Kematian yang sesuai gaya hidupnya… Part 4 – Akhir Sebuah Cerita…

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “AKHIR SEBUAH CERITA”…

Simak penjelasan Ustadz Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa bagian/audio agar bisa disimak lebih jelas.

Bagian keempat : Kematian yang sesuai gaya hidupnya…

Apa itu Muslim… ? Part 3 – Akhir Sebuah Cerita…

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “AKHIR SEBUAH CERITA”…

Simak penjelasan Ustadz Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa bagian/audio agar bisa disimak lebih jelas.

Bagian ketiga : Apa itu Muslim…

 

Tak ada solusinya, kecuali… Part 2 – Akhir Sebuah Cerita…

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “AKHIR SEBUAH CERITA”…

Simak penjelasan Ustadz Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa bagian/audio agar bisa disimak lebih jelas.

Bagian kedua : Tak ada solusinya, kecuali…

 

 

Kematian itu pasti datang… Part 1 – Akhir Sebuah Cerita…

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “AKHIR SEBUAH CERITA”…

Simak penjelasan Ustadz Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa bagian/audio agar bisa disimak lebih jelas.

Bagian pertama : Kematian itu pasti datang…
Bagian kedua : Tak ada solusinya, kecuali…
Bagian ketiga : Apa itu Muslim…
Bagian keempat : Kematian yang sesuai gaya hidupnya…
Bagian kelima : Butuh kepada Allah…
Bagian keenam : Merasa sok pintar di hadapan Allah…

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Kajian Di Rumah Tidak Boleh…?

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Sebagian da’i ada yang melarang kajian di rumah..
entah pendapat siapa yang ia ikuti..
yang jelas ada hadits yang menunjukkan..
bahwa kajian akhwat di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam justru diadakan di rumah..

قالت النساء للنبي صلى الله عليه وسلم غلبنا عليك الرجال فاجعل لنا يوما من نفسك فوعدهن يوما لقيهن فيه فوعظهن وأمرهن فكان فيما قال لهن ما منكن امرأة تقدم ثلاثة من ولدها إلا كان لها حجابا من النار فقالت امرأة واثنتين فقال واثنتين 

dari Abu Said al khudri ia berkata, para wanita berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, “Kami telah dikalahkan oleh para lelaki, maka jadikanlah bagi kami suatu hari, maka Nabi menjanjikan mereka suatu hari untuk bertemu untuk memberi nasehat dan perintah..
HR Bukhari dalam shahihnya no 102.
dalam riwayat Suhail bin Abi shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah Nabi bersabda: Tempat pertemuan kita di rumah Fulanah. Nabi pun mendatangi mereka dan menyampaikan hadits kepada mereka.

perhatikan hadits tersebut..
Nabi shallallahu alaihi wasallam mengadakan kajian akhwat di rumah..
lalu siapakah yang lebih kita ikuti..
perkataan seorang ustadz atau petunjuk Nabi ??

Sesungguhnya diantara dosa besar adalah..
mengharamkan apa yang Allah halalkan tanpa bukti nyata dari Allah dan RasulNya..
kajian para wanita di rumah itu lebih menutup aurat mereka dari pandangan para lelaki..
maka ikutilah petunjuk Nabi..
adapun pendapat siapapun bila bertabrakan dengan petunjuka Nabi, wajin ditolak..

wallahu a’lam

Hijab Dalam Sholat…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

tahukah anda..
ternyata di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak ada hijab antara laki laki dan wanita di saat sholat..
padahal Nabi mampu membuat hijab..
banyak dalil yang menunjukkan kepada hal ini..

diantaranya:

أخرج البيهقي (3-98) والنسائي (1-139) وابن خزيمة في صحيحه (1696) وابن حبان (1749) وابن ماجة (1046) والطبري في تفسيره (14-18) من حديث ابن عباس: (كانت امرأة تصلي خلف النبي صلى الله عليه وسلم حسناء من أجمل الناس، فكان ناس يصلون في آخر صفوف الرجال فينظرون إليها، فكان أحدهم ينظر إليها من تحت إبطه إذا ركع، وكان أحدهم يتقدم إلى الصف الأول حتى لا يراها فأنزل الله عز وجل: (ولقد علمنا المستقدمين منكم ولقد علمنا المستأخرين)..

imam Al Baihaqi, An Nasai, ibnu Khuzaimah dalam shahihnya, ibnu Majah, ibnu Hibban dan Ath Thabari meriwayatkan dari ibnu Abbas ia berkata:
Dahulu ada zeorang wanita yang cantik rupawan sholat di belakang Nabi shallallahu alaihi wasallam.
sebagian orang ada yang sholat di belakang shaff agar bisa melihatnya, ia melihatnya dari bawah ketiaknya.
sebagian lagi maju ke depan agar tidak melihatnya. maka Allah turunkan firmanNya:

ولقد علمنا المستقدمين منكم ولقد علمنا المستأخرين

Dan sesungguhnya Kami mengetahui siapa diantara kalian yang maju, dan siapa diantara kalian yang mundur ke belakang.

diantaranya:

حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا وكيع عن سفيان عن أبي حازم عن سهل بن سعد قال لقد رأيت الرجال عاقدي أزرهم في أعناقهم مثل الصبيان من ضيق الأزر خلف النبي صلى الله عليه وسلم فقال قائل يا معشر النساء لا ترفعن رءوسكن حتى يرفع الرجال

Abu Bakar bin Abi Syaibah bercerita, ia berkata telah bercerita Waqie’ dari Sufyan dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa’ad ia berkata, “Sungguh aku melihat para lelaki mengikat kain kain mereka di leher seperti anak kecil karena sempitnya ketika sholat di belakang Nabi.
maka dikatakan: Wahai para wanita, janganlah kalian mengangkat kepala kalian hingga kaum lelaki mengangkat kepala mereka dahulu..

