Category Archives: Display Picture Dakwah

Adilkah Timbangan Kita…?

– Sebagian kita suka mencela polisi yang suka
minta duit di jalan, tapi ketika ditilang minta
damai dengan memberikan uang…
– Sebagian kita tidak suka pejabat korupsi, tapi
suka ngurangi timbangan dalam jualan…
– Sebagian kita tidak suka diejek tapi suka
mengejek…
– Sebagian kita tidak suka orang cemberut tapi
tidak suka senyum…

dst…terkadang kita hanya pintar bicara dan
menilai orang lain, marilah kita perbaiki diri kita
untuk menggapai rahmat dan ridha Allah ta’ala.

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

image

Hisab Yang Ringan…

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Adapun orang yang diberikan catatan amalnya dengan tangan kanannya maka kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan dan akan kembali kepada keluarganya dengan penuh kegembiraan.” (QS. Al-Insyiqaq: 7-8)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Yang dimaksud hisab yang ringan itu adalah Allah ‘azza wa jalla akan berduaan bersama dengan seorang hamba-Nya yang beriman dan tidak ada orang lain yang ikut menyaksikan dosa-dosanya. Dia mengatakan, ‘Didunia aku telah melakukan demikian dan demikian’, sampai-sampai ketika dia telah merasa bahwa dia pasti akan binasa maka Allah ta’ala berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosa itu untukmu selama di dunia, dan pada hari ini Aku pun mengampuninya untukmu.’…”

(Syarh Aqidah Ahlis Sunnah, hal. 298)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Bangga Terhadap Sunnah…

Kecintaan kepada Nabi yang mulia
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
membuat seseorang bangga terhadap
sunnahnya serta mengagungkannya,
dan ia tdak akan mungkin membela
kelompok-kelompok yang sesat yang
menolak hadits-haditsnya…
seperti kelompok yang menolak
hadits-hadits ahad dalam aqidah.

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

image

Riya dan Ujub…

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله تعالى
berkata:

“Seringkali riya dibarengi dengan ujub…
Riya adalah sejenis kesyirikan dengan
makhluk..
Sedangkan ujub jenis kesyirikan dengan
diri sendiri…
Orang yang riya tidak merealisasikan
iyyaaka na’budu…
Sedangkan orang yang ujub tidak
merealisasikan iyyaaka nasta’iin…
Siapa yang merealisasikan iyyaka na’budu,
akan lepas dari riya…
Dan siapa yang merealisasikan iyyaaka
nasta’iin, akan lepas dari ujub…”

Badru Salam, حفظه الله تعالى

image

Bagi para penikmat hidangan panas…

image

“Rasulullah melarang meniup makanan dan minuman.” HR. Ahmad

1. Hadits ini jelas melarang kita meniup makanan/minuman untuk mendinginkannya. Larangan ini meski hanya makruh (dibenci), tidak sampai berdosa bila dilanggar, namun seorang muslim yang baik tidak akan mengabaikannya karena ia akan mendapat pahala dengan meninggalkannya sekaligus memetik hikmah lainnya.

2. Tahu atau tidak, seorang muslim yakin bahwa semua yang dilarang dalam Islam pasti mengandung bahaya yang lebih besar dari manfaatnya.
Bila ia tahu hikmah tersebut, imannya bertambah.
Jika ia tidak tahu, ia tetap mengimaninya.

3. Di antara hikmahnya adalah karena udara yang kita tiupkan mengandung CO2 (karbon dioksida).
Bila bereaksi dengan H2O (air) dalam minuman atau sebagian makanan, akan berubah menjadi H2CO3 (asam karbonat) yang meningkatkan resiko penyakit jantung.
Ini yang baru diketahui, tentu Allah Al-‘Alim Al-Hakim memiliki rahasia lain yang kita belum ketahui.

4. Al-Hafidzh Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa meniup makanan/minuman panas merupakan perangai ketergesaan yang tercela dalam Islam.

5. Solusinya ialah dengan sabar menunggu hingga dingin sembari berzikir, mengipasi/dengan kipas angin, dan lain-lain asal tidak kita tiup.

Wallahu a’lam.

✒ Ustadz Fajri hafidzahullah

@Program JODOH