All posts by BBG Al Ilmu

DO’A Masuk dan Keluar Masjid…

Arti Do’a Masuk Masjid :

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya Yang Abadi, dari syaithan yang terkutuk”

“Dengan Nama Allah, semoga sholawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah ﷺ. Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku”

Arti Do’a Keluar Masjid :

“Dengan Nama Allah, semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah ﷺ. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu kepada-Mu. Ya Allah, lindungilah aku dari godaan syaithan yang terkutuk”

Ref : “Do’a & Wirid” hal. 179-180, Yazid bin Abdul Qodir Jawaz, Pustaka Imam As-Syafii 

DO’A Menuju Masjid… 

Artinya :

“Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari depanku, cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya”

HR.Muslim no. 793 (191) Syarah Muslim V/51 dan lafazh hadits menurut riwayatnya, diriwayatkan juga oleh al Bukhari dalam Fathul Baari XI/116, banyak tambahan di dalamnya. Untuk mengetahui lebih jelas, lihat di dalam Kitab tersebut.

(Ref : “Do’a & Wirid” hal. 178-179, Yazid bin Abdul Qodir Jawaz, Pustaka Imam As-Syafii)

DO’A Masuk dan Keluar Masjid…

Berapa Banyak Dosa Yang Telah Anda Lakukan..?

Dan berapa banyak pahala anda yang telah berhasil anda torehkan?

Anda tidak tahu? lalu mengapa anda merasa aman dari murka Allah?

Bergegaslah untuk bertobat dan memohon ampunan sebelum semua tinggal kenangan dan penyesalan.

Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighfar memohon ampunan kepada Allah Ta’ala sebanyak seratus kali dalam setiap majlis. Bagaimana dengan anda? Berapa banyak anda mengucapkan istighfar dalam satu majlis atau satu hari?

ASTAGHFIRULLAH. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hamba-Mu ini.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Kemuliaan Wanita…

Wanita..

Ia adalah makhluk yang mulia..
Di saat kecil..
Memberi pahala besar untuk orang tuanya..
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Siapa yang memiliki dua saudari atau dua anak wanita..
Lalu ia berbuat baik kepada keduanya..
Maka aku dan ia di dalam surga seperti ini..
Beliau menggandengkan dua jarinya..
HR Al Khathib..

Di saat menjadi istri..
Ia menjadi ladang pahala untuk suaminya..
Mengangkatnya menjadi manusia terbaik..
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Sebaik baik kamu adalah yang paling baik untuk istrinya..
HR bukhari dan Muslim..

Ketika menjadi ibu..
Ia amat mulia dan haknya amat agung..
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi..
Siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?
Beliau bersabda: ibumu..
Kemudian siapa? Beliau bersabda: ibumu..
Kemudian siapa? Beliau bersabda: ibumu lalu bapakmu..
HR Bukhari..

Wahai wanita..
Sadarkah bahwa kalian makhluk yang mulia..
Maka janganlah kamu campakkan kemuliaanmu..
Semoga Allah senantiasa menjagamu..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Haruskah Anda Memberontak..?

Seburuk apapun pemimpin muslim, dan sebengis apapun pemimpin muslim, dan sezholim apapun pemimpin muslim, maka hanya ada satu cara untuk menghadapinya: BERSABAR.

Ya dengan bersabar, bersabar membenahi diri, membenahi keluarga, masyarakat yang ada di sekitar kita dan termasuk menghadai kebengisan para pemimpin muslim yang sedang diuji memimpin anda.

Mengapa demikian ?
ya karena para pemimpin lahir dari perut masyarakat, yang salah satunya adalah anda. Kamarin anda adalah salah satu dari yang telah berperan melahirkan pemimpin yang sedang anda keluhkan.
Kalau anda berkata: oooh, tidak, saya tidak memilihnya bahkan saya tidak ikut memilih sama sekali.
Ya, bisa saja demikian, namun bukankah kemarin anda diam melihat kondisi yang ada di sekitar, atau minimal sedikit bermalas malasan menyikapi gerakan liberalisasi agama, sekulerisasi agama, penebar paham persamaan agama, tasawwuf sesat yang beranggapan bahwa semua agama sama, bahkan kalau sudah sampai jadi wali maka boleh ibadah di gereja atau di wihara atau bahkan dijadikan patung buda juga tidak mengapa.

Bersabar dalam mengamalkan Islam dan mendakwahkannya, dan selanjutnya percayalah bahwa siapapun penguasa yang ada saat ini, tidak akan selamanya berkuasa, esok pasti Allah Ta’ala ganti dengan yang lainnya, dan bila anda telah membangun masyarakat dan calon calon pemimpin yang beriman niscaya yang Allah Ta’ala pilih menjadi pemimpin adalah orang-orang yang beriman, berakhlaq, amanah, adil dan beradab.

Bagaimana negri ini mau dipimpin oleh orang yang baik, kalau ternyata orang orang baik di negri ini dimusuhi dan dijauhi,
yang menyeru kepada tauhid dimaki,
yang menyeru kepada sunnah Nabi dimaki,
yang mengajak pemurniaan Islam dianggap kolot, dan
yang mengajak masyarakat untuk ngaji agama dianggap ndak paham waqi’,
yang menerapkan sunnah dengan memanjangkan jenggot atau memotong celana di atas mata kaki, atau mengenakan cadar dianggap ekstrim dan sosialis.

Sobat, seburuk apapun pemimpin anda saat ini belum seburuk yang digambarkan pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».

“Sepeninggalku, akan ada pemimpin pemimpin yang enggan mengikuti petunjukku, dan enggan menjalankan keteladananku, dan akan ada dari mereka lelaki lelaki yang jiwanya bagaikan jiwa setan, sedangkan raganya raga manusia. Sahabat Huzaifah bin Yaman bertanya: Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepadaku bila aku menemui masa tersebut? Beliau menjawab: ENgkau tetap patuh dan taat kepada pemimpinmu, walaupun ia telah memukul punggungmu, dan merampas hartamu, patuh dan taatlah kepadanya.” (Muslim)

Sobat! sadarilah, pemimpin anda adalah ujian atau hukuman bagi anda, kalau anda orang baik maka anda sedang diuji dengan orang buruk, sebagaimana dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diuji dengan keberadaan tokoh tokoh Quraisy yang kafir lagi kejam, dan para ulama’ semisal imam Ahmad, Imam Syafii diuji dengan pemimpin pemimpin yang kejam pula.

Dan bila anda adalah orang yang banyak bergelimang dalam dosa, maka sadarilah bahwa bisa jadi pemimpin anda adalah bentuk dari teguran dan hukuman Allah kepada anda, karena itu jangan engkau lawan hukuman Allah dengan cara-cara yang menyeleweng dari ajaran agama, agar tidak semakin lama dan panjang hukuman Allah kepada anda.

Ingat! Pemimpin sebengis Hajjaj bin Yusuf saja yang dengan darah dinginnya membantai para ulama’, akhirnya Allah Ta’ala cabut nyawanya, dan digantikan dengan pemimpin lainnya, apalagi selain dia.
Dan AlHamdulillah pemimpin kita muslim, doakan saja semoga esok hari semakin baik dan semakin dekat dengan rahmat Allah Ta’ala.

Ya Allah, limpahkanlah Rahmat-Mu kepada kami, dan berikanlah hidayah-Mu kepada pemimpin kami, dan jauhkanlah mereka dari pembisik pembisik busuk yang mengajaknya berbuat maksiat kepada-Mu. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

DO’A Di Saat Fitnah Yang Melanda Kaum Muslimin di Negeri Ini…

Pertanyaan:
Ustadz, adakah Do’a dari Rasulullah …

Jawaban :
Badru Salam, حفظه الله تعالى

Salah satu doa yang diajarkan Allah kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ

Allahumma inni as-aluka fi’lal khoirat wa tarkal munkarat wa hubbal masaakin. Wa idza arad-ta bi ‘ibaadika fitnatan, faq-bidh-nii ilaika ghaira maf-tuun..

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq untuk bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran, dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki untuk menimpakan ujian (fitnah) bagi hamba-hamba-Mu, maka wafatkanlah aku, tanpa terkena fitnah itu.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

fitnah

DO’A Bila takut di Zholimi penguasa…

ALLAHUMMA ROBBAS-SAMAAWAATIS-SAB’I
WA ROBBAL ‘ARSYIL ‘AZHIIM
KUN LII JAARON MIN FULAAN BIN FULAAN
WA AHZAA-BIHI MIN KHOLAA-IQIKA
AN YAFRUTHO ‘ALAYYA AHADUN MINHUM AW YATH-GHOO ‘AZZA JAARUKA WA JALLA TSANAA-UKA
WA LAA ILAAHA ILLA ÀNTA
Artinya : ” Ya ALLAH, Rabb Penguasa tujuh lapis langit, Rabb Penguasa ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau pelindung bagiku dari Fulan bin Fulan, dan para kelompoknya dari makhluk-Mu-Mu. Jangan ada seorang pun dari mereka menyakitiku atau melampaui batas terhadapku. Sungguh kuat Perlindungan-Mu dan sungguh agung puja-puji-Mu. Tidak ada ILAH yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau”
**********************************
HR. Al Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 707, dinyatakan SHAHIH oleh Syaikh al Albani dalm Shahih al-Adabul Mufrad no. 545 dari ‘Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu.