hawa nafsunya telah menemukan ledzatnya rasa (mencintai)

تراه بـــاكيا في كــــــــل حــين … مـخافة فــــــــــرقة أو لاشتياق

Engkau melihatnya menangis (bersedih) setiap saat…
Karena takut akan perpisahan (dengan sang kekasih) atau karena kerinduan kepadanya…

نقل فؤادك حيث شئت من الهوى … ما الحب إلا للحـــبيب الأول

Pindahkanlah hatimu kepada siapa saja yang engkau sukai…
Akan tetapi cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang pertama…

كم منزل في الأرض يألفه الفتى … وحنينه أبدا لأول منــــــــزل

Betapa banyak tempat di dunia ini yang disinggahi oleh sang pemuda…
Akan tetapi kerinduannya selalu hanya kepada tempat persinggahan yang pertama…

Membedakan Marah…

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Jika seseorang marah terhadap istri
atau anaknya karena Allah, maka pasti
marahnya terkontrol dan ia akan
memberi hukuman dalam rangka
mendidik dan bukan membalas dendam.

Adapun jika kemarahan tidak terkontrol
maka itu pertanda kemarahan tersebut
karena mengikuti syaitan dan hawa nafsu

image

Menebar Cahaya Sunnah