Category Archives: Display Picture Dakwah

Riya dan Ujub…

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله تعالى
berkata:

“Seringkali riya dibarengi dengan ujub…
Riya adalah sejenis kesyirikan dengan
makhluk..
Sedangkan ujub jenis kesyirikan dengan
diri sendiri…
Orang yang riya tidak merealisasikan
iyyaaka na’budu…
Sedangkan orang yang ujub tidak
merealisasikan iyyaaka nasta’iin…
Siapa yang merealisasikan iyyaka na’budu,
akan lepas dari riya…
Dan siapa yang merealisasikan iyyaaka
nasta’iin, akan lepas dari ujub…”

Badru Salam, حفظه الله تعالى

image

Bagi para penikmat hidangan panas…

image

“Rasulullah melarang meniup makanan dan minuman.” HR. Ahmad

1. Hadits ini jelas melarang kita meniup makanan/minuman untuk mendinginkannya. Larangan ini meski hanya makruh (dibenci), tidak sampai berdosa bila dilanggar, namun seorang muslim yang baik tidak akan mengabaikannya karena ia akan mendapat pahala dengan meninggalkannya sekaligus memetik hikmah lainnya.

2. Tahu atau tidak, seorang muslim yakin bahwa semua yang dilarang dalam Islam pasti mengandung bahaya yang lebih besar dari manfaatnya.
Bila ia tahu hikmah tersebut, imannya bertambah.
Jika ia tidak tahu, ia tetap mengimaninya.

3. Di antara hikmahnya adalah karena udara yang kita tiupkan mengandung CO2 (karbon dioksida).
Bila bereaksi dengan H2O (air) dalam minuman atau sebagian makanan, akan berubah menjadi H2CO3 (asam karbonat) yang meningkatkan resiko penyakit jantung.
Ini yang baru diketahui, tentu Allah Al-‘Alim Al-Hakim memiliki rahasia lain yang kita belum ketahui.

4. Al-Hafidzh Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa meniup makanan/minuman panas merupakan perangai ketergesaan yang tercela dalam Islam.

5. Solusinya ialah dengan sabar menunggu hingga dingin sembari berzikir, mengipasi/dengan kipas angin, dan lain-lain asal tidak kita tiup.

Wallahu a’lam.

✒ Ustadz Fajri hafidzahullah

@Program JODOH

Berbaik-Sangkalah Kepada Saudaramu…

Ketika dia mengingatkanmu agar jangan melakukan ritual yang tidak dituntunkan oleh nabi tercinta shallalahu ‘alaihi wasallam, itu bukan karena dia melarangmu beribadah. Tapi agar anda selamat dari kerugian, akibat ibadah yang tidak berpahala, karena nabi shallalahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Barangsiapa yang melakukan amalan ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan kami, maka amalan itu ditolak (percuma, tanpa pahala).” [HR. Muslim]

Ketika ada orang lain mengingatkan anda agar jangan membeli emas, karena itu sebenarnya emas palsu, pantaskah anda membencinya ?

Seharusnya anda sangat berterima kasih kepadanya, dan berusaha mencari dan membeli emas yang asli. Begitu pula dalam masalah ibadah, harusnya anda berterimakasih lalu mencari dan melakukan ibadah yang benar-benar ada tuntunannya dari nabi shallalahu ‘alaihi wasallam.

Jika kita harus berhati-hati dalam masalah dunia, tentunya kita harus lebih berhati-hati dalam masalah akhirat.

Semoga bermanfaat.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

image

Teguhlah.. Jangan Goyah

Syeikh Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berpesan:

“Teguhlah, jangan goyah dengan banyaknya serangan yang diarahkan kepadamu, atau banyaknya celaan atas pendapatmu.. 

Selama kamu di atas kebenaran, maka teguhlah, karena kebenaran itu tidak mungkin tersingkir.. 

Setelah itu, belalah dirimu jika posisimu lemah, karena tidak ada keadaan yang lebih rendah dari tindakan membela diri. Adapun jika posisimu kuat, maka seranglah. Dan hari-hari itu akan terus berputar.. 

Tapi yang paling penting, jika posisimu lemah, kamu harus teguh, dan jangan katakan: “manusia, semuanya menyelisihi pendapat itu..“

Akan tetapi, teguhlah, karena Allah pasti akan menolong agamaNya, kitabNya, dan RasulNya di semua zaman.. 

Dan memang harus ada gangguan, lihatlah Imam Ahmad, dia diseret di pasar dengan hewan bagal, dan dicambuki, tapi dia tetap sabar dan teguh.. 

Dan lihatlah Syeikhul Islam, dia diarak di atas gerobak dan dijebloskan dalam penjara, tapi dia tetap teguh.. 

Selamanya tidaklah mungkin bumi bertabur banyak mawar dan bunga, bagi orang yang berpegang teguh kepada sunnah. Siapa yang menginginkan hal itu, berarti dia telah menginginkan kemustahilan..”

[Syarah Annuniyyah, Syeikh Al-Utsaimin 3/270]

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.