Untukmu Wahai Para Suami

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai para suami, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:

1. Apa yang memberatkanmu-wahai hamba ALLAH untuk tersenyum dihadapan isterimu ketika engkau masuk menemuinya, agar engkau mendapatkan ganjaran dari ALLAH Ta’ala.

2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah (ceria) ketika engkau menjumpai isteri dan anak-anakmu yang telah menanti dirimu dirumah!! Agar engkau mendapatkan pahala.

3. Apa sulitnya apabila engkau masuk kedalam rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna, yaitu : assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”, agar dirimu mendapatkan 30 kebaikan?!!.

4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmua agak sedikit dipaksakan?!!.

5. Apakah yang menyusahkanmu-wahai para suami, apabila dirimu berdoa kepada ALLAH, dengan do’a: “Ya ALLAH, perbaikilah istriku dan curahkan keberkahan padanya”.

6. Tahukah kamu (wahai para suami) bahwa ucapan yang lembut merupakan shadaqah?!!.

7. Apa yang memberatkanmu untuk memberikan hadiah (oleh-oleh) untuk isteri dan anak-anakmu, ketika dirimu pulang dari safar?

8. Wahai para suami, luangkanlah waktumu untuk menemani isterimu, anak-anakmu mengajarkan dan membaca alqur’an padanya, atau menghadiri majelis-majelis ilmu yang mengajarkan alqur’an dan sunnah menurut pemhaman para sahabat.

9. Tahukah engkau wahai para suami, bahwa bersetubuh akan mendatangkan ganjaran dari ALLAH, sebagaimana Nabi bersabda: Diantara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan isteri-isteri kalian. (Silsilah shahihah: 441)

Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

Untukmu Wahai Para Istri

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai para istri, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:

1. Apakah menyulitkanmu jika dirimu menemui suamimu ketika dia masuk kerumahmu, engkau menyambutnya dengan wajah yang ceria , manis dan penuh senyuman?!!

Wahai para istri,

2. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala disisi ALLAH Ta’ala. Ingat! ALLAH itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian untuknya!
Bercelaklah!
Berpakaianlah yang terindah dengan busana yang bagus yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu.
Ingatlah para istri!
Janganlah sekali-kali engkau bermuka masam dan cemberut dihadapannya.

3. Jadilah engkau wahai istri yang selalu memiliki sifat lapang dada, tenang, bersahaja, ramah dan senantiasa mengingat ALLAH didalam segala keadaan.

4. Didiklah buah hatimu dengan baik dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, janganlah kebencianmu kepada anak-anakmu membuatmu tidak berlaku adil kepadanya, penuhilah rumahmu dengan, tasbih,takbir, tahmid dan tahlil serta perbanyaklah membaca alqur’an, khususnya surah albaqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaithan.

5.Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkan dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkan kembali dia tentang keutamaan berinfaq serta janganlah engkau melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tuanya.

6. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu dan semua kaum muslimin dan berdoalah selalu agar diberikan keturuna yang shaleh dan shalehah agar dirimu memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

BEBERAPA DOSA YANG TERKENA ADZAB KUBUR

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berada diatas hidayah dan rahmat ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Pada pagi ini saya akan membawa beberapa dosa dan ma’siyat yang menjadi sebab seseorang diazab dalam kuburnya, dan hadits ini juga sebagai hujjah bagi orang-orang yang mendustai tentang azab kubur.

Kami jelaskan seperti ini agar senantiasa kita menjauhkan perbuatan tersebut dan kita senantiasa istighfar dan bertaubat atas setiap perbuatan dosa dan ma’siyat yang kita lakukan.

Dianatara perbuatan dosa dan ma’siyat yang terkena azab kubur, ialah:

1.Adapun orang pertama yang 
engkau datangi, ia dipecah 
kepalanya dengan batu, maka 
sesungguhnya itulah orang yang 
mengambil 
al-Quran lalu menyisihkannya (meremehkan) yakni menolak
nya sesudah mengerti isi dan 
maknanya-, juga itulah orang 
yang tidur -yakni lalai-dari melakukan 
shalat-shalat yang diwajibkan.

2. Orang yang engkau 
datangi, ia sedang dipotong-potong ujung mulutnya sampai ke 
tengkuknya dan dari lobang 
hidung sampai ketengkuknya 
dan juga dari matanya sampai 
ketengkuknya itu ialah orang-orang yang pergi dari rumahnya 
lalu membuat kata-kata dusta dengan kedustaan 
yang sampai mencapai ke 
segala penjuru.

3. Ada kaum lelaki dan perempuan telanjang berada dalam bangunan yang menyerupai tungku. Tiba-tiba datanglah api dari bawah mereka. Mereka adalah para pezina lelaki dan perempuan.

4.Adapun orang lelaki yang 
Engkau datangi sedang 
berenang dalam sungai dan 
dilempari batu di mulutnya itu 
ialah pemakan riba.

5.Adapun orang yang sebagian 
mukanya bagus dan sebagian 
lagi buruk, maka mereka itu 
ialah orang-orang yang mencampur-adukkan antara amal 
perbuatanyang shalih sedang yang lainnya jelek, tetapi Allah telah 
memberikan pengampunan 
kepada mereka itu.” ( Ringkasan hadits bukhary 1386, hadits ini sangat panjang).

Semoga memberikan manfaat untuk kita.

Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

Muslim Namun Menjadi Penghalang Islam

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat, satu kebahagian bila anda menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain. Berkat perjuangan anda orang lain mendapat hidayah Allah dan tentu Pahala besar pasti menjadi milik anda.

Namun sebaliknya, alangkah celaka dan sial orang yang telah berjuang, berkorban dan berusaha sekuat tenaga namun nyatanya semua yang ia lakukan bukannya mendekatkan islam kepada masyarakat. Semua yang ia lakukan ternyata malah menyebabkan masyarakat semakin menjauhi dan membenci Islam.

Sahabat Uqbah bin Amer mengisahkan: suatu hari ada seorang lelaki yang mengadu kepada Rasulullah shallallahi alaihi wa sallam: sungguh aku dengan sengaja telat menghadiri suolat subuh berjamaah karena fulan yang bertugas sebagai imam, sholatnya terlalu penjang.

Mendapat laporan semacam ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjadi sangat murka. Menurut sahabat Uqbah bin Amer: beliau tidak pernah menyaksikan Rasulullah murka lebih keras dibanding kemurkaan beliau saat ini.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ مِنْكُمْ لَمُنَفِّرِينَ فَأَيُّكُمْ مَا صَلَّى بِالنَّاسِ فَلْيَتَجَوَّزْ فَإِنَّ فِيهِمْ الضَّعِيفَ وَالْكَبِيرَ وَذَا الْحَاجَةِ
Wahai ummat manusia, sejatinya sebagian kalian menyebabkan orang lain menjauh dari Islam. Siapapun dari kalan bertugas menjadi imam hendaknya ia memendekkan sholatnya, karena bisa jadi diantara jamaah makmummu ada orang yang sedang sakit, orang tua dan orang yang sedang didesak keperluan. ( Ahmad Dll)

Sobat, waspadalah selalu jangan sampai sikap, ucapan dan praktek kita, tanpa disadari menjadikan masyarakat benci dengan Islam.

¤ Di tulis Ustadz Dr Muhamad Arifin Badri MA ¤

Prinsip-Prinsip Dasar Ruqyah

Ust. Kholid Syamhudi LC

Apa manfaat banyak harta jika senantiasa dalam kondisi sakit lahir maupun batin?Sempurnanya kebaikan agama seseorang terletak pada sempurnanya kesehatan badannya, dan kebutuhan kita terhadap kesehatan badan lebih besar daripada kebutuhan kita terhadap makanan dan minuman.Maksiat menyebabkan kebinasaan dan mempercepat anggota badan menuju kematian, sedangkan ketaatan mencegah bala’, penyakit, dan kematian yang buruk.

Mencari kesehatan merupakan tuntutan syar’i dan kehidupan. Diriwayatkan At-Tirmidzi dengan sanad shahih dari Amr bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مُعَافًى فِي بَدَنِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حَيَزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا

“Barangsiapa pada pagi hari sehat badannya, aman jiwanya, memiliki makanan pokok pada hari itu, seakan telah terkumpul padanya segala (kenikmatan) dunia.”  (HR. at-tirmidzi dan dihasankan al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib  no. 833).

Hal tersebut karena sempurnanya kebaikan agama terletak pada sempurnanya kesehatan badan. Barangsiapa badannya sehat maka akan benar ibadahnya. Ia melaksanakan ketaatan kepada Rabbnya dalam kondisi sempurna sesuai perintah Allah Ta;ala dalam kitab-Nya dan yang melalui lisan Rasul-Nya. Dalam hadits shahih dinyatakan:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

“Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yamg lemah, dan pada masing-masing ada kebaikan”.

Apa manfaat banyak harta jika badannya senantiasa dalam kondisi sakit lahir maupun batin? Apakah orang sakit dapat menikmati tidur atau merasakan lezatnya berbagai makanan dan minuman padahal sudah rusak lidah dan alat perasanya?

lihat lebih lanjut di http://klikuk.com/prinsip-prinsip-dasar-ruqyah/

– – – – – •(*)•- – – – –

Do’a Ketika Hujan Keras

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

.اَللَّهُمَّ حَوَا لَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْاَ كْامِ وَاظِّرَابِ, وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Yaa ALLAH turunkanlah kepada kami hujan disekitar kami dan bukan diatas kami yg merusak kami.
Yaa ALLAH, turunkanlah hujan kedataran tinggi, ke anak-anak bukit, perut lembah dan keberapa tanah yang akan menumbuhkan pepohonan.

HR. Bukhori no :1013

Semoga musibah ini allah gantikan dg pahala dan kenikmatan..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Preman Bersorban

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Suatu forum yang suka bawa jubah putih atau sorban.. bisa dikata preman berpenampilan lain.. unjuk rasa sana dan sini.. semua disikat dan ditebas.. sesuai hawa nafsu.. bahkan radio dakwah juga ikut kena ulah mereka..

Mengapa seperti mereka tetep dilestarikan.. semoga pihak yang berwenang memberi pelajaran yang berharga untuk kaum tsb..
Mereka biasa ngelurug kesana dan kesini.. kadang suka bawa batu dan teriak atas nama islam.. padahal islam jauh dari perbuatan tsb..

Ya Allah berilah hidayah kepada para penganut taqlid tsb.. آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tiada Yang Melihat ?

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Jika engkau sedang sendiri pada suatu hari..
jangan engkau katakan pada dirimu” aku tiada yang melihat..”

Tapi Katakan! : ” aku sedang diawasi..”
Jangan engkau kira Allah lalai sesaatpun
Dan jangan dikira apa yang engkau sembunyikan tidak tampak olehNya..

Lihatlah hari begitu cepat berlalu..
Masa yang akan datang padahal tampak sangat dekat..

Diterjemahkan dari syair yang disebut dalam kitab minhajul muslim. Bab muroqobah. Karya abu bakar jabir al jazairi

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tentang Instropeksi Diri Masalah Ikhlasnya Hati

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Lihatlah kisah berikut:

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa ada seseorang yang senantiasa shalat di shaf paling depan, suatu saat ia terlambat, sehingga posisinya di shaf yang kedua. Dalam posisi tersebut ia merasa malu kepada orang-orang karena ia terlihat berada di shaf kedua.

Maka dari sini diketahui bahwa kebahagiaan dan kesenangan hatinya selama ini yang berusaha agar berada di shaf terdepan adalah karena dilihat oleh manusia.

Sungguh luar biasa para ulama salafusholeh..

Mereka sangat teliti dalam menilai diri mereka..

Semoga kita dapat mencontoh mereka.. aaminn

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Do’a Untuk Ibu

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

ربيّ لاتذر بعين آمي دمعآ غير دمع آلفرح وهب لهآ سعادهَ لآ تغآدر تفآصيل آيامها ابدآ ..”

Yaa Rabbii…(kami memohon kepada-Mu) Jangan Engkau biarkan air mata yang menetes (keluar) dari mata IBU ku, melainkan air mata kebahagiaan,,, dan karuniakanlah kpd beliau kebahagiaan yang selalu menghiasi hari-harinya ….

Yaa ALLAH jagalah mereka kedua orang tua kami, peliharalah mereka dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami kecil.

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah