Akhlaq Mulia Terhadap Istri

Abu Hamid Al-Gozali rahimahullah berkata ;

“واعلم أن ليس حُسن الخلق مع المرأة كفَّ الأذى عنها، بل احتمال الأذى منها، والحلم عند طيشها وغضبها؛ اقتداءً برسول الله – صلى الله عليه وسلم – فقد كانت نساؤه تُراجعنه الكلام، وتَهجره الواحدة منهن يومًا إلى الليل”؛ ا.هـ.

“Ketahuilah bukanlah akhlak yang baik terhadap istri dengan menahan diri untuk tdk menyakitinya, akan tetapi akhlak yg mulia terhadap istri adalah bersabar terhadap gangguan istri, bijak dalam menghadapi ketidakstabilan dan kemarahan istri, dengan meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh istri-istri beliau pernah membantah perkataan beliau, bahkan salah seorang istri beliau menghajar (ngambek dan tdk mengajak bicara) Nabi sehari semalam”
(Al-ihyaa 4/720)

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Inilah Do’a-Do’a Keburukan Yang Dipanjatkan Oleh Husain Bin Ali Bin Abu Thalib Atas Para Penganuat Agama Syi’ah

Berikut ini akan disebutkan DOA-DOA KEBURUKAN yang dipanjatkan oleh Husain bin Abu Tholib radhiyallahu ‘anhuma (cucu Nabi) kepada Allah Ta’ala untuk orang-orang Syi’ah Kufah yang telah menipu dan mengkhianatinya sebelum ia dan sejumlah keluarganya dibunuh oleh mereka:

“اللهم إن متعتهم إلى حين ففرقهم فرقا (أي شيعا وأحزابا) واجعلهم طرائق قددا, و لا ترض الولاة عنهم أبدا, فإنهم دعونا لينصرونا, ثم عدوا علينا فقتلونا”

“Ya Allah, jika Engkau memberikan kepada mereka (orang-orang Syi’ah dan pengikutnya, pent) kenikmatan pada suatu waktu, maka cerai-beraikanlah mereka (menjadi kelompok-kelompok dan golongan-golongan), jadikanlah mereka menempuh jalan yang berbeda-beda, dan janganlah Engkau jadikan para pemimpin (kaum muslimin) merestui mereka selamanya, karena mereka telah mengundang kami untuk menolong kami, namun ternyata malah memusuhi kami dan membunuh kami! “.

(Lihat kitab-kitab referensi Syi’ah berikut: Al-Irsyaad karya Al-Mufiid, Hal.241, i’laamu Al-Waraa karya Ath-Thabrasi Hal.949, Dan Kasyfu Al-Ghummah II/18, 38).

Imam Husain bin Abu Tholib juga pernah mendoakan keburukan untuk mereka dengan mengatakan kepada mereka:

“Binasalah kalian! Tuhanku (Allah) akan membalas (perbuatan) kalian untuk membelaku (dan keluarga) di dunia dan di akhirat … kalian akan menghukum diri kalian sendiri dengan memukulkan pedang-pedang di atas tubuh dan wajah kalian, Dan kalian akan menumpahkan darah kalian sendiri. Kalian tidak akan mendapat keberuntungan di dunia dan tidak akan sampai kepada hajat (dan tujuan) kalian. Ketika kalian mati, maka Tuhanku telah menyiapkan azab (siksaan) untuk kalian di akhirat. Kalian akan menerima azab sebagaimana azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir yang paling keras kekafirannya. “(Lihat Jilaa-u Al ‘Uyuun, karya Mullah Baqir Majlisi, hal.409).
.
Demikianlah DOA keburukan yang dipanjatkan Oleh Husain bin Ali bin Abu Tholib radhiyallahu anhu, cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan penghulu pemuda penduduk Surga untuk orang-orang Syi’ah yang terlaknat. Dan kita telah menyaksikan bahwa doa-doa beliau telah DIKABULKAN oleh ALLAH di dunia.

