Category Archives: Display Picture Dakwah

Tanda Hasad

Wahb bin Munabbih rohimahullah mengatakan,

Orang yang hasad memiliki tiga tanda,

1. Melakukan ghibah saat (orang yang dihasadi) tidak berada di hadapannya,
2. Memuji (orang yang dihasadi) saat berada di hadapannya,
3. Merasa gembira dengan musibah (yang menimpa orang yang di hasad).

[ Hilyatul Auliya’ – 4/47 ]

Letak Kekuatan Seorang Mukmin

Syumaith bin ‘Ajlan rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan kekuatan seorang mukmin ada dalam hatinya dan tidak pada tubuhnya..

Tidakkah kalian melihat bahwasanya ada orang tua yang badannya lemah tetap mampu berpuasa di siang hari dan qiyamul lail pada malam hari, sedangkan seorang pemuda merasa berat (tidak mampu) untuk melakukan hal tersebut..”

[ Hilyatul ‘Auliya – 3 hal.130 ]

MUTIARA SALAF : Jangan Merasa Aman Dari Dosa-Dosamu

Ibnu ‘Aun rohimahullah berkata,

“Janganlah engkau yakin dengan banyaknya amalanmu, karena sesungguhnya engkau tidak tahu apakah amalanmu diterima atau tidak.. dan jangan pula engkau merasa aman dari dosa-dosamu karena sesungguhnya engkau tidak tahu apakah dosamu diampuni atau tidak..”

[ at Taubah Lii Ibni Abi ad Dunya ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Berbaik Sangkalah

Abu Qilabah rohimahullah berkata,

”Jika sampai kepadamu berita tentang tindakan saudaramu yang tidak engkau sukai, maka berusahalah mencari alasan (berbaik sangka) kepadanya semampumu..

Jika engkau tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah pada dirimu sendiri, ”Mungkin saudaraku itu mempunyai alasan yang tidak aku ketahui..”

[ Hilyatul Auliya’ – 2/285 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Jangan Sia-Siakan Cinta Allah

‏قال ابن القيم رحمه الله :
.
لا تحسب أن نفسك هي التي ساقتك إلى فعل الخيرات ، بل إنك عبد أحبك الله فلا تفرط في هذه المحبة فينساك
.
– عدة الصابرين

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

Janganlah kamu mengira bahwa dirimulah yang membuat kamu beramal kebaikan.. tetapi sesungguhnya kamu hanyalah seorang hamba yang sedang Allah cintai.. maka jangan sia-siakan cinta ini supaya Allah tidak melupakanmu..”

[ ‘Uddatush Shoobiriin ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Munafik Sesungguhnya

Imam Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

مَا خَافَهُ إِلاَّ مُؤْمِنٌ ، وَلاَ أَمَنَهُ إلِاَّ مُنَافِقٌ

“Orang yang khawatir terjatuh pada kemunafikan, itulah orang mukmin. Yang selalu merasa aman dari kemunafikan, itulah senyatanya munafik”

[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 491]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Keutamaan Dua Ayat Terakhir Surat Al Baqoroh

Dari Abu Mas’ud Al-Badri rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.”

[HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808]

Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta’ala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat do’a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat.

● Al-Qodhi ‘Iyadh rohimahullah menyatakan bahwa,

“makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari sholat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Qur’an. Atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula do’a kebaikan dunia dan akhirat..”

[Ikmal Al-Mu’allim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83]

● Imam Nawawi rohimahullah menyatakan bahwa,

“maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari sholat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti sholat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut bisa memaknai maksud hadits..”

[Lihat Syarh Shohih Muslim, 6: 83-84]

● Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari,

“Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam do’a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat..”

[Ahkam Al-Qur’an Al-Karim, 2: 540-541]

Semoga bisa mengamalkan untuk membaca dua ayat terakhir Al-Baqoroh ini mulai dari malam ini. Semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan.

ref : https://rumaysho.com/11085-keutamaan-membaca-dua-ayat-terakhir-surat-al-baqarah-pada-waktu-malam.html