Kita Berjalan Menuju Ajal…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Wahai manusia, injakkan kakimu ke tanah. Sesungguhnya sebentar lagi ia akan menjadi kuburmu.

Wahai manusia, sesungguhnya hidupmu hanya beberapa hari, tiap kali waktu berlalu, berarti sebagian hidupmu telah pergi.

Wahai manusia, engkau sekarang ini selalu menghabiskan umurmu sejak lahir dari rahim ibumu.

”Seorang penyair mengatakan:

نَسِيْرُ إِلَى اْلآجَالِ مِنْ كُلِّ لَحْظَةٍ وَأَيَّامُنَا تُطْوَى وَهُنَّ مَرَاحِلُ

وَلَمْ أَرَ مِثْلَ الْمَوْتِ حَقًّا كَأَنَّهُ إِذَامَا تَخَطَّتْهُ اْلأَمَانِيَّ بَاطِلُ

وَمَا أَقْبَحَ التَّفْرِيْطَ فِيْ زَمَنِ الصِّبَا فَكَيْفَ بِهِ وَالشَّيْبُ لِلرَّأْسِ شَاعِلُ

تَرَحَّلْ مِنَ الدُّنْيَا بِزَادٍ مِنَ التُّقَى فَعُمْرُكَ أَيَّامٌ وَهُنَّ قَلاَ ئِلُ

Kita berjalan menuju ajal dalam setiap detiknya

Hari-hari kita selalu berlalu, dan memiliki tahapan-tahapan
Aku belum pernah melihat ada sesuatu yang lebih meyakinkan daripada kematian…setiap apa yang kau bayangkan tanpa diakhiri kematian itu hal mustahil…
Alangkah buruknya perbuatan kita disaat muda belia tak mau menengok agamanya… Lantas, bagaimana nasib seseorang yang tetap meninggalkan agama, padahal ubannya telah menyala
Berjalanlah kamu di dunia ini dengan bekal takwa

Karena, umurmu hanyalah hitungan hari yang kian purna…

Semoga bisa menjadi renungan wahai sobat.

Pencukur Agama…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Nabi saw bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا : بَلَى، قَالَ : صَلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

“Maukah aku kabarkan kepada kalian yang lebih baik daripada derajat puasa, sholat, dan sedekah?”. Mereka berkata, “Tentu”. Baiknya hubungan diantara sesama, karena rusaknya hubungan diantara sesama mengikis habis (agama)” (HR At-Tirmidzi no 2509, dan dishahihkan At-Tirmidzi, dan ada tambahannya 

هِيَ الْحَالِقَةُ لاَ أَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّيْنَ

“Rusaknya hubungan diantara sesama adalah mengikis, dan tidaklah aku berkata mengikis habis rambut, akan tetapi mengikis habis agama”

Murji’ah tak menerimaku..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Kaum murji’ah adalah suatu kelompok yang meyakini bahwa amal tidak termasuk iman..
Menurut mereka iman itu hanya sebatas keyakinan di hati..
Sebagian mereka berkata bahwa iman itu hanya ucapan dengan lisan..
Sedangkan amal tidak mempengaruhi kesempurnaan iman..
Mereka meyakini bahwa maksiat tidak mengurangi iman..
Dan ketaatan tidak menambah iman..
Mereka meyakini bahwa iman tidak bertambah dan berkurang..

Keyakinan ini adalah kesesatan yang nyata..
Ahlussunnah berkeyakinan bahwa amal itu bagian dari iman..
Amal mempengaruhi naik turunnya iman..
Iman bertambah dengan ketaatan..
Dan berkurang dengan kemaksiatan..
Ahlussunnah meyakini bahwa adanya sebagian iman tidak menyebabkan iman ada secara sempurna..
Sebaliknya hilangnya sebagian iman..
Tidak menyebabkan hilangnya seluruh iman..
Inilah keyakinanku..
Maka murji’ah pasti tak akan menerimaku..

Sunnah Yang Sering Terabaikan…

image

Penjelasan hadits :

1. Hadits ini jelas melarang kita meniup makanan/minuman untuk mendinginkannya. Larangan ini meski hanya makruh (dibenci), tidak sampai berdosa bila dilanggar, namun seorang muslim yang baik tidak akan mengabaikannya karena ia akan mendapat pahala dengan meninggalkannya sekaligus memetik hikmah lainnya.

2. Tahu atau tidak, seorang muslim yakin bahwa semua yang dilarang dalam Islam pasti mengandung bahaya yang lebih besar dari manfaatnya.
Bila ia tahu hikmah tersebut, imannya bertambah.
Jika ia tidak tahu, ia tetap mengimaninya.

3. Di antara hikmahnya adalah karena udara yang kita tiupkan mengandung CO2 (karbon dioksida).
Bila bereaksi dengan H2O (air) dalam minuman atau sebagian makanan, akan berubah menjadi H2CO3 (asam karbonat) yang meningkatkan resiko penyakit jantung.
Ini yang baru diketahui, tentu Allah Al-‘Alim Al-Hakim memiliki rahasia lain yang kita belum ketahui.

4. Al-Hafidzh Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa meniup makanan/minuman panas merupakan perangai ketergesaan yang tercela dalam Islam.

5. Solusinya ialah dengan sabar menunggu hingga dingin sembari berzikir, mengipasi/dengan kipas angin, dan lain-lain asal tidak kita tiup.

Wallahu a’lam.

✒ Ustadz Fajri hafidzahullah

Courtesy of Program JODOH

Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (5)

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal kelima yang bisa membantu kita untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah:

Dengan mengingat bahwa tidaklah seseorang memilih sikap membalas dendam untuk dirinya, melainkan Allah tinggalkan padanya kehinaan yang dia rasakan pada dirinya… sebaliknya, apabila dia memaafkan, maka Allah ta’ala akan memuliakannya.

Inilah yang dikabarkan oleh seorang yang paling benar dan harus dibenarkan, Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam-: “Tidaklah Allah menambahkan untuk seorang hamba karena sikap memaafkan, melainkan kemuliaan”. [HR. Muslim: 2588].

Maka, kemuliaan yang timbul dari sikap memaafkan itu lebih baik dan lebih bermanfaat baginya, melebihi kemuliaan yang timbul dari sikap membalas dendam… Karena balas dendam hanyalah kemuliaan yang tampak secara lahir, tapi ia meninggalkan kehinaan dalam batin… Adapun sikap memaafkan, mungkin manusia melihatnya kehinaan, namun sikap itulah yang sebenarnya memberikan kemuliaan lahir dan batin.

[Lihat: Jami’ul Masa’il, 1/170].

———–

Intinya, ingatlah terus hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, bahwa Allah akan menambah kemuliaan seseorang dengan sikap memaafkan, dan kemuliaan ini mencakup kemuliaan lahir dan kemuliaan hati… dan hal ini sebagai bantahan anggapan sebagian orang, bahwa tindakan memaafkan adalah sikap lemah dan hina, sungguh ini anggapan yang salah karena menyelisihi sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-.

Wahai Anakku…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Wahai anakku.. Janganlah sering kau ungkapkan kesedihanmu kepada ibumu…
Ceritakan kepada beliau yang membuat hatinya bahagia…

Walaupun beliau hanya mengandungmu 9 bulan namun hatinya lebih bisa merasakan penderitaanmu dibanding hatimu sendiri…

Adukan segala keluh kesahmu kepada Allah ta’ala…
Ceritakan kebahagiannmu kepada ibumu wahai anakku…
Agar beliau tersenyum bahagia..
Apalagi dimasa tua..berbuat baiklah kepada beliau dengan bakti tenaga fikiran dan harta..

Barakallahu fikum ya akhy wa ukhty

Hakikat Kritikan…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Ketika kita dikritik orang..
Terkadang kita marah dan benci kepada orang yang mengkritik..
Bahkan menganggapnya sebagai musuh..

Sebetulnya kritikan itu..
Mengajarkan kedewasaan kita..
Dan melatih kesabaran dalam mentarbiyah emosi.
Toh kita bukan malaikat atau nabi yang ma’shum.

Mungkin..
Orang yang mengkritik itu karena mencintai kita..
Sehingga ia memberi perhatiannya untuk kita..
Asal kita positif thinking aja..

Bila kritikan itu benar..
Tentu merujuk kebenaran lebih baik dari pada ngeyel di atas kesalahan..
Bila kritik itu tidak benar..
Cukup kita tepis dengan adab dan sopan santun..
Nggak perlu marah marah atau tersinggung..

Moga bermanfaat..

Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (4)

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal keempat yang bisa membantu kita untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah:

Dengan mengingatkan diri, bahwa jika memaafkan dan berbuat baik kepadanya, itu akan menjadikan hatinya bersih dari membenci saudaranya, hatinya akan suci dari kebencian, kedengkian, niat balas dendam, dan niat buruk lainnya.

Dengan begitu, akan tumbuh pada dirinya manisnya memaafkan… bahkan kelezatan dan manfaat memaafkan itu -baik yang sekarang ataupun yang nanti- menjadi berlipat-lipat melebihi kepuasan yang timbul dari tindakan membalas dendam.

Dan itu masuk dalam firman Allah ta’ala (yang artinya): “Allah mencintai orang-orang berbuat baik.” [Alu Imron: 134], maka jadilah dia hamba yang dicintai Allah.

Dengan demikian, keadaannya seperti orang yang diambil darinya satu dirham perak, lalu dia mendapatkan ribuan dinar emas sebagai gantinya. Tentu saat itu dia akan senang tiada tara atas balasan yang diberikan Allah kepadanya.

(Jami’ul Masa’il, 1/169-170).

———–

Intinya, Ingatlah bahwa dengan bersabar dan memaafkan orang lain, hati Anda akan sehat dan bersih dari penyakit hati… bahwa manfaat dan kelezatan yang ditimbulkan oleh sikap memaafkan, jauh lebih besar dan berlipat-lipat melebihi manfaat dan kepuasan yang ditimbulkan oleh sikap membalas dendam… biarlah orang lain mengambil satu dirham perak dari Anda, bila dengannya Allah berikan untuk Anda ribuan dinar emas.
.

Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (4)

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal keempat yang bisa membantu kita untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah:

Dengan mengingatkan diri, bahwa jika memaafkan dan berbuat baik kepadanya, itu akan menjadikan hatinya bersih dari membenci saudaranya, hatinya akan suci dari kebencian, kedengkian, niat balas dendam, dan niat buruk lainnya.

Dengan begitu, akan tumbuh pada dirinya manisnya memaafkan… bahkan kelezatan dan manfaat memaafkan itu -baik yang sekarang ataupun yang nanti- menjadi berlipat-lipat melebihi kepuasan yang timbul dari tindakan membalas dendam.

Dan itu masuk dalam firman Allah ta’ala (yang artinya): “Allah mencintai orang-orang berbuat baik.” [Alu Imron: 134], maka jadilah dia hamba yang dicintai Allah.

Dengan demikian, keadaannya seperti orang yang diambil darinya satu dirham perak, lalu dia mendapatkan ribuan dinar emas sebagai gantinya. Tentu saat itu dia akan senang tiada tara atas balasan yang diberikan Allah kepadanya.

[Jami’ul Masa’il, 1/169-170].

———–

Intinya, Ingatlah bahwa dengan bersabar dan memaafkan orang lain, hati Anda akan sehat dan bersih dari penyakit hati… bahwa manfaat dan kelezatan yang ditimbulkan oleh sikap memaafkan, jauh lebih besar dan berlipat-lipat melebihi manfaat dan kepuasan yang ditimbulkan oleh sikap membalas dendam… biarlah orang lain mengambil satu dirham perak dari Anda, bila dengannya Allah berikan untuk Anda ribuan dinar emas.

Indahnya Qona’ah

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Cerita yang menarik dari team verivikasi sip ketika mengunjungi salah satu dluafa di daerah manggarai..
Suami dan istri keduanya buta..
Namun tak pernah putus asa mencari rezeki..
Ketika team mengunjungi langsung ke rumahnya..
Mereka mengatakan bahwa mereka Alhamdulillah usaha jualan kerupuk..
Suaminya walaupun buta..
Ia pergi jualan kerupuk..
Alhamdulillah sebulan kami dapat 1,5 juta..
500 ribu untuk bayar kontrakan..
Sisanya utk makan dan biaya dua anak sekolah, tukasnya.
Ketika team bertanya apa yang bisa dibantu..
Mereka jawab, kami minta bantuan bimbingan agama saja..
Jawaban yang membuat team tertegun..
Ia terlihat bahagia dan qona’ah..
Dia tak mengeluh tentang keadaannya..
Subhanallah..
Itulah iman ketika telah menghunjam di dada..
Tak ada yang ia harapkan kecuali keridlaan sang pencipta

Menebar Cahaya Sunnah