All posts by BBG Al Ilmu

787. Tj Usaha Percetakan Buku Surat Yasin

787. BBG Al Ilmu – 423

Tanya:
Saat ini maju pesat usaha percetakan, khususnya mencetak Buku Yasin dalam rangka untuk peringatan atau mengenang hari-hari tertentu meninggalnya seseorang. Hasil dari rezeki tersebut sangat menggiurkan dan spektakuler. PERTANYAANNYA : bagaimana hukumnya punya usaha seperti itu ?

Jawab:
Ust. M Wasitho, حفظه الله

Membuat buku yang berisi surat Yasin pada dasarnya tidak apa2 (Boleh) jika niat mencetaknya adalah untuk dibagikan kepada kaum muslimin atau para penuntut ilmu agar memudahkan mereka menghafalnya. Karena sebagian penerbit mushaf ada yang mencetaknya per Juz Al-Qur’an dalam ukuran buku saku dengan tujuan memudahkan para penuntut ilmu menghafalnya.

Akan tetapi jika seorang muslim/muslimah membuat buku Yasin dengan tujuan untuk dibagikan kepada kaum muslimin agar mereka
membacanya secara rutin pada setiap malam Jum’at, atau bertepatan dengan hari kematian seseorang, maka hukumnya DILARANG, karena hal tersebut termasuk mendukung dan tolong menolong di atas perbuatan bid’ah yang tidak pernah dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman:
(Walaa Ta’aawanuu ‘alal itsmi wal ‘udwaan)
Artinya: “Dan janganlah kamu saling tolong menolong diatas perbuatan dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah)

Demikian pula, mencetak atau membuat buku Tahlil hukumnya DILARANG, karena buku tersebut akan dibaca pada hari-hari kematian seseorang, atau waktu yang bertepatan dengan kematiannya. Dan ini semua menyelisihi petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Nabi bersabda yang artinya:
“Sebaik2 petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Dan bersabda pula yang artinya:
“Waspadalah kamu dari perkara baru yang diada-adakan (dlm urusan agama), karena setiap
perkara baru (dalam urusan agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.”
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

786. Tj Batasan Berpakaian Dalam Shalat

786. BBG Al Ilmu – 423

Tanya:
Mau tanya batasan batasan berpakaian dalam sholat karena ada sebagian ikhwan saya liat sudah memakai celana panjang. (Tidak ketat dan tidak transparan) kemudian dia menambahkan lagi memakai sarung dengan alasan menutup auratnya pada waktu sujud dan rukuk katanya apakah ini tdak berlebihan dalam berpakaian.

Jawab:
Pada asalnya hukum memakai pakaian apapun dibolehkan dalam Islam, kecuali pakaian-pakaian tertentu yang termasuk dalam dalil-dalil yang menunjukkan pelarangan. Selain itu Islam tidak menetapkan model pakaian tertentu untuk shalat. Selama pakaian tersebut memenuhi syarat maka boleh dipakai untuk shalat, apapun modelnya.

Dengan demikian, yang perlu kita pegang adalah bahwa hukum asal memakai celana panjang adalah mubah.

Ketika ditanya mengenai hukum shalat memakai sarowil/bantholun (celana), Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin bin Baz rahimahullah mengatakan:

“Jika bantholun/sarowil (celana) tersebut –bagi laki-laki– menutupi pusar hingga lutut, lalu longgar dan tidak sempit (tidak ketat), shalatnya sah. Namun yang afdhol di luar celana tersebut juga terdapat pakaian lainnya (pakaian jubah) yang menutupi pusar hingga lutut. Lalu celana yang di dalam pakaian tersebut dipakai hingga setengah betis atau hingga mata kaki. Karena seperti ini lebih sempurna dalam menutup aurat. Shalat dalam keadaan memakai izar (sarung) lebih baik daripada shalat dalam keadaan hanya memakai celana yang di luarnya tidak ada  pakaian lainnya (semacam jubah). Karena izar (sarung) lebih sempurna dalam menutupi aurat dibanding hanya memakai celana panjang saja”

Fatwa diatas yang tampaknya diikuti oleh sebahagian ikhwan.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/bolehkah-sholat-memakai-celana-panjang/#

http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3348-hukum-shalat-dengan-bantholun-celana-panjang.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

785. Tj Shalat Di Masjid Besar Yang Kurang Menjalankan Sunnah

785. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Manakah yang lebih utama,
sholat jum’at di masjid besar seperti istiqlal walaupun tata cara pelaksanaan sholat kurang sunnah namun demi ukhuwah umat islam yang lebih besar, dibanding sholat di sekitar masjid tersebut namun dilaksanakan dengan cara yang sunnah, soalnya ana barusan denger Rodja khusus untuk sholat jumat lebih baik di masjid jamik, kebetulan kantor ana di sekitar area ini.

Jawab:
Ust. Djazuli, حفظه الله

Allah jalla wa’ala lebih menekankan kualitas ibadah daripada kuantitasnya, sebagaimana firman-Nya:
“untuk menguji kalian siapakah diantara kalian yang paling bagus amalannya” (Al-Mulk:2).

Jadi shalat yang nyunnah lebih baik ketimbang shalat di masjid besar, namun tidak sesuai dengan sunnah.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

784. Tj Aqiqah Dan Qurban

784. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Αda ikhwan punya anak 3 yang kesemuanya belum ada yang di aqiqohin, namun tahun depan dia ingin berqurban. Kira2 dahulukan yang qurban apa aqiqoh dulu ya ?

Jawab:
Mayoritas ulama berpendapat bahwa aqiqah maupun qurban hukumnya sunnah muakkad (yang sangat ditekankan).

Maka sebaiknya, jika mampu, laksanakanlah kedua-duanya. Artinya laksanakan qurban dengan satu kambing (atau ikut urunan sapi), sekaligus laksanakan aqiqah dengan 2 kambing (bagi anak laki2) atau satu kambing (bagi anak perempuan). Jika tidak mampu aqiqah dengan 2 kambing bagi laki2, sebagian ulama berpendapat boleh aqiqah dengan 1 kambing bagi laki2 berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas, namun ini hanya berlaku untuk yang tidak mampu.

Jika tidak mampu juga melaksanakan aqiqah dan qurban sekaligus, maka yang didahulukan adalah ibadah yang lebih awal waktu pelaksanaannya. Jika lebih dekat ke waktu Idhul Adha, maka qurban yang didahulukan dan jika ada kelapangan rizki lagi, barulah ditunaikan aqiqah, dan begitu pula sebaliknya.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bolehkah-satu-
sembelihan-untuk-qurban-dan
-aqiqah.html

http://almanhaj.or.id/content/856/slash/0/ahkamul-aqiqah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

783. Tj Keutamaan Surat Al Mulk

783. BBG Al Ilmu – 319

Tanya:
Apakah benar, kalo kita membaca surat al-mulk setiap hari, bisa menyelamatkan kita dari siksa kubur ?

Jawab:
Terdapat beberapa hadits shahih mengenai keutamaan Surat Al Mulk, seperti hadits berikut ini:

Dari Anas bin Malik
radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

“Satu surat dalam Alquran yang hanya (terdiri dari) tiga puluh ayat akan membela orang yang selalu membacanya (di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan.”

(HR. Ath-Thabarani dinyatakan shahih oleh Al-Haitsami dan Ibnu Hajar dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagir no. 3644).

Sedangkan hadits yang mengatakan bahwa seseorang yang membaca surat Al Mulk dapat terhindar dari siksa kubur adalah riwayat yang mauquf, yaitu hanya perkataan ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, tidak sampai ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Namun demikian Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih. Syaikh Al Albani juga mengatakan bahwa hadits tersebut hasan sebagaimana dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (1589).

Keutamaan surat Al Mulk yang disebutkan dalam riwayat Ibnu Mas’ud adalah:

1. Surat Al Mulk disebut dengan surat al Mani’ah, yaitu penghalang dari siksa kubur jika rajin membacanya di malam hari.

2. Membaca surat Al Mulk di malam hari adalah suatu kebaikan.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3102-keutamaan-surat-al-mulk-mencegah-dari-siksa-kubur.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

782. Tj Menyebarkan Info Acara Operasi Gratis

782. BBG Al Ilmu – 319

Tanya:
Mau nanya tentang memberikan info tentang “Dalam rangka ulangtahun ke 25 RS Mitra Keluarga Group, RS Mitra Keluarga Cibubur mengadakan serangkaian bakti sosial berupa :
1. Pengobatan massal
2. Sunatan massal
3. Operasi katarak
4. Operasi hernia
5. Operasi bibir sumbing
6. Operasi jantung bawaan
7. Operasi hidrosefalus
8. Operasi prostat
9. Kateterisasi jantung
Pendaftaran di RS Mitra Keluarga Cibubur…”

Apakah meneruskan info diatas diperbolehkan? satu sisi sosial, satu sisi perayaan.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Amal kegiatan diatas adalah baik, hanya saja niat nya perlu di luruskan, bukan karena ultah/ yamg lain. Dan niat seperti itu bisa di rubah masing2. Dan acara ultah tersebut tidak ada kaitan dengan agama, secara otomatis gugur tidak teranggap.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Sumber-Sumber Maksiat

Ust. Djazuli, حفظه الله

Seluruh maksiat & perbuatan dosanya baik yg besar maupun yg kecil berasal dari 3 sumber maksiat:

1. Bergantung kpd selain Allah, puncaknya adalah syirik

2. Emosional, puncaknya adalah pembunuhan

3. Terlalu mengumbar nafsu, puncaknya adalah zina

Allah Jalla wa’ala telah menyebutkan semua itu dalam ayat-Nya yg mulia “Dan yg tdk pernah beibadah kpd selain Allah, tdk membunuh jiwa yg Allah haramkan kecuali dgn alasan yg benar & tdk berzina” Al-Furqon:68

Untuk mengatasi semua itu adalah dengan:

1.iman kpd Allah (ilmu yg benar, pemahaman yg benar & amal saleh)

2. Banyak berserah diri kpd Allah

3. Senantiasa menjauhi segala hal yg memancing syahwat

4. Berusaha untuk selalu meredam emosi & tdk pernah menyimpan dendam

Dalam hal ini Allah berfirman,
” Apa yg telah kalian raih sekecil apapun adalah perhiasan kehidupan Dunia sedangkan apa yg ada disisi Allah adalah lebih baik & lebih abadi bagi orang-orang yg beriman, senantiasa berserah diri kpd Rabb mereka, selalu menghindari setiap perbuatan keji sekecil apapun & selalu berupaya meredam emosi” As-Syura: 36-37.

Semoga bermanfaat!

Lihat Al-Fawaid karya Ibnul Qoyyim Hal. 132-133

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Antara Hasil Dan Ikhtiar

Ust. Djazuli, حفظه الله

Seharusnya seorang muslim tatkala berikhtiar harus tetap menjaga hatinya kepada Allah & jangan sekali-kali mengarahkan hatinya kepada apa yang dilakukannya, sehebat apapun itu..

Hal itu untuk menjaga kekuatan hati agar siap menerima hasil apapun yang Allah takdirkan..

Ibnul Qoyyim pernah bertutur,” Silahkan anda melakukan sebab apapun yg terbaik, tetapi kosongkan selalu hatimu dari semua sebab itu agar tetap terarah kepada Allah.”

Sehebat apapun ikhtiar manusia. Namun ia harus tetap mengantungkan hatinya kepada Allah..

Bukankankah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah tersihir, padahal beliau adalah orang yang paling berdzikir..??

Peristiwa yang pernah beliau alami memberikan pelajaran penting kpd Qt semua bahwa setiap hamba harus menyadari dan menyakini bahwa..

Setinggi apapun ilmunya & sehebat apapun amalannya boleh saja berikhtiar sebaik mungkin, Namun hasil akhir, tetap Allah jualah yg menentukan..

Manusia hanya berikhtiar, ttp hati harus tetap tertuju kpd Allah, dgn keyakinan bahwa Dia pasti akan memberikan hasil yang terbaik kpd hamba-Nya..

Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu berserah diri kepadaMu..!!

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Kapan Dikatakan Sabar

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Hikmah Fajar

Seorang dikatakan telah sabar menerima musibah apabila telah melakukan hal-hal berikut,

1. Tidak ada dihatinya perasaan buruk sangka kepada Allah dan takdirnya.

2. Amalannya tidak melakukan perbuatan yang dilarang Allah.

3. Lisannya tidak mencela Allah, takdirnya atau masa, bahkan lisannya mengucapkan, ‘Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un’ sebagaimana dalam ayat diatas.
 
Akan lebih baik lagi bila ditambah dengan doa yang diajarkan Rasululah kepada kita dalam hadits Ummu Salamah,
 
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang muslim yang tertimpa musibah lalu menyatakan apa yang Allah perintahkan, ‘Innaa lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un Allahumma’ Jurni fi mushibatie wa Akhlif li Khairan minha.’ Kecuali Allah gantikan baginya yang lebih baik.” (HR. Muslim).
 
Mudah-mudahan kita dapat mendapatkan tingkatan tertinggi dari tingkatan sabar dan paling tidak kita masih ditetapkan sebagai orang yang sabar.

Selamat berlatih sabar.

Nilai Waktu

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:
 
Membuang-buang waktu lebih berat daripada kematian; karena membuang-buang waktu memutusmu dari Allah dan negeri akherat.

Sedang kematian memutusmu dari dunia dan penduduknya.

Dunia semuanya awal sampe akhir tidak akan setara dengan duka sesaat, bagaimana dengan duka sepanjang umur?
 
Sumber: Fawaa’I’d al-Fawaa’I’d hlm 853

• Ustadz Kholid Syamhudi, Lc