Images

Do’a Agar Tidak Dibenamkan Ke Dalam Bumi…

 

Mendengar gempa di Sulawesi yang amat mengerikan. Banyak rumah yang dibenamkan ke bumi. Amat penting sekali untuk selalu membaca do’a yang diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam yang beliau baca di setiap pagi dan petang:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”

Dibaca setiap pagi dan petang.

HR. Al Bukhari dalam kitab Al Adabul Mufrod.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

==========

Silahkan download (KLIK dan langsung download) ke Smartphone anda

Panduan DZIKIR PAGI v.3.0

Panduan DZIKIR PETANG v.3.0

Mengapa ROMADHON Tidak Termasuk Bulan Suci Yang 4…?


.
.
Jawabannya : Allahu a’lam…
.
PERTAMA, yang penting untuk kita ketahui bersama adalah bahwa Allah yang menetapkan ke 4 bulan suci itu melalui firman-Nya di dalam al Qur’an dan melalui lisan yang mulia Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam (al hadits) sbb:
.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
.
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan harom. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
.
Lalu dalam sebuah hadits shohih, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :
.
”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan harom (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rojab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
.
Disebut dengan bulan “HAROM (suci)” karena pada bulan tersebut diharamkan maksiat dengan keras, begitu pula pembunuhan. Demikian kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rohimahullah dalam kitab beliau Taisir Al Karimir Rahman.
.
Al Qodhi Abu Ya’la rohimahullah berkata, ”Dinamakan bulan harom karena dua makna:
.
1- Pada bulan tersebut diharomkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
.
2- Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan harom lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan keta’atan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)
.
.
KEDUA, terkait bulan Romadhon, Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
Apabila Romadhon datang maka pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR. Bukhari)
.
Sedangkan dalam riwayat an-Nasa-i dan Imam Ahmad terdapat tambahan: “Telah datang kepadamu ROMADHON, BULAN YANG PENUH BAROKAH.” [HR. an-Nasa-i (IV/129) Kitaabush Shiyaam bab Fadhlu Syahri Ramadhaan dan Musnad Imam Ahmad (II/230)]
.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas Romadhon adalah BULAN YANG PENUH BAROKAH… Namun sayangnya yang populer di tengah masyarakat adalah bahwa Romadhon itu bulan Suci… bukan mengecilkan makna bulan Romadhon (sama sekali TIDAK)… namun akibat penamaan ini banyak kaum Muslimin akhirnya MELUPAKAN / MENGABAIKAN 4 bulan suci (harom) yang sebenarnya sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits shohih padahal dosa dan pahala di ke 4 bulan tsb dilipat gandakan, Allahul musta’aan…
.
Wallahu a’lam

Dua Dzikir dan Do’a Yang Terlupakan Saat Tertimpa Musibah Atau Melihat Orang Lain Terkena Musibah…

.
DUA DZIKIR DAN DO’A YANG KERAP TERLUPAKAN saat kita tertimpa musiibah, atau saat kita MELIHAT ORANG LAIN TERTIMPA MUSIIBAH seperti gempa, tsunami (lihat secara langsung atau lewat TV/media lainnya) yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala dan sekitarnya, cobaan penyakit, kekurangan harta, kecelakaan, dll.
.
Yuk hafal, baca dan sebarkan.

Dua Keutamaan Sholat Isyroq…

1. PAHALA HAJI DAN UMROH DENGAN SEMPURNA.

⚉   Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, dia bekata, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

Barangsiapa sholat Shubuh dengan berjama’ah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit kemudian sholat 2 roka’at, maka dia meraih pahala seperti pahala Haji dan Umroh.” Dia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’Sempurna, sempurna, sempurna’.”

[ HR. at-Tirmidzi – Syaikh Al-Albani berkata : Hasan – Lihat Shohih at-Targhib wat-Tarhib – 1/464]

⚉   Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

Barangsiapa melaksanakan sholat Shubuh dengan berjama’ah, kemudian menetap di tempatnya sehingga dia sholat Dhuha karena Allah, maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang ber-Haji dan ber-Umroh yang Haji dan Umroh-nya sempurna.”

[ HR. ath-Thobroni – Syaikh Al-Albani berkata : Hasan – Lihat Shohih at-Targhib wat-Tarhib – 1/469]

2. Kepulangan yang lebih cepat dan ghonimah yang lebih besar.

⚉   Dari Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, dia bekata (yang artinya):

“Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengirim pasukan, maka mereka pulang dengan cepat dan membawa ghonimah yang banyak, lalu ada seseorang berkata, ’Wahai Rosulullah, tidak pernah kami melihat pasukan yang lebih cepat pulangnya dan lebih banyak ghonimah-nya dari pasukan ini

Maka beliau (Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, ‘Maukah aku kabarkan kepada kamu sesuatu yang lebih cepat pulangnya dan lebih besar ghonimah-nya ? Yaitu seseorang berwudhu lalu ia membaguskan wudhunya, kemudian ia pergi ke Masjid lalu ia sholat Shubuh, kemudian ia sholat Dhuha, maka ia sungguh telah pulang dengan cepat dan besar ghonimah-nya’.”

[ HR. Abu Ya’la – dengan sanadnya yang shohih, jalur perowinya Shohih Bukhari dan Muslim ]

Faedah Hadits :
1. Anjuran untuk terus berdzikir di tempat setelah sholat Shubuh.
2. Kemudian setelah itu, mendirikan 2 roka’at sholat Dhuha.
3. Menjelaskan bahwa sholat Isyroq adalah sholat Dhuha.

============

HUBUNGAN ANTARA SHOLAT ISYROQ DAN SHOLAT DHUHA

⚉   Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

Syuruq artinya terbit matahari tanpa meninggi seukuran batang tombak. Isyroq artinya terbitnya matahari dengan meninggi seukuran batang tombak.”

[ Majmu’ al Fatawa war Rasail 14/298-299 ]

⚉   Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah juga berkata,

Sholat Isyroq adalah sholat yang dilaksanakan setelah matahari meninggi seukuran batang tombak. Lamanya menurut perhitungan jam sekitar 15 menit atau semisal itu.

Itu adalah sholat Isyroq dan merupakan sholat Dhuha, karena pelaksanaan sholat Dhuha dimulai sejak matahari meninggi seukuran batang tombak hingga menjelang Zawal (*). Sholat Dhuha lebih utama dilaksanakan di akhir waktu daripada di awal waktu.

Kesimpulannya, 2 roka’at sholat Isyroq adalah 2 roka’at sholat Dhuha. Hanya saja, jika disegerakan pelaksanaannya di awal waktu, yaitu saat matahari meninggi seukuran batang tombak, itu adalah sholat Isyroq dan Dhuha. Jika diakhirkan pelaksanaannya di akhir waktu, itu adalah sholat Dhuha, bukan sholat Isyroq.

[ Majmu’ al Fatawa war Rasail 14/305 ]

(*) Zawal : waktu matahari bergeser dari tengah-tengah langit.

============

⚉   PERTANYAAN : 

Apakah tinggal di rumah setelah sholat Shubuh untuk membaca al-Qur’an hingga matahari terbit, kemudian sholat 2 roka’at Isyroq, akan mendapat pahala yang sama yang diraih dengan berdiam menunggu di Masjid ?

⚉   JAWABAN : 

Syaikh Ibnu Baz rohimahullah menjawab,

“Amal tersebut memiliki kebaikan yang banyak dan pahala yang besar. Akan tetapi, lahiriah hadits-hadits yang datang tentang hal itu menunjukkan bahwa amalan di atas TIDAK mendapat pahala yang dijanjikan untuk orang yang duduk di tempat sholatnya di Masjid.

Namun, jika dia sholat Shubuh di rumah karena uzur sakit atau takut, kemudian duduk di tempat sholatnya berzikir atau baca Qur’an hingga matahari meninggi, kemudian sholat 2 roka‘at, dia meraih pahala yang dijanjikan dalam hadits-hadits itu lantaran dia beruzur tatkala sholat di rumahnya.

Demikian pula halnya jika seorang wanita duduk di tempat sholatnya (di rumah) setelah sholat Shubuh, berzikir atau membaca Qur’an hingga matahari meninggi lalu sholat 2 roka’at, sesungguhnya ia mendapatkan pahala tersebut yang dijanjikan dalam hadits-hadits itu, bahwa Allah ‘azza wa jalla menuliskan bagi orang yang melakukannya pahala berhaji dan umrah yang sempurna.

Hadits-hadits dalam hal itu jumlahnya banyak, saling menguatkan satu sama lainnya dan tergolong dalam jenis hadits hasan lighoirih (hasan karena penguatnya). Hanya Allah yang memberi taufik.”

[ Majmu’ al-Fatawa Li Ibni Baz – 11/403-404 ]