Saksikan dan simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
All posts by BBG Al Ilmu
Inilah Yang Disebut Dengan Mengikuti Gerakan Imam…
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
Terjemahan Al Qur’an – Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Bila Terdapat Kekeliruan Dalam Terjemahannya..?
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
Makna AULIA Dalam Al Qur’an…
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
Kisah Ibnu Taimiyah dan Pencaci Nabi… Sebuah Pelajaran…
Tepatnya dibtahun 693H, waktu itu Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berusia 32 tahun. Terjadi kisah Assaf seorang nashrani.
Al Imam ibnu Katsir bercerita:
“Assaf ini seorang penduduk Suwaida. Banyak orang yang menyaksikan ia mencaci Nabi shallalllahu ‘alaihi wasallam.
Lalu si Assaf minta perlindungan kepada ibnu Ahmad bin Haji.
Maka Ibnu Taimiyah bertemu dengan Zainudin Al Fariqi dan keduanya masuk kepada amir (pemimpin) Izzuddin Aibak Al hamawi.
Keduanya berbicara kepadanya mengenai si nashrani yang mencaci Nabi.
Izzuddin pun menyambut baik keduanya dan akan menghadirkan orang nashrani ini.
Keduanya pun keluar bersama jumlah banyak dari manusia.
Lalu orang-orang melihat Assaf datang bersama arab badui. Orang-orangpun mencaci makinya.
Maka orang arab badui ini berkata: “Si Assaf ini lebih baik dari kalian!”
Maka orang-orangpun melemparinya dengan batu dan mengenai si Assaf dan terjadi keributan yang kuat.
Al Barzali bercerita:
Mendengar itu marahlah Naib sultonah (amiir izzuddin). Dan meminta ibnu Taimiyah dan Al Fariqi untuk hadir lalu keduanya dipukuli dan dipenjara di Madrosah Adzrowiyah.
Kemudian menyuruh memukul sekelompok orang dan dipenjara enam orang. Kemudian wali negeri itu mengumpulkan manusia dan memukuli beberapa jama’ah.
Naib sultonah (Izzuddin) juga berusaha mengukuhkan permusuhan antara si Nashrani dan orang-orang yang menyaksikan pada waktu itu agar ia bisa menyelamatkannya.
ibnu Katsir bercerita:
Kemudian dipanggillah ibnu Taimiyah dan Al Fariqi dan dimintai keridloannya lalu keduanya dilepaskan.
(Lihat Al Bidayah wannihayah 17/665-666 karya ibnu Katsir, dan kitab Almuqtafa ‘alarroudlotain 2/363 karya Al Barzali).
Kisah ini memberikan beberapa pelajaran:
1. Mengingkari penista agama dengan cara melaporkannya kepada penguasa. Bukan dengan main hakim sendiri.
2. Para ulama hendaknya yang langsung berbicara kepada penguasa, karena merekalah yang mampu menyampaikan dengan hujjah dan akhlak. Sebagaimana dilakukan oleh ibnu Taimiyah dan Al Fariqi yang langsung berbicara dengan naaib sultonah izzudin alhamawi. Ini sesuai dengan perintah Nabi untuk menyampaikan nasehat secara rahasia.
3. Dalam kisah tersebut, tidak disebutkan bahwa ibnu Taimiyah dan Al Fariqilah yang mengerahkan masa. Namun keduanya pergi diikuti banyak orang yang juga sama-sama ingin mengadukan si pencela Nabi kepada penguasa.
4. Sikap arogan dan kekerasan bukanlah solusi memecahkan permasalahan. Bahkan seringkali menimbulkan mudlarat yang lebih besar, bahkan malah ibnu taimiyah dan al fariqi yang dipukuli bersama jama’ah lainnya.
5. Para ulama hendaknya tidak memanas-manasi manusia dengan provokasi. Lihatlah bagaimana sikap ibnu Taimiyah dan Al Fariqi dipukuli, mereka sama sekali tidak memprovokasi masa dan memilih bersabar.
Coba renungkan, bagaimana bila para pendemo yang berdalil dengan kisah ibnu Taimiyah ini ditangkapi oleh pemerintah dan dipukuli, akankah mereka bersikap seperti ibnu Taimiyah dan Al Fariqi ?
6. Keluarnya orang-orang awam untuk berdemo seringkali menimbulkan keributan dan mudah terpancing emosi. Lihatlah ketika orang-orang itu dipanas panasi oleh arab badui bahwa si Assaf lebih baik dari kalian. Mereka langsung melempari dengan batu sehingga terjadi keributan.
Ini menunjukkan perbuatan mereka malah menimbulkan kemungkaran yang lebih besar.
7. Kisah para ulama bukanlah dalil, karena dalil adalah Al Qur’an, hadits dan ijma. Ulama adalah manusia biasa yang bisa jatuh kepada kesalahan.
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Untaian Syair Zainal Abidin, رحمه الله تعالى
لَيْس الغرِِيبُ غرِيبَ الشَّامِ وَاليمنِ إنَّ الغَريب غَريبُ اللحْد والكَفَنِ
Orang asing bukanlah orang yang merantau ke negeri syam atau yaman
Tapi orang asing adalah orang yang asing dalam liang lahad bersama kain kafan
إنَّ الغريبَ لَهُ حَق لِغُربَتِهِ علَى المُقِيمينَ فى الأوْطَانِ والسَّكَنِ
Sungguh orang yang terasing memiliki hak yang harus dipenuhi
Oleh penduduk daerah yang sedang dilaluinya
لاَ تَنْهَرَنّ غَرِيْباً حَالَ غُرْبَتِهِ الدَّهْرُ يَنْهَرُهُ بِالذُّلِّ وَالْمِحَنِ
Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan
Karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan berbagai cobaan
سَفْرِي بَعِيْدٌ وَزَادِي لَنْ يُبَلِّغَنِي وَقُوَّتِي ضَعُفَتْ وَالْمَوْتُ يَطْلُبُنِي
Perantauanku jauh… padahal bekalku tidak mencukupi
Kekuatanku semakin rapuh… sedang kematian terus mencariku
وَلِي بَقَايَا ذُنُوْبٌ لَسْتُ أَعْلَمُهَا اللهُ يَعْلَمُهَا فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ
Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya
Allah mengetahui dosa-dosaku yang tersembunyi di saat bersendirian atau yang nampak
مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي
Betapa sayangnya Alloh padaku… karena telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya
تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ
Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dosa-dosa)
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan
أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي
Akulah orang yang telah menutup pintu
Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Alloh selalu mengawasiku
يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي
Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat
Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus membakar diriku
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى
Dengki – Diantara Penyakit Iblis…
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
Ujub : Diantara Penyakit Iblis…
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
Sombong : Diantara Penyakit Iblis…
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini
Apa Saja Yang Di Syariatkan Untuk Di Baca Saat Ziarah Kubur…?
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى berikut ini