All posts by BBG Al Ilmu

Memaafkan Kesalahan Anak, Istri, Orangtua

Abdullah bin Umar -rodhiallohu ‘anhumaa- mengatakan:

Ada seseorang yang mendatangi Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, dia mengatakan: “Wahai Rosululloh, berapa kali kita sebaiknya mengampuni pelayan (budak) kita..?”

Maka beliau diam, lalu orang itu mengulangi lagi perkataannya, dan beliau diam lagi (tidak menjawab).

Kemudian ketika orang itu mengulangi perkataannya untuk yang ketiga kali, beliau menjawab: “Ampunilah dia 70 kali pada setiap harinya..!”

[HR. Abu Dawud, dishohihkan oleh Syeikh Albani dalam Silsilah Shohihah: 488]

———

Subhanallah… Yang ditanyakan dalam hadits ini adalah tentang BUDAK alias hamba-sahaya… lalu berapa kali kita diperintahkan untuk mengampuni kesalahan anak kita, atau istri kita, atau bahkan kedua orang tua kita terutama ketika mereka sudah lanjut usia..?!

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kapan Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam Hijrah..?

Banyak yang menganggap bahwa Nabi Shollallohu’alaihi wasallam hijrah pada tanggal 1 Muharram.

Padahal tidak demikian…

Khalifah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu menjadikan tahun di mana Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam hijrah sebagai tahun pertama di mulainya kalender hijriyah … dan itu bukan berarti hijrahnya Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam tanggal 1 muharram…

Jadi kapan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam hijrah…?

Syaikh mubarakfury dalam kitabnya ar-rahiq al-makhtum merajihkan berdasarkan riwayat dari Ibnu Ishaq bahwa Rasul shollallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumah beliau pada malam Jum’at tanggal 27 Shafar…adapun keluar dari goa Tsur pada malam senin menuju madinah pada tanggal 1 rabi’ul Awwal, sampai di Quba pada senin tanggal 8 rabi’ul awwal…kemudian sampai di Madinah 12 Rabi’ul Awwal.

Wallahu a’lam

Fadlan Fahamsyah,  حفظه الله تعالى 

متى هاجر الرسول صلى الله عليه وسلم إلى المدينة؟

الإجابــة
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

وبعد: فقد رجح المباركفوري في الرحيق المختوم تبعا لما رواه ابن اسحاق أن الرسول صلى الله عليه وسلم خرج من بيته في ليلة الجمعة بتاريخ سبع وعشرين من صفر من السنة الرابعة عشر بعد البعثة الموافق: 13/9/ 622م

وكمن في الغار ليلة الجمعة والسبت والأحد وذكرأنه انطلق ليلة الإثنين إلى المدينة بتاريخ 1/ 3/ 14 من البعثة الموافق 16/ 9/ 622م وأنه وصل إلى قباء في يوم الأثنين 8/ 3/ 14 من البعثة الموافق 23 / 9 / 622 م ووصل المدينة يوم اثني عشر من ربيع الأول، هذا وليعلم أن ماذكره المباركفوري من أن ذلك كان في السنة الرابعة عشر إنما هو بناء على أن السنة تبدأ من شهر محرم وعليه فهو لا يخالف ما ذكره غيره من أهل العلم أن الهجرة كانت في السنة الثالثة عشرة.

والله أعلم.

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=49466

Sakaratul Mautnya Sang Kholifah dan Isbalnya Seorang Pemuda…

Dikisahkan dalam sebuah riwayat yang shahih:

Bahwa ketika Khalifah Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu ditikam, kaum muslimin mendatangi dan merebahkan beliau. Lalu, seorang pemuda dari Quraisy menemui beliau dan mulailah pemuda tersebut menyebutkan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan Umar. Tatkala pemuda itu keluar, ‘Umar radhiallahu ‘anhu melihat kepadanya…..saat itu, Umar banyak mengeluarkan darah karena luka tikaman.

Umar berkata, “Bawalah pemuda itu kepadaku”

Umar melakukan itu, Sebab beliau melihat pakaian pemuda tsb panjang dan isbal ke bawah melebihi mata kaki…

setelah sang pemuda ada di hadapannya, Umar radhiyallahu ‘anhu berkata:

ابن أخي ارفع ثوبك فإنه أنقى لثوبك وأتقى لربك

(H.R Bukhari: 3497)

atau dalam lafadz kitab Al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, hadits nomor 24.185

يا بن أخي ارفع إزارك فإنه أتقى لربك وأنقى لثوبك

Artinya sama:
“Wahai anak saudaraku, Angkatlah pakaianmu, karena itu lebih bersih bagi pakaianmu dan lebih mendatangkan ketaakwaan kepada Rabbmu

Semoga Allah meridhoimu sang kholifah…di gerbang kematianmu dan darah mengucur dari tubuhmu…engkau sempat mendidik kami untuk menaati perintah rasulmu…..

Wahai pemuda ….. bukankah engkau mencintai Umar sang kholifah ????

Kenapa engkau campakkan wasiat terakhirnya??? padahal Dia lebih mengutamakan kebaikan untukmu di sela- sela hitungan detik menjelang kepergiannya meninggalkamu….

Radhiyallahu ‘anhu wa ardhoh

Fadlan Fahamsyah,  حفظه الله تعالى