Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Catatan Perjalanan…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Berikut adalah catatan Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى yang disampaikan kepada kami.

Ana sedang duduk sama Syaikh Abdurrozaq di mobil..
Syaikh membaca AlQur’an surat al Qashash..

Ketika lewat ayat 15 dan 16..
beliau berhenti..
lalu menjelaskan kepada ana faidah ayat tersebut..

Kata beliau: lihat ayat ini..
ketika Nabi Musa membela seorang kaumnya yang sedang bertengkar dengan bangsa fir’aun..
maka Musa mendorongnya dengan kepalan tangannya..
dan beliau tidak bermaksud membunuhnya..
namun orang tersebut mati..

Maka Nabi Musa berkata, “Ini adalah perbuatan setan..
padahal orang itu adalah musuh yang kafir..
lalu Nabi Musa berkata..
Rabbi aku telah manzalimi diriku..
maka ampuni aku..

Syaikh berkata..
lihat padahal Musa tidak bermaksud membunuhnya..
dan orang tersebut adalah musuh yang kafir..
namun Nabi Musa menganggapnya sebagai kezaliman..
ini membantah perbuatan orang yang meledakkan bom..
dimana yang mati juga kaum mukminin..

Kaidah Ragu…

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kamu mendapatkan sesuatu di perutnya, dan ia menjadi ragu apakah keluar angin atau tidak? Maka janganlah keluar dari masjid sampai ia mendengar suara atau mendapatkan bau.” HR Muslim.

Fawaid hadits:
1. Hadits ini menunjukkan kepada sebuah kaidah besar yaitu: Al Yaqin laa yazuulu bisyakk “Yang yaqin tidak boleh kalah oleh keraguan”. Karena yang diragukan adalah apakah keluar angin atau tidak, sedangkan yang yaqin adalah ia masih di atas kesucian. Maka keraguan itu hendaknya dibuang.

2. Buang angin membatalkan wudlu.

3. Haramnya keluar dari shalat tanpa sebab yang kuat.

4. Al Khathabi berkata, “Hadits ini menjadi hujjah untuk orang yang mewajibkan hadd atas orang yang tercium dari mulutnya bau arak”.

Wallahu a’lam