Introspeksi Diri…

Sekedar Renungan…

Sungguh aneh seseorang yang tatkala terkena musibah, dirampas hartanya… atau terusir dari kampungnya… atau hilangnya kenikmatan yang selama ini dibanggakannya…

Lalu masih belum juga instropeksi diri atas kesalahan masa silam…

Firman Allah

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Seakan-akan ayat ini tidak mencakup dirinya…

Seakan-akan justru musibah tersebut malah membuktikan imannya yang tinggi ?!!

Sungguh tatkala ia terkena musibah masih saja tersirat nuansa ujub dari dirinya,

Musibah hendaknya disambut dengan istighfar dan instropeksi diri, bukan dengan bangga dan keras kepala, masih terus bangga dengan sikapnya selama ini…

Yang hobi menjatuhkan saudara-saudaranya atau mencari-cari kesalahan saudaranya…atau memaksakan sesuatu yang bukan kesalahan sebagai suatu kesalahan, bahkan kebenaran yang ada pada suadaranya ditutup-tutupi dan digambarkan sebagai kesesatan ??

Hasad dimunculkannya dengan baju “nasehat”, dengki ditampakan dengan gaun “bernahi mungkar”

Jika ia tidak sadar dengan teguran Allah di dunia haruskah ia baru sadar jika baru ditegur di akhirat ???

(Nasehat buat penulis dan para pembaca)

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

 

Seperti Panas Dan Dingin…

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

[قال لي شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله مرة:
“العوارض والمحن هي كالحر والبرد، فإذا علم العبد أنه لابد منهما، لم يغضب لورودهما، ولم يغتم لذلك، ولم يحزن”]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah
berkata kepadaku:

“Ujian dan cobaan itu..
sama dengan panas dan dingin..
apabila seorang hamba yakin
bahwa keduanya pasti menerpa..
ia tidak akan marah,
tidak gundah dan
tidak pula bersedih hati untuk menerimanya..”

(Madarijussalikin)..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Siapa Yang Ikut Numpang Di Kendaraanmu..? Malaikat atau Syaithon ..?

Saudaraku… Setiap kita pasti pernah bekendaraan baik pribadi atau umum… Sementara perjalanan / safar didalamnya terdapat bagian adzab (dari keletihan dan bahaya-bahaya yang mengancam) sebagaimana yang di kabarkan oleh Rasulullah shallalahu ‘Alaihi wasallam.

Sudah Barang tentu tatkala kita safar kita ingin nyaman dan selamat… Maka selain dengan kita mempersiapkan kendaraan yang baik dan bekal yang cukup, kitapun berharap perjalanan kita di ridhai dan dijaga Allah dan di temani oleh Malaikat-Malaikat-Nya…

BAGAIMANA CARANYA..?? … SIMAKLAH KABAR KEKASIH KITA…

Dari Uqbah bin Amir Radhiyallhu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

مامن راكب يخلو فى مسيرة بالله و ذكره إلا ردفه ملك، ولا يخلو بشعر و نحوه إلا كان ردفه شيطان.

“Tidak ada seorangpun Pengendara yang dalam perjalanannya karena Allah dan disertai dengan dzikir, maka yang menjadi penumpangnya adalah malaikat. Sedangkan pengendara yang dalam perjalanannya disertai dengan Sya’ir (nyanyian) dan lainnya (termasuk musik), maka yang menjadi penumpangnya adalah setan.”

 (HR. Thabrani dalam Majmu Al-Kabir, no. 895. disahihkan oleh Albani dalam Shahih Aljami, no. 5706).

MAKA…

** jangan lupa doa naik kendaraan, do’a safar bila perjalanan jauh.

** jadikan suara Al Qur’an sebagai teman perjalananmu….

** khususnya bagi yang di jabodetabek anda bisa menyimak Radio Rodja AM. 756

Semoga manfaat dan semoga setiap perjalanan kita di lindungi Allah dan di temani malaikat…

Abu Ismail Fachruddin Nu’man, حفظه الله 
Maً’had Riyadhusshalihiin. Pandeglang.

Menebar Cahaya Sunnah