Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (11)…

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal kesebelas yang bisa membantu seseorang untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah:

Dengan meyakini bahwa sabar itu SETENGAHNYA iman. Oleh karenanya, jangan sampai dia mengorbankan setengah imannya hanya untuk membela dirinya.

Dan dengan bersabar, berarti dia telah melindungi dan menyelamatkan imannya dari kekurangan. Dan akhirnya Allah juga akan membela orang-orang yang beriman.

[Kitab: Jami’ul Masa’il, 1/172].

————

Sungguh menakjubkan, ternyata kesabaran adalah setengahnya keimanan, karena iman itu terdiri dari dua bagian: sabar dan syukur, sebagaimana diisyaratkan oleh Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Sungguh menakjubkan perihal orang yang ber-IMAN, sungguh semua keadaannya adalah kebaikan, dan hal itu tidaklah ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila kelapangan mendatanginya, dia bersyukur, maka itu kebaikan untuknya. Sebaliknya apabila kesempitan menimpanya dia bersabar, maka itupun menjadi kebaikan untuknya”. [HR. Muslim: 2999].

Bisa disimpulkan dari hadits ini, bahwa iman itu: “sabar” dan “syukur”… Jika demikian, maukah Anda mengorbankan setengah iman hanya untuk membela diri?!

Mengetahui Kadar Agama Seseorang…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah berkata,

“Termasuk kesalahan yang berat adalah langsung menerima perkataan sebagian orang yang memburuk burukkan orang lain, lalu membangun cinta dan benci serta pujian dan celaan di atasnya.

Berapa banyak kesalahan yang terjadi yang berakibat kepada penyesalan. 
Berapa banyak berita yang disebarkan oleh manusia ternyata tidak demikian kenyataannya.

Kewajiban orang yang berakal adalah memeriksa, berhati-hati dan tidak tergesa-gesa.

Dengan inilah dapat diketahui kadar agama, kedewasaan dan akal seseorang.”

(Ar Riyadl An Nadlirah hal 209 dinukil dari kutaib Husnuzan binnas karya Abdul Malik Ramadlani).

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Satu Do’a Yang Dibaca Pagi, Sore Dan Sebelum TIDUR…

Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

Manhaj Ilmu & Manhaj Amal

Abu Abdurrahman As Sulamy berkata:
Para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkan Al Qur’an kepada kami, menceritakan bahwa, dahulu mereka tidaklah berpindah dari sepuluh ayat pertama ke sepuluh ayat selanjutnya hingga mereka menguasai kandungan ilmu dan amalan pada sepuluh ayat pertama, selanjutnya para sahabat berkata :dengan demikian kami belajar ilmu dan amal secara bersamaan. (Bukhari dan lainnya)

Subhanallahu, manhaj ilmu dan manhaj amal. Sungguh cerdas metode atau manhaj para sahabat dalam belajar, ilmu dan aplikasinya.

Betapa banyak sekarang orang yang pandai ilmu, paham bahwa suatu permasalahan adalah mubah, namun pada prakteknya, ia mencak mencak karena melihat ada orang lain yang berbeda selera dengannya.

Paham bahwa baju putih atau hijau sama sama mubah, hanya saja yang putih lebih utama atau sunnah, namun pada prakteknya ketika melihat temannya berbaju hijau, ia merasa jijik, seakan akan sahabatnya memakai baju najis.

Paham bahwa tawakkal itu bukan hanya teori atau ajaran yang terus di dendangkan, namun tawakkal juga amalan dan tindakan. Karena itu belajar tawakkal bukan hanya dengan duduk membaca buku, namun juga praktek langsung di pasar, di ladang dan lainnya.

Suatu hari ada segelintir orang yang duduk di Masjid, mereka mengaku bahwa mereka sedang bertawakal kepada Allah, walau tanpa bekerja maka rejeki pasti datang. Melihat mereka, sahabat Umar bin Khatthab merasa keheranan dengan cara berpikir mereka, lalu beliau berkata:

أنتم متواكلون ، إنما المتوكل من بذر الحب وتوكل على الله

Kalian adalah orang yang bermalas-malasan, orang yang bertawakkal sebenarnya ialah orang yang menabur benih diiringi dengan tawakkal kepada Allah.

Manhaj ilmunya benar, namun belum sempurna karena terbukti manhaj amalnya masih pincang.

Penulis,
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Teman…

Fuad Baraba’, حفظه الله تعالى

Pepatah Arab mengatakan:

الصاحب ساحب

“Teman itu bisa menarik”

Tergantung, bisa menarik kepada kebaikan, atau menarik kepada keburukan

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang itu tergantung atas agama teman dekatnya, maka perhatikanlah olehmu, siapa yang menjadi teman dekat(nya).” (HR. Ahmad)

Pertemanan itu memberi dampak yang sangat luar biasa, lihatlah bagaimana paman Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam Abu Thalib dihalang-halangi oleh teman-teman dekatnya yaitu Abdullah bin Abi Umayyah dan Abu Jahal di akhir hayatnya ketika Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam membimbingnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, sehingga Abu Thalib tidak sempat mengucapkan dua kalimat syahadat diakhir hayatnya.

Oleh karena itu selektiflah dalam berteman, terlebih untuk menjadikannya teman dekat.

Dan teman dekat yang juga sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan seseorang adalah pasangan hidupnya, suami atau istri.

Maka jadilah teman dekat yang mengajak pada kebaikan, bukan mengajak kepada keburukan.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala selalu membimbing kita, dan menganugerahkan kepada kita semua teman dekat yang selalu mengingatkan kita kepada akherat

آمين يا رب العالمين

Menebar Cahaya Sunnah