KEUTAMAAN MEMBACA TASBIH (SUBHANALLAH WABIHAMDIH)

Ust. M Wasitho, حفظه الله

Tanya:
Assalamu’alaikum. Ustadz, Apakah benar barangsiapa membaca Subhaanallaahi wabihamdihi 100 kali setiap hari,maka dosanya di ampuni walaupun sebanyak buih di laut?

Jawab:
Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillah. Iya, benar. Keutamaan membaca tasbih 100 kali setiap hari sebagaimana disebutkan dlm pertanyaan diatas. Hal ini berdasarkan hadits-hadits shohih berikut ini:

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sehari 100 (seratus) kali, maka
kesalahan-kesalahannya akan diampuni (Allah) walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Imam Al-Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 2691).

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

Artinya: “Barang siapa yang ketika pagi dan sore membaca: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sebanyak 100 (seratus) kali, maka pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang
akan mendatangkan amalan yang lebih utama daripada apa yang dia
datangkan. Kecuali orang yang juga mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.” (HR. Muslim no. 2692).

CATATAN:
» Yang patut kita ketahui, bahwa keutamaan membaca tasbih tsb hanya diperoleh bagi setiap muslim dan muslimah yang meninggal dunia dalam keadaan mentauhidkan Allah. Yakni hanya beribadah kpd Allah dan tidak pernah berbuat syirik dan
kufur kepada-Nya sedikit pun semasa hidupnya di dunia. Dan kalaupun ia pernah berbuat syirik n
kufur kpd Allah, hanya saja ia telah bertaubat darinya dengan taubat nasuha sebelum ia meninggal dunia.

» Para ulama Ahlus Sunnah juga menjelaskan bahwa yang dihapus n diampuni oleh Allah dengan sebab bacaan tasbih maupun amal sholih lainnya hanyalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka tidaklah dihapus n diampuni oleh Allah dengan kecuali dengan taubat nasuha. Wallahu a’lam bish-showab. wabillahi at-taufiq. (Klaten, 26 Januari 2014)

– – – – – •(*)•- – – – –

808. Apa Saja Yang Boleh Kita Lakukan Dengan Mushaf ?

808. BBG Al Ilmu – 427

Tanya:
Saya dulu memakai mushaf Indonesia untuk membaca alquran dan menghatamkannya seringkali, karena tidak ada terjemahannya, maka saya membeli mushaf baru (Al-Kamil, Darus Sunnah) sekalian saya bawa untuk kajian, pertanyaanya, bagaimana yang harus saya lakukan terhadap Alquran lama saya dimana dulu sering saya pakai ?

Jawab:
Jika mushaf masih dalam kondisi baik sebaiknya diberikan ke pihak yang membutuhkannya. Ini merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang mana pahalanya akan terus mengalir meskipun si pemberi wakaf sudah wafat.

Jika mushaf dalam kondisi rusak, ada bebarapa cara yang dijelaskan ulama, yaitu dengan menguburnya di tempat yang terlindungi (bukan tempat kotor dan tidak boleh diinjak), atau membakarnya sebagaimana dilakukan oleh Khalifah Utsman radhiyallahu ‘anhu, setelah beliau menerbitkan mushaf induk ‘Al-Imam’, beliau memerintahkan untuk membakar semua catatan mushaf yang dimiliki semua sahabat. Semua ini dilakukan Utsman untuk menghindari perpecahan di kalangan umat islam yang tidak memahami perbedaan cara bacaan Alquran.

Yang ketiga adalah dengan cara menyobek dan memusnahkannya dengan alat penghancur. Ini cara yang lebih mudah dimana kertas dimasukkan dan terpotong kecil-kecil dimana kata-kata Al-Qur’an tidak mungkin kembali dan hurufnya tidak mungkin terbaca. Dan ini bersih dan terjaga tidak perlu banyak usaha sebagaimana kondisi dalam pembakaran atau dikuburkan.

Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan:

“Menghancurkan mushaf harus sampai lembut, sehingga hancur semua kata dan huruf. Dan ini sulit, kecuali jika ada alat untuk menghancurkan yang lembut, sehingga tidak ada lagi tulisan hurup yang tersisa…” (Fatawa Nur ala ad-Darbi, 2:384).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://islamqa.info/id/114932

http://www.konsultasisyariah.com/cara-membuang-mushaf-alquran-yang-tidak-terpakai/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

KEBEBASAN WANITA EMANSIPASI GENDER

Ust. Syafiq Basalamah, حفظه الله

AKHI UKHTI
itulah beberapa slogan yang dilontarkan oleh kelompok2 yang mengatasnamakan kaum wanita

Mereka menuduh bahwa wanita muslimah dibelenggu Dipenjara

Sehingga mereka ingin menyelamatkan kaum wanita
menjadi hero

namun pada hakekatnya

yang mereka inginkan bukanlah kebebasan wanita

tapi KEBEBASAN UNTUK BISA MENIKMATI WANITA

yang selama ini dilindungi dengan kasih sayang ARRAHMAN
dibalut dengan selendang kehormatan dan kasih sayang

ukhti muslimah
sudah saatnya memandang segala sesuatu dengan kaca mata yang benar

MOGA ALLAH MEMBIMBING KITA KE JALAN KEBENARAN

– – – – – •(*)•- – – – –

805. Menghentikan Shalat Sunnah ketika Iqamat dikumandangkan

805. BBG Al Ilmu – 111

Tanya:
Bagaimana hukum menghentikan sholat sunah waktu iqomah dikumandangkan. Karena dia dibilang haram menghentikannya, dilanjutkan saja tapi dipercepat.

Jawab:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika iqamat telah dikumandangkan, maka tak ada shalat selain shalat wajib.” (HR. Muslim no.710).

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi/Al Lajnah Ad Daaimah pernah ditanya:
“Apabila iqomat dikumandangkan sedangkan ada seseorang yang masih melaksanakan shalat sunnah dua raka’at atau tahiyatul masjid. Apakah ia menghentikan shalatnya supaya bisa melaksanakan shalat fardhu bersama jama’ah? Apabila jawabannya wajib menghentikan, apakah melakukan salam ketika menghentikan shalatnya, ataukah menghentikannya tanpa salam?

Mereka menjawab:
Pendapat yang tepat dari dua pendapat ulama’ adalah ia menghentikan pelaksanaan shalat itu. Ia tidak perlu melakukan salam untuk berhenti (dari shalat itu). Ia hendaknya langsung bergabung dengan imam. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 7/315 no.7347
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://islam-qa.com/en/33582

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

804. Mengapa Bacaan Dalam Sholat Maghrib, ‘Isya dan Shubuh Dikeraskan ?

804. BBG Al Ilmu – 75

Tanya:
Kenapa sholat yang di keraskan suaranya hanya magrib isya dan subuh sedangkan dzuhur dan ashar tidak ?

Jawab:
Dalam tata cara ibadah kepada Allah, kita wajib mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita membaca pelan atau keras di shalat-shalat tertentu dimana beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dengan pelan atau keras.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْْتُمُوْنِيْ أُصَلِّي

“Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad. Lihat Irwaul Ghalil no: 213)

Ketika diajukan pertanyaan serupa, Syaikh Bin Baz rahimahullah menjawab :

“Wallahu a’lam alasan mengapa diajarkan untuk membaca keras-keras dalam shalat-shalat tersebut (Maghrib, ‘Isya dan Shubuh). Alasan yang paling mungkin – dan Wallahu a’lam – adalah bahwa pada malam hari dan pada saat shalat Fajar , orang lebih mungkin memperoleh manfaat dari bacaan yang dilakukan dengan keras, karena kurangnya gangguan dari sekitar mereka daripada pada saat Zhuhr dan ‘ Ashar”

(Majmu ‘ Fatawa al – Syaikh Ibnu Baaz (11/ 122).

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://islam-qa.com/en/67672

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

803. Shahihkah Hadits Yang Mengatakan Bahwa Dunia Diciptakan Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ?

803. BBG Al Ilmu – 323

Tanya:
Ditempat kami (Madura) sering para muballigh menyampaikan hadits atau ayat yang bunyinya sbb : Jika tidak karena engkau (Muhammad), maka tidak aku ciptakan dunia dan seisinya.

Jawab:
Apa yang disampaikan itu bukan dari ayat maupun hadits shahih. Pernayataan itu merupakan bagian dari aqidah yang digagas kaum Sufi yaitu “Nur Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”.
Pernyataan itu batil dan tidak memiliki bukti (dasar) dari al-Qur`ân maupun Hadits Nabi yang shahih.

Syaikh Bin Baz rahimahullah mengatakan:
“(Pernyataan) bahwa dunia diciptakan karena (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kalau tidak ada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dunia tidak akan pernah ada, juga tidak akan diciptakan makhluk (lainnya), ini merupakan kebatilan, tidak ada asalnya, ini perkataan yang rusak. Allâh Azza wa Jalla menciptakan dunia agar Dia dikenal, diketahui dan diibadahi (oleh makhluk, manusia). Allâh Azza wa Jalla menciptakan dunia dan seluruh makhluk agar dikenal melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, kekuasaan dan ilmu-Nya, agar ibadahi, tidak ada sekutu bagi-nya, bukan karena (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , (Nabi) Nuh Alaihissalam, ataupun (Nabi) Isa Alaihissallam maupun karena nabi lainnya. Allâh menciptakan seluruh makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Allâh berfirman (yang artinya):

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku [ad-Dzâriyât/ 51:56]

Di sini, Allâh Azza wa Jalla menjelaskan bahwa Dia menciptakan mereka agar beribadah kepada-Nya, bukan karena Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/3643/slash/0/dunia-diciptakan-karena-nur-cahaya-nabi-muhammad-shallallahu-alaihi-wa-sallam/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

802. Amalan Apa Yang Menjauhkan Kita Dari Siksa Api Neraka ?

802. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Hal-hal atau ibadah apa yang bisa membuat kita terjauh dan diharamkan dari siksaan api neraka manapun ?

Jawab:
Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Amalan yang paling menjauhkan kita dari siksa neraka adalah bertauhid dan menjauhi syirik.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

801. Perlukah Tajwid Ketika Berdo’a ?

801. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Ketika kita berdo’a atau brdzikir itu hukum tajwidnya dipakai tidak?

Jawab:
Ust. Fuad Baraba’, حفظه الله

Aturan tajwid berlaku untuk bacaan Al Qur’an, namun belum pernah mengetahui bahwa doa harus juga mengikuti aturan tajwid.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

800. Adakah Manusia Sebelum Nabi Adam ‘Alaihissalam ?

800. BBG Al Ilmu – 207

Tanya:
Apakah sewaktu nabi Adam diturunkan ke dunia ini dan sebagai rasul Allah, sudah ada manusia lain sebagai umat ?

Jawab:
Tidak ada di dalam Al Qur’an maupun hadits yang menunjukkan bahwa telah ada manusia di Bumi sebelum Nabi Adam ‘Alaihis Salam.

Sumber:
www.islam-qa.com/en/72470

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

799. Tj Tata Cara Shalat Istikharah

799. BBG Al Ilmu – 81

Tanya:
Bagaimana tata cara sholat istikharah yang dicontohkan oleh rasulullah? Terkait waktu, bacaan dan doanya.

Jawab:
Shalat istikhoroh boleh dilakukan kapan saja baik itu setelah shalat tahiyatul masjid, setelah shalat rawatib, setelah shalat tahajud, setelah shalat Dhuha dan shalat lainnya.(Fiqhud Du’aa, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi, hal. 167).

Bahkan jika shalat istikhoroh dilakukan dengan niat shalat sunnah rawatib atau shalat tahajjud atau shalat sunnah lainnya, lalu berdoa istikhoroh setelah itu, maka itu juga dibolehkan. Artinya di sini, dia mengerjakan shalat rawatib satu niat dengan shalat istikhoroh.

Do’a Istikharah:
“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih”

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2934-panduan-shalat-istikhoroh.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah