Miliki Pesugihan Yang Cepat Bikin Sugih…

Mau jadi orang kaya? Terbayang deh, jadi kaya tuh bisa punya apartemen, vila, kendaraan yang serba mewah dan harta yang tentu saja melimpah?

Mudah kok, miliki saja pesugihan. Ndak usah kawatir, karena ndak perlu tumbal, atau sesajian, atau mantra dan kemenyan. Cukup heningkan cipta, lalu pusatkan pikiran, daaaaaan sekejap anda menjadi orang kaya raya, bahkan bisa jadi yang paling kaya.

Mau tahu, caranya? Temukan resepnya pada hadits berikut:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Bukanlah kaya raya itu karena anda memiliki harta benda yang melimpah, namun kekayaan yang sejati ialah jiwa yang senantiasa merasa berkecukupan. (Muttafaqun ‘alaih)

Alaaaah, kalu ini caranya yang miskin tetap saja miskin, yang susah tetap saja susah, hidup di gubuk tetap saja di gubuk, tidak akan berubah menjadi istana yang megah. Mungkin demikian gumam anda, bukankah demikian sobat?

Tenang sobat, ketahuilah bahwa inilah sejatinya biang kemiskinan yang sejati, ketika anda pesimis alias tidak beriman kepada ajaran agama anda sendiri. Kalau demikian cara berpikir anda, maka anda tidak akan pernah merasa menjadi orang kaya raya, walaupun anda telah memiliki segalanya.

Sahabat Abu Said mengisahkan: Suatu hari ia mengalami kelaparan hebat hingga ia mengikatkan batu ke perutnya. Untuk mengatasi kemiskinan ini, istrinya menyarankan agar ia meminta harta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Istri beliau mengusulkan hal ini karena ia mengetahui banyak orang yang meminta kepada beliau dan beliau memberi harta kepada mereka .

Setiba di rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat Abu Said mendapatkan beliau sedang berkhutbah dan bersabda : 
وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعُفَّهُ الله ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ الله 
Barang siapa berupaya menjaga kehormatan dirinya, niscaya Allah menjaga kehormatannya. Barang siapa berusaha untuk merasa berkecukupan (kaya), niscaya Allah melimpahkan kecukupan (kekayaan) kepadanya.

Mendengar ucapan beliau ini, segera sahabat Abu Said membalikkan badannya dan pulang. Tidak selang berapa lama, Allah Ta’ala benar-benar melimpahkan kekayaan kepadanya, hingga beliau mejadi lelaki Anshar yang paling kaya. (Bukhari, Muslim dll)

Sobat! Percayalah, semua itu sangatlah mudah, bagi Allah, karena seluruh rejeki adalah milik-Nya, dan Ia kuasa memberi anda apapun yang Ia kehendaki. Allah Ta’ala berfirman:

فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ 
Maka carilah rezqi di sisi Allah dan beribadahlah kepada-Nya. (Surat Al Ankabut 17)

Hanya saja yang jadi masalah! Benarkah anda sudah mempersiapkan kantong dan gudang untuk menyimpan kekayaan yang akan Allah berikan? Dan sudahkan anda menyiapkan mental anda agar pantas dan layak menjadi orang kaya.

Betapa banyak orang yang kekayaannya telah melimpah, namun jiwanya masih saja kerdil dan sempit tak ubahnya orang fakir, bahkan ia merasa dirinya sebagai orang termiskin di dunia. Ia bersikap kikir, nan pelit, bukan hanya kepada orang lain, bahkan kepada dirinya sendiri, hartanya terus ia simpan dan simpan, bukan dinikmati.

Kalau anda berkata: la bagaimana lagi, perut hanya cukup menampung sepiring makanan, badan hanya bisa memakai sepasang baju, kantong hanya bisa membawa beberapa kartu ATM dan alasan lain yang serupa.

Ya, betul alasan anda, namun bila anda cerdas niscaya anda dapat membawa seluruh harta anda kemanapun anda pergi dan menikmati seluruh harta anda. Ingin tahu caranya? Percayakan kepada para malaikat pencatat amalan, sehingga mereka akan terus membawakannya untuk anda agar dapat anda nikmati semuanya, kelak di surga.

Selamat menjadi orang kaya raya, di dunia hingga di akhirat.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Fenomena Gunung Es : Edisi Curhat…

Akhi ukhti…

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejak beberapa pekan belakangan ini media diributkan dengan berbagai peristiwa memilukan

Pemerkosaan anak dibawah umur sampai berujung pembunuhan
Belasan Anak-anak SD yang mabuk dengan lem fox dan ditemukan alat kontrasepsi di tas mereka
Lebih parah lagi 5 anak SMP(14 tahun) dan 3 anak SD( 12 tahun dan 9 tahun) yang memerkosa secara rame-rame anak umur 13  di surabaya ?
Apalagi!!!

Semua ini adalah  fenomena  gunung es, hari hari akan menyingkap yang lebih dahsyat dan menakutkan

Siapa yang harus disalahkan ?
kalau ternyata semua itu adalah disebabkan kita semua, ditambah lagi pendidikan yang mengarah kesana tanpa disadari atau memang ada tangan tangan jahil yang menginginkannya ?

Aku mau curhat ni…

Hari ini, tgl 6 Sya’ban ketika sedang mengajari anak yang duduk di  kelas 3 SD, mata pelajaran bahasa Inggris.
Dan ada sesuatu yang membuat perutku mulas dan emosiku membara serta jantungku berdetak keras…

Ternyata anak SD kelas 3 telah diajari kemaksiatan yang kelak dapat  berujung kepada pemerkosaan

Di unit  9
Dengan judul Ms Lia is Beautiful

Ada gambar 2 anak laki SD dengan seragam putih merah, celana pendek yang tentunya adalah gambaran untuk bocah kelas 3 SD
Dua anak itu sedang berbincang kemudiAn lewatlah seorang cewek dengan setelan pakaian  warna abu-abu  dengan span pendek Selutut layaknya seorang guru atau pegawai negeri, membawa lembaran putih di tangannya.

Lihathah obrolan dua bocah SD itu tentang cewek yang lagi lewat

Look ! The woman is Beautiful , Who is She?
Bocah yang satunya menjawab, “She is Ms lia, She is tall too.

Mungkin kau akan berpikir kalau aku berlebihan…
Cobalah kau renungkan, apa tujuan anak kelas 3 SD diajarin hal ini?
What for ?

Kalau buku- buku sekolah saja mengajarkan hal seperti ini, bagaimana dengan yang lainnya ?

Iklan-iklan di pinggir jalan yang mengumbar aurat dan membakar birahi
Majalah-majalah setengah porno yang dijual bebas…
Gambar- gambar di koran setengah bugil
Artis-artis dan penyanyi-penyanyi yang senantiasa tampil seksi tidak karuan
Sinetron-sinetron yang mengajarkan pacaran dan berduaan dengan lawan jenis
Warnet-warnet yang bebas dimasuki anak-anak
Game-game anak dengan lakon-lakon setengah telanjang
Pramugari, pramusaji, SPG, para pelayan mall yang semuanya mengumbar aurat
Pergaulan bebas di sekolahan…
Di jalan di pasar di kantor pemandangan yang mengundang birahi dipertontonkan
Sangsi terhadap pelaku kriminal yang tidak membuat jera

Setelah semua faktor perusak di atas yang dibuat dan diresmikan, apakah pantas kita marah lalu mengutuk apabila terjadi pemerkosaan ?

Akhirnya kita sendiri yang pantas dikutuk,
seperti seorang ayah yang melemparkan anaknya ke kolam lalu dia berpesan,
” Ananda, berhati- hatilah jangan sampai  dirimu basah”

AKHI ukhti…

Tidak adalah solusi yang dapat menyelamatkan manusia dari berbagai permasalahan, dari segala ketakutan dan kecemasan, dari segala kepedihan dan kesengsaraan  kecuali satu….

Kembali kepada ajaran Islam, yang Allah turunkan untuk umat manusia
Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan Islam abal-abalan

Dan ketahuilah mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim

Dan pelaku pelaku pemerkosaan juga mayoritasnya adalah muslim, atau mungkin semuanya muslim

Kenapa itu terjadi?
Mana Islam mereka?

Mereka hanya mendapatkan pendidikan Islam yang minim sekali
Mereka tidak mendapatkan hak yang cukup untuk belajar Islam…

Islam adalah agama yang menebarkan ketentraman dan kedamaian
Menjaminkan kesejAhteraan bagi seluruh umat manusia

Dalam permasalahan pemerkosaan dan pencabulan Islam telah memberikan solusi sejak 15 abad yang lalu, solusi yang paten dan terbukti…

Islam tidak HANYA melarang perzinaan namun islam melarang manusia mendekati perzinaan

Mulai dari perintah menutup aurat
Perintah Menundukkan pandangan
Memisahkan anak- anak tidur di ranjang setelah umur 10 tahun
Memerintahkan agar anak-anak tidak masuk ke kamar ortunya kecuali dengan izin khususnya di waktu- waktu orang tua melepaskan pakaiannya

Larangan berduaan dengan yang bukan mahrom nya

Perintah untuk segera menikah
Larang Safar tanpa mahrom

Larangan duduk di pinggir jalan kecuali memang terpaksa dan memberikan hak jalan
Larangan menyentuh wanita yang bukan mahromnya
Larangan berucap yang lemah lembut(menggoda) bagi wanita
Dan lainnya

Semua itu bukanlah untuk mengekang manusia atau mengeruhkan kehidupannya

Namun demi memberikan kesejahteraan bagi umat manusia, anak-anak dan orang tua serta negara
Agar tidak terjadi perzinaan apalagi pemerkosaan

Bila kita meninggalkan aturan sang pencipta….

Maka azab Allah yang akan turun
Orang tua akan ditimpa ketakutan dengan anak anaknya

Pemerintah akan kelelahan memadamkan api yang memang disulut dengan sengaja

Para guru dan pengajar akan disibukkan untuk mengobati luka-luka yang dibikin oleh media

Para ulama dan tokoh agama akan diberi pekerjaan untuk membersihkan sampah-sampah yang dengan sengaja ditebarkan

Para kalapas akan kebingungan dengan penuhnya penjara dengan pelaku-pelaku kriminal

DPR akan dibebani untuk memikirkan sangsi yang tepat untuk pelaku pemerkosaan di bawah umur yang para pelaku sejatinya memang didukung oleh lingkungan, pendidikan dan media serta sarana lainnya

Komisi perlindungan anak akan berteriak-teriak meminta keadilan

Psikiater geram sampai terkena stroke karena kasihan dengan para korban

Lalu sampai kapan kita akan begini?
Bagaimana kelak masa depan anak-anak kita

There in Only One way….

BACK TO ISLAM

Ramadhan hampir tiba
Ini  adalah momentum berharga bagi umat Islam Indonesia
Untuk kembali mengkaji apa itu Islam
Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan dipahami oleh para sahabatnya, Islam yang pernah menaklukkan Persia dan Romawi menebar keadilan di bumi   penuh kedhaliman pada waktu itu

Berusahalah untuk Mengkhususkan waktu untuk membuka lembaran lembaran Alquran
Dan mengamalkan dalam diri, keluarga dan kehidupan

Kita hanya sementara di sini
Semua kesenangan dan kesedihan juga hanya sementara
Ada dua tempat abadi
Surga atau Neraka
Dan hanya ada satu jalan menuju surga
ISLAM

Syafiq Basalamah, حفظه الله

Ikut Shalat Berjama’ah Ketika Imam SEDANG Ruku’, Apakah Bertakbir Untuk Takbirratul IHRAM Atau Ruku’…?

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahullah ditanya : Saya masuk masjid dan saat itu jama’ah sedang ruku’. Apakah dalam keadaan seperti ini, saya harus membaca takbiratul ikhram dan takbir ruku’ (membaca dua takbir?). Dan haruskan saya membaca do’a isftitah.

Jawab.
Apabila seorang muslim masuk masjid dan imam sedang ruku’, maka dia harus ikut ruku bersama imam dengan dua kali takbir, yaitu takbiratul ihram kemudian dia berhenti, lalu takbir untuk ruku’ ketika dia membungkukkan badannya untuk ruku’. Dan dalam keadaan seperti ini, dia tidak usah membaca doa iftitah dan Al-Fatihah karena sempitnya waktu.

Dalam hal ini dia terhitung mendapat satu raka’at. Hal ini berdasarkan hadits Abu Bakrah As-Saqafi Radhiyallahu ‘anhu di dalam Shahih Bukhari.

“Bahwa pada suatu hari dia masuk masjid dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (beserta para jama’ah) sedang ruku’. Lalu Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu ruku’ sebelum sampai shaf. Kemudian (sambil ruku’) dia berjalan menuju shaf. (setelah selesai shalat) Nabi bersabda kepadanya ; Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menambah semangatmu (dalam kebaikan) tapi jangan diulang lagi” [HR Abu Dawud : 586]

Dan ternyata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyuruh Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu menambah satu rakaat lagi. Hal ini menunjukkan bawha orang yang masuk dalam shalat jama’ah ketika imam sedang ruku’, dia dihitung mendapat satu raka’at. Dan juga menunjukkan bahwa kita tidak boleh ruku’ sendirian di belakang shaf. Tapi harus masuk dulu ke dalam shaf, baru kita ruku’, walaupun hal ini bisa menyebabkan kita tertinggal (dari ruku’nya imam). Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepad Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menambah semangatmu (dalam kebaikan) tapi jangan diulang lagi”

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Penolong

Ref : https://almanhaj.or.id/2312-ikut-shalat-berjamaah-ketika-imam-sedang-ruku-apakah-bertakbir-untuk-takbiratul-ikhram-atau-ruku.html

Jika Masbuk Mendapati Imam Sedang Ruku’ / Sujud, Apakah Setelah Takbirratul Ihrom Posisi Tangan Sedekap Lalu Ikut Gerakan Imam…?

Pertanyaan :

Assalamu’alaykum Ustadz, jika kita masbuk dan Imam sedang ruku’, kita khan Takbirratul ihrom dahulu, lalu Posisi tangan, apakah sedekap dahulu terus takbir intiqol lalu ruku bersama Imam ? Atau tidak perlu sedekap Ustadz ? Jadi maksudnya, setelah takbiratul ihram, tangan lurus ke Bawah terus takbir intiqol lalu ikut ruku’ ..? Syukron lakum

Jawaban :
Irfan Helmi,  حفظه الله تعالى

Pertanyaan senada pernah kami tanyakan ke Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, hafizhohullah, murid senior syaikh Al-Albani rahimahullah.

Beliau menjawab:
“…Lakukan takbiratul ihrom dengan mengangkat kedua tangan, terus langsung ruku’ atau ikuti gerakan Imam TANPA sedekap. Karena posisi sedekap dilakukan saat Imam baca qiroah Al-Fatihah atau surat yang lain
*(حالة القراءة)*_

Allahu a’lam

Apakah Makmum yang Mendapatkan Ruku’ Mendapatkan Raka’at Padahal Tidak Membaca Al Fatihah…?

Dalam salah satu hadits disebutkan: “Barangsiapa yang mendapati ruku’ (yakni imam sedang ruku’ pada saat sholat Jama’ah, pent) maka ia telah mendapatkan raka’at” dan dalam hadits lain (Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam) bersabda: “Tidak ada sholat bagi siapa yang tidak membaca Al Fatihah”. Bagaimanakah cara menggabungkan antara kedua hadits tersebut?

Penggabungan/Kompromi untuk kedua hadis ini bahwa barangsiapa yang mendapati ruku’, maka ia telah mendapatkan raka’at, berlaku untuk orang yang memiliki udzur karena ia tidak mendapatkan imam saat berdiri sehingga ia sempat membaca (Al Fatihah, -pent). Sementara Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam ketika Abu Bakrah menyebutkan bahwasanya dia hanya mendapatkan ruku’, Nabi tidak memerintahkan Abu Bakrah untuk mengganti raka’at tersebut (1). Hal ini menunjukkan bahwa rukun membaca Al Fatihah gugur jika seseorang tidak mendapati imam kecuali sedang ruku’.

Begitu pula jika makmum lupa untuk membacanya atau tidak tahu akan hal tersebut maka kewajiban membaca Al-Fatihah menjadi gugur baginya. Raka’atnya dianggap telah sempurna. Akan tetapi membaca Al Fatihah merupakan rukun bagi imam dan orang yang shalat sendirian. Mereka harus membacanya. Adapun bagi makmum, gugur kewajiban tersebut darinya jika ia tidak tahu, atau lupa, atau ia datang pada saat imam sedang ruku’.

****
(1). Keterangan: Hadits yang dimaksud adalah hadits berikut:
Dari Abi Bakrah –radhiyallaahu ‘anhu– bahwasanya ia mendapati Nabi –shallallaahu’alaihi wa sallam– ketika beliau sedang ruku’, maka ia pun ruku’ sebelum ia sampai ke shaf shalat jama’ah. Maka ia menyampaikan hal tersebut kepada Nabi – shallallaahu’alaihi wa sallam-, lalu beliau bersabda: “Semoga Allah menambahkan semangat kepadamu, janganlah engkau mengulanginya.” (Shahih, HR.Bukhari, Abu Daud, dan An Nasa’i; terdapat dalam “Shahiihul Jaami’” no. 3565)

***

artikel muslimah.or.id
Marji’aan:
www.binbaz.org.sa

Ref : https://muslimah.or.id/3506-apakah-makmum-yang-mendapatkan-ruku-mendapatkan-rakaat-padahal-tidak-membaca-al-fatihah.html

Cara Masbuk Mengikuti Imam…

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Saya mau tanya, Pak Ustadz. Apabila kita terlambat shalat berjemaah dan posisi imam sedang sujud, apakah kita datang langsung sujud atau kita takbir dulu baru sujud?Jazakumullah khairan.

Ramadhany (rdhany**@yahoo.***)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Takbiratul ihram termasuk rukun shalat. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kunci shalat adalah bersuci, pengharamannya adalah takbir, dan penghalalannya adalah salam.” (H.R. Abu Daud, Turmudzi, dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Maksud “pengharamannya”: permulaan shalat yang mengharamkan semua perbuatan di luar shalat.

OLEH KARENA ITU, SESEORANG BARU DIANGGAP MEMASUKI SHALAT JIKA DIA MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM. SEBALIKNYA, JIKA ADA ORANG YANG TIDAK MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM MAKA DIA BELUM DIANGGAP MEMASUKI SHALAT, SEHINGGA SHALATNYA TIDAK SAH.

Dari kasus yang Anda sampaikan, ada dua cara yang bisa Anda lakukan:
1. Melakukan takbiratul ihram, kemudian turun sujud tanpa bertakbir lagi.
2. Melakukan takbiratul ihram, kemudian turun sujud sambil bertakbir lagi, sebagai takbir intiqal(perpindahan gerakan) menuju sujud.

Catatan: takbiratul ihram harus dilakukan dalam posisi berdiri tegak dan tidak boleh dilakukan sambil bergerak turun, baik untuk sujud maupun untuk rukuk.

Allahu a’lam.

Ammi Nur Baits,  حفظه الله تعالى

Ref : https://konsultasisyariah.com/5417-cara-masbuk-mengikuti-imam.html

Apa Makna Ayat Muhkam dan Ayat Mutasyabih…

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum ustadz, ana mau tanya,apa artinya ayat muhkam dan mutasyabih, dan apa yg di maksud niat udlhiyah di kaidah yg ke 30?

 

Jawaban :
Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Muhkam artinya ayat ayat yang maknanya jelas tidak tersembunyi. Sedangkan mutasyabih adalah ayat yang maknanya tidak jelas, hanyaborang orang yang kuat keilmuannya yang memahaminya dengan pemahaman yang benar.

ibnu Katsir katsir rahimahullah berkata:

يخبر تعالى أن في القرآن آيات محكمات هن أم الكتاب، أي: بينات واضحات الدلالة، لا التباس فيها على أحد من الناس

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa di dalam alquran terdapat ayat ayat alquran yang merupakan induk alquran, yaitu ayat ayat yang jelas maknanya, tidak tersembunyi pada semua orang. (Tafsir ibnu katsir 2/6).

Syaikh Utsaimin rahimhullah berkata:

Allah Tabaroka wata’ala membagi alquran menjadi dua macam: muhkam dan mutasyabih.

Yang dimaksud muhkam adalah yang jelas maknanya dan tidak tersembunyi. Contohnya kata langit, bumi, bintang, gunung, pohon, dan sebagainya.

Adapun mutasyabih adalah ayat ayat yang samar maknanya dan tersembunyi dari kebanyakan manusia. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang kokoh keilmuannya.

Contohnya adalah ayat ayat yang bersifat global dan tidak ada perinciannya di dalam alquran, seperti firman Allah:

وأقيموا الصلاة

Dirikanlah sholat.

Mendirikan sholat tidak dijelaskan tata caranya. Karena ayat ini hanya menyebutkan kewajiban mendirikan sholat saja, tapi bagaimana tatacaranya? Ini diketahui dari dalil lain.

Hikmah diturunkannya alquran dengan dua macam tadi adalah ssbagai ujian. Orang yang ada di hatinya kecondongan kepada kesesatan akan mengikuti ayat ayat mutasyabih sehingga ia berada di dalam keheranan.

Adapun orang orang yang kokoh ilmunya, mereka mengimani semuanya; baik yang mutasyabih maupun yang muhkam. Mereka meyakini bahwa alquran berasal dari sisi Allah dan tidak saling bertentangan.

(Fatawa Nuur aladdarbi)

Termasuk dalam ayat ayat mutasyabih adalah ayat ayat yang seolah olah bertentangan.

Kewajiban kita adalah menafsirkan ayat mutasyabih dengan ayat yang muhkam.

Karena alquran dan hadits saling menafsirkan satu sama lainnya.

Faedah : Inilah Aqidah Imam Asy-Syafi’i…

Dalam kitab Al Uluww hal 120 karya Imam Adz Dzahabi.

Imam Asy Syafii rahimahullah berkata:

القول في السنة التى أنا عليها ورأيت أصحابنا عليها أهل الحديث الذين رأيتهم وأخذت عنهم مثل سفيان ومالك وغيرهما الإقرار بشهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وأن الله تعالى على عرشه في سمائه يقرب من خلقه كيف شاء وأن الله تعالى ينزل إلى سماء الدنيا كيف شاء

Pendapat dalam sunnah yang aku di atasnya dan aku melihat para shahabat kami juga di atasnya yaitu ahlul hadits yang aku melihat mereka dan mengambil ilmu dari mereka seperti Sufyan, Malik dan lainnya adalah menetapkan syahadat laa ilaaha illallah wa anna muhammadan rosulullah dan bahwanya Allah di atas Arasnya di langit, Dia mendekat kepada makhluknya dengan apa yang ia kehendaki. Dan bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia dengan cara yang Dia kehendaki.”

Itulah keyakinan imam Asy Syafii..
Amat jauh berbeda dengan keyakinan Asy’ariyah yang tidak mengakui bahwa Allah di atas Arasy..

Keyakinan imam Asy Asyafii inilah yang diyakini oleh Syaikh Abdul Qodir Jaelani (yang benar jiilaani), beliau berkata dalam kitab tuhfatul muttaqin:

والله تعالى بذاته على العرش علمه محيط بكل مكان

Dan Allah bersemayam di atas Arasy dengan d DzatNya sedangkan ilmunya meliputi setiap tempat.

Dalam kitab algunyah, beliau berkata:
ولا يجوز وصفه بأنه في كل مكان بل يقال إنه في السماء على العرش كما قال {الرحمن على العرش استوى }
Dan tidak boleh menyifatiNya bahwa Dia berada di setiap tempat. Tetapi Dia berada di langit di atas ArasyNya sebagaimana firmanNya: artinya Arrahman di atas Arasy bersemayam.
Lalu beliau membawakan ayat ayat dan hadits hadits.

lalu beliau berkata lagi:

وينبغي إطلاق صفة الإستواء من غير تأويل وإنه إستواء الذات على العرش قال وكونه على العرش مذكور في كل كتاب أنزل على كل نبي أرسل بلا كيف

Dan selayaknya memutlakkan sifat istiwa (bersemayam) dengan tanpa merubah maknanya. Sesungguhnya Dia di atas arasy dengan DzatNya.

Keyakinan ini disebutkan pada setiap kitab yang di turunkan kepada Nabi yang diutus tanpa bertanya bagaimana tata caranya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Wedus Kesasar = Domba Tersesat…

Mas, mbak, pak dan ibu! relakah anda disebut dengan domba atau kambing atau wedus? Bahkan bukan sekedar domba biasa namun domba yang tersesat?

Mereka selalu menganggap anda sebagai domba yang tersesat, la kok bisa-bisanya mereka tersinggung bila anda melakukan hal yang serupa, dengan berkata mereka itu tersesat alias kafir?

  1. Mereka ingin agar anda melunak dengan berkata: kita sama-sama di atas jalan yang benar, bersaudara, dan sama-sama masuk surga. la kok enakeeee. Sedangkan mereka tetap dengan keyakinannya : sekali domba tersesat maka anda terus dianggap sebagai domba tersesat sampai anda mengikuti jalan mereka.

Mereka mendoktrin sebagian ummat Islam agar mengatakan semua agama sama, eeh ternyata mereka sendiri terus tiada henti menganggap anda sebagai domba mbeling, ndak nurut alias tersesat.

Sobat! Percayalah kepada Al Qur’an dan As Sunnah yang jelas-jelas mengatakan mereka tuh kafir.

Sekali kafir ya kafir, mereka kekal di neraka, mereka tersesat di dunia hingga di akhirat. Kita berbeda tingkatan, mereka salah jalan, alias tersesat sedangkan kita berada di jalan yang benar.

Inilah ikrar kita setiap sholat, hanya Islam yang benar, sedangkan yang lain adalah “domba yang tersesat”. Simak firman Allah Ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka (Muhammad 12)

Sobat! Menurut anda; siapakah yang lebih pantas disebut sebagai domba tersesat, anda sebagai orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir atau mereka yang nyata nyata beribadah kepada selain Allah ?

Toleransi yang benar tuh, bukan dengan cara bertepuk sebelah tangan: anda menjaga perasaan mereka, sedangkan mereka bebas leluasa menganggap anda sebaga domba tersesat.

Toleransi yang benar tuh, masing -masing dengan keyakinannya, asal jangan saling mengganggu dan memprovokasi, demikianlah toleransi yang ALlah ajarkan pada ayat ayat berikut:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ {1} لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ {2}
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ {3} وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ {4}
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5} لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6}

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir,

aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (Al Kafirun 1-6)

Jadi: terserah mereka mau mengatakan kita domba tersesat, namun kita juga akan tetap mengatakan mereka kafir kekal di neraka.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Konon ! Wali Tuh Tetap Sakti Walau Sudah Mati…

Bagi banyak orang, wali adalah segala-galanya, dan mampu melakukan segala-galanya.

Seakan mereka lupa bahwa kalaupun mereka benar wali, toh tetap saja mereka itu manusia biasa, tidak memiliki apa-apa, bahkan telah terbukti, menyelamatkan nyawanya sendiri dari malaikat Maut saja ndak kuasa. Bahkan sekedar untuk memasukkan jasadnya ke liang lahatnya juga ndak kuasa.

Lebih parah, ketika dimandikan, mereka tak kuasa menutupi auratnya, mereka membiarkan orang-orang melepaskan bajunya, untuk dimandikan, bahkan dibolak dan dibalikkan, lalu dibungkus dengan kain kafan.

Walau demikian, masih saja ada yang meyakini dongeng bahwa wali tuh walaupun sudah dimasukkan ke dalam kubur, para wali tersebut bisa leluasa gentayangan, keluar masuk kuburannya.

Mungkinkah masyarakat mulai menduga bahwa para wali lebih hebat dibanding Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Na’uzubillah min zalika.

Ndak percaya? Baca sendiri deh ayat berikut:

قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا {20} قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا {21} قُلْ إِنِّي لَن يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا

Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya”. Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudaratan pun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan”. Katakanlah: Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya”.

Nampaknya kini kuburan yang berubah fungsi menjadi berhala telah menjamur, ada kuburan yang dijadikan tempat mencari nomer jitu, ada pula untuk mencari jodoh, kekayaan, dan bahkan banyak yang menyuguhkan sesajian ke kuburan-kuburan tersebut.

Mungkinkah kuburan-kuburan itu mulai bernasib serupa dengan kuburan Al Latta da Al Unzza?

Imam Malik meriwayatkan dalam kitabnya Al Muwata’, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

(اللهُّم لاَ تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَناً يُعبَد، اشْتَدَّ غَضَبُ الله عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ)

“Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Allah sangat murka terhadap kaum yang menjadikan kuburan nabi mereka sebagai masjid”.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, bahwa Al Lata yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah seorang lelaki shaleh yang memiliki rajin membuatkan adonan gandum dicampur minyak samin atau lainnya, untuk disajikan kepada jama’ah haji. Sepeninggalnya, orang musyrikin beri’tikaf di atas kuburannya. Penjelasan serupa juga diutarakan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma.

Ternyata berhala tuh dahulunya adalah kuburan, atau patung orang-orang sholeeeeeh sekali.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah