Abul Wafa’ Ibnu Uqoil berkata:
Aku tidaklah pernah membolehkan menyia-nyiakan satu waktu dari umurku selain dlm kebaikan.
(Ta’zhimul Ilmi, 135)
Rumaysho.com
Abul Wafa’ Ibnu Uqoil berkata:
Aku tidaklah pernah membolehkan menyia-nyiakan satu waktu dari umurku selain dlm kebaikan.
(Ta’zhimul Ilmi, 135)
Rumaysho.com
Ust. Kholid syamhudi LC
عَنْ مُعَاذ بْنِ جَبَلٍ رَِضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْ لُ الله صلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْْمُتَوَاصِلِين فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ ;الْمُتَحَابُّوْنَ فِيَّ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ يَغْبِطُهُمْ بِمَكَانِهِمُ النَّبِيُّوْنَ وَ الصِّدِّيْقُوْنَ وَ الشُّهَدَاءُ
Dari Mu’adz bin jabal Radhiyallahu ‘anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: Allah berfirman :
”org yg saling mencintai krn-Ku pasti diberikan cinta-Ku, org yg saling menyambung kekerabatannya krn-Ku pasti diberikan cintaKu & org yg saling menasehati krn-Ku pasti diberikan cintaKu serta org yg saling berkorban krn-Ku pasti diberikan cinta-Ku. org2 yg saling mencintai krn-Ku (nanti di akherat) berada di mimbar2 dari cahaya. Para Nabi, shiddiqin & org2 yg mati syahid merasa iri dg kedudukan mereka ini.” (hr imam Ahmad dlm kitab al-Musnad & dishahihkan al-Albani dlm Shahih Jami’ ash-Shaghir no.4198).
Dlm hadits qudsi ini Allah memerintahkan kita u/ mewujudkan 4 hal yg mjd sebab kita mjd hambaNya yg dicintai.
1. Perintah saling mencintai krn Allah
2. Perintah saling menasehati krn Allah
3. Perintah saling menyambung persaudaraan krn Allah
4. Perintah saling berkorban krn Allah.
Demikianlah Allah tunjukkan kpd kita empat amalan menggapai kecintaan ilahi.
Diantara langkah2 mewujudkannya adalah:
1. Memperbaiki aqidah & iman kita mjd sempurna
2. Mengingat keempat amalan ini dicintai & diridhai Allah
3. Menelaah benar siroh (sejarah kehidupan) Rasulullah n & para salaf ash-shalih & mempraktekkannya. Caranya dg mengetahui konsep & tuntunan ajaran mereka sehingga akan muncul keinginan & kecintaan u/ meniti & mengikuti jejak langkah mereka.
Mengingat akibat baik & pahala yg didapatkan dari 4 amalan ini.
Semoga kita dapat mewujudkannya.
Ada tiga pintu yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka:
. Pintu Syubhat, yaitu apa2 yg bisa menimbulkan keraguan manusia trhadap agama اَللّهُ سبحانه وتعالى
. Pintu Syahwat, yaitu apa2 yg bisa menimbulkan dorongan utk mendahulukan hawa nafsu drpd ketaatan kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى
dan upaya dalam menggapai ridha-Nya.
. Pintu amarah yaitu
apa-apa yang bisa menimbulkan permusuhan manusia terhadap makhluk اَللّهُ سبحانه وتعالى lainnya.
Setiap orang yang berakal pasti menyadari bahwa syaitan tidak akan menemukan celah dan perangkap untuk memperdayai manusia kecuali melalui 3 hal, yaitu:
. Sikap boros dan berlebihan, sehingga semuanya serba melebihi kebutuhan. Karena yg lebih dr kebutuhan itulah yg menjadi perantara & jalan masuknya syaitan ke dlm hati manusia.
Cara menghindarinya adalah dengan memenuhi kebutuhan sesuai dengan keperluannya, baik dlm hal makan, tidur, bersenang-senang maupun beristirahat.
Dengan ditutupnya celah masuk syaitan ini niscaya si syaitan tidak akan masuk melalui jalur ini.
. Lalai mengingat اَللّهُ سبحانه وتعالى, karena orang yang berdzikir kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى selalu berada dalam lingkungan benteng dzikir. Manakala ia lalai berdzikir maka gerbang bentengnya akan terbuka sehingga syaitan bisa memasuki ke dalam bentengnya. Apabila telah merasuk ke dalam diri maka sulit baginya untuk mengusir syaitan.
. Membebani diri dgn hal apapun yg tidak penting.
Jika anda mampu menahan pahitnya disapih dari dunia maka sapihlah diri anda. Namun jika anda tidak kuat menahannya maka menyusulah seperlunya saja, karena kekenyangan itu membinasakan.
