Category Archives: Display Picture Dakwah
Musibah…
Meluruskan Masalah Do’a Di Hari-hari Tasyrik….
Belasan Jam Untuk 2 Tahun
BELASAN JAM UNTUK 2 TAHUN
Mari kita cuci gudang dosa-dosa kita selama 2 tahun dengan berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah (baca: hari ‘Arafah).
“Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam- ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim no. 1162).
Dosa yang dimaksud adalah dosa kecil atau meringankan dosa besar (*).
.
Ini adalah kesempatan terakhir dan puncak untuk berpuasa di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. .
Puasa sunnah yang sangat prestisius, sebab puasa ini mengandung 3 keutamaan waktu sekaligus:
.
1. Hari ‘Arafah.
2. 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
3. Sebuah hari dalam 4 bulan haram (**).
.
Jangan lepaskan kesempatan puasa terakhir di 10 hari ini!
.
Semoga ALLAH selalu memberikan taufiq kepada kita semua. .
.
* Syarah Muslim 1/378
** Misykatul Mashabih 7/125-126
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى
.
Pengen Sedekah Tapi Gak Punya Uang…
Semangaat…!
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلُهُ فِي عَشْرِ الأَضْحَى
“Tidak ada satu amalan yang lebih suci di sisi Allah ‘azza wa jalla dan lebih besar pahalanya daripada satu kebaikan yang dilakukan seseorang pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” [HR. Ad-Darimi dalam Sunan & Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahih At-Targhib: 1248]
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
والذي يظهر أن السبب في امتياز عشر ذي الحجة لمكان اجتماع أمهات العبادة فيه, وهي الصلاة والصيام والصدقة والحج, ولا يتأتى ذلك في غيره
“Yang nampak adalah, sebab keistimewaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah karena padanya terkumpul induk-induk ibadah, yaitu;
– Sholat,
– Puasa,
– Sedekah,
– Haji.
Dan pada bulan lain tidak terkumpul seperti ini.” [Fathul Bari, 2/534]
Malu…
وَإِذَا خَلَوْتَ بِرِيْبَةٍ فِي ظُلْمَةٍ ….وَالنَّفْسُ دَاعِيَةٌ إِلَى الطُّغْيَانِ
فَاسْتَحِ مِنْ نَظَرِ الإِلَهِ …. وَقُلْ لَهَا إِنَّ الَّذِي خَلَقَ الظَّلاَمَ يَرَانِي
Dan jika engkau sedang bersendirian dalam kegelapan…
Sementara jiwamu mengajakmu untuk bermaksiat…
Maka malu-lah engkau dengan penglihatan Allah kepadamu, dan katakanlah kepada jiwamu…
SESUNGGUHNYA YANG MENCIPTAKAN KEGELAPAN SEDANG MELIHATKU…
DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى
Menjenguk Orang Sakit…
Mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.
Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya Чαπƍ muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).
Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ
“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).
Atau doa:
أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)
Penulis: Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc, حفظه الله تعالى
Ref : https://muslim.or.id/23380-keutamaan-menjenguk-orang-sakit.html
.
Bagaimana Bila Pemilik Qurban Lupa dan Memotong Rambut atau Kukunya..?
Menyantuni Janda
Pertanyaan:
Assalamu’alikum.
Saya mau tanya, bagaimana hukumnya menyantuni janda tanpa anak tapi masih keluarga sendiri. Sebelumnya mohon maaf dan banyak terima kasih.
Jawaban:
Wa’alaikumussalam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Menyantuni janda, baik punya anak maupun tidak, termasuk amal sholeh yang bernilai pahala besar. Dari Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالمِسْكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوِ القَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ
“Orang yang bekerja agar bisa memberi sebagian nafkah kepada janda, dan orang miskin, sebagaimana orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang tahajud di malam hari, puasa di siang hari.“ (HR. Bukhari 5353 dan Muslim 2982).
Terlebih jika janda itu adalah kerabat anda, nilai yang akan anda dapatkan dua kali: nilai sedekah dan menyambung silaturrahmi. Dari Salman bin Amir radhiallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
“Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin (yang bukan keluarga) nilainya hanya sedekah, dan sedekah kepada kerabat, nilainya dua: sedekah dan silaturahmi.” (HR. An-Nasa’i 2582, Ibn Majah 1844, dan dishahihkan al-Albani)
Hanya saja, kami sarankan, dalam rangka menghindari munculnya persangkaan yang tidak diharapkan, sebaiknya anda menyerahkan santunan kepada janda itu, bersama istri anda atau melalui orang tua Anda.
Allahu a’lam.
Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى
Ref : https://konsultasisyariah.com/16981-pahala-menyantuni-janda.html












