Category Archives: Display Picture Dakwah

Allah Pasti Tahu…

Allah pasti tahu meski tidak ada yang memperhatikanmu…

وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا

“…dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya.” (QS Al-An’am : 59)

JIKA GUGURNYA SEHELAI DAUN DI TENGAH BELANTARA HUTAN ALLAH MENGETAHUINYA, padahal pohon dan daunnya tidak disuruh beribadah (bukan mukallaf) dan tidak pula dihisab, padahal jumlah daun terlalu banyak…

MAKA BAGAIMANA LAGI DENGAN KONDISIMU, LIRIKAN MATAMU, GERAKAN HATIMU, SEDIHNYA HATIMU, TETESAN AIR MATAMU, LANTUNAN TILAWAH QUR’AN-MU…?!

DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Yuk… Perbaiki Ibadah Shalat Kita…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

AMAL MANUSIA PERTAMA YANG AKAN DIHISAB KELAK DI HARI KIAMAT ADALAH SHALAT. Allah bertanya kepada para Malaikatnya – meskipun Dia paling tahu – “Perhatikan shalat hamba-Ku, apakah dia mengerjakannya dengan sempurna ataukah dia menguranginya?” Jika shalatnya sempurna, dicatat sempurna, dan jika ada yang kurang, Allah berfirman, “Perhatikan, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah?.” jika dia punya shalat sunah, Allah perintahkan, “Sempurnakan catatan shalat wajib hamba-Ku dengan shalat sunnahnya.” (HR. Nasai 465, Abu Daud 864, Turmudzi 415, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dalam rangka memperbaiki ibadah shalat, mari kita hadiri Majelis Ilmu berikut ini (Kajian GRATIS untuk umum Ikhwan dan Akhwat) yang diselenggarakan oleh Radio Rodja dan Rodja TV.

Tempat: Masjid Al-Barkah (komplek Studio Rodja), Jl. Pahlawan, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor
Hari: AHAD, 7 Dzul qa’dah 1438 H / 30 Juli 2017 M
Pemateri: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.
SESI PAGI :
Tema: Sifat Wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Waktu: 09.00 – Zhuhur
SESI SIANG :

Tema: Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Waktu: 13.00 – ‘Ashar
Informasi: 021-823 3661

Penyelenggara:
Radio Rodja dan Rodja TV

INFAQ Di Pagi Hari…

Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits doa malaikat di atas dalam Syarh Shahih Muslim,

“Para ulama menyatakan bahwa infak yang dimaksud adalah infak dalam ketaatan, infak untuk menunjukkan akhlak yang mulia, infak pada keluarga, infak pada orang-orang yang lemah, serta lainnya. Selama infak tersebut tidaklah berlebihan, alias boros. Adapun enggan berinfak yaitu enggan mengeluarkan untuk nafkah dan semisal itu.

Hadits yang kita kaji menunjukkan keutamaan orang yang memperhatikan nafkah pada keluarga dengan baik, juga pujian bagi orang yang rajin sedekah. Sedangkan yang enggan memberikan nafkah kepada keluarga mendapatkan doa jelek dari malaikat, yaitu didoakan kebangkrutan atau kehancuran. Semoga kita bisa memperhatikan kewajiban dalam hal menunaikan nafkah dan terus gemar sedekah.

Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Saatnya…

Makna sholawat Allah kepada Nabi dan hamba-Nya ialah pujian dan sanjungan Allah kepadanya di hadapan para malaikat yang mulia yang berada di sisi-Nya.

Sedangkan makna sholawat Para malaikat kepada Nabi dan orang-orang yang beriman ialah Doa. Maksudnya para malaikat mendoakan kebaikan dan memohonkan ampunan kepada Allah bagi Nabi shallallahu alai wasallam dan kaum mukminin.

Muhammad Wasitho,  حفظه الله تعالى

Bagi Para Orangtua Murid…

Di masa-masa awal tahun ajaran baru ini, sangat penting bagi para orangtua untuk mengingat dan mengamalkan hadits ini dengan mengingatkan anak-anak mereka untuk berhati-hati dan selektif dalam berteman…
“…KEWAJIBAN BAGI ORANG TUA adalah mendidik anak-anaknya. Termasuk dalam hal ini memantau pergaulan anak-anaknya. Betapa banyak anak yang sudah mendapat pendidikan yang bagus dari orang tuanya, namun dirusak oleh pergaulan yang buruk dari teman-temannya. Hendaknya orangtua memperhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya, karena setap orang tua adalah pemimpin bagikeluarganya, dan setiap pemimpin kan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Allah Ta’ala juga berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan “ (At Tahrim:6).

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita dan keluaraga kita dari pengaruh teman-teman yang buruk dan mengumpulkan kita bersama teman-teman yang baik. Wallahul musta’an…”

Ref : https://muslim.or.id/8879-pengaruh-teman-bergaul.html

Yuk Baca…

Siapa yang tak ingin dirinya terus menerus disinari cahaya diantara 2 Jum’at dan antara dirinya dan Ka’bah yang jauhnya +/- 7,911 km… Yuk rutin baca surat Al Kahfi di malam/pagi/siang hari Jum’at hingga batas waktunya yaitu sebelum masuk waktu Maghrib di hari Jum’at besok… In-syaa Allah..

SATU Lagi DO’A SEBELUM TIDUR…

Tahukah anda bahwa DZIKIR ini termasuk dalam DZIKIR-DZIKIR SEBELUM TIDUR…? 

Yang biasa membaca dzikir pagi dan sore tentunya sudah hafal DZIKIR ini dan berdasarkan haditsnya (lihat paragraph terakhir), DZIKIR ini dibaca pagi, sore dan ketika HENDAK TIDUR… 
Yuk amalkan mulai malam ini…

_______________

ARTINYA :….

Ya ALLAH Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai ROBB Pencipta langit dan bumi, ROBB atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ILAH (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan sekutunya, (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya. 

FAEDAH : Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada PAGI, PETANG dan SAAT HENDAK TIDUR. 

DALILNYA :…..

Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiyallahu ‘anhu: “Ucapkanlah pada pagi dan sore hari dan KETIKA ENGKAU HENDAK TIDUR.” HR. Al Bukhori dalam Al Adabul Mufrad no 1202, 1203, At Tirmidzi no. 3392, Abu Daud no. 5067. Lihat Shahih At Tirmidzi no 2798