Kaidah Ushul Fiqih Ke-25 : Sesuatu Yang Terlintas Di Hati Dimaafkan Selama Tidak Diucapkan Atau Diperbuat…

Kaidah ushul fiqih yang diambil dari kitab syarah Mandzumah ushul fiqih Syaikh Utsaimin, rohimahullah.

Kaidah ke-25 :

Sesuatu yang terlintas di hati dimaafkan selama tidak diucapkan atau diperbuat.

Kaidah ini berdasarkan hadits:

إن الله تجاوز لي عن أمتي ما حدثت به أنفسها ما لم تعمل أو تتكلم

“Sesungguhnya Allah memaafkan untuk umatku apa yang ia bicarakan di hatinya selama tidak dilakukan atau diucapkan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Apabila terlintas difikiran seseorang untuk berbuat maksiat maka tidak berpengaruh apapun.
Atau terlintas dipikirannya untuk berbuat kebaikan.
Lalu bagaimana dengan firman Allah:

ومن يرد فيه بإلحاد بظلم نذقه من عذاب أليم

“Barang siapa yang menginginkan padanya perbuatan buruk berupa kezaliman, maka Kami akan rasakan ia dengan adzab yang pedih.” (Al Hajj: 25).

Dijawab: Bahwa lintasan hati berbeda dengan niat yang kuat. karena yang dimaksud ayat tersebut adalah azimah (niat yang kuat), sehingga tidak masuk dalam kaidah ini.
wallahu a’lam.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Ke-26 : Perintah Apabila Yang Dimaksud Darinya Pelakunya Atau Perbuatannya, Maka…

KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.