Keutamaan Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Dari sahabat Nabi bernama Abdulloh bin Khubaib ~rodhiyallohu anhu~ dia berkata:

خَرَجْنَا فِي لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُصَلِّيَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ أَصَلَّيْتُمْ قُلْ فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا فَقَالَ قُلْ فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ قُلْ فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ قُلْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

“Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rosululloh ~shollallaohu ‘alaihi wasallam~ untuk sholat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah sholat? Bacalah”, namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Bacalah”, namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Bacalah”, namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Bacalah”, hingga aku berkata, “Wahai Rosululloh, apa yang harus aku baca?” Rosululloh ~shollallohu alaihi wasallam~ bersabda, “Bacalah QUL HUWALLOHU AHAD, dan Al Mu’awwidzatain (yakni QUL A’UDZU BIROBBIL FALAQ dan QUL A’UDZU BIROBBINNAAS) ketika sore dan pagi masing-masing tiga kali, maka bacaanmu itu mencukupkanmu (mendatangkan penjangaan اللّـﮧ untukmu) dari segala keburukan.

[HR. Abu Daud, At-Tirmizi, dan An-Nasai ~rohimahumulloh~ ]

Semoga اللّـﮧ memudahkan penulis dan pembacanya untuk istiqomah dalam mengamalkan apa-apa yang diajarkan Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~,

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Dzikir Sesudah Sholat Wajib

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, inilah di antara bacaan atau dzikir sesudah sholat wajib yang diajarkan Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ berdasar hadits yang shoheh. Semoga اللّـﮧ memberikan kepada kita kefahaman dan manfaatnya.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Dari Abu Huroiroh –rodhiyallohu ‘anhu- dari Rosululloh –shollallohu’alaihi wa sallam-   : “Barangsiapa mengucapkan setelah sholat wajib :

1. Subhaanalloh ( 33 x ),
2. Alhamdulillaah ( 33 x ) dan
3. Allohu Akbar ( 33 x ) semua itu berjumlah 99 x kemudian ia menyempurnakannya menjadi 100 dengan ucapan

لا إلـﮧ إلاّ اللّـﮧ و حـــده لا شـــريك لـﮧ, لـﮧ المـــلك و لـﮧ الحمـــد و هو على كـــلّ شـــيء قديـــر

“Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syain qodiir”

Artinya ; Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali اللّـﮧ semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan dan pujian dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Maka diampuni kesalahannya meskipun banyaknya seperti buih di lautan. [HSR. Muslim ~rohimahulloh~ no. 1380]

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Doa Untuk Kedua Orangtua

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Yaa Rabbii…(kami memohon kepada-Mu) Jangan Engkau biarkan air mata yang menetes (keluar) dari mata IBU ku, melainkan air mata kebahagiaan,,, dan karuniakanlah kpd beliau kebahagiaan yang selalu menghiasi hari-harinya ….

Yaa ALLAH jagalah mereka kedua orang tua kami, peliharalah mereka dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami kecil.

– – – – – •(*)•- – – – –

BERJALAN dan BERPEGANG TEGUH DIATAS MANHAJ SALAFUSSHALEH

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai Saudara-saudariku..

Jadilah kalian seseorang yang bermanhaj salaf yang sejati. (Ikutilah) jalan salafusshaleh dari kalangan para sahabat Radhiyallahu anhum dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam seluruh bidang agama; baik tauhid, ibadah dan selainnya, yang bercirikan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah, membiasakan diri mengikuti sunnah, meninggalkan perdebatan (tanpa ilmu/kosong), perseteruan kosong, meninggalkan pergelutan dengan ilmu kalam dan segala perkara yang akan mendatangkan dosa dan menyimpang dari syariat.

(Hilyah thalibil ilmi :12, dgn beberapa tambahan)

Kemudian syaikh melanjutkan:
Mereka itulah Ahlussunnah wal jama’ah yg mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan mereka seperti yg dikatakan oleh syaikhul islam ibnu taymiyah: Ahlussunnah adalah kaum muslimin terpilih, mereka adalah sebaik-baik manusia untuk manusia”.

Maka istiqomahlah dalam jalan ini, ” dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya (al-an’am 153).

(Hilyah thalibil ilmi:12)

Penjelasan arti Salaf menurut syaikh Ali Hasan ketika datang ke indonesia (14 des 13

Salafiyah artinya pemahaman sebagaimana yang dipahami oleh salafushshalih. SALAFIYAH BUKAN PARTAI POLITIK, BUKAN ORGANISASI. Salafiyah adalah ajakan dakwah yg mengaitkan antara kaum muslimin dengan para ulama yang dasar-dasarnya sangat memperhatikan, keimanan, keamanan dan ketenteraman. Dasarnya juga adalah bagaimana mengajarkan pemahaman Islam yang benar kepada manusia. Menerima pemahaman atau fikih dari para ulama seluruhnya (Imam Ahmad, Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, pen) tanpa fanatik terhadap salah satu mahdzab. Aksi-aksi atas nama jihad dan salafiyah, yaitu aksi-aksi kekerasan, peledakan INI SAMA SEKALI BUKAN DARI DAKWAH SALAFIYAH.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

Berdiri Hormati Kiyai

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Anas bin Malik radliyallahu anhu berkata:

 ” لَمْ يَكُنْ شَخْصٌ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَكَانُوا إِذَا رَأَوْهُ لَمْ يَقُومُوا لِمَا يَعْلَمُونَ مِنْ كَرَاهِيَتِهِ لِذَلِكَ ” .

Tidak ada orang yang paling dicintai oleh mereka (para shahabat) dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
namun apabila mereka melihat beliau..
mereka tidak berdiri menghormatinya..
karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukainya..
HR At Tirmidzi no 2754..

bandingkan dengan zaman ini..
banyak ustadz atau kiyai merasa suka bila manusia berdiri menghormatinya..
padahal Nabi bersabda:

 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ 

Siapa yang menyukai orang orang berdiri menghormatinya..
maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam api Neraka.
HR Abu Daud no 5229..

di kelas..
murid murid malah disuruh berdiri menghormati guru..
padahal Nabi tidak suka para shahabat berdiri untuk menghormatinya..
akankah pak kiyai lebih utama dari para Nabi..

aneh….

– – – – – •(*)•- – – – –

Dua Raka’at Dhuha Mencukupi

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku, ketahuilah Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ telah bersabda : “Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya…” HSR. Al Bukhori dan Muslim, dengan di ringkas..

Dan ketahuilah pula bahwa jumlah persendian manusia berjumlah 360 sendi (HSR. Muslim dari ‘Aisyah ~rodhiyallohu ‘anha~)

Bertakbir (mengucapkan Allohu Akbar) adalah sedekah, bertahmid (mengucapkan Alhamdulillah) adalah sedekah,….menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.

Siapa yang bisa bersedekah sebanyak anggota persendiannya pada hari yang dijalaninya itu maka ia telah menjauhkan diri dari Neraka..

Siapakah di antara kita yang sanggup untuk bersedekah sebanyak anggota persendiannya itu?

Jawabannya pasti ada!

Siapa dia? Sungguh berbahagianya hamba اللّـﮧ tersebut..

Saudaraku, ketahuilah bahwa hamba اللّـﮧ yang berbahagia itu adalah orang yang memiliki pengetahuan yang bersumber dari Sunnah Nabi kita dan ia mengamalkan apa yang diketahuinya itu dengan ikhlash, hanya mencari wajah اللّـﮧ dan bukan untuk pamer amal atau mendulang pujian makhluk yang melihatnya..dan ketahuilah amalan yang bisa mencukupi seorang muslim bersedekah sebanyak 360 jumlah sendinya adalah SHOLAT DHUHA dua raka’at..karena Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda :

وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“…Dan mencukupi semua itu dengan dua raka’at Sholat Dhuha yang ia kerjakan.” HSR. Muslim no. 720

Semoga اللّـﮧ memudahkan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan ucapan dan amalan yang sesuai sunnah Nabi-Nya..

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Semua Akan Berbalas

Ust. Aan Chandra Thalib, حفظه الله

Sahabat Jabir bin Abdullah -radhiallahu anhu- berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jibril berkata kepadaku: “ Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, sesungguhnya kamu akan mati, dan cintailah siapa yang engkau kehendaki, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya, dan ber-amal-lah sesukamu karena sesungguhnya engkau akan menemui (balasan) amal-mu tersebut.“ (Shahih al Jami’, no : 4355, Hasan)

Begitulah sahabat…
Semua perbuatan tak ada yang luput dari penglihatan-Nya. Semua tercatat rapi disi-Nya. Besar ataupun kecil, baik ataupun buruk.
Semua juga akan diperlihatkan dan berbalas.

Allah azza wa jalla berfirman:

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”.

Saat kitab itu dibagikan, berbagai ekspresi menghiasi setiap wajah. Ada yang gembira dan ada juga yang bermuram durja. Ada yang bahkan tak mengharapkan hari itu.

Allah azza wajalla berfirman:

“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh.“ (QS. Ali Imran: 30).

Disisa waktu yang ada lakukanlah kebaikan, meski itu terlihat kecil, sebab kita tak tahu kebaikan mana yang kelak menyebabkan kita masuk ke dalam surga.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.“

Oleh: Ustadz Aan Chandra Thalib

– – – – – •(*)•- – – – –

Siapakah Mereka Ini ?

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga اللّـﮧ memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari hadits Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ berikut :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَمَّا عُرِجَ بِى مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمِشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلاَءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِى أَعْرَاضِهِمْ ».

Dari Anas bin Malik ~rodhiyallohu ‘anhu~, dia berkata : Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Ketika aku dimi’rojkan (yakni pada peritiwa Isro’ dan Mi’roj), aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga. Mereka mencaka wajah dan dada mereka. Aku bertanya : “Siapakah mereka ini?” Jibril ~ ‘alaihis salaam~ menjawab : “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia  (melakukan ghibah) dan merusak kehormatan orang lain.”

[HR. Abu Dawud dalam sunannya no. 4880 dan dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam ash-shohiehah no. 553]

Sebuah nasihat untukku dan untuk yang mau mengambil manfaatnya..

Semoga اللّـﮧ menyelamatkan penulis dan pembacanya dari semua perkara yang mengundang murka dan siksa-Nya,

آميــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

 32A4916B

Mau Apa Di Sisa Usia…?!

@sahabatilmu

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah ta’ala berkata kepada seseorang,

“Berapa usia anda…?”

Orang itu menjawab, “Enam puluh tahun..”

Al-Fudhail kembali berkata,

“Bila demikian adanya, engkau berjalan menuju Rabbmu sejak 60 tahun silam, dan tak lama lagi akan tiba kepadaNya…”

“Innalillahi wa inna ‘ilaihi raji’un…” ucap orang itu.

“Tahukah engkau makna ucapan tadi..?” tanya Al-Fudhail.

Beliau melanjutkan, “Maknanya adalah aku hamba Allah dan hanya kepadaNya aku kembali…”

“Barangsiapa mengetahui bahwa ia hamba Allah dan akan kembali kepadaNya maka hendaklah ia memahami bahwa dirinya kelak akan dihisab (pada hari kiamat)”

“Barangsiapa mengetahui bahwa dirinya kelak akan dihisab (pada hari kiamat) maka hendaklah ia memahami bahwa dirinya akan ditanya”

“Dan barangsiapa mengetahui bahwa dirinya kelak akan ditanya maka hendaklah ia mempersiapkan jawaban pertanyaan”

“Bagaimanakah caranya…?” tanya orang itu.

Al-Fudhail menjawab, “Sederhana sekali…

“Engkau memperbaiki sisa umur yang ada niscaya dosa-dosamu yang telah lalu akan diampuni.

Adapun jika engkau masih saja berbuat salah di sisa usia maka engkau akan disiksa karena dosa yang lalu dan dosa yang sekarang…”

(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam: 2/383)

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

أكثرهم للموت ذكرا وأحسنهم لما بعده استعدادا

“(mukmin yang cerdas) adalah mereka yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk akhirat…”

(Hasan, HR Ibnu Majah: 4249, ash-Shahihah: 1384 al-Albani)

Cerdas menempatkan dunia sebagai jembatan menuju akhirat.

Bukan sebagai tujuan hidupnya.

Hendak di isi apa sisa usia kita…?!

@sahabatilmu

Bersegeralah Beramal Sholeh Sebelum Datang Musibah

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

“Bersegeralah melakukan kebaikan sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.” Inilah satu hadits yang akan kita kaji di kesempatan pagi ini.
Berlomba-lombalah dalam Kebaikan

Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al Baqarah: 148). Maksud ayat ini kata Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin adalah jadilah yang nomor satu dalam melakukan kebaikan. (Syarh Riyadhus Sholihin, 2: 6).

Begitu juga Allah Ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133).

Di antara perintah untuk bersegera dalam kebaikan yaitu perintah untuk menduduki shaf pertama. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah shaf pertama dan yang jelek adalah yang terakhir. Sebaik-baik shaf perempuan adalah yang terakhir dan yang jelek adalah yang awal.” (HR. Muslim no. 440). Lihatlah di sini, ini adalah perintah yang menandakan untuk segera melakukan kebaikan.

Bersegeralah Melakukan Kebaikan Sebelum Datang Musibah
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).

Hadits ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan sholih. Yang disebut amalan sholih adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah dan mengikuti tuntunan Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan tidaklah diterima di sisi Allah.

Dalam hadits ini dikabarkan bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam. Artinya fitnah tersebut tidak terlihat. Ketika itu manusia tidak tahu ke manakah mesti berjalan. Ia tidak tahu di manakah tempat keluar.

Fitnah boleh jadi karena syubuhaat (racun pemikiran), boleh jadi timbul dari syahwat (dorongan hawa nafsu untuk bermaksiat).
Fitnah di atas itu diibaratkan dengan potongan malam yang sekali lagi tidak diketahui. Sehingga seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir. Dalam satu hari, bayangkanlah ada yang bisa demikian. Atau ia di sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi harinya kafir. Mereka bisa menjadi kafir karena menjual agamanya.

Bagaimanakah bisa menjual agama?  Menjual agama yang dimaksud di sini adalah menukar agama dengan harta, kekuasaan, kedudukan atau bahkan dengen perempuan.

Pelajaran lainnya dari hadits ini:

1- Wajibnya berpegang teguh dengan agama.

2- Bersegera dalam amalan sholih sebelum datang cobaan yang merubah keadaan.

3- Fitnah akhir zaman begitu menyesatkan. Satu fitnah datang dan akan berlanjut pada fitnah berikutnya.

4- Jika seseorang punya kesempatan untuk melakukan satu kebaikan, maka segeralah melakukannya, jangan menunda-nunda.

5- Jangan menukar agama dengan dunia yang murah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk bersegera dalam kebaikan dan terus menjaga agama kita.

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah