Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى
Ternyata menikah belum tentu buat orang jadi lebih baik.
Ada yang sudah menikah malah perlahan-lahan tinggalkan majelis ilmu.
Ada yang sudah menikah malah perlahan-lahan meninggalkan kitab-kitab yang dulu sehari-hari ia geluti.
Ada yang sudah menikah malah perlahan-lahan merontokkan jenggotnya.
Ada yang sudah menikah malah perlahan-lahan turunkan celananya di bawah mata kaki.
Ada yang sudah menikah malah perlahan-lahan mengecilkan jilbabnya bahkan sampai tidak berjilbab.
Ada yang sudah menikah malah perlahan-lahan tergiur dengan dunia.
Moga jadi renungan …
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS: Ali Imran Ayat: 14)
Moga nikmat dunia tidak menjadikan kita terbuai sehingga lalai dari akhirat.