hal ini karena para wanita mengikuti gerakan makmum yang ada di hadapannya.
bila ada hijab yang rapat, lalu terjadi kesalahan pada imam, maka mengakibatkan rusaknya sholatnya para wanita.
maka bila hendak dipakai hijab, baiknya hijab yang berlubang sehingga jamaah wanita bisa melihat makmum di depannya agar tidak terjadi kerusakan pada sholat mereka di saat terjadi kesalahan imam.

wallahu a’lam

Hukum Memakai Sepatu Hak Tinggi Bagi Wanita…

Konsultasisyariah.com

Pertanyaan:

Lajnah Daimah lil Ifta ditanya, “Apa hukum memakai sepatu hak tinggi bagi wanita, menggunakan kutek bagi kaum wanita? Mana yang lebih baik, cat kuku atau daun pacar? Apa hukum menggunakan daun pacar ketika sedang haid?

Jawaban:

Menggunakan sepatu hak tinggi tidak diperbolehkan karena bisa menyebabkan wanita yang memakainya terjatuh, sedangkan manusia senantiasa diperintahkan untuk menjauhi hal-hal yang membahayakan, berdasarkan keumuman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (Qs. Al-Baqarah: 195)

Serta firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَلاَ تَقْتُلُوْا أَنْفُسَكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (Qs. An-Nisa`: 29)

Juga karena menampakkan tingginya wanita lebih dari yang sebenarnya. Ini merupakan penipuan dan upaya untuk menampakkan keindahan yang wanita muslimah dilarang untuk menampakkannya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ

“Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam.” (Qs. An-Nur: 31)

Sedangkan kutek (cat kuku), tidak boleh dipakai karena menahan air ketika sedang wudhu dan mandi. Adapun tentang daun pacar, kami, tidak mendapatkan larangan memakainya (ketika haid) sebagaimana ketika sedang suci.

Sumber: Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Jilid 3, Darul Haq, Cetakan VI, 2010.

https://konsultasisyariah.com/3865-hukum-memakai-sepatu-hak-tinggi.html

Amalan Penebus Dosa… Edisi Doa Setelah Memakai Baju…

habis pakaian-Recovered

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Sebagai manusia kita tidak pernah lepas dari berbuat dosa dan sangat membutuhkan ampunan Allah Subhana Wata’ala. Akan tetapi dengan kasih sayang Allah Subhana Wata’ala, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan kepada umatnya tentang amalan-amalan yang dapat menebus dosa.

Semoga dengan mengetahui amalan-amalan penebus dosa ini, kita semakin semangat ber-taqarrub kepada Allah. Selain itu, kita juga semakin berharap akan ampunan-Nya yang luas, tanpa meremehkan maksiat sedikitpun.

Salah satu amalan penebus dosa adalah doa setelah memakai baju:

Dari Mu’adz bin Anas, bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memakai pakaian lalu mengucapkan,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِىْ هَذَا وَ رَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِّنىِّ وَ لاَ قُوَّةٍ

Alhamdulillahil-ladzii
Kasaani Haadza
Wa Rozaqoniihi
Min Ghoyrii Hawlin minnii
Wa Laa Quwwah

‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini dan memberiku rezeki dengan tanpa daya dan upaya dariku.’

Akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang yang akan datang.”

[HR Abu Dawud: 4023, at-Turmudziy: 3458, Ibnu Majah: 3285, Ahmad: III/ 439, Ibnu as-Sunniy dan al-Hakim. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan].

Ref :  “Amalan Penebus Dosa”, hal. 72.

 

Agar Dibela Dari Api Neraka

Rosulullah shollallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan memalingkan wajahnya dari api Neraka..”

(HR At Tirmidzi dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani).

Pernahkah mendengar saudaramu dighibah..?

Pernahkah mendengar temanmu dituduh..?

Padahal engkau mengetahui bahwa temanmu tidak demikian..
Itulah saatnya meraih keutamaan besar..

Agar kelak kita dibela dari api Neraka..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akal Pikiran Adalah Penjara Paling Sempit…

Abdullah Hadrami, حفظه الله تعالى

Al-Imam Abul Qasim Hibatullah bin Al-Hasan bin Manshur Ath-Thabari Al-Lalika’i rahimahullah (wafat 418 Hijriah) mengkisahkan:

“Ada dua orang Khawarij yang sedang thawaf di Ka’bah, lalu salah satu dari keduanya berkata kepada temannya: “Tidak ada yang masuk surga dari semua makhluk ini selain aku dan kamu saja”.

Temannya bertanya kepadanya (dengan penuh keheranan): “Surga yang luasnya seluas langit dan bumi dibangun hanya untuk aku dan kamu saja?”

Temannya menjawab: “Iya”.

Maka temannya itu berkata (dengan jengkel atas pemahaman yang sempit tersebut): “Kalau begitu untuk kamu saja!” Dan ia-pun meninggalkan pemikiran Khawarij.”

[Syarah Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah 8/ 1307]

Lucu, sedih, miris, tragis dan berbagai perasaan lainnya campur jadi satu membaca kisah diatas. Sungguh Bahaya Merasa Paling Benar Sendiri Seakan Surga Milik Pribadi dan Kelompoknya Saja. Terlalu banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk membuka telinga, mata dan hati atau akal pikiran, serta mencela siapa saja yang menutup telinga, mata dan hati atau akal pikirannya.

Masihkan kita memilih untuk terpenjara oleh akal pikiran kita yang sempit?

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Menebar Cahaya Sunnah