Renungan

Tidakkah kalian melihat betapa sibuknya orang-orang sekarang dengan HP nya..?!

Pagi, siang, malam..
Sebelum dan sesudah sholat..
Sebelum tidur dan setelahnya..

Begitu pula keadaan generasi salaf zaman dulu, tapi sibuknya mereka dengan AL QUR’AN.

Sangat penting untuk direnungkan… Tapi lebih penting lagi untuk diamalkan…

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Jama’ah oo Jama’ah Haji…

Banyak kita temukan hal yang lucu dan aneh pada saat pelaksanaan manasik haji..

Aneh, Jedah itu tidak pernah dinyatakan oleh al-Qur’an dan AS-Sunnah serta Ijma ulama sebagai tempat miqat haji dan Umrah tapi banyak jamaah haji rame-rame ambil miqat di Jedah.

Aneh, Mabit di MINA pada tanggal 8 ZULHIJAH disunnahkan namun banyak jamaah haji meninggalkan, malah mereka rame-rame Mabit di Arafah untuk berzikir dan berdoa di sana.

Aneh, Mabit pada malam tanggal 9 ZULHIJAH di Muzdalifah hingga masuk shalat subuh diwajibkan, ternyata banyak sekali jamaah haji yang cuma mampir sesaat dengan alasan Mabit sampai subuh di Muzdalifah itu program haji reguler.

Aneh, Thawaf Sunnah sangat dianjurkan untuk dilakukan berulang kali, ternyata banyak jamaah haji yang menelantarkan malah mereka melakukan Umrah berkali-kali padahal tidak pernah dipraktikkan oleh Kanjeng nabi Muhammad.

Lucu, meskipun mereka Umrah berkali-kali namun rambut mereka masih tetap utuh padahal Rasulullah dan para sahabat Umrah sekali saja semua rambutnya habis.

Aneh, melempar Jumrah pada tanggal 11, 12 dan 13 ZULHIJAH harus dilakukan setelah matahari tergelincir tapi banyak yang melempar sebelum matahari terbit, bahkan ada yang melempar Jumrah untuk tanggal 11 dan 12 dalam satu malam sekaligus, caranya pada tanggal 11 malam ke 12 mereka melempar Jumrah jam 23.30 untuk tanggal 11 kemudian melempar jam 0.100 dini hari untuk tanggal 12 lalu mereka keluar dari MINA karena mengambil NAFAR AWAL.

Lucu banget ada di antara mereka yang Selfi sambil cium HAJAR aswad,
Selfi sambil Thawaf,
Selfi sambi Sa’i,
Selfi sambil melempar Jumrah bahkan Selfi bersama-sama di dalam masjid hingga orang yang sedang shalat diganggu dan diinjak pecinya hanya untuk berselfi.

Lucu, tidak ada jamaah haji yang paling gemar berfoto ria kecuali jamaah haji Indonesia,
ada pesawat parkir di bandara difoto,
ada payung masjid nabawi sedang mengembang atau mengempis difoto,
jam dinding masjid difoto,
monyet Arab sedang lewat difoto hingga ada di antara mereka dengan ikhlas berselfi bersama onta.

Pergi ke Raudhah disunnahkan,
ziarah kubur nabi disunnahkan, ziarah Baqi disunnahkan,
shalat Sunnah mutlak di masjid Mekah berpahala seratus ribu kali dan di masjid Madinah berpahala seribu kali dibanding masjid yang lainnya, ternyata jamaah sibuk merokok, Selfi, bercanda dan berkeliling toko untuk belanja.

Mereka berhaji dengan bayar mahal, capek, sakit, letih dan meninggalkan kerjaan dan keluarga ternyata setelah sampai di Mekah dan Madinah hanya merokok, ngobrol dan tidur-tiduran di hotel atau penginapan.

Aneh, mereka sibuk mengadakan acara tahlilan dan yasianan, mereka bersemangat membaca shalawatan, Ratiban dan manaqib namun AL-Quran dicampakkan dan dzikir pagi dan sore yang dianjurkan Rasul ditinggalkan.

Hampir nyata pada zaman sekarang, orang berangkat haji, yang kaya hanya sekedar jalan-jalan, yang ahli agama jualan menyebarkan bid’ah dan yang miskin minta-minta.

Aneh tapi nyata. Semuanya berawal dari kebodohan mereka terhadap ajaran Islam.

Zainal Abidin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى

10 Hal Yang Tidak Ada Manfaatnya…

Ada sepuluh perkara yang tidak bermanfaat:

1. Ilmu yang tidak diamalkan.

2. Amal yang tidak ikhlas dan tidak sesuai dengan contoh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam .

3. Harta yang tidak diinfakkan. Pemiliknya tidak dapat menikmatinya di dunia tidak juga menjadi pahala di akhirat.

4. Hati yang kosong dari mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengannya.

5. Badan yang tak digunakan untuk ketaatan.

6. Cinta yang tak diikat dengan keridlaan yang dicintai dan menjalani perintahnya.

7. Waktu yang kosong dari dari kebaikan.

8. Pikiran yang berfikir dalam perkara yang tak bermanfaat.

9. Berkhidmat kepada orang yang tidak mendekatkan diri kita kepada Allah tidak juga untuk kebaikan dunia.

10. Takut dan berharap kepada sesuatu yang tidak dapat memberikan manfaat tidak juga mudlarat, tidak memiliki kehidupan tidak juga kematian.

(Al Fawa-id hal. 146).

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Wanita Yang Cantik…

WANITA yang Cantik Kulitnya akan Takut Terbakar Panas Matahari,
Sedangkan, Wanita yang Cantik Akhlaknya akan Takut Terbakar Api Neraka

WANITA yang Cantik Wajahnya akan Berseri-seri Menikmati Duniawi,
Sedangkan, WANITA yang Cantik Hatinya akan Tunduk, Patuh dan Takut pada Illahi.

WANITA yang Cantik Dirinya akan Menangis jika Dunia pergi Darinya,
Sedangkan,WANITA yang Cantik Jiwanya  akan tercukupi Hidupnya dengan Aqidahnya.

WANITA yang Cantik Hidupnya akan Bangga dengan Kemewahannya,
Sedangkan,WANITA yang Cantik Akhiratnya akan Berpuasa dan Bersedekah dengan Hartanya.

WANITA yang Cantik Zamannya akan mengikuti Akal, Nafsu dan Segala kehendaknya,
Sedangkan,WANITA yang Cantik Waktunya, akan menemukan Hikmah, Ilmu dan Segala Amal Soleh untuknya.

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

 

Dalam Menasehati, Jangan Menunggu Diri Menjadi Sempurna

Berikanlah nasehat dan pesan kebaikan kepada orang lain, walaupun Anda masih banyak kekurangan.

Ibnu Rojab -rohimahulloh- mengatakan:

“Jika tidak ada yang boleh memberi nasehat melainkan orang yang bebas dari kesalahan; tidak akan ada orang yang boleh memberi nasehat kepada manusia setelah Rosulullah -shollallohu alaihi wasallam-, karena tidak ada orang yang maksum setelah Nabi -shollallohu alaihi wasallam-.”

Justru, dengan langkah ‘memberi nasehat’ itu, kita akan berusaha menjadi lebih baik, dan menambah rasa ‘malu’ kita untuk bermaksiat.

Dan pahala untuk orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain TIDAK disyaratkan harus menjadi sempurna atau harus melakukannya lebih dulu, wallohu a’lam.

