Allah Ta’ala berfirman tentang kisah ifik:
إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
(An Nuur: 15)
Ayat ini berbicara tentang kisah Aisyah yang dituduh berzinah. Tersebar dari mulut ke mulut menjadi issu yang hangat.
Allah turunkan ayat ini sebagai peringatan untuk kita agar berhati-hati membicarakan kehormatan seorang muslim. Jangan mudah menerima tuduhan begitu saja. Namun hendaklah benar-benar kita periksa.
Ketika kita menganggap remeh suatu dosa, maka menjadi besar di sisi Allah. Oleh karena itu Allah mengatakan: Dan kamu menganggapnya ringan, padahal di sisi Allah besar.
Masuk dalam ayat ini semua orang yang gemar menebar issu bohong yang berhubungan dengan kehormatan ssorang hamba Allah yang shalih.
Badru Salam, حفظه الله تعالى