Harimu…

Jangan rusak harimu dengan
maksiat. Awalilah ia dengan
ketaatan.

Jika engkau terlenakan dan
terjatuh kepada dosa, ingatlah
Dia Maha Menerima taubat !

Jafar Salih, حفظه الله تعالى

image

Syukurnya Anggota Badan…

Seseorang bertanya kepada Abu Hazim,

(1) “Apakah syukurnya dua mata itu, wahai Abu Hazim?” Ia menjawab, “Jika kamu melihat kebaikan sebarkanlah, dan jika kamu melihat keburukan tutupilah!” Orang itu bertanya lagi,

(2) “Bagaimana syukurnya dua telinga?” Abu Hazim menjawab, “Jika kamu mendengar kebaikan maka peliharalah dan jika kamu mendengar keburukan maka cegahlah!” Orang itu bertanya lagi, “

(3) “Bagaimana syukurnya dua tangan?” Abu Hazim menjawab, “Jangan kamu gunakan ia untuk mengambil barang yang bukan haknya! Juga penuhilah hak Allah yang ada pada keduanya!” Orang itu bertanya lagi,”

(4) “Lalu bagaimana syukurnya perut?” Abu Hazim menjawab, “Hendaknya makanan ada di bagian bawah, sedangkan yang atas dipenuhi dengan ilmu!”.Orang itu bertanya lagi,”

(5) “Bagaimana syukurnya kemaluan?” Ia menjawab dengan membaca firman Allah Subhaanahu wa ta’ala: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka. Kecuali kepada istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Maka mereka tidaklah tercela. Dan barangsiapa mencari selain itu semua, merekalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun: 5-7). Orang itu bertanya lagi,”

(6) “Bagaimana syukurnya dua kaki?” Ia menjawab, “Jika kamu melihat seorang yang shalih meninggal, segera teladani amalannya. Dan jika mayat itu orang yang tidak baik, segera jauhi amal-amal yang dia kerjakan, kamu bersyukur kepada Allah!

Sesungguhnya orang yang hanya bersyukur dengan lisannya itu seperti orang yang memiliki pakaian tetapi ia hanya memegang ujungnya, tidak memakainya. Maka ia pun tidak terlindungi dari panas, dingin, salju dan hujan.”

(Tazkiyatun Nufus, 117-118)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam]

Keutamaan Hari Senin Dan Kamis…

فضائل يوم الاثنين و الخميس

Di hari kamis yang berbahagia ini, marilah kita berusaha mencermati keutamaan hari ini!

Pada hari senin dan kamis amalan-amalan hamba diangkat kepada Allah untuk dilihat dan diperiksa, oleh karena itu, dianjurkan untuk berpuasa dan memperbanyak amal shaleh, sebagaimana Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam senang berpuasa sunnah pada dua hari tersebut.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Amalan-amalan (hamba) diperlihatkan (kepada Allah) pada hari senin dan kamis, maka aku senang jika amalanku diperlihatkan (kepada-Nya) dan aku sedang berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi: 747)

Adapun keutamaan lain di hari hari ini adalah, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari senin dan kamis, maka akan diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali seseorang yang memiliki permusuhan antara dirinya dengan saudaranya. Maka akan dikatakan, “Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai. Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai. Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim: 2565).

Saudaraku yang berbahagia, kalo kita mencermati hadits yang mulia di atas, maka kita dapati bahwa pengampunan dosa dan kesalahan pada hari senin dan kamis itu jika; orang tersebut mentauhidkan Allah Ta’ala, dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun. Atau tidak bermusuhan dengan saudaranya sesama muslim.

Oleh karena itu wahai saudaraku, hilangkan permusuhan dan kebencian kepada saudaramu, terlebih di hari ini, agar kita mendapatkan keutamaan dari Allah Ta’ala dengan diampuni dosa-dosa dan kesalahan kita.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan kutamaan itu, dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita semua…

آمين يا رب العالمين

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله تعالى

Menyambut Gerhana Matahari Dengan Meriah …?

Gegap gempita, riuh riang & pesta pora menyambut momentum gerhana matahari seakan gerhana matahari adalah berkah dan rejeki.

Betulkah demikian dahulu Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam tatkala mendapatkan momentum serupa beliau tidak menyambutnya dengan pesta apalagi menganggapnya sebagai ajang wisata yang patut dipromosikan atau dimeriahkan.

Dahulu nabi sallallahu ‘alaihi wasallam begitu takut dan khawatir dengan gerhana matahari beliau beralasan bahwa gerhana bukanlah rejeki atau wisata akan tetapi gerhana matahari adalah ancaman dan peringatan bahwa Allah kuasa menjadikan matahari tidak lagi berputar tidak lagi bersinar tidak lagi berjalan namun berhenti di tempat atau bisa pula menjadikan perjalanan matahari dan bulan terus beriringan sehingga gelap gulita .

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

الشمس والقمر أيتان من ايات الله يخوف الله بهما عباده لا تنكسفان لموت أحد ولا لحياته فأذا رايتم شيئا من ذلك فازعوا الى الصلاة

“Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda keesaan Allah dengan keduanya Allah memberi peringatan kepada hamba-hambanya keduanya tidak akan mengalami gerhana hanya karena kematian seseorang atau terlahirnya seseorang jika kalian mendapatkan gerhana maka segera tegakkanlah sholat.”

Sobat masihkah anda ingin menyambut gerhana matahari karena ingin berwisata Menikmati keindahan gerhana selanjutnya selfi sana dan Selfi sini ataukah anda ingin menjadikan momentum gerhana matahari total  sebagai  momentum bermuhasabah mengasah rasa takut; khawatir dan iman anda kepada kuasa Allah & selanjutnya memperbanyak do’a kepada Allah?

Astaghfirullahalazim. astaghfirullahalazim.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Islam Memerintahkan Untuk Menundukkan Pandangan…

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah berfirman, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan pandangan dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30)

Dan lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 31)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, “Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka mereka hendaklah memalingkan pandangannya dengan segera.”

Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, “Firman Allah (yang artinya) ‘Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”

(Rumayshocom)
Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Menebar Cahaya Sunnah