Semoga postingan ini bermanfaat bagi setiap pembaca, Dan dapat menyadarkan pemahaman kaum muslimin bahwa Orang-orang Syi’ah pada hakekatnya bukan dari golongan kaum muslimin, dan bukan pembela dan pengikut setia Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib dan Ahlul Bait.

(Klaten, 27 Juni 2013)
Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Rintihan Shalat Malam

(Ust Firanda Andirja)

Bila sholat malam merintih..??
Seakan-akan sholat malam berkata :
“Akankah masa keemasanku akan berakhir….?”

Ramadan lalu…
betapa banyak orang berbondong-bondong mengejarku….
betapa bahagianya diriku saat itu…

akan tetapi…
Baru seminggu Ramadhan berlalu maka berbondong-bondong pula orang-orang meninggalkan aku…
mereka melupakan aku…
bahkan mereka pura-pura tidak mengenalku.
Lebih menyedihkan lagi…banyak diantara mereka yang di malam idhul fitri langsung mengusirku… satu rakaatpun tidak mereka kerjakan !!!

Apakah aku hanya dihargai dan dicari-cari tatkala di bulan Ramadhan..??
Lantas di sebelas bulan yang lain aku dicampakkan oleh mereka…??

Selengkapnya lihat di :
http://www.firanda.com/index.php/artikel/wejangan/242-rintihan-sholat-malam

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

Zakat Adalah Untuk 8 Golongan

Tidak sah zakat itu dipergunakan untuk pembangunan masjid, sekolah, pesantren dan sejenisnya. Ia adalah harta zakat yg telah Allah bagikan untuk 8 golongan..

Arti fi sabilillah adalah untuk peperangan melawan musuh islam dalam pertempuran..

Baik zakat mal maupun fitrah.
Bahkan sebagian ulama mengkhususkan zakat fitrah buat fuqoro’ saja.

Jd yg jelas zakat itu untuk 8 golongan bukan buat pembangunan masjid atau sekolah. Krn bisa jd yg menggunakan sarana itu adalah orang kaya. Beda halnya dg sabilillah yakni peperangan.

Pantas saja para fuqoro’ tetep miskin.. Sebanya sarana uang zakat kesedot untu keperluan yg bukan haknya ada yg buat ini itu dg dalih sabilillah padahal bukan itu semua bukan yg dimaksud arti fi sabilillah..
Ditambah lagi masalah zakat bayak yg belum sadar kewajibannya.

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Taqobbalallahu Minna Wa Minkum

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Di penghujung bulan Ramadhan ini, hanyalah ampunan dan pembebasan dari siksa neraka yang kami harap-harap dari Allah yang Maha Pengampun. Kami pun berharap semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan, walaupun kami rasa amalan kami begitu sedikit dan begitu banyak kekurangan di dalamnya. Taqobalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian). Semoga Allah menjadi kita insan yang istiqomah dalam menjalankan ibadah selepas bulan Ramadhan.

Selengkapnya di Rumaysho.Com:
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2708-perpisahan-dengan-bulan-ramadhan.html

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Jangan Kau Nodai Silaturahim-mu

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

من أحب أن يبسط له في رزقه و ينسأ له في أثره فليصل رحمه

“Siapa yg menginginkan rizkinya dilapangkan & umurnya dipanjangkan, maka sambunglah tali silaturrahim”. (HR. Al-Bukhari & Muslim).

Banyak keutamaan Чƍ akan kita peroleh tatkala kita menyambung tali silaturrahim, Чƍ diantaranya adalah:

– Silaturrahim adalah syiar keimanan kepada Allah Ta’ala & Hari Akhir, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليصل رحمه. رواه البخاري

“Barangsiapa Чƍ beriman kepada Allah & Hari Akhir, maka hendaklah dia menyambung tali silaturrahimnya.” (HR. al-Bukhari).

– Silaturrahim merupakan sebab Чƍ besar, Чƍ dapat memasukan kedalam surga, sebagaimana jawaban Rasulullah صلى الله عليه و سلم ketika ada Чƍ bertanya amalan Чƍ dapat memasukan kedalam surga, beliau صلى الله عليه و سلم menjawab, engkau menyembah Allah & tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, mendirikan shalat, menunaikan zakat & menyambung tali silaturrahim. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

– Silaturrahim adalah ketaatan kepada Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk menyambungnya.

Namunpun demikian, janganlah dengan alasan silaturrahim kita meremehkan & menganggap sepele masalah ikhtilat (bercampur baur) laki-laki dan perempuan Чαπƍ bukan mahromnya,
Serta jabat tangan terlebih cipika-cipiki dengan lain jenis, atau menampakkan auratmu pada selain mahrommu, karena hal itu terlarang, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

“Kepala salah seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik baginya ketimbang menyentuh wanita yg tidak halal baginya (bukan mahromnya). HR. ath-Thabrani, al-Baihaqi. Lihat shahih al-Jami:5045.

Sekali lagi, jangan kau rusak dan nodai sarurrahim Чƍ banyak keutamaannya dengan sesuatu Чαπƍ dilarang syari’at.

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’ حفظه الله تعالى

– 〜✽〜-

Taqwa, Sudahkah kita Peroleh ?

Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah

Ramadhan telah berlalu…dengan suka dan dukanya

Ramadhan telah pergi meninggalkan kita dengan segala harap dan asa

Setiap tahun ia datang dan pergi…

Namun yang perlu ditanyakan, apakah kepergiannya meninggalkan bekas pada diri kita

Sebulan penuh, jiwa dan raga kita ditempa,
sebulan penuh digembleng dengan segala makna taqwa
Berpuasa menahan diri dan mengatur. emosi
Shalat terawih menyisihkan waktu. untuk mengabdi kepada rabby
Membaca kitabullah pedoman hidup yang abadi
Bersedekah, Menyisihkan sedikit harta untuk mengingatkan bahwa semua harta adalah titipan Rabby

Pada hari ini, apakah target dari disyariatkannya puasa
لعلكم تتقون

Sudah kita peroleh

Amalan diterima dan dosa diampuni
Sehingga kita menjadi orang-orang yang pantas untuk bergembira pada hari ini???

Atau malahan kita adalah orang-orang yang merugi pada hari ini

Walaupun tawa menghiasi bibir
Pakaian baru dan accessories menempel di tubuh
Karena ternyata puasa kita tidak diterima
Ramadhan kita hampa dari segala makna taqwa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengamini doa jibril:

((رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ))
“Sungguh sangat merugi seseorang yang masuk ke dalam Ramadhan dan tidak diampuni dosanya”.(HR. Al Baihaqy)
Amiennnnnnnnnnnnnnnnnnn

Begitu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berucap

Ramadhan Segera Meninggalkan Kita

Seakan-akan aku melihat ramadhan…,
lalu kusapa ia, “Hendak kemana dikau ?”

Dengan lembut ia seakan-akan berkata,
“Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama. Tolong sampaikan pesanku untuk setiap muslim :
Sesungguhnya syawaal telah tiba, salam dan terima kasihku untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita. Aku tidak tahu apakah tahun depan ia masih bisa menyambutku lagi
atau tidak..??

Jika tahun depan ia masih bisa menyambutku lagi maka aku berharap ia bisa menyambutku dengan lebih baik lagi, dengan penuh tilawah dan sholat malam.

Aku sangat sedih jika mengingat penyambutannya yang kurang berkenan di hatiku. masih terlalu banyak canda, perkataan yang sia-sia serta waktu-waktu yang terbuang tanpa arti..  padahal ia tahu bahwa jika ia menyambutku dengan baik maka tentu
aku akan menyambutnya dengan lebih baik lagi kelak di pintu Ar-Royyaan….