Ditulis oleh Ustadz Abdussalam Busyro, Lc حفظه الله
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –
Ketahuilah, wahai saudaraku! Bahwa yg menghancurkan kebahagiaan & keselamatan hidup manusia di Dunia & Akhirat adalah dosa..
Allah berfirman,
“Dan setiap musibah yg menimpamu adalah karena ulah & dosamu.”
As-Syura:30
Maka untuk meraihnya, isilah seluruh umur dgn 4 perkara, agar senantiasa mendapat curahan rahmat & ampunan dari Allah Jalla wa’ala..
1. Taubat
* Jangan pernah menunda taubat & meremehkannya.
* Bertaubatlah kpd Allah dgn cara yg benar & jgn pernah bertaubat dgn cara yg tdk ada contohnya dari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
* Penuhi syarat taubat, ikhlas, menyesal, membenci kesalahan yg lalu, bertekad untuk tdk mengulanginya & segera menyelesaikan semua permasalahan dgn manusia..
2.Ilmu yg bermanfaat
* Pastikan ilmu yg dicari adalah ilmu yg bersumber dr al-Qur’an & hadist sahih & sesuai dgn pemahaman sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
* Kenalilah Allah, Rasulmu & agamamu yg benar melalui ilmumu
* Tuntutlah ilmu agama yg membuatmu takut kpd Allah..
3. Amal saleh
* Pastikan semua amal yg kau kerjakan baik itu amalan hati, lisan maupun anggota badan adalah amal yg dikerjakan krn perintah Allah & sesuai dgn contoh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
4. Mengikuti jalan2 hidayah
* Berkata sa’id bin zubair, “yaitu menjalankan agama yg sesuai dgn cara Rasul & sahabatnya radhiallahu ‘anhum..
Allah berfirman,”Sesungguhnya Aku akan mencurahkan ampunan kpd hamba-Ku yg sll bertaubat, beriman & beramal saleh kemudian meniti jalan hidayah.” QS Toha:82
Semoga Allah memberi keselamatan kpd Qt semua di Dunia & Akhirat!
By Ustadz Djazuli LC
Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz
Maula (mantan budak) Al-FadhL berkata: “Aku pernah duduk bersama Wahb bin Munabbih (seorang ulama tabi’in) rahimahullah, lalu ada seorang laki-laki yang mendatanginya dan mengatakan kepadanya; “Sesungguhnya aku pernah bertemu si Fulan. Ia mencaci-makimu.” Maka Wahb bin Munabbih rahimahullah marah kepada orang yang membawa berita buruk itu seraya berkata; “Apakah setan sudah tidak mendapatkan seorang utusan pun selainmu?”
Maula Al-FadhL berkata: “Tatkala aku masih duduk di majlis Wahb bin Munabbih rahimahullah, tiba-tiba orang yg mencaci makinya datang menemuinya, lalu ia mengucapkan salam kepada Wahb bin Munabbih. Maka Wahb pun menjawab salamnya, lalu beliau menjulurkan tangannya utk berjabat tangan dengannya, dan menyuruhnya agar duduk di sampingnya.” (Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah, karya Al-Hafizh Ibnu Katsir IX/276).
» Subhanallah, betapa mulia n bijaknya Wahb bin Munabbih rahimahullah tsb, ia tetap bersikap tenang, sabar n berlapang dada, n tidak mudah percaya n esmosi karena terpengaruh dengan berita buruk yg disampaikan seseorang kpd dirinya.
Oleh karenanya, kita pun sebagai seorang muslim n muslimah yg mendambakan persatuan, perdamaian n keselamatan di dunia n akhirat, hendaknya bersikap seperti Wahb bin Munabbih ketika mendengar berita-berita buruk, berupa fitnah, tuduhan dusta, cacian, n semisalnya yg ditujukan kpd diri kita maupun kpd saudara kita yg disampaikan oleh seseorang. Karena bisa jadi motiv dr penyampain berita buruk itu karena ingin mengadu domba diantara kita, atau karena adanya kedengkian atas suatu nikmat yg Allah anugerahkan kpd kita berupa ilmu, harta, kesuksesan, kedudukan yg tinggi, dsb. Apalagi jika suadara kita yg digunjing n difitnah tsb dikenal baik kwalitas agama n akhlaknya, maka janganlah kita mudah terpancing utk marah n membalasnya dengan keburukan krn percaya n terpengaruh oleh penyampai berita tsb. Tetapi hendaknya kita bersikap tenang, sabar, lapang dada, n tabayyun (meneliti n mencari kejelasan atau bukti kebenaran berita tsb).