SIAPAPUN yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala orang yang melakukannya”, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Selalu Semangat Dalam Ketaatan

Pernahkah mendengar kisah wafatnya amir bin abdullah bin zubair…?

ketika ia dalam sakarotul maut..
menahan kesakitan..
ia mendengar suara adzan..
ia berkata: “bawa aku ke masjid..”
dikatakan kepadanya: “kamu sedang sakit..”

ia berkata: “aku mendengar penyeru adzan lalu tidak pergi ke masjid..?”
mereka pun membawa amir ke masjid..
selesai satu rakaat, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya..

(siyar a’laminnubala 5/220)

subhanallah..
demikianlah mereka yang selalu semangat dalam ketaatan..
wafat pun di atas ketaatan..
sedangkan kita..?
ya Robb..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Memaafkan Kesalahan Anak, Istri, Orangtua

Abdullah bin Umar -rodhiallohu ‘anhumaa- mengatakan:

Ada seseorang yang mendatangi Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, dia mengatakan: “Wahai Rosululloh, berapa kali kita sebaiknya mengampuni pelayan (budak) kita..?”

Maka beliau diam, lalu orang itu mengulangi lagi perkataannya, dan beliau diam lagi (tidak menjawab).

Kemudian ketika orang itu mengulangi perkataannya untuk yang ketiga kali, beliau menjawab: “Ampunilah dia 70 kali pada setiap harinya..!”

[HR. Abu Dawud, dishohihkan oleh Syeikh Albani dalam Silsilah Shohihah: 488]

———

Subhanallah… Yang ditanyakan dalam hadits ini adalah tentang BUDAK alias hamba-sahaya… lalu berapa kali kita diperintahkan untuk mengampuni kesalahan anak kita, atau istri kita, atau bahkan kedua orang tua kita terutama ketika mereka sudah lanjut usia..?!

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kapan Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam Hijrah..?

Banyak yang menganggap bahwa Nabi Shollallohu’alaihi wasallam hijrah pada tanggal 1 Muharram.

Padahal tidak demikian…

Khalifah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu menjadikan tahun di mana Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam hijrah sebagai tahun pertama di mulainya kalender hijriyah … dan itu bukan berarti hijrahnya Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam tanggal 1 muharram…

Jadi kapan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam hijrah…?

Syaikh mubarakfury dalam kitabnya ar-rahiq al-makhtum merajihkan berdasarkan riwayat dari Ibnu Ishaq bahwa Rasul shollallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumah beliau pada malam Jum’at tanggal 27 Shafar…adapun keluar dari goa Tsur pada malam senin menuju madinah pada tanggal 1 rabi’ul Awwal, sampai di Quba pada senin tanggal 8 rabi’ul awwal…kemudian sampai di Madinah 12 Rabi’ul Awwal.

Wallahu a’lam

Fadlan Fahamsyah,  حفظه الله تعالى 

متى هاجر الرسول صلى الله عليه وسلم إلى المدينة؟

الإجابــة
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

وبعد: فقد رجح المباركفوري في الرحيق المختوم تبعا لما رواه ابن اسحاق أن الرسول صلى الله عليه وسلم خرج من بيته في ليلة الجمعة بتاريخ سبع وعشرين من صفر من السنة الرابعة عشر بعد البعثة الموافق: 13/9/ 622م

وكمن في الغار ليلة الجمعة والسبت والأحد وذكرأنه انطلق ليلة الإثنين إلى المدينة بتاريخ 1/ 3/ 14 من البعثة الموافق 16/ 9/ 622م وأنه وصل إلى قباء في يوم الأثنين 8/ 3/ 14 من البعثة الموافق 23 / 9 / 622 م ووصل المدينة يوم اثني عشر من ربيع الأول، هذا وليعلم أن ماذكره المباركفوري من أن ذلك كان في السنة الرابعة عشر إنما هو بناء على أن السنة تبدأ من شهر محرم وعليه فهو لا يخالف ما ذكره غيره من أهل العلم أن الهجرة كانت في السنة الثالثة عشرة.

والله أعلم.

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=49466

Menebar Cahaya Sunnah