10 penyelamat muslim dari pengaruh kedengkian manusia

# 10 penyelamat muslim dari pengaruh kedengkian manusia #
Ust. Djazuli LC

1. Banyak berlindung kpd Allah dgn banyak berta’awudz seperti ucapan ” ‘audzu billah minasyaitanirajim”

2. Berupaya untuk selalu menjalankan perintah Allah & meninggalkan larangan-Nya (taqwa)

3. Banyak bersabar, yaitu dengan tdk membalas keburukan dgn keburukan

4. Banyak bertawakkal kpd Allah

5. Berupaya untuk selalu khusyu’ pada setiap ibadah

6. Berusaha untuk senantiasa berorientasi kpd akhirat pada setiap amal

7. Bertaubat kpd Allah & banyak beristighfar

8. Bersedekah dan memperbanyak kebaikan

9. Berbuat baik kpd orang yg berindikasi menyimpan kedengkian

10.Berserah diri kpd Allah dgn tauhid, dengan keyakinan bhw semua kejadian di Dunia tdk akan terjadi tanpa izin dari Allah.

Dinukil dari “Fawaid tata’allaqu biasma wasifat” karya ibnul Qoyyim

Semoga bermanfaat!

Mengharap Kasih Sayang Nya

# Mengharap Kasih Sayang Nya#
Ust. Firanda Andirja MA

Al-Imam Asy-Syaukaani rahimahullah (wafat 1250 H) berkata dalam sya’irnya :

فَكَّرْتُ فِي عِلْمِي وَفِي أَعْمَالِي …. وَنَظَرْتُ فِي قَوْلِي وَفِي أَفْعَالِي
Aku merenungkan tentang ilmuku & amalanku….
Aku mengamati perkataanku & perbuatanku…

فَوَجَدْتُ مَا أَخْشَاهُ مِنْهَا فَوْقَ مَا …. أَرْجُو فَطَاحَتْ عِنْدَ ذَا آمَالِي
Maka aku dapati apa yg aku takutkan darinya melebihi apa yg aku harapkan darinya…maka sirnalah saat itu harapan – harapanku…

وَرَجَعْتُ نَحْوَ الرَّحْمَةِ الْعُظْمَى إِلَى … مَا أَرْتَجِي مِنْ فَضْلِ ذِي الأَفْضَالِ
Akupun kembali menuju rahmat (kasih sayang) yg luas…
kpd karunia yg aku harapkan dari Dzat Pemilik Segala Karunia…

فَغَدَا الرَّجَا وَالْخَوْفُ يَعْتَلِجَانِ فِي … صَدْرِي وَهَذَا مُنْتَهَى أَحْوَالِي
Jadilah harapan & ketakutan berseteru dlm dadaku…
inilah kesudahan kondisiku

(Nailul Wathor min taroojumi rijaalil yaman fi al-qorni ats-tsaalits ‘asyar karya Muhammad Zabaaroh As-Shon’aani, 2/302)

Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah adalah seorang ulama yg sangat terkenal, penulis buku Nailul Authoor, menjelaskan bahwa setelah menimbang – nimbang ilmu, amalan, perkataan & perbuatannya maka beliau mendapati bahwa semuanya tdk bisa diandalkan.

Apa yg beliau takutkan dari ilmu, amal, perkataan & perbuatan jika dihisab kelak lebih besar dari apa yg beliau harapkan..

Karenanya beliau hanya bisa mengharapkan kasih sayang yg luas dari Allah Ta’aala agar merahmati beliau…

Jika seorang Al-Imam Asy-Syaukani tdk ujub & bangga dgn ilmu & amal beliau, bagaimana lagi dgn sebagian kita yg pas-pasan ?? Atau sdh jelas pailit, minus, & defisit ??
Hanya rahmat Allah yg luas yg bisa kita andalkan…

Ya Allah berilah taufiq kpd kami agar senantias bersyukur & beramal sholeh…
senantiasa takut adzab-Mu & senantiasa berharap akan rahmat-Mu…

آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

AGAMA FITRAH

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Allah سبحانه وتعالى berfirman yg artinya, “Maka hadapkanlah wajahmu dg lulus kpd agama (Islam) yg sesuai fitrah Allah yg Dia telah ciptakan manusia menurut fitrah itu. Tdk ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yg lurus,tetapi kebanyakan manusia tdk mengetahui”. QS Ar-Rum 30.

Ibnu Qoyyim berkata,” Allah سبحانه وتعالى menerangkan bahwa arti “menghadapkan wajah” adalah berbuat iklas dlm hati, dan berjuang utk Agama Allah, yg mengandung atas kecintaan kpd Nya, yg diwujudkan dg beribadah sesuai kebenaran, hanya menghambakan diri kpd-Nya, dan berpaling dari selain-Nya سبحانه وتعالى.

Dan ini adalah agama fitrah yg Allah telah ciptakan para hambanya diatas fitrah ini, akan tetapi kemudian para manusia merusak fitrah tersebut, melumurinya dg noda dan kotoran, sebagaimana Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tdk lah seseorang yg dilahirkan kecuali ia diatas fitrah (agama tauhid) maka ayah mereka merubahnya menjadi yahudi, nasrani, majusi “.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda dlm hadist Qudsi, Allah سبحانه وتعالى berkata, “Sesungguhnya aku ciptakan manusia dlm keadaan lurus tdk condong, akan tetapi kemudian para syaiton datang dan menggoda mereka dari agama nya, mereka diperintah agar menyekutukan Ku yg tdk ada dalil sedikitpun padanya”. HR Muslim.

– Bada’iut Tafsir 3/391 –

Umur

Saudaraku..
Dalam perniagaan ini kita memiliki modal yg tak kita ketahui jumlahnya..

Kita tidak tau pula kapan modal ini expired..

Ia adalah umur..

Terbatas dan sesaat..
Jika telah dibelanjakan maka tak dapat kembali..

Wahai saudaraku.
Modal ini jika telah berjalan pasti habis..
Belilah dagangan yg bermanfaat tuk bekal akhirat..

Perjalanan masih panjang.. Juta’an tahun.. Yg tak kau ketahui berapa lamanya..

Jangan kau buang modalmu sia sia..

Engkau akan rugi dan merugi..
Sungguh celaka jika modalnya digunakan untuk membeli racunn.. Racun untuk ke neraka yg akan direngguhnya..
Naudzubillah mindzalik

Semoga hati kita dijauhkan dari berkeinginan maksiat..

Ibnu Uqail Al-Hanbali berkata: “Sesungguhnya aku tidak menghalalkan bagi diriku untuk menyia-nyiakan sesaatpun dari umurku.”

Suatu saat Amr bin Abdu Qais melewati sekumpulan manusia yang sedang berleha-leha. Mereka lalu mengajaknya untuk duduk bersama, maka ia menjawab: “Tahanlah matahari dari peredarannya agar aku dapat bercakap-cakap dengan kalian.”

Inilah di antara untaian hikmah yang keluar dari lisan-lisan mereka, semuanya menunjukan betapa berharganya waktu di sisi mereka.

www.abu-riyadl.blogspot.com

Vonis Kafir Dan Kaidahnya

Tidak boleh seorang mukmin untuk tenggelam dalam masalah kafir mengkafirkan sebelum ia memahami kaidah-kaidahnya, dan merealisasikan syarat-syarat dan batasannya, jika tidak maka ia telah menjerumuskan dirinya dalam dosa dan kebinasaan, karena masalah kafir mengkafirkan termasuk masalah agama yang paling agung, tidak ada yang menguasainya kecuali para ulama besar yang luas dan tajam pemahamannya. Berikut ini adalah kaidah-kaidah penting yang harus diketahui oleh seorang mukmin seputar takfir :

Kaidah pertama: Kafir mengkafirkan adalah hukum syari’at dan hak murni bagi Allah Ta’ala bukan milik paguyuban atau kelompok tertentu dan tidak diserahkan kepada akal dan perasaan, tidak boleh dimasuki oleh semangat membabi buta tidak pula permusuhan yang nyata. Maka tidak boleh dikafirkan kecuali orang yang Allah dan Rosul-Nya telah kafirkan.

Syaikhul islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,” Berbeda dengan apa yang dikatakan oleh sebagian orang seperti Abu ishaq Al Isfiroyini dan para pengikutnya yang berkata,” Kita tidak mengkafirkan kecuali orang yang telah kita kafirkan”. Karena sesungguhnya kufur itu bukan hak mereka, akan tetapi ia adalah hak Allah…”

[1]Karena mengkafirkan maknanya adalah menghalalkan darahnya dan menghukuminya kekal dalam api Neraka, dan ini tidak bisa diketahui kecuali dengan nash atau kiyas kepada nash tersebut.

Kaidah kedua : orang yang masuk islam secara yakin tidak boleh dikafirkan sebatas dengan dugaan saja.

Baca selengkapnya di:
http://cintasunnah.com/vonis-kafir-dan-kaidahnya/

JALAN-JALAN KESELAMATAN

Saudara-saudaraku yang kami cintai karena ALLAH, berikut ini kita akan mengambil manfaat/pelajaran yg snagat berharga dari sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan kepada kita tentang jalan-jalan keselamatan dunia & akhirat kita….

Haditsnya:
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir dia berkata: aku bertanya kepada Rasulullah, apakah yang menyebabkan keselamatan itu?

Beliau menjawab:
– Tahanlah Lisanmu
– Tinggal dirumahmu
– Tangisilah kesalahanmu (dosamu).

Hadits Hasan Lighairihi diriwayatkan oleh imam tirmidzi no 2406

Penjelasan hadits diatas ialah:
Bahwa diantara sebab manusia ingin mendapatkan Keselamatan dunia & akhirat:

1. Tahanlah Lisanmu = yaitu kita diperintah utk menjaga & memelihara lisan ini dari mengucapkan sesuatu yg tercela/ yg tidak baik apakah itu menceritakan aib saudaranya, ngadu domba, menyakiti saudaranya dll &kita diperintah untuk menggunakan lisan kita utk perkara-perkara yg diRidhoi ALLAH سبحانه وتعالى apakah utk berdzikir, berkata yg baik dll.

2. Tinggal dirumahmu= artinya tetaplah engkau tinggal dirumahmu dan sibukkanlah dirimu dengan mentaati, beribadah kepada ALLAH. Serta tinggalkanlah keinginan-keinginan/ segala sesuatu yg tidak baik yg menyebabkan dirimu keluar rumah yang akhirnya menjerumuskan dirimu kepada perbuatan dosa dan ma’siyat, KECUALI engkau keluar rumah utk mengerjakan perkara-perkara yg baik yang dibenarkan oleh syariat Rabbul ‘Aalamiin/yg tdk dilarang oleh agama.

3. Tangisilah kesalahan (dosamu)= yakni ingatlah kesalahan dan dosa-dosamu yang pernah engkau kerjakan pada masa lalu dan selalu engkau ingat adzab/ siksa yang sgt pedih baik didunia dan akhirat akibat perbuatan dosa& ma’siyat itu, yg demikian dpt membantumu utk ttp berada dijalan ketaatan &juga dpt menghalangimu utk kembali melakukan perberbuatan dosa.

Semoga ALLAH سبحانه وتعالى memberikan kemudahan kpd kita semua utk memahami hadits tersebut dengan baik, dan diberikan kemudahan utk mengamalkan.

Ahmad ferry nasution.

Kenapa Wanita Safar Harus Bersama Mahram ?

Ia adalah perintah Allah Ta’ala melalui lisan nabinya..

Sebagai orang beriman maka tiada kata yg lebih indah dari” sami’na wa ato’na” kami dengar dan kami Ta’ala’ati..
Tak bertanya mengapa dan kenapa?..

Sabda nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam :

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي تُرِيدُ الْحَجَّ فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا

“Janganlah wanita safar (bepergian jauh) kecuali bersama dengan mahromnya, dan janganlah seorang (laki-laki) menemuinya melainkan wanita itu disertai mahromnya. Maka seseorang berkata: “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya aku ingin pergi mengikuti perang anu dan anu, sedangkan istriku ingin menunaikan ibadah haji.” Beliau bersabda: “Keluarlah (pergilah berhaji) bersamanya (istrimu)”. [HSR. Imam Bukhari (Fathul Baari IV/172), Muslim (hal. 978) dan Ahmad I/222 dan 246]

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadl nurcholis

Ngapain Pacaran ?

Ia merupakan cinta bukan karena Allah..
Nafsu belaka..

Cinta sesungguhnya adalah ketika kalian telah halal..
Ia bukan sekedar cinta.. Tapi juga berisikan ibadah..

Sedangkan anda akan dikumpulkan diakhirat dengan yang anda cintai..

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang bersama dengan yang dicintainya”
(HR Al-Bukhari no 6169)

Dan taukah kamu bahwa cinta yang tulus adalah cinta pasca nikah

Seperti ungkapan berikut..

لم نر للمتحابين مثل النكاح ”

Kami tidak Pernah melihat dua orang yg saling mencintai melebihi tulusnya cinta dg PERNIKAHAN.

Semoga anda mendapat jodoh yang akan dapat digandeng diakhirat kelak tuk menikmati cinta abadi akhirat..

www.abu-riyadl.blogspot.com

HATI YANG BERSIH

Ust. Rochmad Supriyadi LC

Allah سبحانه وتعالى menurunkan Al-Kitab dan Mengutus Para Rusul, tidak lain dan bukan dalam rangka membersihkan jiwa dan hati para manusia, sebagaimana halnya diutus nya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم disebutkan dlm firman Nya,” Dialah Allah Yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yg ummi, dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan Ayat-ayat Nya, mensucikan jiwa mereka, mengajarkan Al-Kitab dan Hikmah, meski sebelumnya mereka benar-benar dlm kesesatan yg nyata”. Al-Jumu’ah : 2.

Allah سبحانه وتعالى kaitkan keberuntungan hamba dg kesucian jiwa dan hati, bahkan Allah bersumpah berturut-turut karenanya.

” Demi matahari dan sinarnya di pagi hari. Demi bulan bila mengiringinya. Demi siang bila menampakkannya. Demi malam bila menutupinya. Demi langit dan susunannya. Demi bumi serta hamparannya. Demi jiwa dan kesempurnaan ciptaannya. Maka jiwa tsb diilhami jalan kejahatan dan ketaqwaan. Maka sungguh beruntung orang yg mensucikan jiwa nya. Dan sungguh rugi orang yg mengotorinya “. Asy-Syams : 1-10.

Mensucikan jiwa artinya membersihkan dari segala noda hati yang mengotorinya, baik itu berupa keinginan-keinginan yg buruk, ambisi yg kotor, kedengkiyan dan kroni-kroni nya. Sebagaimana sedekah harta juga dinamakan pembersih harta, karena dg sedekah berarti ia telah menyalurkan hak Allah kepada orang yg membutuhkannya.

ANTARA MEMBACA AL QUR’AN DAN BB YANG MENGGODA

Ketika anda  sedang dirumah, atau lagi ngangur…

Luangkan waktu untuk meletakkan bb dan sejenisnya kemudian ambilah mushaf tuk baca qur’an..

Karena bacaan Alqur’an merupakan dzikir yg terindah..

Ingatlah wahai saudaraku bahwa waktu yg habis buat obrolan belaka itu akan merugikan kita diakhirat..

ingatlah tujuan hidup ini.. Kebahagian akhirat adalah hasil akhir yg kita mimpikan..

bb yg ditangan sering melalaikan.. Mari kita kendalikan dg bijak..

Umur setiap detik pastilah berkurang.. gunakan sisa waktu yg telah Allah tetapkan ajalnya ini untuk mengejar amalan yg teringgal..

Anda akan rasakan perbedaannya jika sering anda gunakan rumah ini untuk ibadah…

Niscaya gelisah dan rasa penatnya hati serta fikiran dalam urusan dunia akan banyak terobati..

Mari kita simak apa sabda nabi shalallahu’alaihiwasalam tentang rumah idaman ini:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiAllahu’anhu , dari Nabi shalallahu’alaihiwasalam bersabda;

“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” Al-Bukhari (6407).

Rumah yg tak dilantunkan Alqur’an maka ia seperti quburan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam bersabda,

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”
Shahih, diriwayatkan Muslim (780).

www.abu-riyadl.blogspot.com
By abu riyadl

Menebar Cahaya Sunnah