Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Badru Salam, حفظه الله تعالى
alhamdulillah..
banyak orang yang semangat membantu saudara saudara kita..
di palestina, di suriah, di negara negara sana..
sungguh..
ini menunjukkan kepedulian terhadap sesama muslim..
namun..
di negeri ini..
kaum muslimin pun amat membutuhkan bantuan..
banyak yang terlilit hutang..
banyak yang terpuruk perekonomian..
banyak yang hidup dalam kesusahan..
menjadi mangsa mangsa empuk kristenisasi dan syiahisasi..
Tidakkah hati kita lebih peduli dengan yang ada di sekeliling kita..
padahal..
Padahal membantu para janda dan kaum dluafa..
sama pahalanya dengan jihad fi sabiilillah..
sama dengan orang yang selalu sholat malam dan puasa..
sebagaimana dikabarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam..
dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim..
marilah saudaraku..
kita selamatkan aqidah saudara saudara kita..
dengan segala kemampuan kita..
dengan ilmu, harta dan doa..
Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:
Ada empat (amalan) yang dapat mendatangkan rezeki :
(1) Bangun malam (untuk sholat)
(2) Banyak istighfar di waktu sahur
(3) Rutin bersedekah
(4) Berdzikir di awal hari dan di akhirnya
Dan ada empat perkara yang dapat menghalangi rezeki :
(1) Tidur pagi
(2) Sedikitnya sholat
(3) Malas-malasan
(4) Berkhianat (tidak jujur)
[Sumber: Kitab Zaadul Ma’aad, Ibnul Qoyyim, 4/378]
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Imam Ahmad bin Hambal -rohimahulloh- mengatakan:
“90 ORANG dari generasi tabi’in, para imam kaum muslimin, para imam generasi salaf, dan para ahli fikih dari berbagai negeri, mereka semua telah SEPAKAT bahwa (ajaran) “sunnah” yang ditinggal wafat oleh Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- adalah:
(1) Rela dengan keputusan Allah azza wajall, tunduk kepada perintah-Nya, dan bersabar di atas hukum-Nya.
(2) mengambil apa yang Dia perintahkan dan berhenti dari apa yang Dia larang.
(3) beriman kepada takdir, baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk.
(4) meninggalkan perdebatan dan perbantahan dalam agama.
(5) (meyakini bolehnya) mengusap khuffain (kaos kaki dari kulit).
(6) melakukan jihad bersama khalifah (penguasa), baik penguasa itu baik maupun buruk.
(7) menyalati mayat yang berkiblat (ke ka’bah).
(8) (meyakini) bahwa iman itu perkataan dan perbuatan, dia bisa bertambah dengan ketaatan, dan bisa berkurang dengan kemaksiatan.
(9) (meyakini) bahwa Alquran adalah perkataan Allah, diturunkan ke hati nabi-Nya Muhammad -shollallohu alaihi wasallam-, bukan makhluk (pula) saat dibaca.
(10) (meyakini wajibnya) bersabar di bawah bendera penguasa, apapun keadaannya, baik penguasa itu adil ataupun zalim. Dan tidak boleh keluar (untuk memberontak) para penguasa dengan pedang, meskipun mereka zalim.
(11) tidak mengafirkan siapapun yang bertauhid, meskipun dia telah melakukan dosa-dosa besar.
(12) menahan diri dari perselisihan yang terjadi di antara para sahabat Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-.
(13) (meyakini) bahwa manusia yang paling mulia setelah Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- adalah (sahabat) Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali yang merupakan anak paman Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-.
(14) mendoakan kerahmatan kepada seluruh sahabat Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, juga kepada anak-anak beliau, isteri-isteri beliau, dan para menantu beliau, -semoga Allah meridhoi mereka semua-.
Inilah “sunnah Nabi”, maka tetaplah kalian di atasnya, niscaya kalian akan selamat, mengambil “sunnah Nabi” ini adalah petunjuk, dan meninggalkannya adalah kesesatan”.
[Sumber Kitab: Thobaqotul Hanabilah, Ibnu Abi Ya’la, 1/130-131].
Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى
Hal keduabelas yang dapat membantu seseorang untuk bersabar dalam menghadapi gangguan manusia adalah:
Dengan mengingatkan diri, bahwa sabarnya dia merupakan bukti bahwa dirinya telah mampu menguasai hawa nafsunya, bahwa dia mampu menundukkannya dan mengalahkannya.
Ketika hawa nafsunya sudah tunduk dan kalah, tentu ia takkan berangan dapat memperbudaknya, menawannya, dan menjerumuskannya dalam kebinasaan.
Sebaliknya, ketika dirinya menuruti hawa nafsunya dan kalah dengannya, maka ia lambat laun akan membinasakannya, kecuali bila rahmat Allah menyelamatkannya.
Seandainya tidak ada keuntungan dalam sabar, kecuali mengalahkan hawa nafsu dan setan penggodanya, maka sungguh itu sudah cukup.
Ketika itulah, tampak jelas kekuasaan hati dan keteguhan pasukannya, hatinya akan menjadi bahagia dan kuat, sehingga mampu mengusir musuhnya menjauh darinya.
[Kitab: Jami’ul Masa’il, 1/172]
————-
Intinya: dengan bersabar, berarti Anda telah mengalahkan dan menundukkan hawa nafsu Anda… berarti Anda telah menang dalam perang melawan hawa nafsu dan setan penggoda.
Sebaliknya, ketika Anda memilih untuk membalas, berarti Anda telah tunduk kepada hawa nafsu yang memerintahkan Anda untuk memuaskan hati dengannya.
Jadi, mau menang atau kalah? silahkan memilih untuk diri Anda sendiri…
Dalam sebuah kajian belum lama ini, ada sebuah pertanyaan yang belum sempat terjawab. Kami salin ulang pertanyaannya karena terdapat pelajaran sangat berharga didalamnya sehingga seorang ustadz yang membacanyapun sangat terharu dan hanya memberikan jawaban: ‘…(aku) berharap bisa berbakti kepada ke dua orangtua seperti pemuda ini, namun orangtuaku sudah tiada…’
Mampukah kita seperti pemuda ini… ? Ya Allah… ampunilah pemuda ini dan kedua orangtuanya dan masukkanlah mereka ke surga Firdaus-Mu… aamiin ya Robb…
Assalamu’alaykum,
Saya seorang anak (laki-laki/bujangan) 15 tahun.
Saya mengurus Ibu dan Ayah saya yang lanjut usia. Setiap hari saya membersihkan mereka (memandikan dan mencebokkan) secara otomatis saya melihat dan menyentuh aurat mereka.
Sebenarnya saya punya kakak wanita dan kakak ipar wanita tetapi mereka enggan melakukan apa yang saya lakukan, bahkan kakak ipar saya dan suaminya hidup menjauh dari kami, dan dengan menjauhnya mereka dari kami membuat saya ragu untuk menikah. Saya takut istri saya nanti mejauhkan saya dari kedua orangtua saya.
Saya akhirnya memutuskan membujang hingga mereka tutup usia., dan 3 tahun lalu mereka (orangtua) tutup usia.
*) Apakah saya berdosa telah melihat dan menyentuh aurat Ibu Bapak saya ?
*) Apakah yang saya lakukan/kondisi kami termasuk kondisi darurat?
*) Apakah saya memutuskan tidak menikah untuk berbakti kepada orangtua hingga tutup usia karena takut durhaka kepada orangtua (istri menjauhkan saya dari orangtua) dapat dibenarkan menurut syariat ? karena saya memandang ini lebih maslahat bagi saya dan orangtua.
Jazaakallahu khoyron
Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu
Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :