Diterimanya Amal

Ustadz Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Allah ta’ala berfirman, “Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Rabb nya maka hendaklah ia mengerjakan kebajikan dan janganlah ia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. QS Al-Kahfi 110

Berkata Al-Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah, “Ini adalah suatu amal yang diterima, yaitu hendaknya sesuai dengan As-Sunnah dan diniatkan hanya kepada Allah ta’alasemata. Dan tidak dapat dua hal ini dicapai melainkan dengan Ilmu, dikarenakan bila ia tidak mengilmui apa yang diajarkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam , ia tidak dapat pula meraih ikhlas, karena ia tidak mengenal Tuhan nya, dan sekiranya tanpa ilmu niscaya amalnya tidak diterima.

Maka bisa disimpulkan Ilmu adalah petunjuk yang mengarahkan pada ke-ikhlasan dan petunjuk yang membawa kepada mengikuti Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Diantara do’a yang dipanjatkan Umar ibn Khothob,

“Allahummaj’al amali kullahu solihan, w-aj’al hu liwajhika kholison, wala taj’al li ahadin fihi syai’an”. HR. Ahmad

(Yaa ALLAH jadikanlah seluruh amalku menjadi amal shaleh, dan jadikanlah amalku ikhlas untuk mencari wajahMu, dan jangan jadikan amalku karena seseorang atau sesuatu)

http://m.salamdakwah.com/#/baca-artikel/diterimanya-amal.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Dahsyatnya Neraka

Ust. Elvi Syam, حفظه الله

Siapa yang ingin masuk neraka ?

Jika ada orang yang mengatakan tidak mengapa masuk neraka asal Allah ridho padanya…tentu orang ini telah menyelisihi logika, dan tidak takut dengan dahsyatnya Neraka..

Saudaraku, mintalah kepada Allah agar dijauhkan dari api neraka…

Silahkan menyaksikan kajian ust. Elvi syam, Lc, MA di
http://m.salamdakwah.com/#/videos-detail/dahsyatnya-neraka.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Untukmu Wahai Para Suami

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai para suami, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:

1. Apa yang memberatkanmu-wahai hamba ALLAH untuk tersenyum dihadapan isterimu ketika engkau masuk menemuinya, agar engkau mendapatkan ganjaran dari ALLAH Ta’ala.

2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah (ceria) ketika engkau menjumpai isteri dan anak-anakmu yang telah menanti dirimu dirumah!! Agar engkau mendapatkan pahala.

3. Apa sulitnya apabila engkau masuk kedalam rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna, yaitu : assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”, agar dirimu mendapatkan 30 kebaikan?!!.

4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmua agak sedikit dipaksakan?!!.

5. Apakah yang menyusahkanmu-wahai para suami, apabila dirimu berdoa kepada ALLAH, dengan do’a: “Ya ALLAH, perbaikilah istriku dan curahkan keberkahan padanya”.

6. Tahukah kamu (wahai para suami) bahwa ucapan yang lembut merupakan shadaqah?!!.

7. Apa yang memberatkanmu untuk memberikan hadiah (oleh-oleh) untuk isteri dan anak-anakmu, ketika dirimu pulang dari safar?

8. Wahai para suami, luangkanlah waktumu untuk menemani isterimu, anak-anakmu mengajarkan dan membaca alqur’an padanya, atau menghadiri majelis-majelis ilmu yang mengajarkan alqur’an dan sunnah menurut pemhaman para sahabat.

9. Tahukah engkau wahai para suami, bahwa bersetubuh akan mendatangkan ganjaran dari ALLAH, sebagaimana Nabi bersabda: Diantara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan isteri-isteri kalian. (Silsilah shahihah: 441)

Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Rujukan: kitab keluarga sakinah oleh ust yazid jawas, dengan beberapa tambahan.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

– – – – – •(*)•- – – – –

MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG SALAF

(Petikan Dialog Terkait Radikalisme di TV One Bersama Syaikh Ali Hasan Al Halabi)

Mc: Ada anggapan bahwa sejumlah pihak yang melakukan terorisme ini dikaitkan dengan istilah SALAFY JIHADI. Apakah itu berkaitan? Itu juga untuk pemahaman bagi masyarakat kita…

Syaikh: Salafiyah artinya pemahaman sebagaimana yang dipahami oleh salafushshalih. SALAFIYAH BUKAN PARTAI POLITIK, BUKAN ORGANISASI. Salafiyah adalah ajakan dakwah yg mengaitkan antara kaum muslimin dengan para ulama yang dasar-dasarnya sangat memperhatikan, keimanan, keamanan dan ketenteraman. Dasarnya juga adalah bagaimana mengajarkan pemahaman Islam yang benar kepada manusia. Menerima pemahaman atau fikih dari para ulama seluruhnya (Imam Ahmad, Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, pen) tanpa fanatik terhadap salah satu mahdzab. Aksi-aksi atas nama jihad dan salafiyah, yaitu aksi-aksi kekerasan, INI SAMA SEKALI BUKAN DARI DAKWAH SALAFIYAH.

Mc: Jadi bertolak belakang, seperti itu?

Syaikh: Benar bahwa aksi kekerasan itu sangat bertentangan dengan salafiyah karena salafiyah berdasarkan keimanan dan keamanan.

Mc: Pesan damai untuk Indonesia agar terhindar dari aksi terorisme seperti apa Syaikh Ali?

Syaikh: Bahwa aksi-aksi kekerasan dan peledakan ini BUKAN atau SAMA SEKALI JAUH DARI AJARAN ISLAM YANG BENAR. Semakin seorang muslim itu mendalami agama, semakin juga dapat memahami bahwa paham-paham radikal seperti itu sangat jauh dari kebenaran. Dan ini memerlukan usaha yang keras, serius, untuk meluruskan pemahaman-pemahaman yang ada.

Mc: Baik, terima kasih banyak Syaikh Ali sudah datang ke Indonesia…

«Selesai wawancara mc dgn syaikh Ali hafidzahullah)

[MasyaAllah… Semoga Allah memberkahi Syaikh dan membuka hati masyarakat Indonesia untuk menerima DAKWAH SALAFIYAH yang mulia ini, aamiin…]

– – – – – •(*)•- – – – –

Ketika Itu Ia Berwibawa

Ust. Badrusalam, حفظه الله

beliau ditanya: “Kapan seseorang itu akan berwibawa di hadapan kaumnya?
Beliau menjawab..
Ketika ia mempergauli kaumnya dengan kelemah lembutan..
ketika ia bertawadlu’..
ketika ia bertemu dengan wajah yang berseri dan dada yang lapang..
ketika ia berbagi dengan mereka pada harta dan keni’matanya..
jika ia lakukan itu..
kaumnya akan memuliakannya..
(Diwan Asy Syafii hal 29)

Cinta Dan Benci Yang Bid’ah

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Syaikhul islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
“Diantara manusia..
ada yang apabila mencintai seseorang..
ia tak peduli dengan kesalahannya sebesar apapun..
diantara mereka juga..
ada yang apabila membenci seseorang..
ia lupakan seluruh kebaikannya..
ini adalah perbuatan bid’ah..
seperti perbuatan khowarij dan jahmiyah..
(Majmu fatawa 3/347)

– – – – – •(*)•- – – – –

MAAFKAN AKU, WAHAI IBU & BAPAKKU

Imam Dzahabi didalam kitab Al Kabair (hal :34) berkata:

Renungkanlah serta amalkan nasehat emas ulama kita ini…

“Ibu mu telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan seolah-olah dia telah mengandungnya 9 tahun lamanya.
Dia bersusah payah ketika akan melahirkanmu!!
Yang hampir saja menghilangkan nyawanya…

Dan dia telah menyusuimu dari payudaranya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjaga dirimu!!!

Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dan dia selalu mengutamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya.

Dia telah memberikan semua kebaikan padamu dan apabila kamu sakit atau mengeluhkan sesuatu tentang dirimu, maka tampak dari wajah ibumu kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang berkepanjangan, dan dia keluarkan harta untuk membiaya dokter dan rumah sakit utk mengobati dirimu. Dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya (kematian ibunya) , maka IBU mu akan memilih/ meminta supaya KAMU tetap hidup dengan suara yg sgt keras!!!

Betapa banyak kebaikan dan jasa seorang ibu….
Sedangkan engkau balas dengan akhlak yg kurang baik padanya…
IBUmu selalu mendoakanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala IBUmu sekarang sangat membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu lagi…

ENGKAU KENYANG! dalam keadaan IBUMU KELAPARAN…

ENGKAU PUAS! dalam keadaan IBUMU KEKURANGAN…

Dan ENGKAU lebih mendahulukan berbuat baik kepada istrimu dan anakmu dari pada kepada IBUmu sendiri…

Dan ENGKAU Lupakan semua kebaikan yg pernah dia buat kepadamu..

Dan ENGKAU merasa berat! apabila ENGKAU merawatnya padahal yg demikian adalah sangat mudah bagimu….

Dan ENGKAU mengira bahwa ibumu akan berumur panjang padahal umurnya sangat singkat.

ENGKAU tinggalkan dia! Padahal dia tdk penolong selain dirimu…

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dgn celaan yang sangat lembut.

Dan ENGkAU akan disiksa didunia ini dg siksaan yg pedih dg sebab ENGKAU durhaka kepada IBUMU!

Dan ALLAH akan membalas diakhirat dgn dijauhkan dari ALLAH Rabbul ‘aalamin.
( Akhir perkataan imam dzahabi)

Wahai saudara-saudariku…
Lihatlah keadaan orang tuamu saat ini…
Perhatikanlah raut wajahnya yang sudah mulai berkeriput…
Yang sudah mulai melemah..
Bersegeralah berbuat baik, raihlah syurga dg berbuat baik padanya…
Tanyakanlah kabar tentang mereka…
Berikanlah kabar yang menyenangkan hati mereka dan jangan memberikan kabar yang buat hatinya sedih…
Serta doakanlah mereka diatas kebaikan…
Sayangilah mereka, dan jangan engkau kasari mereka…
Dan jangan sekali-kali engkau membuat dia menangis dengan sebab perilaku kasar engkau kepadanya…

Nabi yang mulia pernah bersabda dari jalan abdullah bin amr: “seseorang mendatangi rasulullah dan lalu berkata: “aku mendatangimu untuk berbaiat utk hijrah dan aku tinggalkan ke dua orang tuaku dalam keadaan menangis “Rasulullah bersabda: “kembalilah kamu kepada keduanya, dan buatlah mereka tertawa sebagaimana membuatnya menangis.
Riwayat an-nasai , abu dawud 2166 ibnu majah 2772

Semoga memberikan manfaat!
Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

Menuju Kesempurnaan

Ust. Syafiq Basalamah, حفظه الله
 
Akhi ukhti…
Kita adalah makhluk yang penuh keterbatasan…
Sering lupa, salah dan alpa
Banyak kekurangan di sana dan di sini…
Ada sebagian yang membiarkan kekurangannya terus bertambah
Dan kesalahannya terus bertumpuk
Dengan dalih, dia adalah manusia biasa yang penuh keterbatasan…
 
Ketahuilah, bahwa kita memang tidak sempurna…
Kita tidak mungkin bisa sama 100% dengan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Tapi itu bukan alasan untuk membiarkan kekurangan dan kesalahan…
Karena kita diperintahkan untuk mendekati kepada kesempurnaan…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
))سَدِّدوَقَارِبُوا((
“Berusahalah berbuat benar dan mendekat kepada kebenaran.” HR. Bukhari
 
Ibnul Qayyim menyimpulkan rahasia kesempurnaan manusia
كمال الإنسان بهمة ترقيه وعلم يبصره ويهديه.
“Kesempurnaan manusia itu tergantung pada (dua hal) 1- semangat yang mengangkatnya 2- ilmu yang menerangi jalannya dan memberikan petunjuk”.
 
Jadi ilmu saja tidak cukup, berapa banyak yang berilmu namun karena semangatnya yang loyo, iyapun menjadi cemoohan orang, “banyak dalilnya tapi amalnya tidak ada” ibarat pohon yang tidak berbuah
Sebagaimana semangat tanpa ilmu, membuat sebagian beramal dan berbuat sesuatu yang mengantarkan pada kekurangan…
Seperti pencari kayu di malam hari tanpa pelita penerang, kadang dia memungut ular yang dikiranya kayu, sehingga membinasakan dirinya sendiri…
 
Jadi butuh ilmu
Dan semangat…
Barakallahu fiek

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

798. Tj Upah Tukang Potong Hewan

798. BBG Al Ilmu

Tanya:
Masalah kurban, tukang potong selain uang potong apakah dia wajib dapat bagian kaki, kulit dan kepala ?

Jawab:
Tidak boleh dilakukan, berdsarkan hadits dibawah ini:.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu bahwa “Beliau pernah diperintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengurusi penyembelihan ontanya dan agar membagikan seluruh bagian dari sembelihan onta tersebut, baik yang berupa daging, kulit tubuh maupun pelana. Dan dia tidak boleh memberikannya kepada jagal barang sedikitpun.” (HR. Bukhari dan Muslim) dan dalam lafaz lainnya beliau berkata, “Kami mengupahnya dari uang kami pribadi.” (HR. Muslim)

Dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/379)

Syaikh Abdullah Al Bassaam mengatakan:
“Tukang jagal tidak boleh diberi daging atau kulitnya sebagai bentuk upah atas pekerjaannya. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Yang diperbolehkan adalah memberikannya sebagai bentuk hadiah jika dia termasuk orang kaya atau sebagai sedekah jika ternyata dia adalah miskin…”. (Taudhihul Ahkaam, IV/464).

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-qurban.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

797. Tj Halalkah Gaji Dari Pekerjaan Yang Didapat Dengan Menyogok ?

797. BBG Al Ilmu – 33

Tanya:
Kalau seseorang mendapatkan pekerjaan dengan cara menyogok apakah gaji yang dia terima selama hidupnya haram atau perbuatan menyogoknya saja yang haram ?

Jawab:
Melakukan sogok untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak-nya hukumnya haram, bahkan termasuk dosa besar. Yang menanggung dosa bukan hanya penerima sogok, termasuk orang yang menyogok. Termasuk dalam hal ini adalah menyogok untuk mendapatkan pekerjaan. Semua pihak yang terlibat dalam ‘tindak kriminal’ ini turut mendapatkan laknat atas perbuatannya, sampai dia bertaubat.

Untuk kasus sogok dalam rangka mendapatkan pekerjaan, selama penerimaan pegawai untuk lowongan pekerjaan itu berdasarkan tes setiap pelamar, maka sogok dalam kasus ini statusnya haram. Karena sogok bukanlah alasan untuk menentukan siapa yang lebih unggul dan lebih berhak mendapatkan pekerjaan tersebut, dan posisi pekerjaan tersebut bukanlah hak bagi penyogok.

Mengenai halal/haramnya gaji si pegawai ini, jika ia telah bertaubat kepada Allah, dan telah mensedekahkan sebagian hartanya, maka tidak masalah dia tetap bertahan di posisi tersebut. Dengan syarat: Dia memiliki kemampuan yang memadai untuk melaksanakan tugasnya tersebut, karena mengampu pekerjaan, sementara dia tidak memliki kemampuan termasuk mengkhianati amanah. Dan dampak buruk perbuatannya bisa jadi menimpa banyak orang.
والله أعلم بالصواب

Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/halalkah-gaji-seorang-penyogok/#

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