» Hal ini sbgmna firman Allah Ta’ala:
(Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun bi naba-in fatabayyanuu an tushiibuu qouman bi jahaalatin fa tushbihuu ‘alaa maa fa’altum naadimiin)
Artinya: “Hai orang-orang yg beriman, jika datang kepadamu seorang yg fasiq dengan membawa suatu berita, maka ambillah sikap tabayyun (mencari kejelasan n bukti kebenaran berita tsb) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).
» Sikap mulia, hati-hati, sabar n lapang dada sebagaimana yg dilakukan Wahb bin Munabbih rahimahullah ini bisa menutup rapat pintu-pintu perpecahan n permusuhan diantara kaum muslimin, serta dapat memadamkan api kebencian n kedengkian di dlm hati manusia. Karena setan terlaknat tiada henti-hentinya dalam berupaya menyebarkan benih-benih kedengkian, perpecahan n permusuhan diantara umat manusia secara umum, n diantara kaum muslimin secara khusus.
» Orang yg hobinya suka mendengarkan berita-berita buruk tentang seseorang lalu dia menyampaikannya kpd saudaranya yg digunjing tsb, maka dia adalah salah satu UTUSAN SETAN yang diutus untuk mengadu domba n menimbulkan perpecahan n permusuhan diantara manusia, sbgmana yg dikatakan oleh Wahb bin Munabbih rahimahullah.
Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 5 April 2013)
» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Faedah & Mau’izhoh Hasanah.
(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com
Petuah salafussholeh tentang bersabar
Dzun Nuun al-Mishri berkata:
“Bersabar yaitu berusaha menjauhi segala perkara yang melanggar, bersikap tenang saat mengalami musibah, menampakkan kecukupan saat mengalami kefakiran dalam menjalani kehidupannya.”
Jiwa itu layaknya tunggangan seorang hamba yang digunakan untuk menyusuri jalan menuju surga atau neraka. Sedangkan kesabaran baginya seperti tali kendali pada tunggangannya, apabila sebuah tunggangan tanpa ada tali kendalinya niscaya akan berjalan serampangan tak terarah.
Sebuah khutbah milik al-Hajjaj tercatat yang bunyinya, “Tegurlah jiwa-jiwa kita, karena ia cenderung kepada keburukan, semoga Allah merahmati seorang hamba yang menyertai jiwanya dengan tali kendali dan tali kekang, sehingga ia menundukkannya menuju ketaatan kepada Allah. Dan memalingkannya dari kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya bersabar terhadap kemaksiatan kepada Allah lebih ringan dibadingkan bersabar terhadap azab-Nya.”
Jiwa itu memiliki dua macam kekuatan: yaitu kekuatan untuk bertindak, dan kekuatan untuk mencegah…untuk itu kekuatan untuk bertindak dialihkan kepada hal-hal yang bermanfaat baginya, sedangkan kekuatan mencegah fungsinya mencegah dari segala bahaya. Ada di antara manusia yang mampu bersabar dalam menjalani shalat malam dan beratnya berpuasa, tetapi tidak bisa sabar dari melihat perakara-perkara yang diharamkan. Di antara mereka ada yang bisa bersabar untuk tidak melirik atau melihat gambar-gambar porno, namun tidak mampu bersabar untuk menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran serta berdakwah atau berjihad dijalanNya.
Semoga Allah karuniakan kepada kita sifat sifat penghuni surga.. Agar kelak mudah memasukinya.. آمــين اَللّهُمَّ آمــين
www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl
Saudaraku yang berbahagia diatas islam dan sunnah….
Saudaraku yang aku hormat—Sungguh aku berusaha selalu untuk mencari teman yg terbaik dalam hidupku…
Tetapi tidak kutemukan teman yang lebih baik untukku dari pada menjaga lidah/lisan ini. Aku selalu memikirkan tentang semua pakaian yang terbaik untukku…..
Tetapi tidak kutemukn pakaian yang lebih baik selain Takwa kepada Allah سبحانه وتعالى .
Dan aku selalu memikirkan tentang berbagai macam kekayaan untuk diriku…
Tetapi tidak kutemukan kekayaan yang lebih baik daripada merasa puas dan cukup dengan yang sedikit dari nikmat-nikmat ALLAH,
Aku selalu memikirkan tentang semua perbuatan baik…
Tetapi tidak kutemukan yg lebih baik dari pada memberikan nasihat yang baik, yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah….
Aku mencari semua jenis makanan….
Tetapi tidak kutemukn makanan yang lebih baik kecuali kesabaran…
Tetaplah tersenyum wahai saudaraku, walaupun kesulitan dan cobaan datang menimpa kita. Hafidzokumulloh
Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –
Ikhwani….
ALLAH dan Rasul-Nya memerintahkan&menganjurkan umat islam seluruhnya utk bekerja mencari nafkah, untuk keperluan pribadinya, orang tuanya, anak&istrinya apabila dia telah berkeluarga.
Artinya bekerja utk mencari rezeki yang halal. Dan sesungguhnya kita mengetahui dgn jelas dari petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa para Nabi & Rasul seluruhnya mereka mencari nafkah, mereka bekerja keras & berusaha utk menghidupi diri serta keluarganya & ini merupakan bentuk kemuliaan, karena mereka para Nabi & Rasul sangat menyukai makan dari jerih payah sendiri, hasil keringat sendiri & yg demikian adalah lebih terhormat dan nikmat.
Perhatikan pelajaran diatas, yg kita mengetahui mereka adalah orang yg mulia tetapi tetap mereka mencari nafkah utknya & keluarganya.
Sedangkan mengadahkan tangan, meminta-minta kpd orang lain serta makan dari hasil jerih payah orang lain merupakan suatu kehinaan pada dirinya & menghilangkan kehormatan padanya & termasuk perbuatan tercela. Oleh sebab itu islam agama yang mulia ini sgt menganjurkan akan kita berusaha & bekerja serta berharap kepada ALLAH, karena ALLAH lah yg memberikan rezeki kepada seluruh makhluk.
Akhir pembahasan ini saya akan membawakan hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang menunjukkan tanda-tanda kemuliaan seorang mukmin.
Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم ; Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin yaitu pada Shalatnya diwaktu malam dan TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN sesuatu kepada orang ( silsilah shohihah: 831)
Dan harus diketahui;
Biasanya orang yg selalu berharap dgn apa yang ada pada tangan manusi biasa mereka akan mengalami KEKECEWAAN!
Sebaliknya! apabila mereka putus asa atas apa yg ada pada tangan manusia, niscaya mereka akan menjadi yg paling kaya & bahagia.
Semoga memberikan manfaat & pelajaran yg berharga bagi orang yg mau mengambil pelajaran.
By. Ust. Ahmad Ferry Nasution.
Ust. Rochmad Supriyadi LC
Istigfar adalah memohon magfiroh, dan arti magfiroh adalah berlindung dari dampak keburukan dosa dan menutup dari nya.
Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Dan beristigfarlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Penyayang “. QS Al Muzammil 20.
Allah سبحانه وتعالى berfirman,” Dan barang siapa yang berbuat keburukan atau mendholimi dirinya, kemudian ia beristigfar kepada Allah, niscaya ia akan menjumpai Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” QS An-Nisa’ 110.
Sering kali kalimat istigfar beriringan dengan kalimat ” Taubat “, adapun makna Taubat adalah; Berlepas diri dari dosa , baik dengan hati dan anggota badan , dan hukum istigfar seperti hukum do’a, jikalau diterima Allah سبحانه وتعالى maka Allah mengijabahi dan diampuni dosa nya. Terlebih bilamana istigfar tersebut bertepatan dengan waktu ijabah seperti tengah malam.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Demi Allah, Aku beristigfar kepada Allah dan bertaubat dalam sehari lebih dari tujuhpuluh kali “. HR Bukhary dan Muslim.
Berkata A’isyah ,” Beruntunglah bagi seorang hamba yang menjumpai didalam lembaran catatan amalnya kalimat istigfar yang banyak “.
Berkata Al-Hasan,” Perbanyaklah istigfar dirumah-rumah kaliyan, waktu-waktu kaliyan, perjalanan-perjalanan kaliyan, pasar-pasar kaliyan, majlis-majlis kaliyan, dan dimanapun kaliyan berada, karena kaliyan tidak mengetahui kapan magfirah Allah سبحانه وتعالى turun “.
Serial Video salamdakwah
Durasi Pendek By Ust Firanda Andirja,MA
..Buah Keikhlasan…
Ada orang berkata,”..Ibadah dengan mengharap surga, itu ibadahnya seorang pedagang. Ia hanyalah mencari keuntungan. Dan ibadah hanya karena takut neraka, itu ibadahnya seorang budak. Ia hanya melakukan pekerjaan karena ketakutan.”
Ia pun berdoa kepada Allah..
“ Yaa Allah, apabila ibadahku hanya karena mengharapkan surgaMu, maka tutuplah surga selamanya untukku. Dan apabila ibadahku hanya karena takut nerakaMu, masukkanlah aku kedalamnya dan jangan keluarkan aku selamanya.”
Laa haula walaa quwwata illa billaah…
Inikah hakikat ikhlash ?
Simak penjelasan Ust Abu Abdul Muhsin Firanda Andirja,MA.
Klik http://salamdakwah.com/videos-detail/buah-keikhlasan.html
…Buah Keikhlasan…