Aduuh, Kok Nakut-Nakuti Sih..!

Saudaraku, pernahkah anda merasakan takut dari sesuatu ? Takut proyek anda gagal, takut dimarahi atasan, takut terkena penyakit, takut gangguan orang lain, takut makhluk halus, dan takut-takut lainnya ?

Izinkan saya bertanya, sebenarnya kenapa sih anda kok bisa takut kepada semua itu ?

Ya, karena anda mengira bahwa mereka semua bisa mencelakakan anda atau menghalangi anda dari rejeki anda, bukankah demikian ? Padahal anda tahu bahwa ada orang lain atau banyak cara untuk bisa melawan, atau menghindar dari ulah mereka semua.

Namun anehnya, anda jarang atau bisa jadi belum pernah merasa takut kepada Allah Ta’ala, padahal anda tahu bahkan beriman bahwa Allah Ta’ala kuasa menimpakan petaka apa saja kepada anda bila Ia kehendaki.

Anda juga yakin bahwa Allah juga kuasa menghalangi anda dari segala rejeki anda.

Dan bila Allah telah menghalangi rejeki atau menimpakan petaka kepada anda, maka tiada seorangpun yang kuasa membela anda. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ فَمَن يَمْلِكُ لَكُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Katakan (wahai Muhammad): siapakah yang kuasa melindungi kalian bila Allah telah menghendaki untuk menimpakan petaka atau menurunkan keberuntungan kepada anda. Bahkan sungguhlah Allah Maha Mengetahui apa apa yang kalian lakukan. ( Al Fateh 11)

Mari saudaraku,tumbuhkan rasa takut kepada Allah melebihi rasa takut anda kepada selain-Nya, bahkan kalau mampu buang jauh jauh rasa takut kepada selain-Nya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Betapa Banyak Orang Yang KURANG AKALNYA di Zaman Ini.. !!

Syeikh Majid Asy-Syaibah -hafizhahullah-:
“Sibuknya orang yang tidak ada pengaruhnya sama sekali pada suatu kejadian dengan mengikuti detil-detil beritanya adalah (bukti) kurang akalnya.
Kembangkanlah diri Anda dengan ilmu, atau amal, atau dengan keduanya, sehingga Anda bisa menjadi sesuatu yang berpengaruh pada peristiwa-peristiwa yang terjadi, kemudian silahkan sibukkan diri dengannya​.
Tapi jika tidak demikian, maka cukuplah dari sebuah kalung bila dia telah melingkari leher”. (Karena panjangnya kalung yang berlebihan hanya akan menambah harga, tapi malah menghilangkan nilai hiasannya).
——
Mari muhasabah diri.. betapa banyak dari kita yang mengikuti FB, mengikuti perkembangan politik negara maupun dunia, mengikuti pertandingan sepakbola, atau motorGP, atau tontonan-tontonan yang lainnya yang tidak menambah ilmu, tidak menambah amal, dan kita tidak mempunyai pengaruh pada kejadian itu.

Tidakkah kita ganti dengan membaca Qur’an, atau berdzikir, atau bershalawat, atau membaca untuk menambah ilmu, atau amal nyata, atau melihat kajian ilmu, atau mendengarkannya… Dan masih banyak sekali kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi kita.

Sungguh umur ini modal paling mahal bagi kita, ia lebih berharga dari harta dunia, sebanyak apapun harta itu…
Karena orang yang masih punya waktu hidup tapi tidak punya harta, dia bisa mencari harta yang dia inginkan..
sedangkan orang yang punya harta -sebanyak apapun hartanya- tapi tidak punya waktu hidup, dia tidak akan bisa mencari atau membeli waktu sedikitpun.

Itulah firman Allah (yang artinya):
“Jika ajal mereka telah datang, mereka tidak akan bisa meminta diakhirkan sedikitpun, atau meminta diajukan (sedikitpun)” [Al-A’rof:34].

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah