927. Gerakan Makmum Mendahului Imam

927. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ana shalat di mesjid sebuah pesantren, saat shalat subuh pimpinan pesanten shalatnya di samping kami dimana takbir di lakukan dengan suara keras terdengar 3X kemudian shalat dengan bacaan yang juga agak keras mendahului imam dari berdiri rakaat pertama sampai salam dan selesai lebih dahulu, padahal itu shalat jamaah di mesjid, bagmna hukum shalat seperti itu ustadz ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Mengeraskan suara dalam sholat jamaah dilarang, kecuali untuk menyampaikan suara bagi makmum yang ada di belakangnya.

Itupun dilarang mendahului. Baik takbir nya/bacaan nya. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan diangkat nya imam, yaitu agar diikuti para makmumnya.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

926. Acara Khataman Di Sekolah

926. BBG Al Ilmu

Tanya:
Jika sekolah menyelenggarakan acara khatam Al-Quran bagi anak2 kelas 6 SD, apa boleh diikuti ? Sebab kalau tidak salah ana pernah dengar acara seperti itu tidak dianjurkan.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika acara khataman al Qur’an
dijadikan untuk ritual ibadah maka hal ini tidak ada dalilnya.

Akan tetapi jika hanya sekedar penyemangat dan bukan dalam rangka ibadah, maka dibolehkan selagi tidak berlebihan.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Ilmu Sesungguhnya

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Semakin banyak nambah ilmu seharusnya semakin tertanam rasa takut kpd Allah ta’ala..
Itulah ilmu sesungguhnya..!

Seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).
Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28)

Jika Ilmu yang didapat malah menjadi cara untuk bisa berkelit dari perintah dan Larangan Allah dan RosulNya.. maka ketahuilah.. ilmunya akan menjadi bumerang atasnya.. dia tidak ada bedanya dg orang bodoh..

Rasa takut kpada Allah lantaran dari Ilmu yang bermanfa’at.. bukan dari kebodohan. Maka jika rasa takut tidak tumbuh, ketahuilah.. dia adalah orang bodoh.. naudzubillah.

Www.abu-Riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Makna Ilmu Yang Bermanfaat (Ilmu Nafi’)

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

‘Ubadah bin ash-Shamit pernah ditanya mengenai makna hadits tersebut ia berkata:
“Sesungguhnya aku akan memberitahukanmu mengenai ilmu yang pertamakali akan lenyap dari diri manusia: yaitu kekhusyu’an(rasa takut kpd Allah).”

Al-Hasan [al-Bashri]:

“Ilmu itu ada dua macam: Ilmu yang ada pada lisan dan ilmu yang ada pada hati. Ilmu yang merasuk ke dalam hati adalah ilmu yang bermanfaat, sedangkan ilmu yang hanya sebatas pada lisan kelak anak Adam tersebut akan di mintai pertanggung jawabannya,

sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:
‘Al-Qur-an itu akan menjadi pembela bagi dirimu atau justru akan menuntutmu’.”
(HR. Muslim dari hadits Abu Malik al-Harits al-Asy’ari (3/99).

Ya Allah berilah kami ilmu yang bermanfaat untuk kami dan jangan engkau beri kami apa yang tidak manfaat untuk kami…

Www.abu-Riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tambah Ilmu Seharusnya Semakin Tertanam Rasa Takut Kepada Allah

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Semakin banyak nambah ilmu seharusnya semakin tertanam rasa takut kpd Allah ta’ala..
Itulah ilmu sesungguhnya..!

Seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28)

Jika Ilmu yang didapat malah menjadi cara untuk bisa berkelit dari perintah dan Larangan Allah dan RosulNya.. maka ketahuilah.. ilmunya akan menjadi bumerang atasnya.. dia tidak ada bedanya dg orang bodoh..

Rasa takut kpada Allah lantaran dari Ilmu yang bermanfa’at.. bukan dari kebodohan. Maka jika rasa takut tidak tumbuh, ketahuilah.. dia adalah orang bodoh.. naudzubillah.

Www.abu-Riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Keutamaan Zikir Dengan Memuji, Mengagungkan Dan Men-sucikan Nama Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
 
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم : « كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ » متفق عليه.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah 
shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,
“Ada dua kalimat (zikir) yang ringan diucapkan di lidah, (tapi) berat (besar pahalanya) pada timbangan amal (kebaikan) dan sangat dicintai oleh ar-Rahman (Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Mahaluas Rahmat-Nya), (yaitu): Subhaanallahi wabihamdihi, subhaanallahil ‘azhiim (Mahasuci Allah dengan memuji-Nya, dan Mahasuci Allah yang Maha Agung).”

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan mengucapkan dua kalimat zikir ini dan menghayati kandungan maknanya, karena amal shaleh ini dicintai oleh Allah 
‘Azza wa Jalla  dan menjadikan berat timbangan amal kebaikan seorang hamba pada hari kiamat.
Oleh karena itu, makna dua kalimat zikir ini disebutkan dalam al-Qur’an sebagai doa dan zikir penghuni surga, yaitu dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
{دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}

Doa mereka (penghuni surga) di dalam surga adalah: “Subhanakallahumma”
(Mahasuci Engkau ya Allah), dan salam penghormatan mereka ialah: “Salaam” (kesejahteraan bagimu), serta penutup doa mereka ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamin” (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).” (QS. Yunus: 10).

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
– Arti “Mahasuci Allah” adalah menyucikan Allah 
Subhanahu wa Ta’ala dari segala sifat yg menunjukkan kekurangan, celaan dan tidak pantas bagi-Nya,serta menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi-Nya.

AL-Fawaid BBG AL-ILMu

– – – – – – (*)(*)(*)- – – – – –

Dalil Dibolehkannya Dzikir Dan Baca Al-Qur’an Ketika Haidh

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ r يُذْكُرُ اَللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ, وَعَلَّقَهُ اَلْبُخَارِيّ ُ () .

Kitab Bulughul maram
Hadits 72.

Dari Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdzikir kepada Allah pada setiap keadaannya.” HR Muslim dan Bukhari meriwayatkannya secara mu’allaq.

Fawaid hadits:
1. Dzikir kepada Allah pada asalnya. disunnahkan di setiap keadaan.

2. Masuk dalam makna dzikir adalah membaca Al Qur’an.

3. Hadits menunjukkan bahwa wanita haidl dan junub boleh berdzikir dan membaca Al Qur’an. Dan hadits-hadits. yang melarangnya tidak ada yang shahih.

4. Dikecualikan dalam keadaan buang air besar atau kecil, dan ketika jima’. Maka tidak disyari’atkan berdzikir pada waktu tsb.

Wallahu a’lam

– – – – – •(*)•- – – – –

Ringan Amal Besar Timbangan

• Untaian Nasehat

Banyak amalan-amalan ringan yang memiliki bobot timbangan besar sehingga kita bisa jadikan amalan-amalan rutin yang darinya Allah catat sebagai amal salih kita semua. Beberpa amalan-amalan itu antara lain :

~ Membaca dzikir setiap pagi dan sore.

Diantara dzikir yang disyariatkan adalah membaca :

‘subahanallah wa bihamdihi‘’

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa di waktu pagi dan sore membaca: ‘subahanallah wa bihamdihi‘ seratus kali maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala yang lebih baik dari pahala yang dia bawa, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih banyak.” (HR. Muslim)

~ Mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan maksiat maka dia mendapat dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)

~Rajin beristighfar.
Dari Ibn Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang rajin beristighfar maka Allah akan berikan jalan keluar setiap ada kesulitan, Allah berikan penyelesaian setiap mengalami masalah, dan Allah berikan rizki yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud, hasan lighairihi)

KLIK amalan ringan yang kita sukai di: http://klikuk.com/amalan-ringan-yang-besar-pahalanya/ 

Selamat mengamalkan.
Semoga bermanfaat

www.KlikUK.Com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

Pergunakan setiap kesempatan yang Allah berikan untuk mencetak amal salih sebaik baiknya,
– waktu muda sebelum tua
– waktu sehat sebelum sakit
– waktu luang sebelum sempit
– waktu kaya sebelum miskin
– waktu hidup sebelum mati

– – – – – •(*)•- – – – –

TANPA ILMU, AMAL TIDAK MUNGKIN DITERIMA ALLAH TA’ALA

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Sesungguhnya ilmu adalah imamnya amal, dan amal adalah pengikutnya dan prajuritnya. Setiap amal yang selalu menyelisihi ilmu (yang tidak mengikuti bimbingan ilmu) maka amal tersebut tidak akan memberikan manfaat bagi pelakunya bahkan dapat memberikan mudharat padanya.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh sebagian kaum salaf: “Barang siapa yang beribadah kepada ALLAH tanpa ilmu maka yang dia rusak lebih besar dari apa yang dia perbaiki”.

Suatu amal diterima atau tidaknya sangat bergantung sesuai atau tidaknya amal itu dengan ilmu. Apabila amal tersebut sesuai dengan ilmu maka amal tersebut diterima, dan apabila amal tersebut menyelishi ilmu (bertentangan) dengannya maka amal tersebut tertolak.

Jadi, Ilmu merupakan tolak ukur yang utama.

ALLAH berfirman dalam surah almulk: 2.

Berkata fudhail bin iyadh: “Amal yang paling ikhlas dan yang paling benar”

Sesungguhnya suatu amal jika ikhlas namun tidak benar maka amal tersebut tertolak. Dan jika benar namun tidak ikhlas juga tertolak. Ikhlas yaitu dilakukan karena ALLAH, dan benar yaitu harus sesuai dengan sunnah.

Ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah 2 syarat diterimanya amal. Dan seseorang tidak mungkin bisa menghimpun kedua syarat tersebut melainkan dengan ilmu. Tanpa Ilmu, amal tidak mungkin diterima ALLAH ta’ala. Jadi ilmu merupakan petunjuk menuju keikhlasan dan petunjuk dalam mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

(Al-Ilmu fadhluhu wa syarafuhu: 92-93)
Terjemahkan secara ringkas.

Note:
Ilmu yang dimaksud ialah yang bersumber dari alqur’an dan sunnah sebagaimana yang difahami oleh para sahabat Nabi yang mulia shallallahu alaihi wa sallam.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

– – – – – •(*)•- – – – –

Mintalah Fatwa Hati Nurani

Wabishoh bin Ma’bad datang kepada Rasulullah..
Beliau bersabda: Bukankah kamu datang untuk bertanya tentang kebaikan ?..
Mintalah fatwa hati nuranimu..
Kebaikan adalah yang membuat hatimu tenang..
Dan menjadikan jiwamu tenteram..
Sedangkan dosa adalah yang meragukan hatimu..
Dan membuat jiwamu tak tenteram..
Walaupun manusia berfatwa apapun..
HR Ahmad..

Namun..
Apakah kebaikan itu sebatas meminta fatwa kepada hati..
Padahal Allah telah menurunkan wahyuNya..
Apakah setiap orang boleh mencukupkan dengan hatinya..
Walaupun bertentangan dengan kitabullah..
Tentu tidak..
Rasulullah berbicara kepada sahabat wabishoh..
Sahabat yang hatinya amat bening..
Hatinya bercahaya dengan ilmu dan hikmah..
Hatinya selamat dari hawa nafsu dan syahwat..
Ia hanyalah tepat untuk orang yang Allah Sinari hatinya dengan ilmu..
Dan badannya dihiasi dengan sifat Waro’..
Sebagaimana dihikayatkan dari banyak ulama salaf umat ini..
Demikian Imam Al Qurthubi menjelaskan..

Hati pelaku maksiat..
Tak mampu membedakan kebenaran dan kebatilan..
Karena ia telah dikotori oleh hawa nafsu dan syahwat..
Wahyulah sebagai tuntunan..
Hati bila telah dihiasi dengan ketundukan kepada wahyu..
Ia dapat merasakan kebenaran..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah