Racun Rokok Rontokkan Nyawa !!!! WASPADALAH…!!!!!

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Untaian Nasehat,

Amboi betapa ruginya para perokok.
Informasi apa lagi yang kita perlukan untuk meyakini bahwa rokok adalah senjata mutakhir dari perang candu yang sangat “MEMATIKAN”

WASPADALAH…!!!!! Racun Rokok Rontokkan Nyawa !!!!

Merokok adalah amalan buruk, dan tidak pantas diamalkan di tempat yang baik. amalan yang sangat merugikan orang lain tentunya…tatkala si perokok telah beranjak dari tempatnya maka keburukan amalannya masih berdampak buruk bagi manusia yang lainnya…

WASPADALAH…!!!!! Racun Rokok Rontokkan Nyawa !!!!

Waspadalah terhadap kejahatan ROKOK dan kejahatan PEROKOK !!!

– – – – – •(*)•- – – – –

Tidur Tanpa Berdzikir pada Allah

Ust. M A Tuasikal, حفظه الله

Kadang kita lupa berdzikir dulu sebelum tidur. Padahal kita bisa mempraktekkan dzikir sederhana saja, yang penting mengingat Allah sebelum tidur.

Dalam sunan Abi Daud, dengan sanad yang jayyid, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Barangsiapa yang duduk di majelis (suatu perkumpulan) lantas tidak menyebut nama Allah di dalamnya, maka ditetapkan oleh Allah suatu tirotun (kekurangan). Dan barangsiapa yang berbaring di tempat tidur lantas tidak mengucapkan nama Allah saat akan tidur, maka Allah menetapkan pada dirinya tirotun (kekurangan).

Tirotun dijelaskan oleh Imam Nawawi yang dimaksud adalah naqshun (kekurangan).

Dalam kitab Al Adzkar, Imam Nawawi membawakan hadits di atas dalam bab “Dimakruhkan tidur tanpa berdzikir pada Allah terlebih dahulu.”

– – – – – •(*)•- – – – –

Doa Malaikat Untuk Mereka Yang Ber-infaq…

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga اللّـﮧ memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Dari Abu Huroiroh ~rodhiyallohu ‘anhu~,  sesungguhnya Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ telah bersabda : “Tidak ada hari dimana seseorang mendapati pagi melainkan dua malaikat akan turun kepadanya. Lalu salah seorang dari keduanya berdoa, ‘Ya Alloh berikanlah ganti bagi orang yang ber-infaq’, dan malaikat lainnya berdoa, Ya Alloh berikanlah kerugian bagi orang yang tidak mau ber-infaq.’

[Hadits Shohih Riwayat Imam Bukhori ~rohimahulloh~  no. 1301]

Semoga اللّـﮧ menjadikan penulis dan pembacanya termasuk orang yang didoakan kebaikan oleh malaikat dan makhluk lainnya, bukan menjadi orang yang didoakan keburukan oleh siapa pun apalagi mendapatkan laknat dari اللّـﮧ Robbul ‘aalamiin.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

BAHAYA BERHUTANG DI DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Di dalam kehidupan sehari-hari ini, kebanyakan manusia tidak terlepas dari yang namanya hutang piutang. Sebab di antara mereka ada yang membutuhkan dan ada pula yang dibutuhkan. Demikianlah keadaan manusia sebagaimana Allah tetapkan, ada yang dilapangkan rezekinya hingga berlimpah ruah dan ada pula yang dipersempit rezekinya, tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya sehingga mendorongnya dengan terpaksa untuk berhutang atau mencari pinjaman dari orang-orang yang dipandang mampu dan bersedia memberinya pinjaman.

Dalam ajaran Islam, hutang-piutang adalah muamalah yang dibolehkan, tapi diharuskan untuk ekstra hati-hati dalam menerapkannya. Karena utang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga, dan sebaliknya juga bisa menjerumuskan seseorang ke dalam api neraka.

(*) BAHAYA BERHUTANG SAMPAI MATI:

Meskipun berhutang itu boleh, hanya saja Islam menyuruh umatnya agar menghindari hutang semaksimal mungkin jika ia mampu membeli dengan tunai atau tidak dalam keadaan kesempitan ekonomi. Karena menurut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, hutang itu dapat menimbulkan pengaruh buruk dan bencana bagi pelakunya di dunia dan akhirat. Diantaranya:

1. Hutang merupakan penyebab kesedihan di malam hari, dan kehinaan di siang hari.

2. Hutang dapat membahayakan akhlaq. Maksudnya dapat menimbulkan perilaku yang buruk bagi orang yang suka (hoby) berhutang, seperti suka berdusta dan ingkar janji.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (yg artinya): “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri.” (HR. Al-Bukhari).

3. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menolak mensholatkan jenazah seseorang yang diketahui masih memiliki hutang dan tidak meninggalkan harta untuk melunasinya.

(BM 1/4. Bersambung) 🙂

4. Tanggungan Hutang Yang Dibawa Mati Tidak Akan Diampuni Oleh Allah Pada Hari Kiamat.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ

Artinya: “Semua dosa orang yang mati syahid Akan diampuni (oleh Allah), kecuali hutangnya.” (HR. Muslim III/1502 no.1886, dari jalan Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu).

» Dan juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah pernah berdiri di tengah-tengah para sahabat, lalu Beliau mengingatkan mereka bahwa Jihad di jalan Allah dan iman kepada-Nya adalah amalan yang paling afdhol (utama). Kemudian berdirilah seorang sahabat, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku gugur di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan terhapus dariku?” Maka jawab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepadanya: “Ya, jika engkau gugur di jalan Allah dalam keadaan sabar mengharapkan pahala, maju pantang melarikan diri.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Kecuali hutang (tidak akan diampuni/dihapuskan oleh Allah, pent), karena sesungguhnya Jibril ’alaihissalam menyampaikan hal itu kepadaku.” (HR. Muslim III/1501 no: 1885, At-Tirmidzi IV/412 no:1712, dan an-Nasa’i VI: 34 no.3157. dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani dalam Irwa-ul Ghalil no: 1197).

(BM 2/4. Bersambung) 🙂

5. Orang Yang Mati Dalam Keadaan Memiliki Hutang Akan Terhalang Dan Tertunda Dari Masuk Surga.

» Hal ini berdasarkan hadits shohih yang diriwayatkan dari Tsauban, mantan budak Rasulullah, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
« مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ »
“Barangsiapa yang rohnya berpisah dari jasadnya (baca: meninggal dunia)dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya ia akan masuk surga, yaitu:
(1) Bebas dari sombong,
(2) Bebas dari khianat, dan
(3) Bebas dari tanggungan HUTANG.” (HR. Ibnu Majah II/806 no: 2412, dan At-Tirmidzi IV/138 no: 1573. Dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).

» Dan juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
« نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ »
“Jiwa orang mukmin bergantung pada hutangnya hingga dilunasi.” (HR. Ibnu Majah II/806 no.2413, dan At-Tirmidzi III/389 no.1078. dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).

(BM 3/4. Bersambung) 🙂

JANGAN MENERTAWAKAN ORANG YANG BARU BELAJAR

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Imam Al Bukhari rahimahullah bercerita:
“Sewaktu masih kecil, aku pergi ke majlis para fuqoha, apabila aku datang, aku merasa malu untuk mengucapkan salam kepada mereka.

Seorang muaddib berkata kepadaku:
“Berapa hadits yang telah kamu catat di hari ini ?”

Aku menjawab,”Dua.”

Ternyata orang-orang yang berada di majlis mentertawakanku.

Salah seorang Syaikh berkata,
“Jangan kalian tertawa, barangkali suatu ketika nanti, dia yang akan mentertawakan kalian.” (Siyar A’laam An Nubala 12/401)

Ternyata benar..

Imam Bukhari menjadi ulama besar..

Semua ulama memujinya..

Maka..

Janganlah suka mentertawakan mereka yang baru belajar..

Barangkali suatu ketika nanti..
Ia menjadi ulama besar.

Semoga bermanfaat.

– – – – – •(*)•- – – – –

Nasehat Ibnu Qoyyim

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Untaian Nasehat

Dan hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di alam dunia. Dan mestinya dia sadar kalau dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah di sana, dia akan segera berpindah darinya. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang akan mendorong dirinya untuk semakin menambah berat tanggungan dosanya, karena dosa-dosa itu jelas akan membahayakan dirinya dan sama sekali tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Maka segera pupuskanlah buaian angan-angan yang tidak berguna di dunia.

http://m.klikuk.com/10-nasehat-ibnu-qoyyim/ 

Semoga jadi renungan
Sebarkan
Jazaakumullah khairan

 Ustadz Kholid Syamhudi.Lc

www.KlikUK.Com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.