Akan tetapi semua sudah berlalu dan sudah terlanjur. Semoga setetes air mata yang pernah berlinang dari kedua matanya karena takut tidak bisa menyambutku dengan baik akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya.

Sampaikan pula kepadanya bahwa bukanlah lebaran yang hakiki adalah dengan hanya memakai baju baru, akan tetapi lebaran yang hakiki adalah bergembira dengan keimanan dan semangat baru dalam beribadah.

Janganlah sepeninggalku ia terjerumus kembali kepada kemaksiatan-kemaksiatan… ingatlah sesungguhnya Tuhan yang ia sembah tatkala ia menjamu kedatanganku… Dialah Tuhan
yang juga ia sembah tatkala aku pergi….

Demikianlah pesanku kepadanya, sampaikan salamku kepadanya,
semoga ia masih tetap terus merindukan kedatanganku di tahun-
tahun mendatang…. sampai ketemu di
pintu Ar-Royyaaan….”.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

 

Lupa Penyakit Sendiri

Begitu perhatiannya kita untuk berkeliling mencari obat tatkala tubuh kita sakit…
Namun pernah kita serius untuk mengobati penyakit yang jauh lebih berbahaya? Yaitu penyakit-penyakit hati…??
Bagaimana kita serius…, sementara kita tdk merasa berpenyakit hati…!!!, kita merasa hati kita bersih…!!??
Seorang berpenyakit hati berkata kepada seorang dokter :

سـقامي من مُقـارفةِ الخَطـايا..
وليـس مِنَ الزُّكامِ ولا السُّـعالِ..

Penyakitku disebabkan dosa-dosa yang kulakukan
Bukan karena pilek ataupun pening

فإن كنـتَ الطَّبيبَ فما عـلاجٌ..
لذنـبٍ فَوْق رأسـي كالجبـالِ؟؟

Jika engkau adalah benar-benar seorang dokter maka apakah obat penyakitku?

نُسـائلُ مـا الدَّواءُ إذا مَرِضـنا..
وداءُ القَـلْبِ أولـى بالسُّـؤالِ..

Kita selalu bertanya tentang obat jika kita sakit
Padahal penyakit hati kita lebih utama untuk kita tanyakan akan obatnya…

Ya Allah sembuhkan dan bersihkan hati kami dari penyakit-penyakitnya baik yang kami sadari maupun yang tdk kami sadari…

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Kesalahan-Kesalahan Yang Banyak Terjadi Pada Hari Raya

Oleh: Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Berikut beberapa pelanggaran dan kesalahan yang sering terjadi pada hari raya yang dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin, hendaknya kita bisa menghindar dan menjauhi perbuatan tersebut.
Diantaranya:

1- Kebiasaan masyarakat Mengkhususkan ziyaroh kubur pada hari id, padahal Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا قبري عيداً

“Janganlah kalian jadikan kuburku sebagai tempat perayaan” HR. Abu Daud. Lihat shahih al-Jami’:7226.

2- Tasyabbuh dengan orang-orang Kafir baik dalam hal pakaian ataupun dalam hal adat kebiasaan.

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk darinya” HR. Ahmad dll. Lihat shahih al-Jami’: 6149.

3- Wanita yang menyerupai laki-laki atau Laki-laki yang menyerupai wanita, dimana perbuatan ini terlaknat,

لعن الله المتشبهات من النساء بالرجال و المتشبهين من الرجال بالنساء

“Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita” HR. Abu Daud, at-Tirmidzi. Lihat shahih al-Jami’:5100.

4- Ikhthilat (bercampur baur) antara laki-laki dan wanita, dan berjabat tangan dengan lain jenis, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

“Kepala salah seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik baginya ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahromnya). HR.ath-Thabrani, al-Baihaqi. Lihat shahih al-Jami:5045.

Dan masih banyak kesalahan-kesalahan dan pelanggaran yang lain yang masih belum kami sebutkan.

Allahu Ta’ala a’lam.

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Menebar Cahaya Sunnah