804. BBG Al Ilmu – 75
Tanya:
Kenapa sholat yang di keraskan suaranya hanya magrib isya dan subuh sedangkan dzuhur dan ashar tidak ?
Jawab:
Dalam tata cara ibadah kepada Allah, kita wajib mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita membaca pelan atau keras di shalat-shalat tertentu dimana beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dengan pelan atau keras.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صَلُّوْا كَمَا رَأَيْْتُمُوْنِيْ أُصَلِّي
“Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad. Lihat Irwaul Ghalil no: 213)
Ketika diajukan pertanyaan serupa, Syaikh Bin Baz rahimahullah menjawab :
“Wallahu a’lam alasan mengapa diajarkan untuk membaca keras-keras dalam shalat-shalat tersebut (Maghrib, ‘Isya dan Shubuh). Alasan yang paling mungkin – dan Wallahu a’lam – adalah bahwa pada malam hari dan pada saat shalat Fajar , orang lebih mungkin memperoleh manfaat dari bacaan yang dilakukan dengan keras, karena kurangnya gangguan dari sekitar mereka daripada pada saat Zhuhr dan ‘ Ashar”
(Majmu ‘ Fatawa al – Syaikh Ibnu Baaz (11/ 122).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://islam-qa.com/en/67672
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