– – – – – •(*)•- – – – –

Baarokallahu Fiikum

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Dari  ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, ia berkata : “Aku memberikan seekor kambing kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda : “Bagilah kambing itu. Maka jika pembantu kembali ‘Aisyah  bertanya, ‘Apa yang mereka katakan terhadap pemberian kami?’ Pembantu tersebut berkata : Mereka mengatakan :

بارك اللّـﮧ فـيكم

‘Baarokallohu fiikum ( Semoga Aloh memberkahi kalian )’. Mendengar ucapan tersebut ‘Aisyah mengatakan : “Dan semoga Alloh memberkahi mereka pula”. Kami membalas ucapan mereka sebagaimana yang mereka ucapkan. Dan tetaplah pahala untuk kami. [ Al-Kalimuth-thoyyib karya Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah rohimahulloh no. 239 dan menurut Syaikh Al Albani rohimahulloh ‘Isnadnya Jayyid’]

Saudaraku, jika kita renungi hadits yang mulia ini maka banyak pelajaran bermanfaat untuk kita. Di antaranya :

1] Memberikan sesuatu atau hadiah termasuk perkara yang disukai dalam ajaran Islam.

2] Membagi-bagi pemberian yang diterima kepada pihak lain termasuk perkara yang disukai.

3] Istri memberikan sesuatu kepada suami atau sebaliknya termasuk perekat cinta di antara keduanya.

4] Orang yang memberikan sesuatu tidaklah mengapa jika ingin mengetahui ucapan atau sikap dari orang yang mendapatkan pemberiannya selama bukan untuk sum’ah (memperdengarkan amalnya mencari pujian makhluk)

5] Mendoakan keberkahan dengan kalimat Baarokallohu fiikum (semoga Alloh memberkahi kalian) telah dikenal dan diamalkan di masa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Begitu pula jawaban atas kalimat tersebut, telah dikenal dan diamalkan.

Jika ada yang berkata kepada kita, baarokallohu fiik (‎​بـــارك اللّـﮧ فـيك ), mk jwblah ‘wa fiik baarokalloh

( و فـيك بـــارك اللّـﮧ )

Jika ada yang berkata kepada kita, baarokallohu fiikum ( بارك اللّـﮧ فـيكم ), maka jawablah ‘wa fiikum baarokalloh

( و فـيكم بارك اللّـﮧ )

Semoga bermanfaat

– – – – – •(*)•- – – – –

CLBK

Ust. Firanda Andirja, حفظه الله

Ternyata CLBK bisa membawa kesengsaraan…hingga perceraian..

Beberapa kasus cekcok rumah tangga yang saya hadapi ternyata disebabkan karena hubungan gelap dengan mantan kekasih…, 

Merupakan kebiasaan seseorang adalah ingin mengetahui kabar teman-teman lama, termasuk kekasih lama. Setelah lama tidak bertemu, akhirnya bertemulah di FB, lalu berlanjut menjadi CLBK….(Cinta Lama Belum Kelar…) 

Lalu akhirnya…
(Cinta Lama Bawa Kemaksiatan…)
(Cinta Lama Bawa Korban…)
(Cinta Lama Bubarkan Keluarga…)

Hati-hati para ikhwan dan akhwat, anda telah bekeluarga dengan hubungan yang halal, maka janganlah dikufuri anugrah tersebut dengan hubungan kemaksiatan yang dimurkai Allah.

http://m.salamdakwah.com/baca-artikel/musibah-clbk–cinta-lama-bersemi-kembali-.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Doa Ketika Ada Musibah

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

“Sesungguhnya Kita Milik Allah, Dan Kita Akan Kembali Kepadanya, Ya Allah Berilah Aku Atas Musubah Yang Menimpaku Dan Gantilah Untukku Dengan Yang Lebih Baik Darinya.”

– – – – – •(*)•- – – – –

Menatap Masa Depan

Ust Maududi Abdullah, حفظه الله

menjelaskan….

“Pergilah ke panti jompo. Dengarkan jeritan orang-orang tua kita disana. Banyak diantara mereka menangis. Hampir tiap malam mereka menangis.

Apa yang mereka tangiskan ? apakah karena rumitnya kehidupan dipanti jompo ? Mereka mengatakan tidak. Tidak rumit dipanti jompo ini. Bahkan enak. Mereka adalah orang tua yang pernah hidup dijaman Belanda. Dan bahkan pernah hidup dijaman Jepang. Terpaan perihnya kehidupan dunia itu bagi mereka adalah hal yang biasa.

Namun yang membuat mereka menangis…
YANG MENGANTAR MEREKA KE PANTI JOMPO…ANAKNYA. ANAK MEREKA. ANAK KANDUNGNYA. DARAH DAGINGNYA YANG MENGANTARKANNYA KE PANTI JOMPO ITU. Itu yang tidak bisa dia terima. Itu yang meneteskan air matanya setiap malam. Dia dalam hidup anaknya adalah aib….”

Suara Ust Maududi berat. Mata beliau berkaca-kaca…..
Simak wejangan Ust Maududi Abdullah,Lc.
Klik

http://salamdakwah.com/videos-detail/menatap-masa-depan.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah