Beralasan Dengan Taqdir

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Pelaku maksiat itu berkata..
saya sudah ditakdirkan menjadi pelaku maksiat..
padahal bila ada orang yang mencuri hartanya..
lalu berkata: rela lah dengan takdir..
tentu ia tak akan menerima..
demikianlah..
Allah menciptakan maksiat untuk dijauhi..
dan menjadikan manusia mampu menjauhinya..
maka tidak dibenarkan beralasan dengan takdir dalam perbuatan maksiat..

– – – – – •(*)•- – – – –

DOA MOHON KETAKWAAN DAN JIWA YANG SUCI

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

اللّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا

أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau pelindung dan Pemeliharanya
[HR. Muslim]

– – – – – •(*)•- – – – –

Bersholawat

Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Diriwayatkan olih sahabat Muliya, Abu Hurairah, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Barang siapa mengucap sholawat kepadaku sekali, niscaya Allah سبحانه وتعالى mendoakan kepada orang tersebut sepuluh kali “. HR Muslim.

Berkata Ibnul Aroby , Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah berfirman,” Barang siapa yang datang membawa satu kebajikan maka baginya sepuluh kali lipat semisal nya “. QS Al-An’am 160.

Didalam Ayat muliya ini diterangkan, bahwa siapa saja yang berbuat kebaikan sekali, ia akan mendapat sepuluh kali lipat balasan dari Allah سبحانه وتعالى , Demikiyan pula mengucap Sholawat untuk Nabi صلى الله عليه وسلم sekali maka bagi nya mendapat sholawat atau do’a dari Allah سبحانه وتعالى sepuluh kali. Dan do’a dari Allah adalah jauh lebih baik dan muliya dari hanya sekedar satu pahala kebajikan.

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud, dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang betebaran dimuka bumi yang menyampaikan salam kepadaku dari para umatku “. HR Ahmad dan Nasa’i.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Hari terbaik bagi kaliyan adalah hari Jum’ah, hari tersebut diciptakan Adam, dihari itu ia diwafatkan, dihari itu ditiup sangkakala, dan manusia di bangkitkan, maka perbanyaklah bersholawat kepadaku, sesungguhnya sholawat kaliyan dihantarkan kehadapanku”.

Para sahabat bertanya, Bagaimana dihantarkan kehadapanmu sedang engkau sudah menjadi tanah?

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Sesungguhnya Allah Azza Wajalla mengharamkan tanah untuk memakan jasad para Nabi “. HR Ahmad dan Abu Dawud dan Ibnu Majah.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Pondasi Pendidikan

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Syeikh Abdurrahman binNaashir as-Sa’di -Rahimahullah- pernah berkata:

“Mengenal hukum-hukum syariat secara benar akan menambah kecerdasan akal dan menumbuhkan kepintaran;

Karena makna-makna syariat adalah makna pengertian terbaik dan etikanya adalah etika terluhur. Juga karena (kaedah) balasan sesuai jenis amal.

Sehingga sebagaimana ia menggunakan akalnya untuk berfikir tentang Rabb nya dan berfikir tentang tanda-tanda kebesaran yang Allah mengajaknya untuk memikirkannya, maka diapun menambahkannya dari sisi itu”.

(Taisiral-Karimirrahman Fi Tafsir Kalaamil Mannaan  dari al-Majmu’ al-Kaamilah LiMu’allafaat as-Sa’di bag. Tafsir , 5/449-450).

 Oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Menjaga Perasaan Orang Lain

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Bagaimanakah perasaan kita ketika ada orang Чαπƍ mempermainkan kita, kesal, sebel dan beribu perasaan lain sperti jengkel.

Begitu juga dengan orang Чαπƍ kita permainkan, dia akan merasakan seperti apa Чαπƍ kita rasakan.

Hal itu merupakan kezaliman Чαπƍ harus kita hindari, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat nanti.

Kita tidak ingin kalo ada orang Чαπƍ menzalimi kita, maka janganlah kita menzalimi orang lain.

Bukankah Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [رواه البخاري ومسلم]

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Jagalah perasaan orang lain kalo perasaan kita tidak ingin dipermainkan orang lain.

– – – – – •(*)•- – – – –

Antara Hati Yang Jernih Dan Ketentramannya

Ust. Djazuli, حفظه الله

Keinginan hati hanya bisa dicapai jika ia sampai pada kekasihnya (Allah)..

Adapun untuk mencapainya dibutuhkan hati yg sehat & jernih..

Muara kebahagiaan & kesengsaraan adalah hati..

Ketahuilah, hati hanya akan merasa bahagia dengan ikhlas kepada Allah..

Ia hanya akan merasa damai dengan zikir & menaati Allah..

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan zikir kpd Allah-lah hati menjadi tentram.” (Ar-Ra’ad:28)

Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah,

” Sesungguhnya hati tdk akan tentram & damai kecuali dgn iman & yakin, tdk ada jalan menuju keduanya kecuali dgn Al-Qur’an yg dipahami & diamalkan dgn sesuai dgn petunjuk sahabat rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Saudaraku! Jadikan Dunia-mu sebagai sarana untuk menjernihkan hatimu..

Jgn biarkan ia melalaikan & mengotori hatimu, krn jika hal itu terjadi,maka engkau pasti akan kehilangan hal terpenting dalam hidupmu yaitu hidayah & rahmat Allah ta’ala..

– – – – – •(*)•- – – – –

Jenggot Seperti Kambing ?

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Sebagian orang meledek orang yang berjenggot..
kayak kambing katanya..
padahal kambing adalah binatang surga..
kambing adalah binatang barokah..
semua Nabi pasti pernah menggembalakan kambing..
bahkan ketenangan itu ada pada pemilik kambing..
semua itu telah dikabarkan oleh Rosul kita yang mulia..
ternyata..
binatang surga berjenggot..
jadi..
jangan malu disebut kayak kambing..

– – – – – •(*)•- – – – –

Berakal

Sufyan bin Uyainah rohimahullah berkata:

“Bukanlah orang yang berakal yang sebatas mengetahui kebaikan dan keburukan..
tetapi orang berakal adalah yang apabila melihat kebaikan..
ia mengikutinya..
dan bila melihat keburukan..
ia meninggalkannya..”

[Hilyah auliya 8/339]

iya..
kita sudah banyak mengetahui ilmu..
tapi ilmu itu kebanyakan adanya di dada..
untuk mengaplikasikannya susah terasa..

tahu bahwa ghibah itu haram..
tapi lisan ini serasa manis menggunjing orang..

tahu bahwa ujub itu haram..
tapi seringkali menghantui hati karena adanya kelebihan..
kelebihan ilmu..
kelebihan amal..
kelebihan bersedekah..

semoga Allah mengampuni kita..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

SURAT DARI IBU MERTUA

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai menantuku,
Aku hanyalah seorang ibu yang ingin berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu, dan engkau sebagai menantuku. Bila engkau membaca pesan ini, semoga engkau melihat pula bayang wajah ibumu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri tepat dihadapanmu.

Wahai menantuku,
Engkau imam dunia akhirat untuk putriku. Bukankah engkau juga akan membawanya hingga ke baka?

Wahai menantuku,
Bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga kekurangan darinya, itu menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang dan bukan lagi tugasku.

Wahai menantuku..
Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa aman untuk putriku? Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya. Engkau adalah seoarang suami yang diberikan amanah untuk mendampingi putriku, maka bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. Maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Allah.

Wahai menantuku,
Maka selamatkanlah istrimu dari perbuatan dosa-dosa kecil maupun besar. Bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan mengajarkan mereka amal-amal yang memasukkan kedalam Surga untuk bisa dilalui oleh yang harus kau bawa serta? Dan pertanyaan itu akan ditujukan padamu wahai menantuku, bukan padaku lagi.

Wahai menantuku,
Engkau diijinkan untuk menghukum istrimu apabila engkau melihat dari haq mu yang dilalaikan olehnya akan tetapi wahai menantuku, hukumlah putriku sewajarnya namun janganlah engkau menghukuminya dengan mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka padanya. Janganlah menghardiknya dengan kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia itu ialah pakaian dari dirimu.

Wahai menantuku,
Aku titipkan putriku padamu buatlah dia tersenyum menuju Surga atas bimbingan darimu.

– – – – – •(*)•- – – – –

YA ALLAH, JADIKAN AKU TERMASUK DARI HAMBA-HAMBAMU YANG SEDIKIT

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

» Diriwayatkan dari Umar (bin Al-Khoththob) radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia pernah mendengar seseorang memanjatkan do’a:
اللَّهم اجعلني من القَلِيل
“Ya Allah jadikanlah aku termasuk dari orang-orang yang sedikit’.”

Umar terheran dan bertanya: “Do’a apa yang engkau panjatkan ini?”

Orang tersebut menjawab: “Aku pernah mendengar firman Allah Ta’ala:
((وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلاَّ قَلِيلٌ))
Artinya: “Dan tidaklah beriman bersamanya (yakni bersama Nabi Nuh) kecuali seddikit.” (QS. Huud: 40).

Dan firman-Nya pula:
(( وَقَلِيلٌ مّنْ عِبَادِىَ الشكور ))
Artinya: “Dan Sedikit (sekali) di antara
hamba-hamba-Ku yang mau bersyukur.”. (QS. Saba’: 13). (Dan orang itu menyebutkan ayat-ayat lainnya yg menunjukkan tentang pujian Allah kpd orang yg sedikit dan celaan-Nya terhadap jumlah mayoritas manusia).

Maka aku pun berdo’a pada Allah agar aku termasuk hamba-hamba-Nya yang sedikit.”

Umar (bin Khoththob) radhiyallahu ‘anhu pun berkata: “Ternyata setiap orang lebih tahu dan lebih paham daripada Umar.”. (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab Az-Zuhd, dan Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushonnaf X/105 nomor. 30006).

Demikian faedah ilmiyah yg dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga dengan ini kita tidak merasa bersedih dengan sedikitnya orang-orang yg mengikuti kebenaran, dan banyaknya pengikut kesesatan dan kebatilan yg selalu menentang dan menyelisihi kita dalam menjalankan ajaran agama Islam yg benar. Dan semoga faedah ilmiyah ini menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat bagi kita semua. Amiin. (Klaten, 25 Februari 2014).

» Artikel BBG Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.

(*) Blog Dakwah:
http://abufawaz.wordpress.com

Menebar Cahaya Sunnah