All posts by BBG Al Ilmu

Sudahkah Kita..?

Anas -radhiyallahu ‘anhu- menyampaikan bahwa:
“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengerjakan umrah sebanyak 4x dan seluruhnya dikerjakan di bulan Dzul Qo’dah…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengerjakan seluruh umrahnya di bulan Dzul Qo’dah karena keutamaan bulan ini.
(Al Minhaj Syarh Muslim 8/235, Syarah Suyuthi Li Ibni Majah 1/216)

Bersyukurlah bagi yang berkesempatan mengerjakan umrah di bulan Dzul Qo’dah.

Bagi yang belum bisa, sudahkah kita meresapi keutamaan bulan ini lalu kita jamu dia dengan berbagai macam ibadah ?!

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memuliakan bulan ini, bagaimana dengan saya dan anda ?

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Allah Pasti Tahu…

Allah pasti tahu meski tidak ada yang memperhatikanmu…

وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا

“…dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya.” (QS Al-An’am : 59)

JIKA GUGURNYA SEHELAI DAUN DI TENGAH BELANTARA HUTAN ALLAH MENGETAHUINYA, padahal pohon dan daunnya tidak disuruh beribadah (bukan mukallaf) dan tidak pula dihisab, padahal jumlah daun terlalu banyak…

MAKA BAGAIMANA LAGI DENGAN KONDISIMU, LIRIKAN MATAMU, GERAKAN HATIMU, SEDIHNYA HATIMU, TETESAN AIR MATAMU, LANTUNAN TILAWAH QUR’AN-MU…?!

DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Rancu Antara Batas Iuran Dan Batas Pahala Per Hewan Qurban

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

ARTIKEL TERKAIT
Serba-Serbi DZULHIJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Di Bulan Dzulhijjah

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kami Yang Berkuasa, Apapun Yang Kami Lakukan dan Katakan, Itulah Yang Benar..!

Kami yang paling benar.. kalau kalian, jangan merasa paling benar, meski pegangan kalian quran hadits sebagaimana dipahami para sahabat.. Kalau tetap merasa paling benar, berarti kalian kelompok yang intoleran, harus dibasmi!

Kami yang paling toleran.. kalau kalian melihat kami melarang kajian atau membubarkannya, itu karena kelompok itu yang intoleran.. gereja saja kami jaga!

Kami yang paling “rahmatan lil alamin”.. sedang kalian, pahamnya ekstrim dan radikal, meski kalian mengalah dan tidak melawan saat dirusuhi.. kalau kalian melihat kami kejam kepada individu atau kelompok tertentu, itu karena mereka yang salah, mereka yang bermasalah.. bagaimanapun kami tetap rahmatan lil alamin.. wong acara dangdutan aja kami dukung dan kami ikuti!

Kami yang paling pancasilais.. kalau kalian, jelas anti pancasila, walaupun kalian mengakui pancasila, karena kalian menjunjung tinggi Qur’an dan Hadits.. dan itu berarti merendahkan pancasila, alias anti pancasila!

Kami yang paling NKRI.. sedang kalian, meski selalu menggelorakan sikap ta’at kepada pemimpin dalam selain kemaksiatan, tapi kalian selalu mengoreksi amaliyah kami.. itu berarti kalian anti NKRI, harus dibubarkan!

Kami yang ahlussunnah sejati.. sedang kalian itu kelompok sesat, baru lahir kemaren hari, walaupun kalian mengambil pemahaman para sahabat, walaupun kalian semangat menerapkan sunnah dalam kehidupan, walaupun kalian paling lantang mengajak manusia kepada sunnah.. tapi karena kalian tidak sama dengan kami, berarti kalian hanya ahlussunnah gadungan, ini harga mati, titik.

Kamilah yang paling alim dan paling jelas sanadnya.. sedang kalian, walaupun lulusan timur tengah, dan punya sanad Qur’an dan hadits, itu hanyalah kedok saja, ilmu kalian tetap seperti anak kecil.. berbeda dengan kami, sangat dewasa dan sangat membuka diri, buktinya: kami menerima pandangan musik bisa halal, tidak ada kebenaran yang absolut, kafir bisa masuk surga, dst.. itu pertanda kami lebih alim, paling jauh pikniknya!!

—–

Itulah sikap sebagian oknum kelompok Islam di indonesia yang saat ini merasa punya massa dan power.. menang-menangan sendiri.. tidak mau memahami saudaranya dengan ikhlas dan adil.. Allahu yahdiihim.

Penulis hanya bisa mengingatkan kepada mereka, ingatlah bahwa Allah tidak tidur, Allah maha adil, Allah tidak membiarkan, Dia akan memberikan balasan kepada makhluk-Nya atas kezaliman mereka kepada yang lain.

Dan ingatlah, sudah sunnatullah, bahwa keadaan manusia akan selalu berputar dan berganti, yang kuat pada saatnya akan menjadi lemah.. dan yang lemah pada saatnya akan menjadi kuat.. yang di atas, ada saatnya di bawah, begitu pula sebaliknya!

Allah berfirman (yang artinya):
“Masa-masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan di antara manusia”.
[QS. Alu Imron:140].

Allah juga berfirman (yang artinya):
“Jangan sampai engkau mengira, bahwa Allah lengah dari perbuatan orang-orang zalim. Sesungguhnya Allah hanyalah menangguhkan mereka sampai hari (kiamat) yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”.
[QS. Ibrohim: 42].

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kisah Seorang Wanita Idaman Pria…

KISAH SEORANG WANITA IDAMAN PRIA…
(Semoga di dunia ini masih ada yang seperti dia).

‘Aisyah radhiallahu ‘anha bercerita:
“Suatu hari ada seorang wanita miskin datang ke rumahku dengan membawa serta dua orang putrinya, lalu aku memberinya tiga buah biji kurma. Segera wanita itu memberi masing masing putrinya sebiji kurma, sedangkan kurma ketiga hendak ia makan.

Tiba tiba kedua putrinya merengek meminta kurma ketiga yang hendak ia makan tersebut. Tanpa ragu, segera wanita itu membelah kurma yang hendak ia makan tersebut menjadi dua bagian, lalu memberikannya kepada kedua putrinya. Akupun kagum dengan sikap wanita tersebut, sehingga aku menceritakan sikap wanita itu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Mendengar ceritaku, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إن الله قد أوجب لها بها الجنة ‏ ‏أو أعتقها بها من النار

Atas sikapnya itu, SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MENJAMIN SURGA UNTUKNYA, ATAU MENJAMINNYA TERBEBAS DARI SIKSA NERAKA. (Muslim dan lainnya)

Bagaimana dengan anda dengan putri anda wahai
saudariku?

DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Yuk… Perbaiki Ibadah Shalat Kita…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

AMAL MANUSIA PERTAMA YANG AKAN DIHISAB KELAK DI HARI KIAMAT ADALAH SHALAT. Allah bertanya kepada para Malaikatnya – meskipun Dia paling tahu – “Perhatikan shalat hamba-Ku, apakah dia mengerjakannya dengan sempurna ataukah dia menguranginya?” Jika shalatnya sempurna, dicatat sempurna, dan jika ada yang kurang, Allah berfirman, “Perhatikan, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah?.” jika dia punya shalat sunah, Allah perintahkan, “Sempurnakan catatan shalat wajib hamba-Ku dengan shalat sunnahnya.” (HR. Nasai 465, Abu Daud 864, Turmudzi 415, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dalam rangka memperbaiki ibadah shalat, mari kita hadiri Majelis Ilmu berikut ini (Kajian GRATIS untuk umum Ikhwan dan Akhwat) yang diselenggarakan oleh Radio Rodja dan Rodja TV.

Tempat: Masjid Al-Barkah (komplek Studio Rodja), Jl. Pahlawan, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor
Hari: AHAD, 7 Dzul qa’dah 1438 H / 30 Juli 2017 M
Pemateri: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.
SESI PAGI :
Tema: Sifat Wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Waktu: 09.00 – Zhuhur
SESI SIANG :

Tema: Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Waktu: 13.00 – ‘Ashar
Informasi: 021-823 3661

Penyelenggara:
Radio Rodja dan Rodja TV

Habis Kajian…

Habis kajian kemaren, ada seorang pemuda yang sedang dirundung keraguan dalam agamanya datang bertanya:
“Ustadz, bisa saya bertanya?”
Bisa, jawab saya.
Dia berkata, “Ustadz untuk apa Allah menciptakan manusia, sementara Allah mengetahui apa yang akan dilakukan manusia; apakah akan beramal kebaikan atau keburukan ?”

Saya menunduk sejenak berfikir apa jawaban yang paling mudah difahami oleh dia.
Saya jawab, “Akhi, sebenarnya ini bukan urusan kita. Karena ilmu kita terlalu dangkal sedangkan ilmu Allah amat luas. Memang segala sesuatu itu telah diketahui oleh Allah. Tetapi yang harus kamu ingat adalah bahwa Allahpun telah memberikan kepada kita kemampuan.

Lalu saya berkata kepadanya, “Boleh saya bertanya ?
Silahkan, jawabnya.

Kalau saya berkata kepadamu, “Jangan minum gelas yang ada di tanganmu itu! Kamu mampu melakukannya?”
Dia menjawab, “Mampu.”

“Baik, bila Allah memerintahkan kita sholat dan lainnya dan melarang zina dan sebagainya, mampukah kita melakukannya?”
Mampu, jawabnya.

Jika kamu meninggalkan sholat padahal kamu melakukannya, dan melakukan larangan padahal kamu mampu meninggalkannya, maka Allahpun berhak memberimu sanksi dan balasan.
Jika semua peraturan boleh dilanggar dan tidak boleh diberi sanksi hanya karena alasan takdir, maka buat apa dibuat peraturan lalu lintas dan lainnya.”
Si pemuda pun diam.

Lalu dia berkata, “Lantas kenapa Allah menciptakan manusia?”
Saya jawab, “Pertanyaanmu sama dengan pertanyaan: “Mengapa Allah menciptakan langit dan bumi.”

Boleh saya bertanya?”
Boleh, jawabnya.
Saya berkata, “Kalau kamu memiliki banyak kelebihan berupa kecerdasan, keilmuan dan sebagainya. Tetapi kamu sama sekali tidak mempergunakannya. Bukankah itu sia-sia ?”
Betul, jawabnya.
“Akhi, Allah memiliki segala macam kelebihan, maka tak mungkin Allah berbuat sia-sia. Dia menciptakan langit dan bumi karena adanya tujuan yang mulia.

Saya berkata, “Boleh saya bertanya lagi?”
Silahkan, jawabnya.
“Allah menciptakan bumi bukankah harus ada yang memakmurkannya ? Jika tidak, maka sia-sialah Allah menciptakan bumi ini.
Ia pun diam.

Saya berkata lagi, “Manusialah yang paling pantas untuk memakmurkan bumi ini.
Maka Allah bekali manusia dengan ilmu. Dan agar manusia terbimbing hidupnya di dunia, Allah menurunkan syariatNya, memberi perintah dan larangan untuk kemashlahatan mereka.”

Si pemuda itu pun tersenyum puas dan berterima kasih atas penjelasannya. Saya pun segera pamit untuk kembali pulang.

Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى