Indahnya Ghirah – Kehormatan Lebih Mahal Dari Harta

Al-Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah menyebutkan dalam rangkaian peristiwa pada tahun 286 Hijriah. Beliau rohimahullah berkata:

‘Termasuk keajaiban peristiwa yang terjadi pada tahun tersebut adalah seorang wanita datang menghadap hakim di kota Ar-Rayy, lalu ia menggugat suaminya atas mahar sebesar lima ratus dinar.

Sang suami mengingkarinya, maka si istri mendatangkan bukti (saksi-saksi) yang memberikan kesaksian untuknya.

Para saksi berkata, ‘Kami ingin agar wanita itu menyingkap wajahnya kepada kami, sehingga kami tahu apakah dia benar-benar sang istri (yang dimaksud) atau bukan..’

Ketika mereka (para saksi dan hakim) bersikeras akan hal tersebut, sang suami berkata, ‘Jangan kalian lakukan..! Dia benar dalam apa yang ia klaim..’

Sang suami pun akhirnya mengakui tuntutan tersebut semata-mata demi menjaga istrinya agar wajahnya tidak dipandang oleh orang lain.

Maka ketika sang istri menyadari alasan suaminya melakukan hal itu—yaitu bahwa suaminya rela mengakui tuntutan (hutang mahar) hanya demi menjaga wajahnya agar tidak dipandang orang lain— si istri pun berkata, ‘Dia aku bebaskan dari maharku yang menjadi kewajibannya, baik di dunia maupun di akhirat..”

(Al-Bidaayah wan Nihaayah 11/81)

Tiga Perkara Yang Tidak Sulit

Wahab bin Munabbih rohimahullah berkata kepada salah seorang teman duduknya,

“Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah ilmu pengobatan yang tidak menyulitkan para dokter, sebuah kefakihan (pemahaman agama) yang tidak menyulitkan para ahli fikih, dan sebuah kebijaksanaan (hilm) yang tidak menyulitkan orang-orang bijak..?”

Temannya menjawab, “Tentu, wahai Abu Abdillah..”

Beliau rohimahullah berkata,

– Ilmu pengobatan yang tidak menyulitkan para dokter : Janganlah engkau memakan suatu makanan melainkan engkau menyebut nama Allah (Bismillah) di awalnya, dan memuji-Nya (Alhamdulillah) di akhirnya.

– Kefakihan yang tidak menyulitkan para ahli fikih : Jika engkau ditanya tentang sesuatu yang engkau miliki ilmunya, maka jawablah; namun jika tidak, maka katakanlah: “Aku tidak tahu..”

– Kebijaksanaan yang tidak menyulitkan orang-orang bijak : Perbanyaklah diam, kecuali jika engkau ditanya tentang sesuatu.

(Az Zuhd – Imam Ahmad)

Tak Perlu Takut Jika Benar

Umar bin al-Khattab melewati sekumpulan anak laki-laki, yang di antaranya terdapat Abdullah bin al-Zubair, rodhiyallahu ‘anhumaa (semoga Allah meridhoi keduanya),

Ketika mereka melihat beliau, anak-anak itu lari kocar-kacir, namun Abdullah tetap berdiri di tempatnya.

Umar bertanya kepadanya: “Ada apa denganmu..? Mengapa engkau tidak ikut lari bersama teman-temanmu..?”

Abdullah menjawab: “Wahai Amirul Mukminiin, aku tidak melakukan kesalahan apa pun yang membuatku harus takut kepadamu, dan jalan ini pun tidak sempit sampai aku harus meluaskannya untukmu..”

(‘Uyuun al-Akhbaar – 2/215 – Ibnu Qutaybah)

Sebaik Baik Wanita

Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sebaik-baik wanita di antara kalian adalah yang :
– harum aromanya,
– pandai memasaknya,
– ketika ia berinfak, ia melakukannya dengan sewajarnya, dan
– ketika ia menahan (harta), ia menahannya dengan sewajarnya.

Wanita yang demikian termasuk di antara para pekerja (penolong agama) Allah, dan pekerja Allah tidak akan pernah kecewa (gagal)..”

(Bahjatul Majaalis, 33–34)

Obat Bagi Hati Yang Sakit

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Sebanyak apa pun engkau meminta bantuan kepada para dokter untuk menghilangkan apa yang ada di dalam hatimu (penyakit hati), engkau tidak akan pernah menemukan sesuatu yang semisal Alqur’an.

📌 Namun bagi siapa..?!

Jawabannya, bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Katakanlah, Alquran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin..” (Fushshilat: 44)

Adapun bagi orang yang tidak beriman, ia tidak akan mengambil manfaat darinya .. bacalah firman Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Agung (yang artinya),

“Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, ‘Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini..?” (At-Taubah: 124)

Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Agung berfirman, (yang artinya),

“Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah iman mereka, dan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surah itu menambah kekafiran mereka di samping kekafiran mereka (yang telah ada)..” (At-Taubah: 124-125)

(Syarh al-Kafiyah al-Shofiyah fii al-Intishar lil-Firqot al-Najiyah, hal. 197)

Apabila Allah Mencintai Hamba-Nya

Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi (yang artinya),

“Apabila Aku mencintainya (seorang Muslim), maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan..”

{Shohih Al Bukhari no. 6502}

📌 Penjelasan Syaikh Ibn Baz rohimahullah

“Ini tidak berarti bahwa Allah adalah pendengaran dan penglihatannya .. Melainkan maknanya adalah bahwa Allah membimbingnya dalam hal pendengaran, penglihatan, berjalan, dan tindakannya..”

(Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam – 2/347)

Orang Yang Menanam Kebaikan

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sesungguhnya kalian sedang melewati siang dan malam dengan usia yang terus berkurang, sementara amal perbuatan kalian tetap dicatat, dan kematian datang secara tiba-tiba.

Barangsiapa yang menanam kebaikan, maka ia akan segera menuai kebahagiaan .. dan barangsiapa yang menanam keburukan, maka ia akan segera menuai penyesalan. Setiap penanam akan memanen apa yang telah ia tanam.

Orang yang lambat tidak akan kehilangan bagian (rezeki) yang telah ditetapkan untuknya, dan orang yang ambisius tidak akan mendapatkan apa yang tidak ditetapkan baginya.

Barangsiapa yang diberikan kebaikan, maka Allah-lah yang telah memberikannya .. dan barangsiapa yang dilindungi dari keburukan, maka Allah-lah yang telah melindunginya.

Orang-orang yang bertakwa adalah pemimpin, para ulama adalah penunjuk jalan, dan duduk bersama mereka akan mendatangkan tambahan (ilmu dan iman)..”

(Siyar A’laam al-Nubalaa’ – 1/497)

Ridholah Atas Segala Ketetapan Allah Bagimu

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Ridholah (terimalah dengan lapang dada) atas segala sesuatu yang Allah tetapkan bagimu.

Karena sesungguhnya :
– tidaklah Dia menahan sesuatu darimu melainkan untuk memberimu,
– tidaklah Dia mengujimu melainkan untuk menjaga dan menyelamatkanmu,
– idaklah Dia memberimu rasa sakit melainkan untuk menyembuhkanmu, dan
– tidaklah Dia mewafatkanmu melainkan untuk memberimu kehidupan (yang sesungguhnya).

Maka waspadalah, jangan sampai engkau tidak ridho kepada-Nya meski hanya sekejap mata, sehingga engkau jatuh (kehilangan kedudukan) di mata-Nya..”

(Madaarijus Saalikiin – 2/208)

Manfaatkanlah Waktu Anda Sebaik Baiknya

Al Muzani rohimahullah berkata,

– Setiap hari yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata,

‘Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Boleh jadi engkau tidak akan menemui hari yang lain..’

– Setiap malam yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata,

‘Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Boleh jadi engkau tidak akan menemui malam yang lain..’

(Hilyatul Auliyaa’ -7/330)

📌 Nasihat ini merupakan pengingat yang sangat dalam mengenai urgensi waktu dan bagaimana setiap detik dalam kehidupan kita adalah kesempatan yang tidak akan terulang kembali.

Menebar Cahaya Sunnah