Buat Yang Tidak Sakit – Pahala Menyempurnakan Wudhu Saat Cuaca Sangat Dingin dan Berat

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قاَلَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ألاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيُكَفِّرُ بِهِ الذُّنُوبَ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكْرُوْهَاتِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ .

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dan menghilangkan dosa-dosa?” Para sahabat menjawab, “Tentu saja, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “(Yaitu) menyempurnakan wudhu pada keadaan tidak disukai, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah mengerjakan shalat.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya (1036), dan asalnya ada pada Muslim (251).

Jangan takut dinginnnn.. Brrrrrr

– – – – – •(*)•- – – – –

Allah Sungguh Sangat Gembira Menerima Taubat Hamba-Nya

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Maha penyayangnya Allah terhadap Hambanya.. Allah Sungguh sangat gembira menerima taubat hamba-Nya.

Mari simak sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini..

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْن مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: « لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ الْمُؤْمِنِ مِنْ رَجُلٍ فِى أَرْضٍ دَوِيَّةٍ مَهْلَكَةٍ مَعَهُ رَاحِلَتُهُ عَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَنَامَ فَاسْتَيْقَظَ وَقَدْ ذَهَبَتْ فَطَلَبَهَا حَتَّى أَدْرَكَهُ الْعَطَشُ, ثُمَّ قَالَ : أَرْجِعُ إِلَى مَكَانِى الَّذِى كُنْتُ فِيهِ فَأَنَامُ حَتَّى أَمُوتَ. فَوَضَعَ رَأْسَهُ عَلَى سَاعِدِهِ لِيَمُوتَ فَاسْتَيْقَظَ وَعِنْدَهُ رَاحِلَتُهُ وَعَلَيْهَا زَادُهُ وَطَعَامُهُ وَشَرَابُهُ , فَاللَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ مِنْ هَذَا بِرَاحِلَتِهِ وَزَادِهِ ».

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah sangat gembira menerima taubat hamba-Nya yang beriman, dari seorang di padang sahara tandus yang membinasakan, ia bersama hewan tunggangannya yang membawa perbekalan makan minumnya. Ia tidur, lalu bangun, dijumpainya hewan tunggangannya telah pergi. Maka ia mencarinya hingga kehausan, kemudian berkata, ‘Aku akan kembali ke tempatku berada, lalu aku akan tidur hingga mati.’ Lalu ia meletakkan kepalanya di atas lengannya untuk menghadapi kematian. Maka ia terbangun dan di sisinya terdapat kendaraannya, lengkap dengan perbekalan makan minumnya. Sungguh Allah sangat gembira menerima taubat hamba mukmin, lebih dari kebahagiaan orang ini menemukan kembali kendaraan serta perbekalannya.”

Shahih, diriwayatkan Al-Bukhari (6308) dan Muslim (2744).

Adakah seorang hamba yg enggan bertaubat?

Seberapa bertahan kulitmu jika dibakar api dunia sehingga enggan bertaubat..??

Bagaimana dengan api akhirat…

Semoga Allah ta’ala melindungi kita dan orangtua kita..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

– – – – – •(*)•- – – – –

Menilai Kebenaran Berdasar Kedudukan Pengikut

Ust. Abu Yahya Badrusalam, Lc

Menilai kebenaran karena pengikutnya adalah orang-orang kaya, bangsawan, para ilmuwan dan orang-orang yang berkedudukan. Adapun bila pengikutnya rakyat jelata dan orang-orang lemah, ia anggap sesuatu yang batil.

Ini adalah parameter kaum jahiliyah yang tertipu dengan kedudukan dan pangkat. Dahulu para Nabi diikuti oleh orang-orang yang lemah.

Dalam Shahih Bukhari disebutkan kisah perbincangan raja Heraklius dengan Abu Sufyan yang masih kafir.

Diantara pertanyaan Heraklius tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah, “Apakah pengikutnya dari kalangan rendahan atau para bangsawan?”

Abu Sufyan menjawab, “Justru kebanyakan dari kaum yang lemah.” 

Padahal dahulu kaum ‘Aad dan Tsamud adalah kaum yang kuat dan berkedudukan. Namun Allah menghancurkan mereka akibat kekafiran mereka.

Di zaman ini, masih banyak orang yang yang mempunyai parameter seperti ini. Bila yang berbicara orang tidak punya titel ia acuhkan, walaupun yang diucapkan adalah kebenaran. Tapi bila yang mengucapkannya adalah orang yang bertitel apakah itu profesor atau doktor atau pejabat tinggi, maka ia anggap sebagai sebuah kebenaran.

Padahal kebenaran tidak terletak pada titel atau kedudukan. Kebenaran adalah yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Yang dapat mengikuti dakwah para Nabi hanyalah orang-orang yang menundukkan dirinya di hadapan Rabbnya dan membuang semua kesombongan dan keangkuhannya. 
 
Adapun orang yang tertipu oleh kecerdasan, kekayaan dan kedudukan, amat sulit untuk tunduk dan taslim (menerima, pent) kepada Rabbnya. Masih menimbang-nimbang dengan akalnya, kekayaan dan kedudukan yang ia banggakan.

Maka sungguh mengagumkan orang yang tidak tertipu oleh semua itu, lalu ia tunduk dan mengakui kelemahannya di hadapan Sang Pencipta. Ia mengakui dirinya seorang hamba, kalaulah bukan karena Allah yang memberinya nikmat tentu ia akan binasa.

http://m.salamdakwah.com/#/baca-artikel/diantara-perangai-jahiliyah–1.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Perhatikan Umurmu

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudaraku yang berbahagia diatas hidayah islam wa sunnah….

Bertaubat kepada ALLAH dan mencegah diri dari suatu perbuatan dosa memang tidak membuat anggota badan kita menjadi lelah dan letih…

Tetapi, inti masalahnya terletak pada usia Anda saat ini!
Yaitu waktu yang terletak diantara masa lalu dan masa mendatang Anda.

Jika Anda menyia-nyiakan waktu tersebut, berarti Anda telah menyia-nyiakan untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan yang hakiki pada diri anda sendiri!

Sebaliknya, jika anda menjaganya dan senantiasa memperbaiki masa-masa lalu dan masa mendatang, niscaya Anda akan selamat dan memperoleh, ketenangan, ketentraman, kenikmatan, kebahagiaan dan kesenangan yang hakiki…..

Sesungguhnya, menjaga waktu yang sekarang kita jalani lebih sulit daripada memperbaiki waktu yang telah berlalu maupun yang akan datang.

Disebabkan, menjaga waktu berarti mengharuskan diri Anda untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih banyak melaksanakan ketaatan agar memberikan kebahagaiaan pada diri Anda, dan yang demikian tidak mudah kita melaksanakannya….

Akhirnya kita memohon kepada ALLAH agar ALLAH memberikan kemudahan pada diri kita untuk mengisi waktu-waktu kita dalam rangka ibadah kepada Allah utk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat kita….

Maraji:
Fawaidul fawaid
Penulis

AKHUKUM almuhib Ahmad Ferry Nasution/Abu ‘Urwah

Dimanakah Kedudukan Anda Di Dunia Ini ?

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Telah bersabda Rasulullah صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ :
Sesungguhnya dunia hanyalah diperuntukkan untuk 4 orang:

1. Seorang hamba yang ALLAH berikan ilmu dan harta, kemudian dia bertakwa kepada ALLAH dalam hartanya, dengannya ia menyambung silaturahmi serta mengetahui hak ALLAH didalamnya. Maka orang tersebut kedudukannya paling utama/baik (disisi ALLAH).
 
2. Seorang hamba yang ALLAH berikan ilmu namun tidak diberikan harta, namun ia memiliki niat yang jujur dan ia berkata: “Seandainya aku memiliki harta, aku pasti akan mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan, maka dengan niatnya itu, pahala keduanya adalah sama.

3. Seorang hamba yang ALLAH berikan harta namun tidak diberikan ilmu kepadanya. Lalu ia menggunakan hartanya seenaknya tanpa ilmu, tidak bertakwa kepada ALLAH dengan hartanya, tidak menyambung silaturahmi dengannya, dan tidak mengetahui bahwa ALLAH memiliki hak dalam harta tersebut. Kedudukan orang ini adalah yang paling buruk (disisi ALLAH).

4. Seorang hamba yang tidak ALLAH berikan harta dan juga ilmu kepadanya, lalu ia berkata: “Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yg dikerjakan si fulan. Maka dengan niatnya itu, maka keduanya mendapatkan dosa yang sama.
Shahih: Riwayat Tirmidzi :2325, Ibnu majah: 4228.

Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua, serta bisa sebagai acuan untuk senantiasa memperbaiki amal kita di atas sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

http://m.salamdakwah.com/#/baca-artikel/dimanakah-kedudukanmu-di-dunia-ini-.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Luar Biasanya Surga

Ust. Haryanto Abdul Hadi, حفظه الله

Keindahan surga dan kenikmatannya adalah tidak pernah terbayang sedikitpun di akal manusia…

Tidak ada kematian…hanya kesenangan dan kebahagiaan abadi..
Surga, labuhan terakhir bagi orang-orang yang diridhoi NYA…

silahkan menyaksikan video ulasan tentang surga bersama Ustadz Haryanto Abdul Hadi, Lc, MA

di http://m.salamdakwah.com/videos-detail/luar-biasanya-surga.html

Sudahkah Hari Ini Kita Membaca Al Qur’an Atau Buku-Buku Yang Bermanfa’at ?

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

يومياً نفتح رسايل الجوال ونقرء الرسائل المرسله من الأصدقاء ولكن كم مره نفتح المصحف ونقرأ الرسايل المرسله من الله”

Setiap hari, kita selalu menyempatkan untuk membuka HP dan membaca semua surat yg dikirim oleh teman2nya,,,, akan tetapi berapa kali dalam sehari kita menyempatkan utk membuka Al qur an untuk membacanya…???

Saudaramu Ahmad Ferry Nasution.